Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
DERRAL PUSING



Pagi pun datang, Ava yang sudah selesai sarapan daritadi, dia langsung saja bersiap-siap untuk kembali pulang kemansion sang Baginda Raja, alias Papah Zohan.


Ava memang selalu mencandai Papah Zohan dengan panggilan Baginda Raja, sedangkan Mamahnya dengan panggilan Baginda Ratu.


" Bi, Ava pergi dulu ya, titip vila seperti biasa ",, pamit Ava kepada para pembantunya.


" Baik Non, hati-hati dijalan ya, semoga sampai dirumah Tuan besar dengan selamat ",, jawab sang Bibi kepada Ava.


Ava pun hanya mengangguk sambil tersenyum saja kepada para pekerjanya.


Dan setelahnya Ava langsung saja mengendarai mobilnya untuk pergi dari Vila miliknya itu.


Ava mengendarai mobilnya dengan santai sekali, dia menikmati perjalanannya yang cukup jauh itu dengan perasaan suka cita.


Namun Ava tidak tahu saja, jika nanti ketika Ava sudah sampai dimansion Papahnya akan ada angin badai topan tornado lengkap sekali pokoknya yang akan menerjang Ava hingga keakar rambutnya.


Sedangkan kita geser keDerral.


Derral semalam setelah pulangnya Chico dia langsung saja berlalu pergi kedalam kamarnya.


Ingin sekali Derral memejamkan matanya, namun wajahnya Ava selalu terbesit dipandangannya.


" Ava-ava-ava, kenapa nama itu selalu terngiang-ngiang diotakku ",, kata Derral sambil duduk diatas ranjangnya.


" Dia sebenarnya siapa sih, kenapa dia bisa berbicara aneh seperti itu jika denganku ",, kata Derral lagi sambil terus berbicara sendiri.


" Aaarrghh terserahlah, aku mau tidur, besok aku ada rapat penting dikantor ",, kata Derral lagi, dan dia langsung saja merebahkan badannya diatas ranjang sambil menutupi telinganya menggunakan bantalnya.


Dan lama-kelamaan setelah Derral paksakan tidur, akhirnya dia bisa tertidur juga dengan sangat lelap.


Sekitar pukul setengah tujuh pagi, Derral yang sudah selesai bersiap-siap untuk berangkat kekantor, tiba-tiba dia yang baru saja keluar dari dalam ruang walk in closetnya mendengar ponselnya yang sedang dia cas berdering cukup kencang sekali.


Derral langsung saja berjalan kearah ponselnya itu untuk melihat siapa yang menelfonnya.


Dan ketika sudah dilihat, ternyata yang menelfonnya adalah sekretarisnya yang bernama Egon.


" Halo ",, kata Derral kepada Egon, ketika sudah mengangkat sambungan telefonnya Egon.


" Halo Tuan, ada berita penting yang harus saya sampaikan kepada anda Tuan ",, kata Egon kepada Derral dengan segera.


" Berita penting apa?? ",, tanya Derral kepada Egon dengan memasang telinganya baik-baik.


" Tuan lihatlah berita gosip yang baru saja tayang ditelevisi dan disosial media Tuan ",, kata Egon kepada Derral.


Derral tanpa banyak bertanya kepada Egon, dia langsung saja menyalakan televisi yang ada didalam kamarnya dan mencari berita saluran gosip pagi yang ada ditelevisi.


Ketika sudah ketemu saluran berita gosip itu, Derral sungguh dibuat sangat terkejut sekali.


Dan Derral juga langsung saja mengecek ponselnya, untuk melihat berita online yang sedang tayang pagi itu juga.


Semuanya sama saja memberitakan berita tentang dirinya dan juga Ava yang ada didalam Cafe kemarin.


Karena tanpa Derral ketahui, ternyata kemarin ada yang merekam pertengkarannya dengan Ava dan langsung saja menyebarkannya kejejaring sosial media yang dia punya.


Alhasil jadi viral deh berita tentang Derral dan Ava malam itu.


" Halo Tuan, apakah anda masih ada disitu?? ",, tanya Egon kepada Derral.


" Iya?? ",, jawab Derral dengan sangat singkat sekali kepada Egon.


" Tuan, Tuan harus segera berangkat kekantor, ada yang ingin saya jelaskan, dan singkatnya dampak dari berita tersebut, saham kita mengalami penurunan sekitar lima belas persen Tuan ",, kata Egon kepada Derral,


" Apaaaa!!!! ",, jawab Derral kepada Egon dengan nada yang sangat terkejut sekali.


" Dan jika Tuan tidak segera bertindak, kemungkinan dampaknya akan semakin besar Tuan, sebab para kolega kita sudah ada yang termakan isu berita tersebut Tuan ",, kata Egon lagi kepada Derral.


" Tunggu saya dikantor, dan jelaskan lagi kepadaku nanti!! ",, kata Derral dengan sangat tegas sekali kepada Egon.


Dan Derral tanpa menunggu jawaban dari Egon, dia langsung saja mematikan sambungan telefonnya itu.


Derral setelah mematikan sambungan telefonnya, dia langsung saja mengambil jas dan juga mantel kerjanya.


Derral dalam mengendarai mobilnya dengan kecepatan cukup kencang sekali, karena dia ingin segera sampai didalam Perusahaannya.


Disaat sudah sampai, ternyata Egon sudah menunggunya dipelataran kantornya.


Melihat Derral sudah sampai, Egon langsung saja membukakan pintu mobilnya Derral, dan Derral langsung saja keluar dari dalam mobilnya ingin segera masuk kedalam kantornya.


Sedangkan mobilnya Derral sudah ada yang memarkirkan sendiri nanti.


Melihat Derral sedang berjalan kedalam kantor, Egon langsung saja memberikan sebuah map yang berisi tentang penuruhan saham yang terjadi dalam semalam itu.


Sambil menunggu lift sampai dilantai kerjanya, Derral terus membaca laporan yang diberikan oleh Egon tadi.


Ting, bunyi lift berdenting, yang menandakan Derral dan Egon, mereka berdua harus melangkahkan kaki mereka keluar dari dalam lift tersebut.


" Egon, jelaskan kepada saya, bagaimana ini bisa terjadi?? ",, tanya Derral kepada Egon ketika Derral sudah masuk kedalam ruang kerjanya, dan dia juga sudah duduk dikursi kerjanya yang mahal itu.


" Dari semalam, banyak telefon masuk keponsel saya Tuan, dan kebanyakan mereka itu adalah kolega yang baru saja menanamkan saham mereka kePerusahaan ini ",, lapor Egon kepada Derral.


" Mereka yang belum mengerti cara kinerja Perusahaan kita, takutnya jika saham yang mereka tanamkan, hanya untuk berfoya-foya Tuan semata, tapi untungnya untuk para koleganya Tuan yang sudah mengerti cara kinerja Perusahaan Tuan, mereka tidak ada yang menarik saham mereka Tuan ",, lanjut lagi laporannya Egon kepada Derral.


" Tapi jika Tuan tidak segera bertindak, saya takutkan akan semakin menyebar kemana-mana Tuan dampaknya ",, sambung terus laporannya Egon kepada Derral.


Dan Derral dengan senantiasa masih setia mendengarkan perkataannya Egon.


" Lihat Tuan ",, kata Egon sambil menyerahkan ponselnya kepada Derral.


Derral langsung saja mengambil ponselnya Egon tersebut, dan langsung juga membaca tulisan yang ada didalam ponselnya Egon.


" Beren953k!!! ",, kata Derral ketika sudah membaca tulisan didalam ponselnya Egon.


Sebab tulisan yang ada diponselnya Egon, bertuliskan seperti dibawah ini :


" Tuan Derral Achilles Qenan Altezza, selain suka bermain jalan9, ternyata dia juga suka habis manis sepah dibuang, dan kali ini gadis yang malang itu yang menjadi korbannya Tuan Derral sang Pengusaha muda sukses yang sudah kami ketahui namanya, dia bernama Ava gadis cantik bla-bla-bla .......................",,


Ya begitulah tulisan sekilas yang dibaca oleh Derral diponselnya Egon.


Sungguh sangat menguras emosinya Derral sekali, dan Derral harus memikirkan cara untuk segera keluar dari dalam masalah yang sedang dialaminya itu.


Ketika Derral sedang menahan emosinya yang hampir meledak itu, tiba-tiba ponselnya Egon yang ada diatas mejanya Derral berbunyi cukup keras.


Egon yang melihat dan mendengar, dia langsung saja dengan segera mengangkat sambungan telefonnya itu.


" Halo ",, jawab Egon kepada sipenelfonnya.


" Baik Tuan, segera akan saya sampaikan, sekali lagi kami minta maaf Tuan ",, jawab Egon lagi kepada sipenelfonnya.


Dan setelah itu sambungan telefonnya Egon terputus juga.


Derral yang mendengar perkataannya Egon yang seperti itu, dia langsung saja bertanya siapa tadi yang sedang menelfonnya.


" Itu sekretaris dari Tuan Alexander Damara Tuan, katanya dia ingin Tuan Derral segera menyelesaikan masalah yang sedang dialami Tuan, sebab Perusahaannya Tuan Damara juga terkena dampak atas gosip yang sedang dialami Tuan Derral ",, kata Egon kepada Derral.


Sungguh semakin pusing saja fikirannya Derral, sebab Perusahaan Damara adalah Perusahaan terbesar yang sedang bekerjasama dengannya, dan Derral tidak akan membiarkan mereka pergi dari genggamannya begitu saja, hanya karena gosip sampah yang sedang terjadi saat ini kepada dirinya.


Dan siapa sih yang tidak kenal dengan Keluarga Damara, Keluarga paling terpandang didunia, dan kekayaannya pun belum ada yang bisa menandingi.


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


Hehehe promo iklan sedikitlah😁


Ingin tahu siapa itu Keluarga Damara, baca juga novel author yang judulnya Gadis Lugu Pemikat HatiπŸ˜‰


Dijamin ngakak berjamaah sama readers yang lainnyaπŸ˜œπŸ˜‚


...πŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•Š...


...***TBC***...