
Tanisa yang sudah sampai di pertengahan jalan tiba-tiba saja mobil dia mogok ketika masih di jalan tol.
Padahal saat ini waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam lebih.
Sungguh sangat sial sekali nasib Tanisa malam ini, sudah di kejar waktu dan keadaan, dirinya juga harus terjebak dengan mobilnya yang tiba-tiba mogok.
Tanisa yang tidak pernah mengalami hal seperti ini, dia sungguh sangat bingung sekali, apa yang harus dia lakukan sakarang.
Apalagi saat ini dia berada di jalan tol yang semua pengendaranya pada cepat sekali mengendarai mobilnya.
" Aaaaaaarrrrghhhhhh 514lllllll!!!! ",, kata Tanisa sambil berteriak sendiri di samping mobilnya.
Tanisa yang bingung, dia lalu mencoba melambai meminta bantuan kepada setiap pengendara yang lewat.
Namun sayang semua orang tidak ada yang mau menghentikan laju mobilnya.
Tanisa lalu mencoba mengambil ponselnya untuk mencoba menghubungi nomol ponsel milik sang Ayah atau sang Kakak.
Tapi lagi-lagi kesialan menghampiri Tanisa, ponsel Tanisa tidak ada signal sama sekali, karena signal kartu yang di pakai oleh Tanisa sangat sulit terdeteksi di dalam jalan tol tersebut.
" Aaaaaarggghh, kenapa malam ini kesialan menghampiriku terus menerus, signal juga kenapa tiba-tiba tidak ada seperti ini!!! ",, kata Tanisa sambil marah-marah sendiri.
Tanisa lalu mencoba lagi menghentikan setiap mobil yang lewat di depannya, lagi dan lagi mereka semua tidak ada yang menghentikan mobilnya.
Di saat Tanisa sudah mulai sediki putus asa, tiba-tiba saja ada satu mobil yang sangat mahal sekali mau menghentikan laju mobilnya.
Wajah cerah dan senyum manis dari Tanisa terlihat jelas ketika dia melihat ada mobil yang mau membantunya.
Ternyata penumpang mobil itu yang baru saja keluar dari kursi belakang adalah seorang laki-laki yang berbadan tegap, tampan dan juga mempunyai wajah yang bersih, sebelas dua belas dari Leon.
Namun Tanisa perkirakan umur dari laki-laki itu masih muda di bawah Kakaknya.
Sedangkan yang keluar dari pintu sopir, Tanisa perkirakan adalah sopir pribadinya.
" Nona kenapa dengan mobilnya?? ",, tanya dari laki-laki itu kepada Tanisa.
" Tuan, maukah anda membantu saya, mobil saya mogok Tuan, dan saya tidak tahu mau meminta tolong kepada siapa di sini??, bahkan ponsel saya tidak ada signalnya sama sekali ",, kata Tanisa kepada laki-laki itu dengan wajah yang sangat memohon sekali.
" Kenapa anda sendirian Nona, dimana Keluarga anda?? ",, tanya dari laki-laki itu kepada Tanisa.
" Saat ini saya ingin ke rumah sakit Tuan, karena baru saja mendapatkan kabar dari Ayah saya, jika Kakak ipar saya baru saja kecelakaan mobil ",, jawab dari Tanisa dengan jujur kepada laki-laki itu.
" Sebentar saya lihat dulu mesinnya ",, kata laki-laki itu kepada Tanisa.
" Iya Tuan ",, jawab Tanisa dengan sangat senang sekali sambil menganggukkan kepalanya.
Dan laki-laki itu langsung saja membuka kap mesin mobil milik Tanisa.
Ketika baru saja dibuka kap mesin mobilnya, asap putih yang sangat banyak langsung saja berterbangan keluar.
Sontak saja laki-laki tadi langsung mengibaskan kedua tangannya di depan wajahnya.
" Sepertinya mesin mobil anda kepanasan Nona karena dibuat perjalanan jauh ",, kata laki-laki itu kepada Tanisa.
" Iya saya memang belum beristirahat Tuan, karena setelah bekerja tadi saya langsung perjalanan menuju ke sini ",, jawab Tanisa kepada laki-laki tersebut.
" Kamu coba periksalah mesin mobil Nona ini ",, kata laki-laki itu kepada sopir pribadinya.
" Baik Tuan ",, jawab sopir itu kepada majikannya.
" Saya tidak bisa Tuan, dan saran saya mobilnya dibawa ke bengkel saja, serta biasanya mesin mobil yang rusak seperti ini akan cukup lama untuk memperbaikinya ",, kata sang sopir kepada laki-laki tadi dan masih didengar oleh Tanisa.
" Terus saya harus bagaimana Tuan, saya sekarang harus segera sampai di rumah sakit, dan rumah saya juga sangat jauh sekali dari sini ",, kata Tanisa kepada kedua laki-laki yang ada di depannya itu.
" Begini saja, dimana rumah sakit yang ingin anda tuju sekarang Nonas?? ",, tanya dari laki-laki itu kepada Tanisa.
Tanisa langsung saja menunjukkan alamat rumah sakit tempat Via sedang dirawat kepada laki-laki itu.
" Oh kebetulan saya nanti melewati rumah sakitnya Nona, maukah saya antar sekalian ",, kata laki-laki itu kepada Tanisa.
Tanisa sungguh sangat senang sekali mendengar perkataan dari laki-laki tersebut.
" Mau-mau Tuan, sungguh saya sangat mau sekali ",, jawab Tanisa kepada laki-laki itu.
" Eh tapi ini bagaimana dengan mobil milik saya Tuan, apakah harus ditinggal di sini?? ",, tanya dari Tanisa kepada laki-laki itu.
" Tidak, nanti biar sopir saya saja yang mengurusnya ",, jawab laki-laki itu kepada Tanisa.
" Kamu itu perempuan dan masih muda, sangat berbahaya sekali jika sendirian di sini di waktu malam begini ",, kata laki-laki itu kepada Tanisa.
" Tuan baik sekali, terimakasih Tuan ",, kata Tanisa kepada laki-laki itu.
Entah rasanya Tanisa bisa begitu percaya dengan laki-laki yang baru dikenalnya itu.
Tapi dari penglihatan Tanisa, laki-laki itu pasti bukanlah orang jahat, terlihat sekali mobil yang dia tumpangi mewahnya hampir sama dengan mobil miliknya.
" Kamu urus mobil ini, telefon mobil derek, dan ini bawa dulu kartu ATM saya untuk mengurus mobil Nona ini ",, kata laki-laki itu kepada sopirnya.
" Baik Tuan ",, jawab sopan dari sopir tersebut kepada sang majikan sambil menerima kartu ATMnya tadi.
Setelahnya Tanisa lalu mengambil tas koper dan semua yang dibawanya untuk dia masukkan ke dalam mobil milik laki-laki tadi.
Sedangkan untuk sang sopir dia ditinggal sendirian untuk menunggui dan mengurus mobil milik Tanisa.
Tanisa yang sudah berada satu mobil dengan laki-laki tampan itu, dia langsung saja ditanyai oleh laki-laki itu.
" Anda begitu banyak sekali membawa barang-barang, bahkan anda juga membawa koper, apakah anda sedang melarikan diri atau kabur dari rumah?? ",, tanya dari laki-laki itu kepada Tanisa.
" Tidak Tuan, sungguh saya tidak sedang kabur, itu semua pesanan Ayah dan Kakak saya ",, jawab dari Tanisa kepada laki-laki itu.
" Dan oh ya Tuan kita belum berkenalan, nama saya Tanisa ",, kata Tanisa kepada laki-laki itu.
" Nama saya Valentino Nona Tanisa ",, jawab laki-laki itu yang ternyata bernama Valentino.
" Senang berkenalan dengan anda Tuan Valen, dan terimakasih banyak atas bantuan yang anda berikan kepada saya, nanti saya akan mengganti semuanya jika sudah sampai di rumah sakit, jadi bisakah saya meminta nomor rekening atau ponsel anda Tuan?? ",, kata Tanisa kepada Valentino.
" Lucu juga wanita ini dia memanggilku dengan panggilan Valen ",, kata batin dari Valentino sambil tersenyum dengan super tipis sekali.
Karena memang biasanya Valentino nama panggilannya adalah Tino.
Lagipula Tanisa berkata seperti itu kepada Valentino bukan karena ingin pendekatan, tapi karena Tanisa benar-benar merasa berhutang budi kepada Valentino.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...