
Aaric yang daritadi sudah menunggu Dian didepan kamar mandi pun, ketika melihat pintu kamar mandi terbuka dari dalam, Aaric langsung saja menghampiri Dian.
" Dian tunggu, jangan pergi dulu Dian, dengarkan penjelasan Kakak dulu Dian ",, cegah dari Aaric kepada Dian.
" Cukup Kak, biarkan Dian sendiri dulu, Dian tidak mau diganggu siapapun, termasuk Kakak sekalipun ",, kata Dian kepada Aaric dengan nada lemas dan sangat dingin sekali.
Aaric yang melihat wajah pucatnya Dian, dan Dian juga terlihat sangat terpuruk sekali.
Akhirnya Aaric melepaskan cekalan tangannya Dian dan membiarkan Dian pergi dari dalam apartemennya.
Dengan langkah tertatih sambil menahan rasa sakit dibagian miss Vnya, Dian tetap melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam apartemen milik Aaric.
Dan Aaric yang melihat sendiri bagaimana cara Dian berjalan, dia sungguh sangat menyesal dan juga kasihan sekali.
Tapi Aaric saat ini dia tidak bisa berbuat apa-apa karena Dian sedang tidak ingin diganggu olehnya.
Aaric saat ini merasa sangat bodoh serta menyesal sekali, karena semalam dia tidak bisa mengontrol n4f5unya itu ketika sudah berduaan dengan Dian.
Dian yang sudah berada didalam taksi pun, air mata yang dibendungnya daritadi tidak bisa ditahan lagi.
Dalam diam, air mata Dian mengalir dari sudut matanya, dan dengan segera pula Dian langsung saja menghapus air matanya itu sebab Dian tidak mau sampai dilihat oleh sang sopir taksi.
Sedangkan kembali kerumah sakit lagi tempat Ava sedang dirawat.
Papah Zohan yang sedang sibuk mengecek ponselnya dan membaca semua email yang masuk kedalam ponselnya.
Tiba-tiba saja Papah Zohan mendapatkan panggilan masuk dari anak buahnya yang dia tugaskan untuk mencari Aaric.
Ava, Derral, dan juga Mamah Gretl yang berada disitu sambil berbincang santai, mereka bertiga langsung saja mengalihkan pandangan mereka kearah Papah Zohan, karena tiba-tiba saja ponsel Papah Zohan berdering dengan cukup kencang sekali.
Papah Zohan tidak mau menunggu waktu lama, dia langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk berlalu keluar dari dalam ruang perawatan Ava.
" Halo ",, kata Papah Zohan kepada anak buahnya ketika dia sudah berada diluar ruang perawatan Ava.
" Halo Tuan Zohan, saya sudah mengetahui dimana Tuan muda Aaric berada ",, lapor dari anak buahnya kepada Papah Zohan.
" Dimana dia?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada anak buahnya.
" Tuan Aaric semalam dia berada didalam apartemennya bersama Nona Dian Tuan ",, jawab dari anak buahnya kepada Papah Zohan.
" Dan saat ini Nona Dian baru saja keluar dari dalam apartemen Tuan Aaric dalam keadaan yang terlihat berantakan sekali ",, lanjut lagi laporan dari anak buah itu kepada Papah Zohan.
" Kamu tugaskan salah satu anak buah kamu untuk mengawasi Dian, dan kamu sendiri terus pantau Aaric ",, kata Papah Zohan kepada anak buahnya.
" Baik Tuan, perintah anda segera akan saya laksanakan ",, jawab anak buah itu kepada Papah Zohan.
Dan setelahnya sambungan telefon mereka akhirnya terputus juga.
" Apa yang sebenarnya semalam mereka lakukan?? ",, kata batin dari Papah Zohan sambil melihat pemandangan yang ada dibawah.
" Jangan sampai Aaric melakukan hal yang membuatku kecewa, jika sampai itu terjadi siap-siap saja Aaric menerima hukuman dariku ",, kata batin dari Papah Zohan lagi untuk Aaric.
" Apa yang harus aku katakan kepada Ayahnya Dian, jika sampai Dian hamil anaknya Aaric sebelum mereka menikah, sungguh aku sangat malu sekali jika itu sampai terjadi ",, kata batin dari Papah Zohan lagi untuk Aaric.
Walau Papah Zohan sekeluarga hidup dinegara bebas tidak seperti diIndonesia, tetap saja Papah Zohan tidak menyukai **** bebas dan hamil sebelum menikah.
Itulah mengapa tadi Aaric sangat ketakutan sekali ketika melihat Dian sedang marah kepadanya seperti itu.
Padahal Aaric ingin mempertanggung jawabkan perbuatannya kepada Dian, tapi Diannya sedang tidak ingin diganggu olehnya.
Dian sendiri dia berasal dari Keluarga yang terbilang cukup kaya.
Sebab ternyata Ayahnya Dian dia juga seorang pembisnis asal Indonsia yang mempunyai Perusahaan terbilang cukup lumayan besar.
Dan Perusahaan dari Ayah Dian adalah Perusahaan minuman yang sudah bisa mengekspor minumannya keperbagai negara.
Dian sendiri dia keturuan Chindo alias China Indonesia, Ayah Dian berasal dari China sedangkan Mamahnya Dian, dia asli keturunan Indonesia.
Dian memiliki seorang Kakak laki-laki yang juga seumuran dengan Aaric, dan Dian juga mempunyai adik laki-laki yang masih sekolah SMA.
Dian yang satu kampus dengan Ava sejak pertama kali masuk kuliah, sebenarnya Dian dilarang oleh Ayahnya untuk berada diluar Negeri menjadi sekretaris dari Ava.
Namun karena jaminan dari Papah Zohan jika Dian akan aman berada dilindungannya dan sudah dianggap juga sebagai anaknya.
Akhirnya Ayahnya Dian yang bernama Ayah Chyou mengijinkan Dian untuk bekerja menjadi sekretarisnya Ava.
Dan untuk Perusahaan minuman milik Keluarga Dian diteruskan oleh Kakaknya Dian yang bernama Kak Liio Yaoshan, atau Dian biasa memanggil dengan panggilan Kak Lii.
" Dian hamil tidak hamil, Aaric harus tetap menikahi Dian, karena Aaric sebagai laki-laki harus berani mempertanggung jawabkan perbuatannya ",, kata batin dari Papah Zohan lagi dengan sedikit menggebu-gebu.
Dan setelah itu Papah Zohan langsung saja melangkahkan kakinya untuk masuk kembali kedalam ruang perawatan Ava.
Ketika Papah Zohan sudah masuk kembali kedalam ruang perawatan Ava, tiba-tiba saja telinga dari Papah Zohan mendengar pembicaraan dari Ava ditelefon yang menyebutkan nama Dian.
" Iya tidak apa-apa Dian, yang penting kamu masih bisa mengurus pekerjaan kamu dari rumah ",, begitulah kata-kata dari Ava kepada Dian yang didengar oleh Papah Zohan.
" Terimakasih Ava atas pengertiannya, secepatnya besok aku sudah kembali lagi berangkat bekerja ",, jawab Dian kepada Ava.
" Sudah kamu istirahat saja diapartemen kamu sampai kamu sembuh, dan jika kamu tidak bisa membeli obat, biar anak buah dari Papah saja yang aku suruh untuk membelikan obat untuk kamu ",, kata Ava kepada Dian.
" Tidak perlu Ava, aku sudah membelinya tadi, dan dikotak obatku persediaan obatku juga masih ada ko ",, jawab Dian lagi kepada Ava.
" Baiklah kalau begitu kamu istirahat dan aku mau pulang dulu kemansion karena aku sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter ",, kata Ava lagi kepada Dian.
" Iya Ava, dan maafkan aku ya yang tidak bisa mengantarkanmu pulang ",, kata Dian kepada Ava.
Dan setelah itu sambungan telefon mereka terputus juga, ketika Dian sudah mendengar jawaban dari Ava.
Papah Zohan yang sudah duduk lagi dishofa yang tadi dia dudukin, Papah Zohan daritadi dia menajamkan telinganya untuk mendengarkan pembicaraan dari Ava dengan Dian.
Dan ketika Papah Zohan melihat Ava sudah selesai bertelefonan dengan Dian, Papah Zohan langsung saja mencoba bertanya kepada Ava.
" Dian kenapa Ava?? '',, tanya Papah Zohan kepada Ava.
" Dian katanya sedang tidak enak badan Pah, dan hari ini dia ijin untuk tidak masuk kantor dulu ",, jawab Ava kepada papah ZOhan.
Fikiran Papah Zohan semakin melayang yang tidak-tidak memikirkan Aaric dan juga Dian ketika mendengar jawaban dari Ava jika Dian sedang tidak enak badan.
Sungguh Aaric pasti akan mendapatkan amukan dari Papah Zohan ketika pulang nanti pastinya.
Dan juga Aaric pasti akan dicerca dengan berjuta-juta pertanyaan oleh Papah Zohan, sedang apa semalam bersama Dian didalam apartemen berduaan saja.
Kita tunggu saja, hukuman apa yang akan diberikan oleh Papah Zohan kepada Aaric.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...