Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
KEMARAHAN CHICO



I love it when you call me Seรฑorita


( Aku suka ketika kau memanggilku seรฑorita (Nona) )


I wish I could pretend I didn't need ya


( Kuingin bisa berpura-pura tidak membutuhkanmu )


But every touch is ooh-la-la-la


( Namun tiap sentuhan adalah ooh-la-la-la )


It's true, la-la-la


( Itu benar, la-la-la )


Ooh, I should be runnin'


( Ooh, aku harus berlari )


Ooh, you keep me coming for ya


( Ooh, kau membuatku tetap mendatangimu )


Begitulah suara dendang lagu yang sedang dinyanyikan oleh seseorang, dan orang itu adalah Chico ketika baru saja selesai mandi sambil bercermin sambil juga menyanyikan lagu milik Shawn Mendes feat Camila Cabello yang judulnya Senorita dengan suara pas-pasannya.


" Aku bisa gila cuma gara-gara Via ",, kata Chico sedang berbicara sendiri didepan cermin yang ada didalam kamarnya.


Dan setelah itu Chico malah menyanyikan lagu lagi dan kali ini milik Charlie Puth feat Meghan Trainor yang berjudul Marvin Gaye.


" Ah gila beneran kan aku, tidak seperti biasanya aku suka bernyanyi seperti ini ",, kata Chico lagi sambil menatap heran pantulan dirinya didalam cermin.


Setelah puas bernyanyi dan mengatakan itu semua, Chico langsung saja berlalu masuk kedalam walk in closetnya untuk segera bersiap-siap berangkat kekantor.


Ketika Chico sudah siap berangkat kekantor, dia langsung saja berlalu keluar dari dalam kamarnya untuk turun kebawah.


" Pagi Tuan ",, sapa sang kepala asisstan rumah tangganya kepada Chico.


Chico hanya mengangguk saja kepada kepala asisstan rumah tangganya itu.


" Ambilkan teh kesukanku dan suruh anak buah saya untuk menyiapkan mobil, karena saya akan berangkat sekarang juga ",, kata Chico kepada kepala asisstan rumah tangganya.


" Baik Tuan Chico ",, jawab kepala asisstan itu kepada Chico.


Chico langsung saja berlalu untuk duduk diruang keluarga sambil membaca koran paginya, sembari menunggu tehnya yang sedang diambilkan kepala asisstan rumah tangganya.


Disaat Chico sudah menghabiskan teh paginya itu, dia langsung saja bergegas masuk kedalam mobil.


Dan ketika Chico sudah duduk dikursi penumpang, Chico langsung saja menyebutkan jalan yang menuju keapartemen milik Via semalam.


" Via aku datang ",, kata batin dari Chico sambil tersenyum miring.


Chico sangat yakin sekali, jika Via akan terkejut dengan kedatangannya.


Tapi yang benar adalah Chicolah yang pastinya akan terkejut ketika mengetahui jika Via tidak mempunyai apartemen yang semalam mereka datangi itu.


Ketika mobil yang Chico naiki sudah sampai didepan pelataran loby apartemen, Chico langsung saja menyuruh anak buahnya untuk menanyakan kepada resepsionis yang ada didepan dinomor dan dilantai berapakah letak kamar Via berada.


Dan ketika Chico sudah menunggu sekitar lima belas menit lamanya, akhirnya anak buah yang disuruhnya tadi sudah kembali lagi kedalam mobil.


" Bagaimana?? ",, tanya Chico kepada anak buahnya itu.


" Maaf Tuan, digedung apartemen ini tidak ada wanita yang bernama Via dan mereka pun tidak mengenali ciri-ciri dari wanita yang anda sebutkan tadi Tuan ",, jawab anak buah itu kepada Chico.


" Apakah kamu sudah mengeceknya berulang kali?? ",, tanya Chico kepada anak buahnya lagi.


" Apakah kamu juga meminta informasi dari setiap orang yang punya apartemen yang ada disini?? ",, tanya Chico lagi kepada anak buahnya.


" Iya Tuan, ini ",, jawab dari anak buahnya lagi kepada Chico sambil memberikan beberapa lembar copyan dari yang mempunyai apartemen digedung itu.


Chico langsung saja merebut kertas copyan itu dari tangan anak buahnya.


Tidak mudah anak buah itu mendapatkan kertas copyan dari pemilik apartemen digedung itu.


Sebab pihak apartemen sebenarnya tidak bisa memberikan secara sembarangan data-data pemilik apartemen digedung miliknya kepada semua orang.


Namun karena kekuasaan dan uang, apapun yang sulit menjadi mudah.


Chico dengan sangat teliti sekali dalam membaca data dari setiap penghuni apartemen.


Dan dari sebegitu banyaknya pemilik apartemen digedung tersebut, tidak ada satupun foto wajah dan nama yang Chico kenali.


" Beren953k!! ",, kata Chico ketika dia sudah membaca semua copyan itu sambil meremas juga kertas yang dipegangnya.


" Si4l4n!!, pintar sekali si Via mengelabuhuiku, awas saja jika ketemu lagi, tidak bakal aku lepaskan!! ",, kata Chico dengan sangat marah sekali.


" Jalan!! ",, kata Chico kepada anak buahnya dengan nada yang super tegas karena sedang marah.


Sedang orang yang bersangkutan, yaitu Via, dia masih tertidur nyaman dibawah selimut tebalnya itu, tanpa mengetahui jika Chico sedang marah kepadanya, karena sudah berhasil dia tipu.


Dan entahlah apa yang akan terjadi dengan Via nantinya jika dia bertemu lagi dengan Chico.


Sedangkan kita geser lagi kerumah sakit.


Ava saat ini bersama Derral dan kedua orang tuanya, sudah keluar dari ruang perawatan dan sedang berjalan menuju kelift untuk turun kebawah.


Dan ketika pintu lift terbuka, Ava dan yang lainnya sedikit terkejut ketika berpas-pasan dengan Papi Alano dan juga Mami Elsie.


" Lho ko Nak Ava??........... ",, kata Mami Elsie belum selesai tapi sudah dipotong perkataannya oleh Ava.


" Ava sudah diperbolehkan pulang Mi, hanya rawat jalan saja ",, jawab Ava kepada Mami Elsie sambil tersenyum tipis.


" Kalau begitu kita ikut pulang sekalian mengantarkanmu Nak, kan tujuan kita kesini juga ingin menjenguk kamu ",, kata Papi Alano kepada Ava dan masih didengar oleh yang lainnya.


" Baiklah ayo Tuan Alano, kita sama-sama saja turun kebawahnya ",, jawab Papah Zohan kepada Papi Alano.


Dan setelah itu mereka semua berlalu turun untuk menuju keparkiran mobil yang ada dirumah sakit.


Ketika mereka semua sudah sampai diparkiran mobil, mereka semua langsung saja berlalu masuk kedalam mobil mereka sendiri-sendiri, dan Ava dia pastinya satu mobil dengan Derral.


Hanya membutuhkan waktu sekitar lima puluh menit lamanya, karena terjebak macet sebentar tadi dijalan, akhirnya mobil yang mereka semua naiki sampai juga dimansion Papah Zohan.


Derral yang sudah memarkirkan mobilnya, dia langsung saja membantu Ava untuk keluar dari dalam mobil.


Mereka semua yang sudah keluar dari dalam mobil langsung saja masuk kedalam mansion Papah Zohan menuju keruang keluarga.


Baru sekitar sepuluh menitan mereka semua duduk dishofa yang ada diruang keluarga.


Pandangan mereka semua langsung saja teralihkan dengan kedatangan dari Aaric dengan wajah yang sedikit lusuh dan baju juga berbeda dari yang kemarin dia pakai, sebab Aaric sudah berganti baju dengan baju yang ada diapartemennya.


Papah Zohan yang melihat kedatangan dari Aaric, dia langsung saja mencegah Aaric yang ingin masuk kedalam kamarnya, ketika sudah menyapa semua orang.


" Ikut Papah keruang kerja Papah sekarang ",, hanya kata singkat itu yang Papah Zohan ucapkan kepada Aaric.


Dan setelahnya Papah Zohan tanpa berpamitan dengan mereka semua, dia langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk menuju keruang kerjanya diikuti oleh Aaric dibelakangnya.


...๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ...


...***TBC***...