
Papah Zohan yang sudah berlalu keluar dari dalam kamarnya Ava, dia dengan langkah lebarnya langsung saja dengan segera berjalan untuk menuju keruang tamu miliknya yang sudah ada Derral dan Egon yang menunggunya.
Dan tidak cuma itu saja, wajah dari Papah Zohan, dia juga menunjukkan wajah orang yang sedang menahan amarah.
Ketika sudah beberapa langkah berjalan, akhirnya Papah Zohan sampai juga didalam ruang tamu miliknya.
Derral dan juga Egon, mereka berdua langsung saja berdiri dari duduknya ketika mereka melihat kedatangan dari sang Tuan rumah yaitu Papah Zohan.
" Tuan Zohan ",, sapa Derral kepada Papah Zohan.
" Silahkah duduk ",, kata Papah Zohan kepada Derral dan juga Egon.
Derral dan juga Egon mereka berdua langsung saja duduk kembali keshofa yang mereka duduki tadi, ketika sudah dipersilahkan duduk oleh Papah Zohan.
Begitupun dengan Papah Zohan, yang juga ikut duduk dishofa single yang ada diseberangnya Derral dan juga Egon.
" Bisakah anda jelaskan kepada saya Tuan Derral?, apa yang sebenarnya terjadi dengan anak saya, kenapa bisa sampai seperti tadi keadaannya?? ",, kata Papah Zohan dengan nada formal seperti biasanya ketika dia bertemu denga para kolega maupun clientnya.
Derral mengkode Egon untuk memberikan map yang dibawanya itu.
Dan Egon yang mengerti kode itu, dia langsung saja menyerahkan map itu kepada Derral.
" Ini Tuan, anda bisa baca dulu apa isi berkas yang ada didalam map ini ",, kata Derral dengan masih menampilkan wajah tenangnya sambil memberikan map yang ada ditangannya kepada Papah Zohan.
Dengan ekspresi diam, Papah Zohan langsung saja mengambil alih map itu dari tangannya Derral.
Dan ketika map itu sudah berada ditangannya, Papah Zohan langsung saja membacanya dengan seksama.
Berkas kerjasama palsu tadi yang ada didepan juga sudah Derral singkirkan, jadi keseluruhan dari berkas yang ada didalam map itu adalah semua berkas-berkas pernikahannya dengan Ava.
Papah Zohan membaca semua berkas-berkas itu dengan sangat serius sekali, bahkan seperti tidak ada satu kalimat yang dia lewatkan sama sekali.
Dan ketika Papah Zohan sudah membaca semua berkas-berkasnya, Papah Zohan langsung saja menaruh map tadi keatas meja didepannya dengan sedikit sambil menggebrak meja.
" Apa-apaan ini Tuan Derral??!!, bisakah anda jelaskan semua ini kepada saya ",, kata Papah Zohan lagi kepada Derral.
" Didalam map itu isinya berkas-berkas pernikahan saya dengan Ava Tuan Zohan yang sudah sah secara Negara ",, jawab Derral kepada Papah Zohan dengan tenang.
" Iya saya tahu........ tapi tidaklah mungkin anak saya akan menandatanginya dengan sebegitu suka relanya jika tidak anda jebak, benar kan Tuan Derral?? ",, kata Papah Zohan kepada Derral.
" Benar sekali Tuan Zohan, saya memang menjebak Ava untuk mau menandatangani semua berkas-berkas pernikahan itu, dan ketika tadi saya ingin meresmikannya secara Agama, serta meminta pemberkatan kepada Pak Pendeta, Ava langsung saja pingsan seperti tadi Tuan ",, jawab Derral dengan jujur kepada Papah Zohan.
Membuat Papah Zohan, dia semakin marah saja ketika mendengar jawabannya Derral yang cara menyampaikannya dengan begitu tenang sekali.
Apakah Derral tidak tahu, bahwa pernikahan itu tidaklah semudah dalam menandatangani sebuah berkas.
Dan Papah Zohan yang sudah tidak bisa mengontrol emosinya, dia langsung saja berdiri dari duduknya, dan langsung juga dengan segera menonjok wajahnya Derral dengan sangat kuat sekali.
Bahkan Egon yang ada disitu dia sampai sedikit kuwalahan dalam melerai Papah Zohan yang sedang memukuli Derral jika tidak dibantu oleh para anak buahnya Papah Zohan yang pada masuk kedalam ruang tamu.
" Kalian semua jaga mereka berdua jangan sampai mereka keluar dari dalam mansion saya dulu, sampai saya selesai menelfon ",, kata Papah Zohan kepada para anak buahnya yang tadi pada melerainya.
Sedangkan Derral dan juga Egon mereka berdua masih pada duduk dishofa yang mereka duduki, dan Derral dia duduk sambil menahan rasa sakit diwajahnya karena dipukuli oleh Papah Zohan tadi.
" Halo Tuan Alano ",, kata Papah Zohan ketika sambungan telefonnya sudah diangkat oleh Papi Alano, sambil melirik kearahnya Derral yang melihat kearahnya karena nama Papinya disebut oleh Papah Zohan.
Dan Papi Alano tadi yang sedang bercengkerama serta bercanda dengan Mami Elsie pun, langsung saja mengangkat sambungan telefonnya Papah Zohan.
" Halo juga Tuan Zohan, ada apakah anda menelfon saya??, apa ada yang bisa saya bantu?? ",, kata Papi Alano kepada Papah Zohan dengan berpura-pura tidak tahu masalahnya Derral.
" Bisakah anda datang kesini sekarang juga Tuan Alano, anak anda sedang saya tahan dimansion saya, karena dia sudah berani membuat saya marah!! ",, kata Papah Zohan kepada Papi Alano dengan menatap Derral dengan tatapan marahnya.
Dan Papi Alano yang ada diseberang sana, dia sudah menebak apa yang membuat marahnya dari seorang Altherr karena Derral.
" Baiklah Tuan Zohan, setengah jam lagi saya akan sampai dimansion anda, dan anda bisa kirimkan alamat mansion anda kenomor saya ",, jawab Papi Alano kepada Papah Zohan.
" Baiklah Tuan, akan saya tunggu ",, jawab Papah Zohan kepada Papi Alano.
Dan setelah itu sambungan telefon mereka akhirnya terputus juga.
Serta Papah Zohan dia langsung saja memberikan alamat mansionnya kepada Papi Alano.
Sedangkan Papi Alano dia segera saja mengajak Mami Elsie untuk bersiap-siap menuju kemansionnya Papah Zohan.
Dan Mami Elsie dia malah sangat senang sekali ketika mau diajak kemansionnya Papah Zohan karena fikir Mami Elsie dia akan segera melihat besannya.
Entah bagaimana reaksi dari Mami Elsie nenti ketika melihat anak tertampannya itu, wajahnya sudah babak belur dipukuli oleh Papah Zohan.
Dan Papah Zohan sendiri, setelah selesai menelfon Papi Alano, dia menyuruh lagi kepada para anak buahnya untuk masih menjaga Derral sampai Papi Alano datang kemansionnya.
" Jaga mereka, terutama dia, karena saya ingin melihat anak saya dulu diatas ",, perintah dari Papah Zohan kepada para anak buahnya sambil menunjuk kearahnya Derral.
" Siap Tuan ",, jawab serempak dari kelima anak buahnya Papah Zohan kepada Papah Zohan.
Dan setelah itu Papah Zohan langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk melihat keadaannya Ava yang ada didalam kamarnya.
Namun ketika Papah Zohan ingin masuk kedalam lift, dia tidak sengaja berpas-pasan dengan Mira yang ingin masuk kedalam lift juga sambil membawa nampan berisi makanan.
" Makanan itu untuk siapa Mira?? ",, tanya Papah Zohan kepada Mira.
" Untuk Nona Ava Tuan, dia sudah sadar dari pingsannya, dan saya disuruh mengambilkan makanan oleh Nyonya untuk Nona Ava karena Nona Ava ternyata dia belum makan dari tadi ",, jawab Mira kepada Papah Zohan.
Papah Zohan hanya diam saja sambil mengangguk kepada Mira.
Dan ketika lift yang mereka naiki sudah sampai dilantai kamarnya Ava, Papah Zohan dan Mira langsung saja dengan segera melangkahkan kakinya menuju kedalam kamarnya Ava.
...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...
...***TBC***...