
Mamah Gretl dan juga Ava mereka berdua hanya bisa menghembuskan nafas mereka dengan pasrah ketika melihat Papah dan juga Kakak laki-lakinya langsung saja berlalu pergi dari dalam ruang keluarga, tanpa ada niatan sama sekali membantu Derral untuk bangun dari atas lantai marmer yang keras itu.
" Bantu suami kamu kedalam kamar kamu Nak, urut pinggangnya takutnya dia kesleo ",, kata Mamah Gretl kepada Ava ketika Mamah Gretl sudah membantu Ava untuk membangunkan Derral tadi.
" Iya Mah ",, jawab Ava kepada Mamah Gretl.
Dan setelah itu Ava langsung saja menuntun Derral untuk berlalu masuk kedalam kamarnya.
" Sialan sekali si Aaric itu, dia membantingku dengan cukup kuat sekali, dan kali ini pinggang serta punggung aku rasanya sakit sekali ",, kata batinnya Derral ketika dia dan juga Ava sedang berada didalam lift.
Ketika lift yang mereka naiki sudah sampai dilantai kamarnya Ava, Ava dan juga Derral langsung saja melangkahkan kaki mereka untuk masuk kedalam kamarnya Ava yang sekarang sudah menjadi kamar mereka berdua.
Derral langsung saja duduk diatas ranjang ketika sudah sampai didalam kamar, sedangkan Ava dia langsung saja mengambil salep serta minyak urut yang ada dikotak P3Knya untuk mengurut pinggang atau punggungnya Derral.
" Sepertinya aku tidak jadi untuk mengerjainya malam ini, kasihan juga melihat dia sepertinya merasa sangat kesakitan sekali setelah dibanting seperti itu oleh Kak Aaric ",, kata batinnya Ava ketika dia sudah berada didepan kotak P3Knya.
" Sayang sekali, Kak Aaric hanya membantingnya saja, kenapa pula Kak Aaric tidak patahkan saja hidung mancungnya Derral itu, supaya dia tidak merasa tampan lagi ",, kata Ava dengan suara yang sangat kecil sekali, karena takut Derral mendengar perkataannya.
Dan setelah itu Ava langsung saja melangkahkan kakinya menuju keranjang, untuk mengobati Derral.
" Apa yang kamu bawa itu??",, tanya Derral kepada Ava yang sedang berjalan kearahnya.
" Salep sama minyak urut yang aku bawa dari Indonesia untuk mengurut badan yang baru saja dibanting seperti kamu ini ",, jawab Ava kepada Derral.
" Tidak!!, tidak mau aku, aku tidak terbiasa memakai barang-barang seperti itu, aromanya saja sudah tercium tidak enak sekali dari sini ",, kata Derral kepada Ava.
" Ya sudah jika tidak mau, aku jadinya bisa langsung tidur ",, jawab Ava dengan santai kepada Derral sambil menaruh salep dan minyak urut yang diambilnya tadi kedalam kotak P3Knya lagi.
Dan setelah itu Ava langsung saja berganti baju yang biasa dia untuk tidur, yaitu hotpants dan juga tanktopnya.
Sedangkan Derral tadi setelah kepergian dari Ava, dia langsung saja melepaskan baju yang dipakainya tadi, dan hanya menyisahkan celana pendeknya saja.
Dan setelahnya Derral langsung saja mencoba merebahkan badannya diatas ranjangnya Ava, karena badannya malam itu benar-benar sangat sakit sekali.
Ava yang sudah keluar dari dalam ruang walk in closetnya dia langsung saja berjalan menuju kearah ranjangnya.
Dan ketika Ava melihat Derral tidur ditempat yang biasanya dia tidur, Ava hanya membiarkannya saja dan memilih untuk tidur diranjang sampingnya Derral.
Derral belum melihat pakaian yang sedang dipakai oleh Ava, sebab Derral dia sedang memejamkan matanya sambil mencoba mencari posisi yang nyaman untuknya tidur.
Dan ketika Derral merasa ranjang disebelahnya bergerak, Derral langsung saja membuka matanya, dan langsung juga melihat penampilannya Ava yang sangat menggoda sekali.
" Apa seperti itu penampilan kamu jika tidur?? ",, tanya Derral sambil menatap Ava.
" Iya, memangnya kenapa, ini nyaman jika buat tidur ",, jawab Ava kepada Derral.
" Kenapa tidak memakai lingeriemu saja sekalian ",, sindir dari Derral kepada Ava.
" Kamu ingin aku memakai lingerie, maaf malam ini tidak bisa aku kabulkan, karena aku sedang tidak mood untuk memakainya untuk tidur ",, jawab Ava kepada Derral sambil menyelimuti tubuhnya dengan selimut yang ada diatas ranjang.
" Terserah kamu sajalah ",, jawab Derral kepada Ava.
" Ini gara-gara Aaric si4l4n itu!!! ",, kata batinnya Derral sambil memejamkan matanya sambil juga menaruh tangan kanannya keatas dahinya.
" Jika tidak sedang sakit begini sudah aku lampiaskan hasr4tku ini kepada Ava, apalagi Ava sekarang sedang memakai pakaian yang sangat seksi sekali ",, kata batinnya Derral lagi sambil menggerutu terus.
Sedangkan Ava yang sudah merebahkan badannya juga diranjang sampingnya Derral, dia lalu memiringkan badannya membelakangi Derral.
" Rasanya tidak nyaman sekali tidur ada seseorang disampingku seperti ini, apalagi orangnya adalah Derral ",, kata batinnya Ava kepada dirinya sendiri.
" Jika dia sedang tidak sakit, sudah pasti akan aku suruh tidur diatas shofa ",, kata batinnya Ava lagi dan lagi.
" Rasanya ingin sekali aku tendang dia dari atas ranjangku ini, tapi jika besok dia encok, bisa panjang nanti urusannya ",, kata batinnya Ava lagi.
" Eh tapi kalaupun dia encok, kan fikir Papah sama Mamah yang membuat Derral encok karena bantingan dari Kak Aaric tadi ",, kata batinnya Ava sambil tertawa jahat.
Dan entah apa yang sedang difikirkan oleh Ava ketika berbicara didalam hatinya seperti itu.
Sedang Derral sendiri dia tadi sudah mencoba memejamkan matanya, supaya esok hari ketika acara pemberkatan pernikahannya dengan Ava, badannya sudah merasa sedikit fit seperti semula.
Tapi sayang, ketika Derral sudah tertidur sekitar satu jam lamanya, tiba-tiba saja dia merasa kakinya Ava berada diatas perutnya.
" Aduuuuhh!!! ",, kata Derral dengan nada terkejut ketika kakinya Ava tiba-tiba saja menindih perutnya seperti itu.
Sedangkan Ava sendiri dia terus berpura-pura tidur ketika mendengar suaranya Derral mengaduh.
Dengan kasar Derral lalu menyingkirkan kakinya Ava dari atas perutnya itu.
Setelah itu Derral lalu memiringkan badannya membelakangi Ava dan langsung memejamkan matanya lagi.
Namun sayang sekali, kejahilan Ava tidak sampai disitu saja.
Ketika Ava melihat Derral membelakanginya seperti itu, Ava pun tidak tinggal diam saja, Ava lalu tiba-tiba saja dia bergerak dengan cara menendang pa***tnya Derral hingga membuat Derral terjatuh kebawah ranjangnya.
" Aduuuuuuhhhhh, si4l4n si Ava ",, kata Derral ketika terjatuh dari atas ranjang karena tendangan dari Ava tadi.
Dan Ava yang mendengar suara mengaduh dari Derral lagi, dia rasanya ingin tertawa dengan cukup keras sekali, namun terus Ava tahan.
Derral yang terjatuh, dia langsung saja mencoba bangun dari atas lantai itu, untuk melihat Ava.
Dan ketika Derral sudah melihat Ava diatas ranjang, Derral melihat tidurnya Ava berubah posisi menjadi menyilang dengan kaki dan tangan yang merentang cukup memakan tempat.
" Cantik-cantik tidak aku sangka tidurnya macam set4n!! ",, kata Derral ketika melihat cara tidur Ava yang tidak ada kata anggun-anggunnya sama sekali.
Tapi tidak tahukah kamu Derral, jika itu cuma akal-akalannya Ava saja supaya membuat badan kamu semakin sakit saja.
...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...
...***TBC***...