Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
BERCANDA



Hari pun sudah berganti dengan hari, Opa dan Oma mereka berdua masih menginap dimansion milik Derral dan belum kembali keIndonesia.


Sedang Papah Zohan, Mamah Gretl, Mami Elsie dan juga Papi Alano mereka semua pulang kemansion mereka sendiri.


Termasuk Dian dan juga Aaric, mereka berdua saat ini sekarang tinggal bersama Papah Zohan, dan sekarang Dian tidak diperbolehkan bekerja oleh Aaric.


Kandungan Dian pun juga sudah terlihat membuncit, rencana pesta resepsi mereka juga tidak terasa akan berlangsung kurang dua hari lagi.


Semua persiapan sudah matang dan tinggal menunggu hari H nya saja.


Seharusnya yang mengadakan pesta resepsi terlebih dahulu adalah Derral dan Ava, tapi sekarang keduluan Aaric dan Dian kerena kondisi dan juga keadaan yang kemarin tidak memungkinkan.


Aaric dan Dian mereka berdua sedang diliputi rasa bahagia yang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya.


Keluarga besar Dian pun sudah sampai diSpanyol sejak kemarin, dan sejak kemarin juga Dian dan Aaric sudah mengajak Ayah Chyou, Mamah Sherlly, Kak Lii dan juga Phillip untuk menjenguk keadaan dari Derral serta Ava.


Aaric begitu sangat perhatian dan protektif sekali dengan Dian, takut jika Dian dan calon baby mereka kenapa-kenapa, dan juga Aaric akan selalu siap siaga ketika Dian membutuhkan bantuannya.


Sedang Derral sendiri yang sama halnya posisinya dengan Aaric, dia yang sudah kembali pulih seperti sedia kala, sekarang dia lebih menjengkelkan dari sebelumnya itu sih yang dirasakan oleh Ava.


Karena selain over protektif, Derral semakin banyak mengatur Ava tidak boleh ini dan juga tidak boleh itu.


Semua itu Derral lakukan karena dia ingin memberikan hal yang terbaik untuk sang istri dan juga calon baby love mereka.


Ava sendiri walau dia terkadang dibuat jengkel oleh Derral, namun dia berusaha menikmatinya, karena Ava sangat tahu sekali, jika Derral sangat menyayanginya dan calon buah hati mereka.


Saat ini Derral dan Ava baru saja selesai sarapan bersama Opa dan juga Oma.


Ava belum diperbolehkan berangkat bekerja terlebih dahulu oleh Derral.


Mau tidak mau Ava pun menuruti perkataan dari Derral supaya sang suami merasa senang.


Sedang Derral sendiri dia sudah berangkat bekerja lagi kekantor sejak beberapa menit yang lalu.


Disaat Ava sedang mengobrol dengan Opa dan juga Omanya, tiba-tiba saja pandangan mereka semua teralihkan dengan kedatangan dari Via bersama Leon.


Ava begitu sangat senang sekali melihat kedatangan dari sang sahabat bersama suaminya.


" Via.............. ayo sini silahkan duduk ",, kata Ava kepada Via.


" Silahkan duduk Tuan Leon ",, kata Ava juga kepada Leon.


Leon hanya tersenyum ramah saja kepada Ava sambil langsung duduk dishofa yang ada disitu.


Opa dan Oma yang melihat kedatangan dari Leon bersama Via, Opa pun langsung saja mengajaknya mengobrol.


" Darimana kalian berdua Tuan Leon?? ",, tanya dari Opa kepada Leon.


" Kami dari rumah Ayah sengaja ingin datang kesini Tuan ",, jawab Leon kepada Opa dengan sopan.


" Apakah dari kemarin kalian berdua menginap dirumah Tuan Markus, bukannya kemarin kalian bilang ingin pulang kerumah kalian sendiri?? ",, tanya Opa lagi kepada Leon.


" Kami baru saja sampai tadi malam Tuan, dan semalam menginap dirumah Ayah dulu ",, jawab Leon kepada Opa.


Dan Opa hanya mengangguk-ngangguk saja menanggapi perkataan dari Leon tadi.


" Iya Opa, Via dari kemarin sebenarnya sudah ingin kesini, tapi tidak bisa ",, sahut dari Via kepada Opa.


" Tidak apa-apa, yang terpenting kan sekarang kamu sudah ada disini Nak ",, sahut dari Oma juga kepada Via.


" Iya Oma ",, jawab Via sambil tertawa pelan.


" Oh ya kamu sama Tuan Leon mau minum apa Via??, biar dibuatkan sama asisstan rumah tanggaku dulu ",, kata Ava kepada Via.


" Apa saja Ava, kamu kan sudah tahu sendiri aku minuman apa saja suka ",, jawab Via kepada Ava.


" Ok ",, jawab singkat dari Ava kepada Via.


Setelahnya Ava menyuruh asisstan rumah tangga untuk membuatkan minum untuk Via dan juga Leon.


" Ava perut kamu sudah terlihat membuncit ya, sudah berapa minggu ini?? ",, tanya Via kepada Ava sambil mengusap perutnya Ava.


" Sudah sekitar dua bulanan Via, atau kurang lebihnya hampir sembilan minggunan ",, jawab Ava kepada Via.


" Iya, cuma selisih sedikit dengan kehamilannya Dian ",, jawab Ava kepada Via.


" Oma doain deh semoga kamu segera menyusul Ava Nak, supaya kehidupan rumah tangga kamu dengan Nak Leon semakin berwarna ",, kata Oma kepada Via.


Dan perkataan dari Oma sontak saja langsung diaamiinin oleh Via maupun Leon.


" Apakah saat ini Tuan Derral sedang bekerja Nona Ava, karena dia tidak terlihat sendiri disini?? ",, tanya Leon kepada Ava.


" Iya dia sudah aktif bekerja lagi Tuan Leon ",, jawab dari Ava kepada Leon.


" Terus kamunya sendiri apakah sudah tidak bekerja lagi Via??, bagaimana dengan kantor kamu nanti jika kamu sudah tidak bekerja?? ",, tanya Via kepada Ava.


" Kalau sekarang sedang dihandle sama Derral beserta orang kepercayaannya Via ",, jawab Ava kepada Via.


" Berarti Derral menghandle dua Perusahaan sekaligus dong ",, kata Via kepada Ava.


" Iya mau bagaimana lagi dia sendiri yang menginginkannya ",, jawab Ava kepada Via.


" Biar saja Derral pusing sendiri Nak Via, karena memang itu tanggung jawabnya sebagai kepala rumah tangga ",, sahut dari Opa kepada Via dan masih didengar oleh semua orang yang ada disitu.


" Tapi sebagai seorang istri, kalian berdua juga tidak boleh menambahi beban kepada suami kalian masing-masing dengan permintaan yang tidak seharusnya kalian minta, apa kalian berdua faham?? ",, kata Opa lagi kepada Via dan juga Ava.


" Faham Opa ",, jawab dari Ava dan Via secara bersamaan kepada Opa.


" Jika Ava sudah tidak diperbolehkan untuk bekerja itu artinya Derral siap menanggung Perusahaan Altherr yang sedang dipegang oleh Ava ",, kata dari Opa kepada semua orang.


" Iya benar sekali Opa, jika Derral kerepotan dan masih membutuhkan lowongan seorang CEO, itu my honey siap ko membantu Derral Opa ",, canda dari Via kepada Opa sambil tertawa.


Dan suara tawa dari Via menular kesemua orang yang ada disitu.


" Kamu itu ada-ada saja Nak Via ",, kata Oma kepada Via sambil tertawa.


Sedang Leon sendiri langsung saja menggelengkan kepalanya mendengar candaan dari Via tadi.


" Tuan Leon yang sabar ya mempunyai istri seperti Via, selain dia suka menggoda, dia orangnya sedikit gila ",, kata Ava kepada Leon sambil tertawa juga.


" Iya anda benar sekali Nona, mau bagaimana lagi sudah terlanjur menjadi istriku ",, jawab dari Leon kepada Ava dan masih didengar oleh semua orang.


Via yang dibalas oleh Leon, dia langsung melempar bantal shofa yang ada disitu kearah Leon.


Leon bukannya marah dilempar bantal seperti itu, dia langsung saja tertawa dengan cukup keras sekali.


Dan Opa serta Oma pun juga ikut-ikutan tertawa mendengar candaan dari Leon tadi.


" Waaah Nak Leon cari gara-gara, disuruh tidur diruang tamu baru tahu rasa ",, kata Oma kepada Leon.


" Iya Oma benar sekali, nanti malam kamarnya mau Via kunci dari dalam sebelum dia ikut masuk ",, kata Via kepada Oma.


" Jangan dong sayang ",, kata Leon kepada Via sambil tertawa.


" Biar saja ",, jawab Via sambil menampilkan muka betenya kepada Leon.


" Oma kita berasa muda lagi ya jika sedang berkumpul bersama mereka seperti sekarang ",, kata Opa kepada Oma.


Gantian Oma yang langsung tertawa cukup lebar ketika mendengar perkataan dari Opa tadi.


" Jika Oma dan Opa mau menikmati malam pengantin kalian lagi silahkan saja Opa, dan buatkan Ava aunty atau auncle kecil yang lucu ya ",, kata Ava mencandai Opa dan Oma.


" Eeeh sembarangan saja kalau berbicara bocah satu ini ",, kata Oma kepada Ava sambil menahan rasa gemasnya.


Dan Ava yang melihat Omanya merasa gemas kepadanya, dia pun langsung saja tertawa dengan cukup keras sekali.


Opa hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah dari Ava yang sudah bisa bercanda lagi seperti biasanya.


Sedang Leon dan Via pun mereka berdua juga ikut tertawa melihat Ava mencandai Opa dan Omanya.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...