Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
PART SPESIAL 6



Kembali ke rumah sakit lagi tempat Ava sedang di rawat.


Derral yang melihat sang istri tidak ada tanda-tanda akan sadar, dan malah keadaannya semakin menurun saja ketika satu jam lalu di kontrol oleh para Dokter.


Tubuh dia semakin lemas saja seperti tidak ada tulang yang untuk menyangga tubuhnya.


Lapar, haus, lelah tidak di rasakan sama sekali oleh Derral.


Sang baby love yang berjenis kelamin perempuan pun, juga sudah di pindahkan ke ruang VVIP rumah sakit tersebut dengan di dampingi oleh para Nenek mereka, yaitu Nenek Elsie dan Oma Gretl.


Sedangkan untuk para Kakek, yaitu Kakek Alano dan Opa Zohan, mereka berdua masih menemani Derral yang masih setia berdiri di luar ruang perawatan observasinya Ava.


" Derral kamu makan dulu ya, Papi belikan makanan, nanti kalau kamu gantian yang jatuh sakit bagaimana?? ",, bujuk dari Papi Alano kepada Derral.


" Jika Papi mau makan, makanlah saja, jangan hiraukan Derral ",, kata Derral kepada Papi Alano dengan suara paraunya.


" Tapi Nak, tubuh kamu juga butuh asupan makan, apa kamu tidak ingat jika sudah ada baby kamu yang saat ini membutuhkan pelukanmu juga Derral ",, sahut dari Papah Zohan kepada Derral.


Dari sang baby lahir tadi, Derral memang belum menggendong baby lovenya sama sekali.


Bukan karena Derral tidak mau, akan tetapi fikiran dia terus tertuju kepada Ava hingga membuatnya sedikit melupakan kelahiran dari sang baby love yang sudah sangat di nanti-nantikan kehadirannya.


" Iya Papah benar, ada babyku itu yang harus aku jaga sekarang ",, jawab lemas dari Derral kepada Papah Zohan.


" Jadi Papi beli makanan dulu ya untuk kita bertiga ",, kata Papi Alano kepada Derral.


Derral hanya mengangguk lemah saja dengan mata yang terlihat memandang kosong ke depan.


Singkat cerita waktu pun berlalu, sudah satu hari saja Ava masih berada di ruang observasi tersebut dan tidak terasa semua orang sudah berkumpul semua di rumah sakit tersebut.


Komplit semuanya, ada Leon, Via, bahkan ada Joyce dan Chico pun juga berada di situ.


Permusuhan dan selisih faham antara Chico dan Leon sudah reda sejak beberapa bulan yang lalu, semenjak Chico dan Joyce dengan tulus menjenguk Via ketika baru saja kecelakaan mobil.


Bahkan tanpa Chico dan Leon sadari mereka semakin dekat saja, dekat dalam artian seperti menjadi rekan bisnis seperti Leon dan Derral.


Saat ini semua orang sedang menunggu-nunggu kabar dari Dokter yang sedang memeriksa keadaannya Ava.


Karena tidak tahu kenapa tiba-tiba saja Ava mengalami kejang-kejang, hingga membuat semua orang yang melihat dari balik jendela kaca merasa sangat khawatir sekali.


Tidak ada perbincangan diantara mereka semua, yang ada hanya keterdiaman dengan fikiran mereka masing-masing.


Mamah Gretl dan Mami Elsie walau mereka harus stay menemani sang cucu perempuan mereka, namun mereka akan selalu mendapatkan informasi yang akurat dari para suami mereka masing-masing.


Sungguh Derral yang songong dan sombong tidak ada sekarang, yang ada hanya Derral yang lemah tidak berdaya, karena sang belahan jiwanya nyawanya sedang berada di ujung tanduk.


Setelah satu jam menunggu, akhirnya salah satu Dokter yang menangani Ava keluar juga dari dalam ruangan tersebut dengan wajah yang hemm ......., membuat semua orang sudah menerka-nerka sendiri dengan fikiran mereka masing-masing.


Derral yang sedang melamun dia tidak menyadari jika sang Dokter sudah keluar, dan Derral baru tersadar ketika ada yang bertanya kepada Dokter bagaimana keadaannya Ava.


" Dokter-dokter bagaimana keadaan dari istri saya Ava?? ",, tanya dari Derral dengan segera ketika dia sudah sadar dari melamunnya tadi.


" Mohon maaf sebelumnya ..... ",, kata Dokter tersebut kepada Derral.


" Kenapa Dokter meminta maaf, apa yang sebenarnya terjadi dengan istri saya Dokter!! ",, kata Derral dengan tidak sabaran kepada Dokter tersebut.


Fikiran Derral dan semua orang yang ada di situ semakin tidak karuan saja, ketika sang Dokter cuma mengucapkan kata maaf kepada mereka semua.


" Kami sudah berusaha semaksimal mungkin ....... ",, lanjut lagi perkataan dari Dokter itu, namun langsung terputus oleh perkataan dari Derral.


" Derral sabar Derral ",, kata semua orang kepada Derral.


" Cepat katakan, atau Dokter mau aku bunuh sekarang juga!! ",, kata Derral kepada Dokter itu.


" Maafkan kami Tuan, nyawa Nyonya Ava tidak bisa kami selamatkan, karena benturan di perutnya kemarinlah yang membuat komplikasi yang cukup berat di dalam tubuhnya, maafkan kami ",, kata Dokter itu kepada Derral dan masih di dengar jelas oleh semua orang.


Derral langsung saja terduduk lemas di atas lantai dengan wajah yang sungguh sangat memprihatinkan sekali ketika dia mendengar perkataan dari Dokter tersebut.


Hancur .........


Iya seperti itulah perasaan Derral yang saat ini dia rasakan, Derral berharap ini hanyalah mimpi, tapi sayang sekali karena ini bukanlah sebuah mimpi.


Derral seperti malas menyongsong hari esok, karena sudah tidak ada Ava di sisinya, tangisan pilu dari Derral pun terdengar menggema di depan ruang observasinya Ava.


Sedangkan untuk yang lainnya, mereka semua sama halnya seperti Derral, langsung menangis bersedih mendengar jika Ava nyawanya tidak bisa terselamatkan lagi.


Bahkan Via sampai pingsan di pelukannya Leon, ketika mendengar sang sahabat meninggal karena baru saja melahirkan.


Derral yang tidak bisa menahan rasa sesak di dadanya, dia langsung saja berteriak dengan sangat kencang sekali dengan air mata yang membanjiri wajahnya.


" Avaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ",, teriak dari Derral sangat menggema sekali di lorong rumah sakit tersebut.


Tangisan pilu dari Derral membuat semua Keluarga semakin bersedih saja.


Papi Alano walau dia juga bersedih, dia tetap ingat untuk memberikan kabar kepada sang istri yang sedang menjaga cucu pertamanya.


Mami Elsie yang mendengar kabar dari Papi Alano pun, dia juga langsung ikutan menangis histeris dan hal itu membuat Mamah Gretl langsung saja merebut ponsel milik dari Mami Elsie.


" Halo Tuan Alano, ada berita apa, hingga membuat Nyonya Elsie sampai seperti ini?? ",, tanya dari Mamah Gretl kepada Papi Alano dengan sangat penasaran sekali.


" Maafkan saya Nyonya........, karena anda harus mendengar kabar ini, emm nyawa Ava tidak bisa terselamatkan, karena dia mengalami komplikasi yang cukup parah di dalam tubuhnya karena benturan perut yang di alaminya kemarin ",, jawab Papi Alano kepada Mamah Gretl.


" Apaaaaaa!!!! ",, kata Mamah Gretl dengan sangat terkejut sekali.


Bahkan Mamah Gretl langsung saja pingsan seketika mendengar kabar tersebut, hingga membuat ponsel milik Mami Elsie langsung jatuh terlempar ke atas lantai yang keras.


Semakin kacau saja suasana ruang perawatan sang baby love dengan pingsannya Mamah Gretl.


Walau Mami Elsie merasa lemas, dia tetap berusaha membantu Mamah Gretl dengan memanggilkan Dokter untuk memeriksa keadaannya Mamah Gretl.


Ketika Mami Elsie sedang sibuk memencet bel untuk memanggil Dokter, cucu perempuannya yang tadinya tidur sangat lelap, tiba-tiba saja menangis sangat keras sekali.


Semakin kalutlah fikiran dari Mami Elsie karena dia tidak ada yang membantu sama sekali.


Ingin mengundang sang suami ke ruang perawatan si baby, namun kelamaan karena jarak yang ditempuh cukup memakan waktu.


Akhirnya bisa tidak bisa Mami Elsie mengatasinya sendiri kekacauan yang sedang terjadi di ruang VVIP perawatan dari sang cucu.


...❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️...


Yuk lanjut, dan jangan lupa tinggalkan jejak di ceritanya Syahlaa yuk 🤗.



...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...