Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
PART SPESIAL 5



Kembali ke Chico lagi.


Chico yang sudah keluar dari dalam ruang kerjanya Joyce dan tiba-tiba mendapatkan telepon dari Ben, dengan segera dia langsung saja mengangkatnya.


" Halo Ben ",, kata Chico kepada Ben sambil terus bejalan keluar menuju ke parkiran mobilnya.


" Halo Tuan, ada kabar sangat penting sekali yang harus anda dengar Tuan ",, kata Ben dengan segera kepada Chico.


" Kabar apa itu Ben, sepertinya sangat serius sekali?? ",, tanya dari Chico kepada Ben.


" Tuan, Nyonya Ava istri dari Tuan Derral Tuan ",, kata Ben kepada Chico.


" Ada apa dengan Ava, apakah dia sudah melahirkan?? ",, tanya dari Chico lagi kepada Ben sambil menghentikan sejenak langkah kakinya.


" Iya, Nyonya Ava sudah melahirkan Tuan, namun bukan itu yang menjadi permasalahannya ",, jawab dari Ben lagi kepada Chico.


" Terus apa,?? nanti saya akan datang menjenguk Ava jika Joyce sudah libur kerja ",, kata Chico kepada Ben.


" Nyonya Ava sedang kritis Tuan Chico, dia mengalami koma pasca persalinan karena tadi sebelum melahirkan Nyonya Ava sempat terjatuh ke atas lantai yang keras ",, lapor dari Ben kepada Chico.


" Apaaaaa!!!! ",, kata Chico sambil berteriak cukup keras sekali hingga mengalihkan pandangan dari semua orang yang berlalu lalang di sekitarnya.


Dan tidak bisa dipungkiri jika Chico merasa sangat terkejut sekali mendengar laporan tersebut dari Ben.


" Bagaimana kamu bisa tahu informasi ini Ben?? ",, tanya dari Chico lagi dan lagi kepada Ben.


" Dari salah satu anak buah saya Tuan, dan anak buah saya dia bersahabatan baik dengan anak buah dari Tuan Derral ",, jawab dari Ben kepada Chico.


" Ok, kamu sekarang telepon pilot saya untuk menyiapkan pesawat jet secepatnya, karena saya ingin segera melihat keadaannya Ava ",, kata Chico kepada Ben.


" Baik Tuan ",, jawab Ben kepada Chico.


" Bisa tidak bisa pokoknya hari ini harus bisa terbang ke Spanyol ",, perintah tegas dari Chico kepada Ben.


Dan setelah Chico mendengar jawaban dari Ben dia langsung saja mematikan sambungan telepon tersebut.


Setelahnya Chico mengurungkan niatnya untuk menuju keparkiran mobil, namun kembali lagi menuju ke dalam ruang kerja sang istri yaitu Joyce.


Sedangkan di tempat lain, tepatnya di rumah Leon dan Via.


Saat ini mereka berdua sudah selesai dengan acara memasaknya, dan mereka saat ini sedang menikmati masakan mereka dengan nikmat di ruang makan rumah mereka.


Ketika Via dan Leon sedang asik makan, tiba-tiba saja ponsel milik Via yang dia taruh di atas meja sampingnya, berdering dengan sangat kencang sekali.


Via yang melihat nama Dian sedang menelponnya, dia langsung saja segera mengangkatnya.


" Halo Dian ",, kata Via kepada Dian.


" Halo Via, aku harus memberitahukan kamu sesuatu, namun kamu rilax jangan terlalu terkejut ya karena nanti tidak baik untuk kandungan kamu ",, kata Dian kepada Via.


" Kabar apa sih yang akan kamu kasih tahu ke aku Dian?? ",, tanya dari Via kepada Dian.


" Emm, di samping kamu apakah ada suami kamu Tuan Leon?? '',, tanya dari Dian kepada Via.


" Iya ada, ini dia sedang duduk di depanku ",, jawab dari Via kepada Dian.


" Bisakah kamu memberikan ponsel kamu sebentar kepadanya ",, kata Dian kepada Via.


" Iya boleh ",, jawab dari Via kepada Dian.


Setelahnya Via lalu memberikan ponselnya kepada Leon, walau Leon merasa bingung namun dia tetap mengangkat sambungan telepon dari Dian.


" Halo ",, kata Leon kepada Dian.


" Tuan, lebih baik anda saja yang menyampaikan kepada Via ",, kata Dian kepada Leon.


" Ada apa?? ",, tanya singkat dari Leon kepada Dian.


" Ini tentang Ava adik ipar saya sekaligus sahabat dari Via Tuan ",, jawab dari Dian kepada Leon.


" Iya, terus ",, kata Leon dengan sangat singkat sekali sambil terus menikmati makanannya.


" Saya takut memberitahukan berita ini kepada Via, karena takut mengganggu kesehatan dan juga janinnya, sebab saya yakin jika Via mendengar dia akan merasa sangat terkejut sekali ",, sambung lagi perkataan dari Dian kepada Leon.


Dan Leon reflek langsung menghentikan mengunyahnya sambil menatap ke arah Via yang sedang lahap menikmati makanannya.


" Jadi anda saja ya Tuan yang menyampaikannya kepada Via ",, lanjut lagi perkataan dari Dian kepada Leon.


" Baiklah, biar saya saja yang bilang kepada Via, dan terimakasih atas informasinya Nona Dian ",, jawab dari Leon kepada Dian.


" Baik Tuan Leon, kalau begitu saya tutup dulu teleponnya ",, kata Dian kepada Leon.


" Iya '',, jawab Leon kepada Dian.


Dan setelahnya sambungan telepon mereka pun terputus juga.


Leon yang sudah mematikan sambungan telepon dari Dian, dia langsung saja di tanya oleh Via.


" Lebih baik kita makan saja dulu yuk honey, setelah itu kita berbincang sejenak di ruang Keluarga ",, jawab Leon kepada Via.


" Iya baiklah ",, jawab dari Via kepada Leon.


Setelah selesai menikmati makanan mereka, Leon pun lalu mengajak Via untuk duduk berdua di ruang Keluarga seperti perkataannya Leon tadi.


" Honey ini tentang telepon dari Dian tadi ",, kata Leon kepada Via dengan suara selembut mungkin.


" Iya, sebenarnya Dian memberitahukan apa kepadamu honey?? '',, tanya dari Via kepada Leon.


" Sini peluk aku dulu ",, kata Leon kepada Via.


Via pun langsung menurut, dan dia langsung memeluk Leon sambil duduk di atas shofa tersebut.


" Kamu mau tidak sayang untuk menjenguk Ava, dia sudah melahirkan lho ",, kata Leon kepada Via.


" Oh ya?? ",, kata Via kepada Leon dengan wajah sangat senang sekali.


" Apakah itu yang dikatakan oleh Dian tadi kepadamu?? ",, tanya dari Via kepada Leon.


Leon pun langsung saja mengangguk kepada Via.


" Tapi ..... ",, kata Leon sengaja menjeda perkataannya.


" Tapi apa honey?? ",, tanya dari Via lagi kepada Leon.


" Emm ....... ",, Leon malah berdengung ria.


" Emm apa sih,?? jangan membuatku penasaran honey ",, kata Via kepada Leon.


" Ava saat ini sedang mengalami masa kritis dan koma pasca persalinan sayang ",, jawab dari Leon kepada Via.


" Apaaaaaaa!!!! ",, kata Via dengan ekspresi sangat terkejut sekali.


" Sssstttttt, tenanglah, sini-sini peluk lagi ",, kata Leon mencoba menenangkan Via.


" Mana bisa aku tenang Honey, jika sahabat baikku nyawanya sedang diujung tanduk seperti itu ",, kata Via kepada Leon.


" Ayo kita segera bersiap-siap untuk menjenguk Ava malam ini juga ",, kata Via lagi kepada Leon.


" Iya-iya baiklah, tapi kamu tenang dulu ya, jangan seperti ini, ingat ada baby kita lho sayang di dalam sini ",, kata Leon kepada Via sambil mengusap lembut perut buncitnya Via.


" Baiklah, aku akan tenang tapi sekarang kita harus segera datang ke rumah sakit malam ini juga ",, kata Via kepada Leon.


" Iya, ayo akan aku antarkan ke sana ",, kata Leon kepada Via.


Dan akhirnya Leon bersama Via langsung bersiap-siap untuk segera menjenguk Ava yang masih belum ada tanda-tanda akan sadar dari tidurnya yang cantik itu.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...