
Jam pertemuan pun tiba, Chico sudah begitu semangat sekali ingin segera sampai diCafe yang sudah mereka janjikan dengan Via.
Wajah cerah ceria terpancar diwajahnya Chico, dan Chico pun mudah tersenyum kepada semua orang karena moodnya sedang baik hari itu.
Sedang untuk Via sendiri, dia juga saat ini sedang bersiap-siap menuju keCafe yang sama dengan Chico.
Dan ketika Via sudah sampai didepan Cafenya, dia langsung saja masuk kedalam Cafe yang ternyata Chico sudah sampai terlebih dahulu sebelum dirinya.
Chico yang melihat kedatangan dari Via dipintu masuk, dia langsung saja melambaikan tangan kepada Via supaya Via bisa melihat dirinya.
Dan Via pun yang melihat lambaian tangan dari Chico dia langsung saja berjalan mendekati Chico.
Sambil berjalan menuju kemeja yang sudah dipesan oleh Chico, Via pun terus melihat kesemua pengunjung apakah ada Leon maupun Tanisa didalam situ.
Akan tetapi sejauh mata memandang Via tidak melihat adanya Leon dan juga Tanisa.
Masih sambil berjalan juga Via langsung saja mengirimkan sebuah pesan kepada Leon.
" Apa kalian berdua belum pada sampai diCafe?? ",, begitulah pesan yang dikirimkan oleh Via kepada Leon.
" Sudah daritadi, sebelum laki-laki itu datang ",, balas cepat dari Leon kepada Via.
" Tapi aku tidak melihat kalian berdua didalam Cafe ini ",, balas Via lagi kepada Leon.
Dan tanpa sadar Via pun sudah sampai juga dimeja yang dipesan oleh Chico.
" Sudah kamu tenang saja, aku bisa melihat kamu dan laki-laki itu dengan sangat jelas dari tempat dudukku bersama Tanisa ",, balas dari Leon kepada Via.
Bahkan saking seriusnya membaca balasan dari Leon, Via sampai tidak mendengar jika Chico daritadi mengajak berbicara dengannya.
" Helo Via, apakah kamu tidak mendengarkanku daritadi?? ",, kata Chico lagi kepada Via yang daritadi malah sibuk sendiri dengan ponselnya walau Via sudah duduk didepannya.
" Eeh maaf Chico aku sedang membaca pesan dari rekan bisnisku yang katanya ingin mensupplier pakaian dibutikku, dan dia akan mengajak ketemuan nanti siang setelah aku dari sini ",, jawab berbohong dari Via kepada Chico.
" Wao apa sekarang kamu buka usaha butik Via??, tapi sebelum itu kamu mau pesan apa??, pesanlah sesuka hati kamu, mau kamu menyuruhku untuk membeli Cafe ini pun aku sanggup ",, kata Chico kepada Via.
" Tidak perlu, aku tidak suka usaha makanan seperti ini dan aku juga sudah membuka usaha butik sudah lama sekali ",, kata Via kepada Chico.
Dan setelahnya Via memanggil waiters untuk memesan makanan serta minuman yang ingin dinikmatinya.
Setelah kepergian dari waiters tadi, Via langsung saja bertanya kepada Chico karena Chico daritadi terus memandanginya dengan tatapan yang terpesona seperti awal mereka bertemu dulu.
" Kamu kenapa Chico melihatku seperti itu??, apakah ada yang salah dengan penampilanku saat ini?? ",, tanya Via kepada Chico.
" Tidak........ hanya saja kamu sekarang semakin cantik saja sejak pertama kali kita bertemu Via ",, jawab Chico kepada Via sambil mencoba memegang tangan dari Via.
Namun Via yang dipegang tangannya oleh Chico seperti itu, dia langsung saja melepaskannya dengan segera.
" Maaf Chico, aku sudah menjadi milik orang lain ",, kata Via mencoba mengingatkan Chico jika dirinya sudah berstatus calon istri dari laki-laki lain.
Chico yang diingatkan oleh Via jika dirinya sudah mempunyai calon suami, wajah Chico langsung saja berubah dingin dan senyum yang ada dibibir Chico pun langsung saja menghilang seketika.
" Terus jika kamu sudah menjadi milik orang lain, untuk apa kamu mengajakku ketemuan seperti ini Via!! ",, kata dingin dari Chico kepada Via.
" Aku cuma ingin memberitahukan kepadamu, tolong jangan menggangguku lagi karena dua hari lagi aku akan segera menikah dengan kekasihku yang kemarin kamu sudah lihat Chico ",, jawab tenang dari Via kepada Chico.
" Untuk apa aku mencoba membuatmu cemburu Chico, karena kenyataannya aku dari awal bertemu denganmu tidak pernah ada rasa sama sekali untukmu",, jawab dari Via kepada Chico.
" Tapi kamu sudah tahu jika aku menyukai dan mencintaimu Via, apa salah rasa cintaku kepadamu ini hah!! ",, kata Chico kepada Via dengan wajah yang sedang menahan rasa marah.
" Rasa cintamu tidak salah Chico, yang salah jika kamu memaksaku untuk membalas perasaanmu itu ",, kata Via kepada Chico.
" Aku berdoa semoga kamu segera mendapatkan wanita yang lebih baik lagi dariku Chico, karena jujur aku begitu mencintai calon suamiku, jika kamu berkenan hadirlah dipesta pernikahanku nanti ",, kata Via lagi kepada Chico.
" Sampai kapanpun aku tidak akan sudi datang dipesta pernikahan kamu!!, dan aku akan pastikan sebelum kamu sampai diatas altar nanti aku sudah akan membawamu lari dari Negara ini!!, supaya kamu bisa menikah denganku!! ",, ancam dari Chico kepada Via sambil berdiri dari duduknya.
Dan tanpa diduga oleh Via tiba-tiba saja Chico langsung saja menarik tengkuk Via untuk dia cium tepat dibibirnya.
Kelakuan dari Chico yang tiba-tiba saja mencium Via didepan umum seperti itu langsung saja mengalihkan pandangan semua pengunjung Cafe yang ada disitu kearah Via dan Chico.
Terlebih Via terus memberontak dari pelukannya Chico, membuat semua pengunjung semakin tertarik saja melihat kearah mereka berdua.
Dan ketika Via sudah bisa melepaskan bibirnya dari bibir Chico, dia langsung saja memberikan sebuah tamparan yang cukup keras sekali kepada Chico.
Dinegara yang bebas seperti Spanyol, tentu saja berciuman didepan umum seperti itu bukanlah hal yang tabu seperti diIndonesia.
Akan tatapi bukan ciuman yang dilakukan oleh Chico kepada Via yang membuat semua pengunjung Cafe terkejut, melainkan sebuah tamparan keras yang tadi dilayangkan oleh Via kewajah tampannya Chico.
" Sungguh pilihanku sudah tepat tidak memilih kamu Chico!! ",, kata Via dengan nada yang sangat marah sekali kepada Chico.
Setelahnya Via pun langsung saja pergi meninggalkan Chico yang sedang memegangi pipinya yang tadi baru saja ditampar oleh Via sambil memperhatikan Via yang sudah pergi.
" Si4l!! ",, kata Chico dengan nada marah ketika Via sudah berlalu keluar dari dalam Cafe.
Setelahnya entah kenapa Chico malah tersenyum miring penuh arti seperti merencanakan sesuatu diotaknya untuk Via.
Semua pengunjung Cafe tersebut, setelah melihat Via pergi dari dalam Cafe, mereka sudah pada kembali dengan kegiatan mereka masing-masing dan juga sudah tidak mempedulikan Chico sama sekali.
Sedangkan Chico sendiri, dia pun akhirnya keluar juga dari dalam Cafe tersebut sambil meninggalkan uang diatas meja untuk membayar semua makanan yang tadi mereka berdua pesan.
Semua yang dilakukan dan dibicarakan oleh Chico bersama Via terlihat serta terdengar jelas oleh Leon dan juga Tanisa.
Namun Chico tidak tahu saja jika ada Leon dan Tanisa disitu juga untuk mendengarkan semua percakapannya dengan Via.
Dan tidak tahukah Chico, ketika dia tadi sudah berani mencium Via dengan secara tiba-tiba seperti itu, Leon rasanya ingin berlari menghampiri Chico untuk memberikan sebuah pukulan tepat dibibir Chico.
Akan tetapi sekuat tenaga Leon tahan, karena dia dan Tanisa tidak mau penyamarannya akan ketahuan oleh Chico.
...πππππππππππππ...
Yaps menyamar, Leon dan Tanisa memang sedang menyamar diCafe ituπ.
Mau tahu Leon dan Tanisa menyamar sebagai apa??, lanjut part selanjutnyaπ€.
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
...***TBC***...