Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
PERHATIANNYA LEON



Leon yang melihat Via pergi menuju kedalam kamar mandi, dia langsung saja mengambil minum didalam kulkas dan langsung duduk dikursi yang ada disitu.


Ketika Leon sedang asik menikmati minumannya, tiba-tiba saja dia menyemburkan minumannya itu diatas meja marmer didepannya.


Yang menyebabkan Leon seperti itu karena dia melihat Via baru saja keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan kaos miliknya saja yang terlihat sangat kebesaran sekali tanpa mamakai celana pendek yang diberikannya tadi.


Via yang melihat Leon menyemburkan minumannya seperti itu, dia bukannya memarahi Leon, malah langsung saja mengelap air yang tumpah diatas meja, sambil menggerutu sambil terus mengulap meja itu hingga benar-benar kering.


" Anda itu kenapa sih Tuan Singa, minum saja sampai seperti ini, jadi basah kan mejanya?? ",, kata Via sambil mengulap meja yang ada didepan Leon.


Leon langsung saja menggelengkan kepalanya sambil menutup matanya untuk sejenak sebelum berbicara kepada Via.


" Kenapa anda cuma memakai kaosnya saja Nona, kenapa celananya tidak anda pakai juga?? ",, tanya Leon kepada Via.


" Celana anda kebasaran untuk saya Tuan, ya jadinya tidak saya pakai, ini saja kaos anda juga sangat besar sekali dibadan saya, lihatlah sendiri besar kan?? ",, kata Via kepada Leon sambil menunjukkan kaos milik Leon yang panjangnya hanya sep4h4nya saja.


Dada Leon langsung saja memanas ketika melihat pucuk tangkai tomat milik Via yang terlihat menonjol dari balik kaosnya.


Begitupun dengan p4h4 mulus milik Via yang terlihat sangat-sangat mulus sekali dipandangan Leon.


" **1111*!!!, bisa saja si Via membangunkan sisi hewan buas didalam diriku yang sudah lama aku pendam!! ",, gerutu Leon kepada dirinya sendiri sambil mengepalkan tangannya secara diam-diam.


Sedang Via sendiri, ketika sudah berkata seperti itu kepada Leon, dia memilih melanjutkan lagi pekerjaannya yaitu memasak.


Leon yang masih berada disitu, dia semakin sesak saja dadanya ketika melihat Via asik berjalan kesana kemari dengan baju yang terkadang terangkat keatas dan memperlihatkan kekenyalan dari bantal pribadi milik Via alias p***tnya.


" Hmmmmm huuuuuhhh ",, Leon mengambil nafas dalam-dalam dan langsung mengeluarkannya secara perlahan ketika disuguhi pemandangan dari Via yang sangat menggugah naluri kelelakiannya.


" Apa yang sedang anda lakukan Nona??!! ",, tanya Leon kepada Via ketika dia melihat Via seperti sedang ingin mengambil sesuatu dari rak yang ada diatas.


" Saya sepertinya tadi pagi melihat mangkok atau piring didalam lemari sini yang cocok untuk masakan saya kali ini deh Tuan ",, jawab Via sambil membuka semua lemari dapur yang ada diatas.


Leon langsung saja mengecapkan air liurnya ketika melihat p***t Via terekspos cukup vul94r seperti itu dihadapannya.


Tidak sadarkah Via, jika dia tidak memakai celan4 d4l4m dan juga branya pada saat ini dihadapan Leon.


Ataukah Via memang sengaja untuk memancing Leon untuk mendekatinya.


" Apakah anda sedang memancing saya Nona?? ",, kata Leon kepada Via.


" Siapa yang memancing anda Tuan Leon, saya kan sedang masak?? ",, jawab Via sedikit kurang faham akan maksud perkataan dari Leon tadi.


" Oh i see, maksud anda pakaian saya ini ya?? ",, kata Via lagi kepada Leon.


" Memangnya anda n4fsu kepada saya Tuan, wajah sudah seperti salju didalam kulkas yang belum dibersihkan apa bisa n4f5u sama perempuan?? ",, lanjut lagi perkataan dari Via kepada Leon dan Via lalu melanjutkan lagi untuk mengambil barang didalam rak yang ada diatas.


Leon yang mendengar perkataan dari Via, dia langsung saja menghembuskan nafasnya dengan perlahan supaya dia tidak mencekik leher Via saat itu juga.


Setelahnya Leon langsung saja berdiri dari duduknya untuk mendekati Via.


" Biar saya ambilkan dan tolong anda minggir dari samping saya!! ",, kata Leon dengan ketus kepada Via.


Via pun langsung saja menyingkir dari Leon dan Via memilih untuk melanjutkan lagi memasaknya yang sudah hampir selesai semua.


" Apakah ini yang anda maksud Nona?? ",, tanya Leon kepada Via sambil menunjukkan mangkok yang baru saja diambilnya tadi.


" Iya itu Tuan, terimakasih, tolong taruh disitu ya ",, jawab Via kepada Leon.


Dan Leon pun langsung saja menaruh mangkok yang diambilnya tadi ditempat yang ditunjuk oleh Via.


Setelahnya Leon langsung memilih meninggalkan Via untuk memasak sendirian saja didapur itu, sebab Leon dia tidak tahan melihat pemandangan yang sangat menyiksanya sekali.


Leon memilih mengambil laptopnya yang ada didalam kamar dan mengerjakan pekerjaannya didalam ruang keluarga sambil menunggu masakan dari Via selesai dimasak.


Dan sekitar lima belas menit kemudian akhirnya semua masakan dari Via selesai juga dimasaknya.


Via langsung saja memanggil Leon untuk segera mencicipi semua masakannya itu yang sudah tersusun rapi diatas meja makan.


" Apakah kita harus menunggu Tanisa pulang dulu Tuan?? ",, tanya Via kepada Leon yang sudah duduk dikursi meja makan.


" Telefon saja dia, dan ini ponsel anda ",, jawab Leon kepada Via sambil memberikan ponsel milik Via yang daritadi dikantongin oleh Leon.


" Itu tertinggal tadi didalam kantor saya ",, jawab singkat dari Leon kepada Via.


Via hanya diam saja tidak menjawab perkataan dari Leon sambil mengotak-atik ponselnya untuk mencari nomor telefonnya Tanisa.


Namun gerakan tangan dari Via terhenti ketika Leon tiba-tiba memegang tangannya dengan sangat erat sekali.


" Ada apa Tuan?? ",, tanya Via dengan bingung kepada Leon.


Leon tidak menjawab pertanyaan dari Via, namun tiba-tiba saja Leon pergi meninggalkan Via untuk mengambil sesuatu ketika sudah memegang tangan Via tadi, dan hal itu membuat Via semakin bingung saja.


Ketika Leon sudah kembali kemeja makan, benda yang diambil oleh Leon ternyata adalah kotak P3K.


" Untuk apa kotak P3K itu Tuan Singa?? ",, tanya Via kepada Leon.


" Tahan, saya akan memecahkannya sekarang, daripada nanti malah akan lebih sakit lagi ",, jawab Leon kepada Via sambil memegang tangan Via.


Sebab tangan Via tadi ketika sedang memasak tidak sengaja terkena cipratan minyak panas dan langsung saja membuat kulit putih mulusnya menjadi sedikit melepuh.


" Jangaaaaaann!!! ",, cegah dengan segera dari Via kepada Leon yang ingin memecahkan kulitnya yang melepuh tadi.


Dan Leon pun langsung saja menghentikan gerakannya yang ingin mengobati luka ditangan Via.


" Ini saya sudah terbiasa terkena minyak seperti ini jika sedang memasak",, lanjut lagi perkataan dari Via kepada Leon.


Dan tiba-tiba........................


" Aaaaaaaaaaaaaaaa ......... ",, teriak sangat keras sekali dari Via sebab Leon memencet luka melepuh yang ada ditangannya untuk mengeluarkan air dari dalam lepuhannya tadi secara diam-diam.


Via langsung saja menggigit tangan kirinya dengan sangat kuat sekali karena tidak tahan dengan rasa perih yang ada ditangannya.


Sedang Leon sendiri dia langsung saja sibuk memberikan salep serta obat yang biasa dia pakai jika mengalami luka yang sama seperti Via.


Dan tidak lupa plaster lukanya juga Leon berikan dilukanya Via tanpa mempedulikan suara kesakitan dan tangis dari Via.


" Sudah selesai, dua hari lagi saya jamin lukanya sudah tidak sakit lagi ",, kata Leon kepada Via ketika dia sudah selesai mengobati luka ditangan Via.


Via hanya diam saja sambil terus menahan rasa sakit ditangannya tanpa mengucapkan satu patah kata pun kepada Leon.


Dengan menahan rasa sakit ditangannya Via langsung saja menikmati makan malamnya hingga habis.


Setelahnya tanpa berpamitan kepada Leon, Via langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk masuk kedalam kamarnya.


Meninggalkan Leon yang kebingungan dengan sikap dari Via yang hanya diam saja daritadi ketika makan.


Sebelum Leon ikut menyusul Via pergi, dia menelfon Tanisa terlebih dahulu sudah sampai dimana dia.


Dan ternyata Tanisa sudah diperjalanan pulang namun terjebak macet dijalan, serta Tanisa menyuruh Leon dan Via untuk makan malam terlebih dahulu tanpa dirinya.


Ketika sudah mendengar jawaban dari Tanisa, Leon langsung saja melangkahkan kakinya menuju kedalam kamar Via.


Leon mengetuk pintu kamar Via dengan pelan, dan ketika sudah mendengar kata masuk dari dalam, Leon langsung saja masuk kedalam kamar.


Disaat Leon sudah masuk kedalam kamar Via, dia langsung melihat Via sedang duduk termenung diatas shofa sambil memegangi tangannya yang masih sakit itu.


Tanpa banyak berbicara, Leon langsung saja ikut duduk disamping Via dan langsung juga membawa Via kedalam pelukannya.


" Maafkan saya, mungkin cara yang biasa saya lakukan pada diri saya tidak sepatutnya saya peragakan juga kepadamu ",, kata Leon kepada Via dengan sambil mengusap lembut rambut kepalanya Via.


Via pun hanya mengangguk pelan saja menanggapi perkataan dari Leon sambil memejamkan matanya menikmati aroma parfum milik Leon yang enak sekali dihidungnya.


...🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲...


Tak dukung 1000% Via dan LeonπŸ€­πŸ€—.


...πŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈ...


...***TBC***...