Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
TIDAK TERDUGA



Ketika Derral yang sedang mencoba fokus dengan penjelasan dari Papinya yang ada didepan.


Tangannya Derral yang daritadi buat dia untuk menyangga pipinya, tidak sengaja langsug saja menimpa tangannya Ava yang berada diatas meja ketika Derral ingin menaruh tangannya diatas meja didepannya.


Sungguh kejadian itu langsung saja membuat Derral sangat terkejut sekali.


Dan tidak cuma Derral saja ternyata yang terkejut, melainkan Ava pun sama.


Derral dan Ava mereka berdua langsung saja saling pandang, ketika sedang saling pada terkejut seperti itu.


Dan Ava yang tersadar terlebih dahulu dari Derral, dia langsung saja ingin menarik tangannya dari bawah tangannya Derral.


Tapi sayang, Derral malah langsung saja menggenggam tangannya Ava dengan begitu erat sekali membuat Ava langsung saja melototkan matanya kepada Derral.


Namun Derral hanya cuek saja ketika sedang dipelototin oleh Ava seperti itu sambil mengalihkan pandangannya kearah Papinya yang sedang berpresentasi didepan.


" Lepaskan tangan saya tidak Tuan Derral!! ",, kata Ava kepada Derral dengan suara yang sedikit berbisik dengan bibirnya saja yang bergerak.


" No ",, jawab super singkat sekali dari Derral kepada Ava dengan seperti tanpa membuka mulutnya.


Dengan mata yang terus fokus melihat kearah depan, Ava terus mencoba melepaskan tangannya dari genggamannya Derral.


Begitupun dengan Derral, yang merasa Ava ingin menarik tangannya, sambil mendengarkan Papinya yang sedang presentasi didepan, Derral langsung saja mengaitkan jari-jarinya kejari-jarinya Ava, membuat Ava semakin susah saja untuk melepaskan tangannya dari tangannya Derral.


Semakin membuat Ava risih dan malu saja dengan apa yang dilakukan oleh Derral kepadanya, dan Derral malah membawa tangannya Ava keatas pangkuannya, dan ditumpu dengan tangannya Derral yang satunya lagi.


Ketidaktenangan dari Ava yang daritadi seperti sibuk sendiri ditempat duduknya, membuat semua peserta rapat langsung saja mengalihkan pandangan mereka kearahnya Ava, termasuk juga Papi Alano.


Bahkan Papi Alano sebenarnya dia sudah melihat daritadi apa yang dilakukan oleh Derral kepada Ava, dengan sambil melirik ketika sedang presentasi daritadi.


Ava tidak sadar jika dia menjadi pusat perhatian dari semua peserta rapat, kecuali Derral dia sudah sangat sadar daritadi, makanya dia sengaja membawa tangannya Ava keatas pangkuannya dan dia genggam lagi dengan tangan yang satunya.


Papi Alano dia tersenyum tipis sekali ketika melihat kelakuan dari anaknya yang seperti itu kepada Ava.


Dan Papi Alano dia sangat senang sekali, ketika rencananya untuk membuat Ava bisa duduk berdampingan dengan Derral bisa berjalan dengan lancar.


" Eem maaf Nona Ava, jika anda ingin berbicara berdua saja dengan anak saya Derral saya ijinkan, lagipula disini banyak karyawan anda, yang saya sangat yakin sekali sudah memahami dari presentasi saya daritadi ",, kata Papi Alano kepada Ava yang sedang sibuk mencoba menarik tangannya dari genggaman tangannya Derral.


Ava sungguh sangat terkejut sekali, ketika mendengar perkataan dari Papi Alano.


Dan setelah itu Ava langsung saja mengalihkan pandangannya kesemua orang yang ada didalam ruang rapat itu.


Ava semakin malu ketika tidak cuma Papi Alano saja yang sedang menatapnya seperti itu, melainkan semua orang yang ada disitu, termasuk para stafnya juga, kecuali Derral yang cuek tidak perduli.


" Tentu saja dengan senang hati Papi, Derral juga sudah jenuh daritadi ",, jawab Derral kepada Papi Alano dengan sambil berdiri dari duduknya namun dia tidak melepaskan genggaman tangannya Ava, membuat Ava jadi ikut berdiri juga dari duduknya.


" Silahkan Derral, tolong jamu Nona Ava dengan baik dan sopan ",, kata Papi Alano kepada Derral.


" Dengan senang hati Papi, dan pastinya Derral akan membuat Nona Ava terkesan dengan kantornya Papi ",, jawab Derral kepada Papi Alano sambil menatap Ava dengan tatapan yang tidak bisa diartikan oleh Ava.


Namun itu malah membuat Ava ingin sekali mencolok matanya Derral.


" Tatapan wajahmu gawe aku kepingin mencolok matamu kui!! " ( Tatapan wajah kamu membuat aku ingin mencolok mata kamu itu!! ) ",, kata Ava kepada Derral menggunakan Bahasa Jawa.


Sedangkan para peserta rapat yang lainnya mereka semua langsung saja membuka sedikit mulutnya ketika mendengar Bahasa aneh yang baru saja diucapkan oleh Ava tadi.


Kecuali Dian sekretarisnya Ava, dia langsung saja tersenyum lucu ketika mendengar perkataannya Ava kepada Derral tadi.


" Maaf Nona Ava, apa yang tadi baru saja anda katakan kepada Derral?? ",, tanya Papi Alano kepada Ava dengan wajah bingung dan juga penasarannya.


" Nona Ava dia tadi mengatakan jika dia ingin mencolok matanya Tuan Derral Tuan Alano ",, bukan Ava yang menjawab pertanyaannya Papi Alano, melainkan Dian.


Dan jawabannya Dian juga didengar semua orang yang ada disitu termasuk juga Derral.


Jawaban dari Dian membuat semua orang langsung saja pada tertawa lucu sekali, sambil melihat kearah wajahnya Derral, kecuali Derral, dia hanya diam saja sambil menatap wajahnya Ava dengan tatapan seperti singa yang siap menerkam mangsa buruannya.


" Selalu seperti itu, menggunakan Bahasa yang tidak saya fahami, dan membuat telinga saya geli sendiri ketika mendengarnya!! ",, kata Derral kepada Ava ketika dia sudah mendengar jawabannya Dian tadi.


" Makane lepasno tanganku iki, ben aku ora nggunakke Bahasa sing menurutmu aneh ui!! " ( Makanya lepaskan tanganku ini, biar aku tidak menggunakan Bahasa yang menurut kamu aneh itu!! ) ",, jawab Ava kepada Derral.


Dan jawabannya Ava kepada Derral, membuat semua orang langsung terdiam dari tertawanya tadi, sebab mereka merasa semakin bingung saja dengan perkataannya Ava.


Sedangkan Papi Alano dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Dian, seperti sedang bertanya kepada Dian apa yang tadi sedang dikatakan oleh Ava.


Dan Dian sendiri yang melihat Papi Alano melihat kearahnya, dia langsung mengerti arti tatapannya Papi Alano.


" Nona Ava berbicara jika dia tidak akan menggunakan Bahasa aneh lagi, jika tangannya dilepaskan oleh Tuan Derral Tuan ",, kata Dian kepada Papi Alano, dan masih didengar oleh semua orang.


Derral langsung saja melihat kearahnya Ava ketika sudah mendengar jawabannya Dian tadi kepada Papi Alano.


" Saya tidak akan melepaskan tangan kamu, jika kamu mau ikut saya pergi!! ",, kata Derral keapda Ava sambil menatap Ava dengan sangat lekat sekali.


" Emoh, aku em......... ",, jawab Ava lagi kepada Derral dengan masih menggunakan Bahasa Jawa namun langsung saja terputus oleh apa yang dilakukan kepadanya.


Sebab Derral tiba-tiba saja langsung menarik kepala Ava untuk dia cium tepat dibibirnya.


Dan apa yang dilakukan oleh Derral kepada Ava, membuat semua orang yang ada didalam ruang rapat itu langsung saja membuka mulut mereka dengan lebar-lebar termasuk Papi Alano sekalipun.


Sebab Papi Alano dia tidak menyangka jika anaknya akan berani berbuat nekat seperti itu kepada Ava dengan mencium bibirnya Ava dihadapan semua orang peserta rapat.


Derral hanya sekilas saja mencium Ava, dan setelah itu dia langsung melepaskannya, dan Derral tidak sampai *****4* bibirnya Ava.


Ava langsung saja ingin menampar pipinya Derral ketika Derral sudah melepaskan ciuman bibirnya tadi.


Namun sayang, tangannya Ava tidak sampai bisa mengenai pipinya Derral, sebab Derral langsung saja menahan tangannya Ava.


" Sudah pernah saya katakan kepada kamu, saya akan mencium kamu, jika kamu masih menggunakan Bahasa aneh kamu itu jika berbicara kepadaku!! ",, kata Derral kepada Ava, sambil menarik tubuhnya Ava untuk semakin menempel dengannya.


Dan apa yang dilakukan oleh Derral kepada Ava didalam ruang meeting itu, membuat Papi Alano langsung saja menepuk dahinya dengan sangat keras sekali.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TBC***...