Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
KETEMU SAINGAN



Sungguh Derral baru beberapa jam berada dimansionnya Papah Zohan, dia sudah dibuat sangat tidak kuat sekali.


Tidak kuat dengan kelakuan dari semua penghuninya, kecuali Mamah Gretl yang Derral rasa yang paling baik diantara semuanya.


Sebab sejak awal masuk saja, Derral sudah dibuat babak belur dengan bogem mentah dari kepalan tangannya Papah Zohan.


Kedua ketika sudah selesai makan malam, Derral diberikan hadiah kejutan dari Aaric, dengan bantingan dilantai marmer nan keras itu.


Ketiga ketika sudah berada didalam kamarnya Ava, dia kerjai Ava semalaman hingga membuat badannya sakit semua.


Sedangkan yang terakhir tadi, ketika sedang didalam mobil menuju keGereja untuk pemberkatan, Derral harus menerima perlakuan yang menyebalkan dari Aaric dan juga Ava.


" Secepatnya aku harus mengajak Ava pindah dari mansion ini, mansion ini seperti neraka untukku!! ",, kata Derral ketika dia sudah keluar dari dalam kamar mandi, setelah selesai bersolo karir sejenak didalam kamar mandi tadi.


" Ingin sekali aku membalas Aaric si4lan itu, tapi aku tidak bisa ",, kata Derral lagi sambil bercermin didepan cermin meja riasnya Ava.


" Jika aku membalas Aaric akan membuat urusannya semakin panjang saja ",, sambung lagi perkataannya Derral dengan masih berbicara sendiri.


" Dan perset4n dengan hiasan bunga ini, aku capek mau tidur, biarlah Ava marah, gantian dia nanti yang akan aku tendang jika tidur disampingku ",, kata Derral sambil menyingkirkan semua hiasan yang ada diatas ranjang.


Setelah itu Derral langsung saja merebahkan badannya diatas ranjang dan mencoba memejamkan matanya lagi.


Sedangkan Ava tadi ketika dia sudah keluar dari dalam kamar, dia langsung saja berlalu menuju keruang keluarga.


Dan ketika Ava sudah sampai didalam ruang keluarga, dia mendengar sedikit suara berisik yang suaranya berasal dari ruang tamu.


Ava yang penasaran dia langsung saja mencoba melangkahkan kakinya untuk menuju keruang tamu mansion Papah Zohan.


Ketika Ava sudah sampai diruang tamu itu, ternyata sedang ada sahabat-sahabat dari Kakaknya Aaric yang berjumlah tiga orang sedang datang berkunjung.


" Oh ternyata sedang ada Kak Abana, Kak Bryan, dan Kak Dean tho disini ",, kata Ava ketika dia sudah sampai didalam ruang tamu itu.


Dan semua orang yang namanya disebut oleh Ava termasuk dengan Aaric yang juga ada disitu, mereka semua langsung saja mengalihkan pandangan mereka kearahnya Ava yang tadi baru saja masuk kedalam ruang tamu mansionnya Papah Zohan.


" Eeh Ava, tambah cantik saja kamu, sejak kapan kamu pulang Ava?? ",, tanya Dean kepada Ava yang sedang duduk dipinggirang shofa yang sedang diduduki oleh Aaric Kakaknya.


" Sejak kemarin Kak ",, jawab Ava dengan santai kepada Dean.


Sebab Ava sudah sangat mengenal sekali ketiga teman, yang sudah bisa dibilang sahabat dari Kakaknya yaitu Aaric.


" Mau tidak kamu menjadi kekasih Kakak Ava, kalau kamu menjadi kekasih Kakak, Kakak berjanji deh tidak akan menjadi playboy lagi ",, goda Bryan kepada Ava.


Sebab diantara mereka semua, hanya Bryan saja yang paling playboy dan sering berganti-ganti pacar, namun tidak pernah sampai melakukan itu, palingan mentok-mentok ya cuma foreplay saja.


Ava langsung saja tertawa lucu ketika mendengar godaan dari Bryan tadi kepadanya.


" Maaf Kak, anda kurang beruntung ",, kata Ava kepada Bryan sambil tertawa.


Sedangkan Abana, dia adalah laki-laki yang paling pendiam, paling tampan melebihi keempat laki-laki itu, termasuk Aaric Kakaknya Ava, namun sebelas dua belas dengan Derral ketampanannya.


Dan Abana ini adalah sahabat laki-lakinya Aaric yang sudah menyukai serta mencintai Ava sejak dulu, namun dia tidak berani mengungkapkannya.


Abana hanya berani bercerita dengan Aaric saja, dan mencari tahu semua tentang Ava dari Aaric.


Dan Ava sendiri dia tidak tahu sama sekali, jika Abana sahabat dari Kakaknya menyukainya, karena Ava sudah menganggap mereka bertiga seperti Kakaknya sendiri, sama seperti Aaric.


Abana daritadi dia hanya diam saja, sambil terus mendengarkan semua temannya sedang pada berbicara dan menggoda Ava dengan bibir yang tersenyum manis sambil juag terus memandangi wajah cantiknya Ava.


" Apa maksudnya kurang beruntung Ava, kamu menolak Kak Bry ini??, kamu kan masih single, ayolah Ava terima Kakak saja ya ",, kata Bryan kepada Ava dan masih tidak menyerah.


" Ava kamu pasti capek, sudah sana istirahat didalam, jangan menggangu Kakak ya ",, kata Aaric kepada Ava, sambil sedikit mengalihkan pembicaraan.


Semua itu Aaric lakukan karena Aaric tidak mau jika Ava sampai keceplosan berbicara jika dia baru saja menikah tadi pagi, dan itu pastinya akan membuat Abana sangat terluka sekali hatinya.


Karena Aaric belum sempat bercerita kepada ketiga sahabatnya itu, terutama Abana.


Salah Abana sendiri, karena Aaric sudah sering menyuruhnya untuk mendekati Ava, namun dia tidak mau, katanya malu.


Jadi jika Abana keduluan dengan yang lain, bukan salahnya Derral yang sekarang sudah resmi menjadi suaminya Ava.


" Kamu kenapa sih Aaric, biarlah Ava disini saja dan pastinya Ava masih ingin disini, benar kan Ava?? ",, kata Abana akhirnya berbicara juga menjawab perkataannya Aaric.


Dan Abana menjawab seperti itu, karena dia masih ingin berlama-lama memandangi wajahnya Ava.


" Iya nih Aaric, lagipula Ava juga sudah lama tidak bertemu dengan kita-kita, iya nggak?? ",, sahut dari Bryan kepada Aaric dan semua sahabatnya.


" Bukan begitu bro, tapi kan............ ",, jawab Aaric namun langsung terpotong oleh perkataannya Dean.


" Sudahlah Ric, kita tanya Avanya saja masih ingin disini atau tidak ",, kata Dean memotong perkataannya Aaric tadi.


Namun sebelum Ava menjawab perkataannya semua para laki-laki itu, tiba-tiba saja ada yang memanggil namanya Ava, dengan nada yang terlihat cemburu.


" Ava!! ",, panggil seseorang dengan suara yang terdengar sangat dingin sekali ditelinganya Ava.


Semua orang langsung saja mengalihkan pandangannya kearah orang yang baru saja datang itu.


Ava langsung saja berdiri mendekati orang itu ketika dia sudah melihat wajah seseorang yang tadi memanggil namanya.


Sedangkan Aaric dia langsung saja menepuk wajahnya menggunakan telapak tangannya, ketika sudah melihat wajah dari orang yang memanggil namanya Ava.


Sedang ketiga sahabatnya Aaric, mereka semua memandang penasaran dengan laki-laki muda yang diperkirakan seumuran dengan mereka keluar dari dalam mansion dan langsung memanggil namanya Ava.


" Ava, Aaric??, siapa dia?? ",, tanya Dean kepada Ava dan juga Aaric sambil menunjuk laki-laki itu.


" Iya siapa dia, boleh juga jika ingin bergabung dengan cowok-cowok tampan seperti kita, dia saudara kalian ya?? ",, kata Bryan juga kepada Ava dan juga Aaric.


Sedangkan Abana, senyum dibibirnya langsung saja redup, karena dia melihat ada cinta dimata laki-laki yang sedang berdiri disampingnya Ava itu.


" Perkenalkan Kak Bryan, Kak Dean, dan juga Kak Abana, dia namanya Derral, dan dia adalah suaminya Ava ",, kata Ava memperkenalkan Derral kepada mereka bertiga.


Sebab laki-laki yang memanggil Ava tadi adalah Derral.


Derral yang tadi ingin mencoba memejamkan matanya lagi, dia sedikit kesusahan, dan ketika Derral merasa Ava sedikit lama tidak masuk lagi kedalam kamar, dia lalu mencoba mencari keberadaannya Ava.


Disaat Derral mencarai Ava didalam ruang keluarga, Derral mendengar suara ramai dari arah ruang tamu, dan Derral lalu mencoba melangkahkan kakinya kearah ruang tamu itu.


Dan ketika Derral sudah sampai didalam ruang tamu itu, Derral langsung melihat banyak laki-laki yang sedang pada tersenyum dan tertawa kepada Ava, dan itu membuat Derral langsung saja sedikit cemburu dibuatnya.


Dan tadi ketika Ava sudah memperkenalkan Derral kepada ketiga sahabat Kakaknya itu, mereka bertiga langsung saja sangat terkejut sekali.


Terlebih dengan Abana, yang langsung terlihat sekali jika dia sangat cemburu dan juga sangat super terkejut sekali.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TBC***...