Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
LEON BELUM BERUNTUNG



Ketika Leon sedang asik berciuman bersama Via dengan keadaan yang sudah tidak memakai baju sama sekali.


Tiba-tiba saja kegiatan indah mereka langsung teralihkan dengan suara ketukan pintu.


Leon dan Via sama-sama mengalihkan pandangan mereka kearah pintu kamar.


" **11*, siapa yang sudah menggangguku disaat aku sedang asik begini!! ",, kata Leon dengan bernada jengkel yang masih didengar oleh Via.


" Bukalah saja dulu pintunya ",, bujuk dari Via kepada Leon.


" Aaaarrrrggghhh!! ",, kata Leon sambil mengacak-acak rambutnya seperti frustasi.


Leon pun langsung saja segera turun dari atas ranjang dan berlalu masuk kedalam ruang walk in closetnya untuk mengambil celana pendeknya dengan asal tanpa atasan.


Sedangkan Via sendiri dia memilih mengambil kemeja yang dipakai oleh Leon tadi untuk dia pakai menutupi tubuh polosnya.


" Akan aku buka, kamu disini saja pura-pura tidur, karena tidak akan aku biarkan orang lain melihatmu dalam keadaan seperti ini ",, kata Leon kepada Via sambil memunguti pakaian yang berceceran diatas lantai untuk dia taruh diatas shofa.


" Iya ",, jawab Via kepada Leon sambil tersenyum tipis.


Leon pun langsung berjalan menuju kearah pintu, sedang Via dia kembali keatas ranjang dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut yang ada disitu.


Ketika Leon sudah membuka pintunya, ternyata yang mengetuk pintunya adalah Mamah Emma.


" Mamah ada apa Mah?? ",, tanya Leon kepada Mamah Emma.


" Via mana Leon??, dibawah ada Kakek sama Nenek, mereka baru saja sampai dan ingin berkenalan sama Via ",, kata Mamah Emma kepada Leon.


" Kakek dan Nenek ada disini??!! ",, tanya Leon kepada Mamah Emma dengan nada yang sedikit terkejut.


" Iya, Ayah tadi yang menelfon mereka ",, jawab Mamah Emma kepada Leon.


" Sebenarnya Ayah dan Mamah tidak mau mengajak Nenek dan Kakek, tapi karena berhubung kamu mau menikah minggu ini, ya Kakek sama Nenek kamu berhak tahu dong ",, kata Mamah Emma lagi kepada Leon.


" Ya baiklah, apa Leon bangunkan Vianya Mah untuk menemui mereka?? ",, kata Leon kepada Mamah Emma.


" Tidak perlu jika dia sedang tidur, fikir Mamah jika Via tidak tidur, mau Mamah kenalkan kepada Kakek dan Nenek ",, kata Mamah Emma kepada Leon.


" Nanti saja jika Via sudah bangun dan sekalian berangkat kerumah calon mertua kamu ",, lanjut lagi perkataan dari Mamah Emma kepada Leon.


" Iya sudah Mah, Leon menurut saja apa kata Mamah ",, kata Leon kepada Mamahnya sambil bersorak gembira didalam hatinya.


" Ya sudah sana, tidur lagi kalau masih mengantuk ",, kata Mamah Emma kepada Leon.


" Iya Mah ",, jawab Leon kepada Mamah Emma.


Selanjutnya Mamah Emma langsung saja berlalu pergi dari depan kamar Leon.


Sedang Leon sendiri dia langsung saja masuk kedalam kamarnya lagi dan mengunci pintunya dari dalam.


Ketika Leon sudah masuk kedalam kamar, dia melihat Via sedang memejamkan matanya.


Namun disaat Leon ingin beranjak keatas ranjang memeluk siVia, tiba-tiba saja ponsel miliknya yang dia taruh diatas meja samping ranjang berbunyi dengan cukup keras sekali.


Dan Via yang mendengar suara dering ponsel itu, dia langsung saja membuka matanya.


" Aku mau mengangkat telefonnya dulu ",, kata Leon kepada Via.


" Iya ",, jawab singkat dari Via lagi kepada Leon.


Leon pun langsung saja mengangkat sambungan telefonnya itu yang ternyata dari tempat kerjanya.


Leon memang sudah meminta ijin untuk cuti selama dua minggu untuk menyiapkan pernikahannya dengan Via, begitulah cuti ijin yang Leon ajukan kepada pihak terkait yang menangani ijinnya.


Entah apa yang dibicarakan oleh Leon, yang membuat Leon keluar kamar untuk mengambil laptopnya yang masih tertinggal didalam mobilnya.


Setelah mengambil laptop miliknya, Leon langsung kembali lagi kedalam kamar untuk mengerjakan sesuatu didalam laptopnya hingga dia lupa jika masih ada Via didalam kamarnya.


Leon yang sudah mematikan sambungan telefonnya itu, dia langsung sibuk mengerjakan sesuatu didalam laptopnya yang tadi sudah diberitahukan oleh seseorang yang baru saja menelfonnya tadi.


Leon sangat larut sekali dalam mengerjakan pekerjaannya itu, karena Leon boleh ijin, asal ponsel dan laptop harus selalu menyala jika sewaktu waktu dibutuhkan mendadak seperti sekarang, supaya Leon bisa langsung mengerjakannya dan segera mengirimkan filenya melalui email.


Satu jam pun telah berlalu, dan Leon sampai lupa jika dia sudah cukup lama mengerjakan pekerjaannya.


Via sendiri pun sudah sangat lelap sekali dalam tidunya, bahkan Via juga tidak mau menganggu sama sekali apa yang dikerjakan oleh Leon daritadi.


Ketika waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore, barulah Leon selesai juga mengerjakan pekerjaannya.


" Aaahhh akhirnya selesai juga ",, kata Leon sambil meregangkan otot-ototnya yang kaku karena daritadi sibuk bekerja didepan laptop.


Leon yang tidak sengaja melirik kearah ranjang, dia langsung saja menepuk jidatnya karena bisa-bisanya sampai melupakan Via.


" Astaga aku lupa ada Via didalam kamarku ",, kata Leon pada dirinya sendiri.


" Dan aku sampai lupa jika kami tadi ingin melakukan hal itu ",, sambung lagi perkataan dari Leon.


" Tapi ini sudah jam tiga, tidak ada waktu jika ingin bermesraan lagi seperti tadi ",, kata Leon lagi dan lagi ketika sudah melihat jam yang menggantung indah didinding.


" Sepertinya dia sangat lelap sekali tidurnya ",, kata Leon ketika melihat Via yang masih tidur.


Setelahnya tidak mau mengganggu Via dulu, Leon langsung saja beranjak berdiri menuju kedalam kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap akan berangkat menuju kerumahnya Ayah Markus.


Dan ketika Leon sudah selesai mandi, dia langsung saja mencoba membangunkan Via.


" Via, wake up, bangun yuk sayang ",, kata Leon sambil menepuk-nepuk pipinya Via.


" Eennngghhh ",, dengung Via kepada Leon.


"' Bangun yuk, kita bersiap-siap kerumah kamu sekarang ",, kata Leon lagi kepada Via yang berusaha membuka matanya.


Via yang sudah membuka matanya, dia lalu berusaha duduk dari tidurannya.


" Kamu daritadi dimana?? ",, tanya Via kepada Leon.


" Aku bekerja, ada pekerjaan penting yang harus aku selesaikan dan juga harus segera aku kirimkan kepada bawahanku ",, jawab Leon kepada Via.


" Oh, dan apakah kamu sudah mengambilkan baju untukku Leon yang ada didalam mobil?? ",, tanya Via kepada Leon dengan muka orang yang baru bangun tidur.


" Iya akan aku ambilkan, kamu mandilah saja dulu, sekalian aku juga mau ganti baju ",, jawab Leon kepada Via.


" Baiklah ",, jawab Via sambil beranjak turun dari atas ranjang dengan keadaan yang sangat seksi sekali memakai kemeja milik Leon.


Paha mulusnya Via yang Leon lihat membuat Leon tanpa sadar menelan ludahnya sendiri, karena teringat dengan kegiatan mereka yang tertunda tadi.


Via yang sudah sampai didalam kamar mandi, dia langsung saja mandi, sedang Leon sebelum mengambil baju milik Via, dia terlebih dahulu ganti baju didalam ruang walk in closetnya.


...πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜...


Alamak tidak jadi, memang semesta tidak mengijinkan mereka melakukan hal yang memang seharusnya dikerjakan setelah menika🀣🀣🀭.


...πŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈ...


...***TBC***...