Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
OPA



Kembali kevila sang Opa.


Papah Zohan yang sudah keluar dari dalam ruang kerja Ayahnya alias sang Opa, dia pun langsung mencari Mamahnya yaitu Sang Oma beserta Aaric yang sedang berada didalam kamarnya.


Ketika Papah Zohan sedang melewati ruang keluarga, dia melihat sang Mamah alias Omanya Ava hampir saja ingin mendudukkan p***tnya dishofa yang ada disitu.


Papah Zohan langsung saja berbicara kepada Oma jika Oma disuruh kedalam ruang kerja sang Opa.


Oma pun yang penasaran dia tidak jadi duduk diruang Keluarga melainkan langsung saja melangkahkan kakinya menuju keruang kerja suaminya.


Oma yang sudah sampai diruang kerja sang Opa dia langsung terkejut ketika melihat suaminya yaitu sang Opa sedang mengatur pernafasannya yang seperti baru saja terkejut hebat.


" Ayah, Ayah kenapa??, apa yang baru saja terjadi??, dan kenapa Mamah disuruh kesini?? ",, kata Oma kepada Opa sambil menunjukkan wajah khawatir dan bingung secara bersamaan.


" Nanti saja berbicaranya, Ayah mau menetralkan dan meredakan keterkejutan Ayah ini dulu ",, jawab sang Opa kepada Oma sambil terus mengatur pernafasannya.


Oma pun langsung saja diam dan menurut apa kata Opa sambil membantu memijat pelan tubuh Opa supaya semakin rilax.


Sedangkan geser keluar ruang kerja sang Opa tepatnya kepada Papah Zohan.


Papah Zohan yang baru saja berbicara kepada Oma tadi, dia langsung saja ingin beranjak maniki tangga menuju kedalam kamar Aaric, namun langsung saja dicegah oleh Mamah Gretl yang baru saja keluar dari dalam kamar.


" Papah, Papah kenapa terburu-buru seperti itu jalannya?? ",, tanya dari Mamah Gretl kepada Papah Zohan.


Papah Zohan pun langsung saja menghentikan langkah kakinya untuk mengalihkan pandangannya kepada Mamah Gretl yang berdiri didasar tangga.


" Mau memanggil Aaric Mah, karena Papah sudah bercerita semua kepada Ayah, dan Aaric disuruh untuk menghadap Ayah diruang kerjanya ",, jawab Papah Zohan kepada Mamah Gretl.


Mamah Gretl yang sudah tahu sifat dan watak dari Ayah mertuanya, tanpa menjawab perkataan dari suaminya, dia langsung saja berlalu dari hadapan Papah Zohan menuju keruang kerja sang Opa.


Sesampainya diruang Kerja milik sang Opa, Mamah Gretl pun sedikit terkejut ketika melihat Mamah mertuanya sedang membantu Ayah mertuanya menetralkan pernafasannya yang masih sedikit berantakan.


Sedang Papah Zohan tadi sepeninggalan dari Mamah Gretl, dia langsung saja melanjutkan langkah kakinya untuk menuju kedalam kamar Aaric.


Dan sesampainya didalam kamar Aaric, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Papah Zohan langsung saja masuk kedalam kamar Aaric membuat Aaric yang sedang melamunkan hal-hal yang indah bersama Dian dan buah hatinya langsung saja buyar seketika karena kedatangan dari Papah Zohan yang datang kedalam kamarnya secara tiba-tiba seperti itu.


" Papah!! ",, kata Aaric yang terkejut dengan kedatangan dari Papah Zohan kedalam kamarnya.


Papah Zohan tanpa banyak berbicara, dia langsung saja berjalan dengan tergesa kearah Aaric yang sedang tiduran diatas ranjang.


Dan sesampainya dipinggir ranjang, Papah Zohan langsung saja menarik paksa tangan Aaric untuk dia ajak keluar menuju kedalam ruang kerja sang Opa.


" Pah, ada apa ini Pah??, kenapa Papah menarik-narik paksa tangan Aaric seperti ini?? ",, tanya Aaric kepada Papah Zohan.


" Sudah kamu diam saja dan ikut bersama Papah untuk menemui Opa, karena Opa sudah mengetahui semuanya ",, jawab Papah Zohan kepada Aaric.


Aaric pun langsung saja speechles dan jantung dia langsung juga berdegub dengan sangat kencang sekali.


Karena Aaric sangat tahu sekali, bagaimana sang Opa jika sedang marah, hampir sebelas dua belas dengan Papahnya kalau lagi marah.


Masih terus mengikuti langkah kaki Papah Zohan, Aaric pun masih diam saja dengan fikiran yang sudah tidak karuan sekali.


Dan ketika sudah sampai didepan ruang kerja sang Opa, Papah Zohan langsung saja membuka pintunya tanpa mengetuknya terlebih dahulu.


Semua orang yang ada diruang kerja sang Opa langsung saja mengalihkan pandangan mereka semua kearah Papah Zohan dan juga Aaric yang baru saja datang itu.


Opa yang melihat cucu laki-lakinya sudah berada didepan matanya, dia langsung saja mencoba untuk berdiri dari duduknya.


Sedang Aaric sendiri dia masih diam anteng sambil terus memperhatikan semua Keluarganya yang sedang pada menatap kearahnya.


Dengan kaki tuanya, dan sambil berjalan menggunakan tongkatnya, perlahat tapi pasti sang Opa terus melangkahkan kedua kaki tuanya berjalan kearah Aaric.


Aaric pun yang baru saja ditampar oleh Opanya, dia hanya bisa diam saja sambil terus menundukkan kepalanya.


Aaric sangat tahu sekali resiko apa yang harus dia hadapi jika dia melanggar hal yang dilarang didalam keluarganya.


Jadi yang bisa dilakukan oleh Aaric sekarang, adalah menerima hukuman untuk apa yang sudah dia perbuat.


" Apakah benar kamu sudah menghamili Dian Aaric??!! ",, tanya tegas dari Opa kepada Aaric ketika sudah berada didepannya Aaric.


" Benar Opa, dan Aaric mau mempertanggungjawabkan perbuatan Aaric itu apapun resikonya ",, jawab mantap dari Aaric kepada Opanya.


" Kenapa kamu melakukan itu Aaric??!! ",, kata Opa kepada Aaric.


" Kamu kan sudah tahu, jika Keluarga Altherr sangat tidak menyukai 53x b3b45, tapi kenapa kamu malah melakukan itu sebelum menikah?? ",, sambung lagi perkataan dari Opa kepada Aaric.


" Jika kamu menyukai Dian, kamu bisa berbicara kepada Papah kamu, supaya Papah kamu bisa segera menikahkanmu dengannya Aaric ",, kata Opa lagi kepada Aaric.


" Maafkan Aaric Opa, Aaric tahu Aaric salah ",, kata Aaric kepada Opanya.


" Opa tidak mau tahu, secepatnya kalian berdua harus segera menikah, jangan sampai perut Dian semakin membesar dan dilihat oleh semua orang, karena itu sangat memalukan bagi Opa!! ",, kata Opa kepada Aaric sambil berlalu duduk lagi keshofa yang tadi dia duduki.


Semua orang yang ada didalam ruang kerja itu, tidak ada yang berbicara sama sekali, mereka semua hanya bisa diam saja sambil terus memperhatikan dan mendengarkan perkataan dari Opa kepada Aaric.


" Kapan kamu akan pergi kerumah Tuan Chyou Zohan?? ",, tanya sang Opa kepada Papah Zohan.


" Nanti malam Ayah, biar Derral bisa lebih lama lagi beristirahatnya ",, jawab Papah Zohan kepada Ayahnya dan masih didengar oleh semua orang.


" Iya, kalau begitu dari sekarang persiapkan apa saja yang perlu dibawa, jangan sampai kita kesana hanya membawa tangan kosong, karena kita pihak laki-laki, jangan membuat Keluarga Altherr terlihat miskin dihadapan Keluarga Tuan Chyou ",, kata Opa kepada semua orang.


" Baik Ayah ",, jawab Papah Zohan kepada Opa.


Sedang Aaric sendiri dia masih saja berdiri ditempat yang sama sambil terus mendengarkan perkataan dari Opanya.


" Dan kamu sendiri Aaric, segera cari perhiasan yang paling mahal dan bagus yang ada dikota ini untuk kamu berikan kepada Dian nanti!! ",, kata tegas dari Opa kepada Aaric.


Walau Opa masih merasa kecewa dan marah kepada Aaric tapi mau bagaimana pun juga semuanya sudah terlanjur.


" Baik Opa ",, jawab Aaric kepada Opanya.


" Sudah ayo mari kita keluar dari dalam sini, rasanya Ayah mau ingin beristirahat sebentar didalam kamar ",, kata Opa lagi kepada semua orang sambil beranjak berdiri dari duduknya untuk berjalan keluar dari ruang kerjanya.


Sedangkan Papah Zohan dan Aaric mereka berdua sengaja keluar belakangan.


Papah Zohan yang sudah melihat sang Ayah dan Mamahnya serta istrinya sudah pada keluar dari dalam ruang kerja.


Papah Zohan pun langsung saja beranjak berdiri dari duduknya sambil memanggil Aaric.


Dan Aaric yang dipanggil oleh Papahnya, dia langsung saja menghentikan langkah kakinya.


" Jika tadi Opa kamu terkena serangan jantung dan langsung meninggal karena ulah kamu!!, pada saat itu pula Ayah juga akan membunuh kamu didepan jasad Opa kamu!! ",, kata super tegas dari Papah Zohan kepada Aaric.


Setelahnya tanpa menunggu jawaban dari Aaric, Papah Zohan langsung saja meninggalkan Aaric sendirian didalam ruang kerja itu.


Sedangkan Aaric sendiri dia hanya bisa diam saja tidak mau menanggapi perkataan dari Papahnya.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...