Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
DITERIMA



Akhirnya hari pesta resepsi pernikahan dari Aaric dan Dian pun tiba juga.


Semua Keluarga yang hadir sudah pada memenuhi ballroom hotel tempat diadakannya pesta resepsi pernikahan Aaric dan Dian berlangsung.


Tentu saja acara pesta resepsi pernikahan Dian dan Aaric dihadiri orang-orang penting dari kalangan pembisnis dan juga kalangan kepemerintahan.


Karena Papah Zohan banyak mengenal anggota kepemerintahan dan juga aparatur Negara.


Dian, Aaric saat ini seperti Raja dan Ratu, sebab hari ini mereka berdua terlihat sangat cantik dan juga tampan sekali menggunakan gaun pengantin dan jas pengantin dari rancangan desainer terkenal yang harganya tentunya sangat mahal sekali.


Derral dan Ava yang menghadiri pesta pernikahan dari Kakak mereka, baik Derral dan juga Ava mereka terlihat tidak kalah cantik dan juga tampan dari Dian dan Aaric.


Senyum kebahagiaan terlihat terpancar diwajah kedua belah Keluarga.


Derral sendiri tidak mau berada jauh disamping Ava, dia seperti bodyguard yang siap menjaga Ava kemanapun Ava pergi, bahkan kedalam kamar mandi sekalipun.


Seperti sekarang saja contohnya, Ava yang kebelet ingin buang air kecil, Derral yang disuruh untuk menunggu dimeja mereka tidak mau.


Derral kekeh ingin mengantar Ava hingga dia sampai masuk kedalam kamar mandi.


" Aku akan menunggu disini ",, kata Derral kepada Ava.


" Iya baiklah terserah kamu saja, ini nitip bawakan tas aku saja ya sayang ",, jawab Ava kepada Derral.


Derral langsung saja membawa tas milik Ava sambil tersenyum kepada Ava, karena baru saja dipanggil sayang olehnya.


Ketika Ava sudah selesai buang air kecilnya, dia pun langsung saja segera keluar dari dalam kamar mandi untuk menemui Derral.


" Apakah sudah selesai?? ",, tanya Derral kepada Ava.


" Iya aku sudah selesai ",, jawab Ava kepada Derral.


" Iya sudah yuk, kita bergabung lagi kesana ",, ajak Derral kepada Ava.


Ava pun langsung saja mengangguk sambil menggandeng mesra lengannya Derral.


Sesampainya disalah satu meja dan kursi yang kosong, Ava pun mengidam sesuatu kepada Derral.


" Ayah................. ",, panggil Ava kepada Derral.


" Ayah??, kamu memanggilku Ayah Ava?? ",, kata Derral kepada Ava.


" Huum ",, jawab Ava kepada Derral.


" Daddy, no Ayah.......... aku lebih suka dipanggil Daddy Ava ",, kata Derral kepada Ava.


" Ok Daddy, itu artinya panggilan untukku adalah Mommy?? ",, kata Ava kepada Derral.


" Iya Mommy............. ",, jawab Derral kepada Ava sambil tertawa.


" Ok............ ",, kata Ava lagi sambil mengangguk-nganggukkan kepalanya.


" Tadi kenapa Mommy memanggil Daddy??, apakah Mommy menginginkan sesuatu?? ",, tanya Derral kepada Ava.


" Iya, Mommy menginginkan sesuatu Daddy ",, jawab Ava kepada Derral.


" Apa itu katakanlah saja, jika bisa Daddy penuhi akan Daddy penuhi permintaan dari Mommy tercintaku ini ",, kata Derral kepada Ava dengan sangat sweet sekali.


" Daddy maukah menyanyi diatas sana, karena rasanya Mommy ingin melihat Daddy menyanyi diatas sana ",, kata Ava kepada Derral sambil menunjuk panggung live music yang sedang berlangsung.


Derral sungguh sangat terkejut sekali mendengar perkataan dari Ava, dan dia juga mengikuti arah yang sedang ditunjuk oleh Ava.


" Mommy..................!!!, bisakah Mommy meminta yang lain saja?? ",, kata Derral kepada Ava.


" Maksudnya begini, Mommy kan sudah tahu jika Daddy tidak bisa menyanyi Mommy?? ",, kata Derral lagi kepada Ava.


Ava langsung saja menunjukkan wajah cemberutnya mendengar perkataan dari Derral.


" Minta yang lain saja ya, mau minta dibelikan mobil baru, mansion baru, atau tas branded baru atau yang lainnya........... asal jangan menyuruh Daddy menyanyi diatas sana ya Mommy, please ",, kata Derral lagi mencoba membujuk Ava.


Ava yang sedikit merajuk, dia langsung saja menyilangkan kedua tangannya diatas perutnya dengan bibir yang dia majukan karena cemberut.


Derral sangat ketakutan sekali melihat Ava sedang merajuk kepadanya, dan Derral terus berusaha mencoba merayu Ava yang masih mendiamkannya daritadi, supaya Ava tidak marah lagi dengannya.


Sedang kita bergeser sejenak keNegara London.


Keesokan harinya seharusnya Chico harus menjemput Joyce, namun karena Dokter Joyce sedang kedatangan banyak pasien, akhirnya rencana untuk janjian ketemuan mereka dibatalkan dan diundur dihari esoknya lagi.


Dan jika diSpanyol sedang ada acara pesta resepsi pernikahan dari Dian dan juga Aaric.


DiLondon Chico sedang menunggu Joyce selesai praktek jam kerjanya dirumah mewahnya.


Sekitar pukul lima sore, akhirnya Joyce selesai juga jam prakteknya.


Chico yang baru saja datang sekitar setengah jam yang lalu, dia langsung saja masuk kedalam ruang kerjanya Joyce.


" Apakah sudah siap untuk pulang?? ",, tanya Chico kepada Joyce.


" Iya ayo, aku sudah siap ",, jawab Joyce kepada Chico.


Chico pun langsung saja tersenyum kepada Joyce.


Setelahnya mereka berdua langsung saja berlalu keluar dari dalam rumah sakit untuk masuk kedalam mobil milik Chico.


" Kita beli makan dulu ya, kamu mau makan dimana Joyce?? ",, tanya Chico kepada Joyce.


" Dikaki lima dekat taman saja bagaimana, rasanya aku jenuh makan diCafe atau didalam restoran ",, jawab Joyce kepada Chico.


" Ok baiklah, kamu ya yang tunjukkan jalannya ",, kata Chico kepada Joyce.


" Iya......... ",, jawab Joyce kepada Chico.


Setelah melewati banyak lampu merah dan tikungan, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Chico sampai juga disebuah taman kota yang disebelah-sebelahnya banyak kedai-kedai atau penjualan makanan kaki lima.


Seumur-umur Chico tidak pernah jajan sembarangan seperti itu, namun setelah mengenal Joyce, dia sekarang sering jajan dikedai-kedai pinggir jalan seperti sekarang.


Ketika sudah membeli makanan dan mencari tempat duduk, Chico dan Joyce langsung saja mengobrol hangat.


Dan Chico yang sudah tidak sabar menunggu jawaban dari lamarannya kemarin, dia pun langsung saja menanyakannya kepada Joyce.


" Bagaimana Joyce??, bagaimana dengan jawaban yang akan kamu berikan kepadaku tentang lamaranku kemarin kepadamu?? ",, kata Chico kepada Joyce.


" Sebelum aku menjawab, aku akan bertanya dulu kepadamu Chico ",, kata Joyce kepada Chico.


" Tanyakan saja .......... aku siap akan menjawabnya dengan jujur ",, jawab Chico kepada Joyce.


" Apakah kamu tidak malu dengan statusku yang seorang janda ini Chico?? ",, tanya Joyce kepada Chico.


" Tidak, untuk apa aku malu Joyce, yang terpenting kamu bukan istri atau kekasih laki-laki lain ",, jawab Chico dengan mantap kepada Joyce.


" Bagaimana dengan Keluarga kamu sendiri dengan statusku yang sebagai janda ini?? ",, tanya Joyce lagi kepada Chico.


" Bukan mereka yang akan menjalaninya Joyce, tapi aku........... selagi aku merasa nyaman dan bahagia, aku tidak akan mempedulikan perkataan mereka semua ",, jawab Chico lagi kepada Joyce.


" Ok ",, kata Joyce sambil tersenyum tipis.


" Satu pertanyaan lagi Chico ",, kata Joyce lagi kepada Chico.


Chico langsung saja mengangguk kepada Joyce.


" Kalau seandainya aku menerima kamu, apakah kamu marah aku tidak mau melepaskan cincin dari mantan suamiku dulu yang ini?? ",, tanya dari Joyce kepada Chico sambil menunjukkan cincin pernikahannya yang dulu.


Untuk pertanyaan yang ini, Chico tidak langsung menjawabnya seperti pertanyaan yang sebelumnya.


Melainkan Chico terlihat seperti berfikir sesuatu dulu sebelum memberikan jawabannya kepada Joyce.


Dan Joyce sendiri masih setia menunggu jawaban dari Chico untuk pertanyaan terakhirnya.


Karena menurut Joyce jawaban terakhir itulah yang akan menentukan jawaban yang sesungguhnya untuk Chico nantinya.


" Akan aku jawab jujur Joyce, sejujur-jujurnya kepadamu ",, kata Chico kepada Joyce.


Joyce langsung saja mengangguk kepada Chico.


" Aku akui, aku tidak suka kamu masih memakai cincin dari mantan suami kamu itu Joyce, sedangkan kamu sudah resmi menjadi istriku,.......... tapi jika kamu masih mau memakainya akan tetapi sepenuh hatimu sudah kamu serahkan kepadaku, mungkin aku bisa mentolerirnya ",, jawab Chico kepada Joyce.


" Karena aku percaya sepenuhnya kepadamu jika kamu memang sudah menerimaku sepenuhnya untuk menjadi suami kamu,....... sedangkan untuk mantan suami kamu itu adalah masa lalu untuk kamu yang aku tahu pasti tidak akan mungkin bisa dilupakan ",, kata Chico lagi kepada Joyce.


Joyce langsung saja tersenyum mendengar semua jawaban dari Chico.


Dan tiba-tiba saja Joyce melepaskan cincin pernikahannya yang dulu dihadapan Chico, lalu menyerahkan tangan kirinya kepada Chico.


" Iya aku mau Chico, aku mau menjadi istri kamu, dan apakah kamu tidak mau mengisi jari jemariku yang kosong ini?? ",, kata Joyce kepada Chico.


Chico yang masih loading, dia hanya bisa menampilkan wajah bengong dan bingung kepada Joyce sambil menatap lekat kearah wajah dan jari jemarinya Joyce.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...