
Suara orang menutup buku pun terdengar, itu pertanda jika dia sudah selesai membaca buku tersebut.
Dan dia langsung saja mematikan lampu utama kamarnya lalu menaruh buku tersebut di atas meja samping ranjang.
Setelahnya dia langsung memanggil sang istri untuk segera tidur di sampingnya.
Dan ketika sang istri sudah merebahkan badannya di sampingnya, laki-laki itu langsung membawa sang istri ke dalam pelukannya sambil berkata sesuatu.
" Sayaaaaaang, kenapa kamu membuat cerita yang berakhir sad ending begini sih untuk kisah cinta kita, sedangkan untuk cerita novel kamu yang lainnya semuanya pada happy ending, kamu jahat sekali, aku tidak suka ah sama alur ceritanya ",, kata Derral kepada Ava.
Iya Derral kepada Ava.
Karena kejadian sebenarnya adalah Derral seharian ini yang tidak berangkat bekerja dia memilih membaca novel sang istri yang baru saja selesai terbit dan akan di pasarkan besok di pasaran.
Jadi semua cerita dari bab awal sampai akhir adalah kisah cinta antara Derral dan Ava yang sengaja Ava buatkan novel supaya bisa di baca oleh semua orang.
Namun di akhir cerita Ava sengaja membuat cerita sad ending untuk Derral, karena supaya Derral semakin takut kehilangannya.
Ava yang sudah melahirkan baby Daneen, iyaps memang itu nama asli anaknya, Ava sudah tidak di perbolehkan bekerja lagi oleh Derral.
Jadi untuk mengisi kekosongan waktunya, Ava yang suka membaca dia iseng-iseng membuat novel dan beruntungnya dia jika semua novelnya banyak di sukai di pasaran.
" Biar saja, biar Daddy bisa merasakan jika rasanya kehilangan itu sangat menyakitkan sekali dan supaya Daddy tidak macam-macam di belakangnya Mommy ",, jawab dari Ava sambil memeluk Derral.
" Mommy, apakah Mommy tidak merasakan jika dada Daddy rasanya sangat sesak sekali, ketika membaca part kamu yang sedang meregang nyawa itu, apalagi ketika pas terjatuh ketika hamil Daneen ",, kata Derral kepada Ava.
" Padahal kenyataan aslinya kamu lahirannya normal-normal saja dan lancar jaya tanpa ada kendala apapun ",, lanjut lagi perkataan dari Derral kepada Ava.
" Kita sebagai penulis harus pandai-pandai memporak-porandakan hati para pembaca dong Daddy ",, jawab dari Ava kepada Derral.
" Masa iya aku buat cerita seperti itu, aah tidak menarik ",, sambung lagi perkataannya Ava kepada Derral.
" Lihat saja nanti Daddy, Mommy jamin jika novel kisah cinta kita, jika sudah di baca oleh para kalangan pembaca novel, pasti mereka semua akan meminta season ke duanya, Mommy yakin itu ",, lanjut lagi perkataan dari Ava kepada Derral.
" Iya deh, kamu benar sayang, tapi apakah kamu tidak takut nantinya di marahin sama Chico dan Via, karena kamu malah tidak menjodohkan mereka di dalam cerita yang ada di buku novel kamu?? ",, tanya dari Derral kepada Ava.
Ava yang mendengar perkataan dari Derral dia langsung saja tertawa cukup keras sekali.
Dan hal itu membuat Derral sedikit kebingungan melihat sikap Ava yang di tanya malah tertawa seperti itu.
" Kamu kenapa tertawa Mommy?? ",, tanya dari Derral kepada Ava.
" Itu Chico dan Via memang sengaja Mommy pisahkan, karena Mommy ingin melihat mereka marah-marah kepada Mommy ",, jawab dari Ava kepada Derral sambil tertawa.
Cerita yang sebenarnya adalah Chico dan Via mereka berdua memang sepasang suami istri, yang jatuh cinta pada pandangan pertama, ketika mereka tidak sengaja bertemu di sebuah mall pada saat mereka jalan-jalan.
Semakin terkejutlah Chico dan Via, ketika mereka mempunyai sahabat yang akhirnya malah bisa bersatu tanpa mereka comblangkan sama sekali.
Cinta Chico dan Via akhirnya berlanjut setelah empat bulan berkenalan.
Baik Chico dan Via sepakat untuk melangsungkan pernikahan, dan saat ini mereka sudah di karuniai dua orang anak, yang pertama anak perempuan, dan yang ke dua berjenis kelamin laki-laki.
Dan nama mereka pun sama yaitu Gemala dan juga Davidde.
Iyaps, nama baby yang ada di dalam novelnya Ava adalah itu nama yang sesungguhnya dari nama anak-anak mereka.
Dan Gemala sendiri dia sudah berusia sekitar dua setengah tahun, sedangkan Davidde baru saja lahir seperti baby Daneen.
Karena pernikahan Ava dan Derral baru berumur satu tahun, tidak seperti Chico dan Via yang sudah menikah sekitar hampir lima tahunan, perbedaan yang cukup jauh sekali bukan.
" Mommy .......... mommy, suka sekali sih mengerjai mereka ",, kata dari Derral kepada Ava.
" Tidak apa sekali-kali, dan menurut Mommy novel Mommy yang ini akan laku keras deh Daddy di pasaran ",, kata Ava kepada Derral.
" Menurut Daddy sih begitu Mommy, karena dari semua novel Mommy, novel Mommy inilah yang terlihat sangat nyata sekali ceritanya ",, jawab dari Derral kepada Ava.
" Apa mungkin karena memang kisah nyata yang ditambahi bumbu-bumbu sedikit ya di dalamnya ",, sambung lagi perkataan dari Derral kepada Ava.
Ketika Ava ingin menjawab perkataan dari Derral, tiba-tiba saja ponsel miliknya berdering dengan sangat kencang sekali.
Ava sontak saja langsung melepaskan pelukannya Derral untuk mengambil ponselnya itu, yang dia taruh di atas meja samping ranjang.
Melihat nama Chico, Ava pun memberitahukannya kepada Derral.
" Angkat tapi di loudspeaker sayang ",, kata Derral kepada Ava.
Ava pun langsung saja mengangkat dan mengloudspeaker sambungan telepon dari Chico.
" Avaaaaaa, kamu keterlaluan yah, sudah membuat novel yang sungguh tidak sesuai kenyataannya!! ",, marah dari Chico kepada Ava.
Ava yang di marahi oleh Chico dia bukannya takut malah langsung tertawa terbahak-bahak, hingga membuat Chico semakin jengkel saja, karena dia juga mendengar suara tawa dari Derral.
" Iya tidak apa-apa, biar babnya makin panjang ",, jawab dari Ava kepada Chico sambil masih tertawa.
" Jika aku menuliskan kisah cinta kamu dan Via cuma begitu saja mana menarik, kisah cinta kamu dan Via kan flat, tidak ada menarik-menariknya sama sekali ",, lanjut lagi perkataan dari Ava kepada Chico.
" Tapi ya jangan di pisahkan begitu, di buat pisah tapi nanti di satukan lagi, jadi aku jika membaca kan enak, lhah ini sudah di pisahkan, si Via malah di jodohkan dengan seorang Jenderal ",, keluh kesah dari Chico kepada Ava.
" Lihatlah teman kamu si Via itu, dia sekarang sedang membayangkan menjadi istri seorang Jenderal!! ",, kata Chico lagi dengan nada judes sekali kepada Ava.
Semakin tertawalah Ava dan Derral ketika mendengar keluh kesahnya Chico.
" Itu derita kamu Chico, tapi kamu sukakan di ceritaku, yang kamu aku sandingkan dengan seorang Dokter Kejiwaan ",, kata Ava kepada Chico.
" Suka sih, tapi kamu juga kurang ajar sekali Ava, mengatakan di cerita itu jika Mamahku mengalami depresi, sedangkan kamu tahu sendiri bagaimana keadaan dari Mamahku, dasar kamu ya!! ",, jawab dari Chico kepada Ava.
" Iya-iya maaf, dan tolong sampaikan maafku kepada tante Elsa ya Chico ",, kata Ava kepada Chico sambil tersenyum walau Chico tidak bisa melihatnya.
Sedang Derral dia masih diam saja sambil terus ikut mendengarkan perbincangan dari Chico bersama Ava.
" Bilang saja sendiri, enak saja kamu menyuruhku untuk menyampaikan maafmu itu!! ",, jawab dari Chico kepada Ava.
" Nanti jika kamu bertanya ini dan itu kepadaku atau Via lagi, tidak akan kami jawab, kami kapok bercerita kepadamu yang ujung-ujungnya di buat cerita tapi tidak sesuai dengan kenyataanya ",, kata Chico lagi kepada Ava.
" Tapi masih mending aku sih di dalam cerita itu, nah suami kamu, kenapa kamu buat Derral menjadi duda yang nelangsa Ava, tapi jujur aku suka bab ketika Derral sedang menderita begitu ",, kata Chico kepada Ava sambil langsung tertawa dengan terbahak-bahak.
Ava pun langsung ikut-ikutan tertawa sama seperti Chico, sedangkan Derral dia langsung saja mengata-ngatai Chico dengan perkataan yang cukup kasar.
Bukannya marah, Chico malah semakin senang saja bisa mengejek balik seorang Derral.
" Sudah ah, itu suami kamu sudah seperti 4n71n9 yang kebelet mau kawin marah-marah terus, lagi pula aku cuma ingin mengatakan itu saja kepadamu Ava, aku tutup dulu teleponnya, daa ",, kata Chico kepada Ava.
" Iya daaa ",, jawab Ava kepada Chico sambil masih tertawa pelan.
Dan akhirnya sambungan telepon mereka pun terputus juga.
Ava yang masih tertawa dia langsung saja kembali memeluk Derral yang sedang menunjukkan wajah cemberutnya, karena baru saja di tertawakan oleh Chico.
" Eeh sayang ko Chico bisa tahu cerita novel kamu, apa dia dan Via sudah kamu kasih buku novel kamu?? ",, tanya dari Derral kepada Ava.
" Iya, tadi Mommy minta dua buku dari penerbit, dan yang satunya sengaja Mommy berikan kepada Chico dan Via sebelum di terbitkan di pasaran ",, jawab dari Ava kepada Derral.
" Dan kita sudah tahu bagaimana reaksi mereka ketika sudah membaca buku novel milik Mommy ",, kata Derral kepada Ava.
" Iya, dan sangat lucu sekali reaksi mereka Daddy ",, kata Ava kepada Derral sambil tertawa.
" Iya memang lucu, sudah yuk Mommy kita tidur, sudah malam, nanti kita akan bergadang lagi jika baby Daneen terbangun dari tidurnya ",, jawab dari Derral kepada Ava.
Ava tidak menjawab perkataannya Derral, dia memilih langsung memeluk tubuhnya Derral dengan sangat erat sekali.
Dan selanjutnya mereka pun memilih mengistirahatkan tubuh mereka, supaya esok bisa menyambut hari yang baru dengan kelucuan dari baby Daneen anak pertama mereka.
Semua kejadian yang terjadi adalah kisah nyata dari Ava dan Derral, yang sengaja di tuangkan di dalam sebuah buku novel dengan di bumbui sedikit bumbu oleh Ava supaya semakin menarik.
Ava dan Derral hidup bahagia dengan anak-anak mereka, walau ada selisih paham, dengan adanya sifat kedewasaan mereka selalu bisa menyelesaikannya dengan kepala dingin.
So berbahagialah untuk kalian semua dengan pasangan kalian masing-masing, anggaplah setiap ujian yang ada, untuk menuju kedewasaan dalam menjalani sebuah hubungan😊.
...END...
Sekian novel dari saya, terimakasih sudah berkenan mampir dinovel saya yang ini sampai tamat🤗.
Jangan lupa mampir di novel terbaru saya ya reader yang berjudul DIA JODOHKU🤗😊.
Bye, salam kenal dari saya🥰🥰🥰
Maria_azis.
..........*****..........