Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
StreSss



Ava keluar dari dalam ruang kerjanya Derral dengan keadaan yang sangat marah sekali sambil membanting pintu kaca miliknya Derral hingga pintu kacanya Derral sampai sedikit retak dibagian pinggirnya.


Padahal kaca pintu ruangannya Derral cukup tebal sekali ukurannya, tapi ketebalan dari kaca pintu ruangannya Derral, tidak setebal kemarahannya Ava kepada Derral.


Namun Ava tidak memperdulikannya, kalau bisa pintu kaca itu pecah sekalian fikirnya Ava.


Ego, Dian, dan kedua karyawanannya Ava pun, mereka semua yang baru saja sampai dilantai ruangan kerjanya Derral berada.


Mereka melihat wajah marahnya Ava yang sungguh sangat terlihat marah sekali ketika baru saja keluar dari dalam ruang kerjanya Derral.


Dan Ava sendiri dia hanya melewati saja mereka semua tanpa menyapa atau menyuruh Dian dan kedua karyawannya untuk mengikutinya.


Dian yang melihat atasan sekaligus sahabatnya yang terlihat marah seperti itu, dia langsung saja berpamitan kepada Egon dengan segera dan diikuti oleh kedua karyawan yang lainnya juga.


" Iya Nona Dian, terimakasih atas kunjungannya ",, jawab Egon kepada Dian dengan sopan, sambil sedikit menundukkan badannya.


Setelah kepergian dari Dian dan kedua karyawannya Ava, Egon langsung saja bergegas masuk kedalam ruang kerjanya Derral untuk melihat keadaannya Derral.


" Tuan, Tuan Derral apa yang sebenarnya terjadi Tuan, kenapa Nona Ava wajah dia terlihat sangat marah sekali seperti itu ",, tanya Egon kepada Derral yang sedang diam saja bak patung hidup dengan sambil mengepalkan kedua telapak tangannya.


" Saya tidak bisa mengontrol egoku Egon, tamatlah riwayatku, biarlah saja Papi akan mengambil saham diPerusahaanku ",, jawab Derral kepada Egon.


" Tuan, bukannya saya tidak mau membantu anda, saya sudah menyerah Tuan jika harus mendapatkan seorang investor dalam waktu dekat seperti sekarang ",, kata Egon kepada Derral.


Dan tidak seperti biasanya Egon menyerah dalam membantu Derral, karena biasanya Egon akan selalu bisa menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi oleh Derral.


" Sebab mencari investor dalam waktu dekat seperti ini anda pasti sudah tahu, itu sangatlah susah sekali Tuan, apalagi kita membutuhkan cukup banyak dana untuk menutupi kerugiaan Perusahaannya Tuan Alano ",, sambung lagi perkataannya Egon kepada Derral.


" Bukannya saya mau menyuruh anda Tuan Derral, ini hanya saran dari saya, apapun masalah yang sedang anda hadapi dengan Nona Ava, merendahlah dan meminta maaflah Tuan Derral kepada Nona Ava dengan pelan-pelan dan tulus, karena kerugian yang dialami oleh Perushaannya Tuan Alano tidaklah sedikit jumlahnya, dan anda malah membuang kesempatan begitu besar dari Nona Ava karena ego anda sendiri ",, kata Egon lagi kepada Derral.


" Kalau begitu saya permisi dulu Tuan ",, pamit Egon kepada Derral yang daritadi hanya diam saja dengan posisi masih berdiri membelakangi Egon.


Dan setelahnya Egon langsung saja berlalu pergi dari dalam ruang kerjanya Derral sambil sedikit menundukkan badannya tadi sebelum pergi.


Sedangkan Ava yang sudah masuk kedalam mobilnya lagi, dia masih saja menunjukkan wajah marahnya itu.


Dan Dian dia yang duduk didepan sebelah sopir pun, dia sampai tidak berani bertanya kepada Ava.


" Kembali kekantor ",, hanya kata itu yang Ava keluarkan kepada sopir kantornya.


Dan setelah itu sang sopir langsung saja menjalankan mobilnya menuju kePerusahaannya Ava lagi.


Selama diperjalanan pun, Ava masih saja diam dengan masih menyimpan perasaan marah untuk sikapnya Derral yang sungguh sangat membuatnya muak sekali tadi.


Sedang Derral setelah kepergian dari Egon, dia langsung saja duduk dishofa yang ada didalam ruangannya, sambil sedikit merenung.


" Bagaimanapun juga aku memang sangat membutuhkan bantuannya, sungguh aku sangat gengsi sekali jika harus mengemis kepadanya, tapi ..... ",, kata Derral dengan berbicara sendiri dengan perasaan yang sangat gundah sekali.


Ketika Derral sedang berfikir dan sedang mencoba menurunkan egonya, tiba-tiba saja pintu ruang kerjanya dibuka dari luar dengan sangat kuat sekali.


Dan pelakunya adalah Papi Alano.


Papi Alano tadi yang datang kekantornya sedikit siangan, ketika sedang mencari sekretarisnya yang bernama Varez tidak ada dikantor.


Papi Alano pun langsung saja menghubungi Vares, dan bertanya dimanakah dia berada, karena setahu Papi Alano, Vares maupun dirinya tidak ada jadwal meeting diluar.


Dan Papi Alano langsung saja bertanya kepada Vares


kenapa sepagi itu dia berada diPerusahaannya Derral.


" Saya sedang ingin meeting dengan investor yang ingin menanamkan sahamnya diPerusahaan anda Tuan Alano ",, begitulah jawaban dari Vares kepada Papi Alano.


" Investor, saham, maksudnya bagaimana Vares?? ",, tanya Papi Alano kepada Vares.


" Karena Perusahaan dari Tuan Alano sedang mengalami kerugian sebesar tiga puluh persen, dan Tuan Derral dia sedang mencarikan investor untuk Perusahaan anda Tuan ",, jawab Vares dengan sangat jujur sekali kepada Papi Alano.


Mendengar jawaban dari Vares, Papi Alano dia sangat terkejut sekali, sebab setahu dia Perusahaannya sebelum dia tinggal pergi berlibur dalam keadaan baik-baik saja.


" Kamu tunggu disitu, saya akan segera kekantornya Derral ",, kata Papi Alano kepada Vares.


" Baik Tuan ",, jawab Vares kepada Papi Alano.


Dan setelahnya sambungan telefon mereka terputus juga.


Papi Alano dia segera bergegas untuk menuju kekantornya Derral dan meminta penjelasan dari Vares.


Setelah mengendarai mobilnya sendiri sekitar beberapa menit lamanya, akhirnya Papi Alano sampai juga didepan pelataran kantornya Derral.


Dan Vares pun sudah menunggu Papi Alano didepan loby kantornya Derral sejak tadi.


Papi Alano yang sudah turun dari dalam mobil, dan juga sudah didekatin oleh Vares pun, dia langsung saja bertanya dengan sangat mendetail sekali kepada Vares.


Dan Vares pun juga menjawab dengan sangat jujur sekali kepada Papi Alano apa yang sedang terjadi terhadap Perusahaannya.


Papi Alano sungguh sangat marah sekali kepada Derral, dan dia yang belum mendapatkan penjelasan dari Derral, apakah berita itu benar atau tidak, tapi sudah mendapatkan kabar yang kurang mengenakkan untuk Perusahaannya.


Dan disinilah Papi Alano sudah berdiri didepannya Derral sambil menunjukkan wajah yang tidak bersahabat.


" Papi ",, kata Derral dengan sambil menampilkan wajah terkejutnya itu ketika tiba-tiba melihat Papi Alano sudah berada didalam ruang kerjanya.


" Ada apa??, apa kamu terkejut Derral ada Papi disini, dan kamu juga sudah membuat kerugian untuk Papi karena ulah kamu itu!! ",, kata Papi Alano kepada Derral dengan nada tegasnya.


" Derral bisa jelaskan Pi ",, jawab Derral kepada Papi Alano.


" Jelaskan apa??, hmm??!! ",, kata Papi Alano lagi kepada Derral.


" Jelaskan jika kamu sudah membuat investor diPerusahaannya Papi marah dan meninggalkanmu disini, begitu iya??!! ",, kata Papi Alano lagi kepada Derral dengan nada yang lebih tegas dari sebelumnya sambil berjalan mendekati Derral, yang sedang berdiri terpaku didepan shofa yang didudukinnya tadi.


Dan Papi Alano, bisa tahu tentang hal itu, karena tadi Papi Alano juga sudah bertanya kepada Egon sebelum dia masuk kedalam ruangannya Derral.


Derral hanya bisa diam saja ketika sudah diskakmat oleh Papi Alano.


" Papi tidak mau tahu, dalam satu kali dua puluh empat jam kamu harus bisa menemukan investor untuk Perusahaannya Papi, jika tidak Papi akan mengambil saham yang ada diPerusahaan kamu menjadi atas nama Papi sebanyak lima puluh persen!! ",, kata tegas dari Papi Alano kepada Derral.


Dan setelah berkata seperti itu kepada Derral, Papi Alano dia langsung saja meninggalkan Derral yang sedang semakin kalut, stres serta bingung saja mencari jalan keluar untuk masalahnya itu.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TBC***...