
Istilah yang baru mereka dengar dari Dian membuat telinga Chico sedikit tertarik.
Pasalnya jika diucapkan dilidahnya, lidah Chico merasa seperti lucu saja.
" Ssssttt-sssttt Via ",, kata Chico dengan tiba-tiba kepada Via.
" Apa!! ",, jawab jutek dari Via kepada Chico.
" Belah duren yuk sama saya ",, kata Chico dengan gayanya yang super casanova sekali.
" Enak saja!! ",, jawab Via sambil mencubit pelan perut Chico.
Namun Chico bukannya marah, dia malah langsung saja tertawa lucu kepada Via.
Sedangkan Ava dan Derral sendiri yang melihat tingkah dari Via dan juga Chico mereka langsung saling pandang.
Dan arti dari pandangan mereka, hanya mereka berdua saja yang tahu.
Ketika mereka sedang pada asik saling bercanda karena istilah bel4h dur3n itu, tiba-tiba saja pintu ruang perawatan Ava terbuka dari luar.
Dan pelakunya adalah Aaric yang sudah bisa menenangkan detak jantungnya tadi.
Namun disaat Aaric sudah masuk kedalam ruang perawatan Ava dan melihat Dian lagi, jantung dia entah kenapa langsung saja bertalu-talu lagi seperti tadi.
Bagitupun dengan Dian, yang awalnya dia sudah biasa saja, ketika melihat Aaric masuk kedalam ruang perawatan Ava, membuat Dian entah kenapa menjadi salah tingkah.
Sangat pas sekali yang ada didalam ruang perawatan Ava, dan mereka juga sudah pada saling berpasang-pasangan.
Aaric masih berpura-pura cuek dan dia langsung saja duduk dishofa yang tadi dia dudukin, sambil berusaha menyembunyikan suara detak jantungnya, yang Aaric takutkan jika Dian akan mendengarnya.
" Kak Aaric darimana saja tadi?? ",, tanya Via kepada Aaric.
" Paling dia tadi sedang menidurkan yang sudah bangun ",, jawab Chico menimpali perkataan dari Via tadi sambil menggoda Aaric.
Aaric langsung saja melototkan matanya kepada Chico ketika mendengar perkataan dari Chico.
Sedangkan Chico dia hanya tersenyum lucu saja kepada Aaric.
" Mendiurkan yang sudah bangun??, apa itu Tuan brokoli?? ",, tanya Via kepada Chico.
Dan Via memang benar-benar tidak tahu apa maksud dari perkataannya Chico.
" Mau tahu Nona?? ",, kata Chico kepada Via sambil mengangkat sebelah alisnya.
Sedangkan Dian yang faham akan arti dari perkataan Chico, dia langsung saja menggelengkan kepalanya kepada Via.
Dan Ava serta Derral sendiri yang masih memperhatikan Chico dan Via, mereka masih menunggu jawaban apa yang akan diberikan oleh Via kepada Chico.
" Emmhh, bagaimana ya??, tidak mau aah, tidak penting juga untuk saya ko ",, jawab Via kepada Chico.
Dan Derral langsung saja tersenyum mengejek kearah Chico ketika melihat wajah Chico yang sedikit masam ketika mendengar perkataan dari Via tadi.
" Good ",, kata Ava kepada Via sambil mengacungkan jempolnya.
Sedang Dian sendiri, dia langsung saja mengangguk serta tersenyum kepada Via.
Sebab Via memberikan jawaban yang sudah tepat kepada Chico.
Ketika mereka semua sedang pada bercanda serta berbincang seperti itu, tiba-tiba saja pintu ruang perawatan Ava terbuka lagi dari luar.
Dan yang membuka saat ini adalh Dokter serta suster yang sedang visit keruang perawatan Ava.
Mereka semua langsung saja menyingkir untuk memberikan ruang kepada Dokter itu yang akan memeriksa keadaan dari Ava.
Kecuali Denzel, dia memilih untuk berdiri terus disamping brankar Ava untuk melihat Ava yang sedang diperiksa oleh Dokter.
Setelah beberapa menit Ava diperiksa, gorden penyekat yang tadi ditutup oleh suster langsung saja terbuka lagi yang menandakan jika Ava sudah selesai diperiksanya.
" Terimakasih Dokter ",, kata Ava kepada Dokter itu.
" Kalau begitu kami permisi dulu Nona, Tuan ",, kata Dokter itu lagi kepada Ava dan juga Derral.
Derral dan juga Ava mereka berdua hanya mengangguk serta tersenyum formal saja kepada Dokter tersebut.
Setelah berpamitan kepada Ava dan juga Derral, Dokter tersebut langsung saja berlalu keluar lagi dari dalam ruang perawatan Ava.
" Ngomong-ngomong kalian semua apa tidak lapar??, apa perut aku saja ini yang merasakan lapar?? ",, kata Via dengan tiba-tiba kepada semua orang ketika Dokter tadi sudah berlalu keluar.
" Iya nih, beli makan sana Via sama Tuan Chico ",, kata Ava kepda Via.
" Jangan saya deh, saya beneran capek sekali Ava, karena dari bandara langsung kesini ",, jawab Via kepada Ava.
" Kalau aku meminta tolong kepada kamu Dian, maukah?? ",, kata Via kepada Dian yang sedang duduk dishofa seberangnya.
" Iya baiklah ",, jawab Dian kepada Via.
" Dari dulu tidak pernah berubah ",, sindir Ava kepada Via.
" Aku beneran capek sekali ya Ava, tolonglah mengerti sedikit ",, kata Via kepada Ava.
" Itu Dian pakai ATM aku saja ada didalam dompet ambil saja didalam tas ",, kata Ava kepada Dian dan tidak mempedulikan perkataan dari Via tadi.
" Tidak perlu Ava, biar pakai uang aku saja ",, kata Via kepada Ava.
Sedangkan para laki-laki mereka semua hanya diam saja memperhatikan perbincangan dari para wanita.
" Ini Dian ",, kata Via kepada Dian sambil memberikan serta menyebutkan pin ATMnya.
Dian langsung saja menerima ATMnya Via dan dia langsung saja beranjak berdiri dari duduknya.
" Biar aku antar Dian ", kata Aaric dengan tiba-tiba kepada Dian dan masih didengar oleh semua orang.
Semua orang yang mendengar perkataan dari Aaric, mereka semua langsung saja pada menggoda Aaric dan juga Dian.
" Tidak perlu Kak Aaric, Dian bisa sendiri ",, jawab Dian menolak ajakannya Aaric.
Sebab Dian masih sedikit canggung dengan Aaric karena kejadian tadi.
" Sudah Dian, sama Kak Aaric saja, biar lebih cepat sampainya ",, kata Ava kepada Dian.
Dan Ava memang ingin menjodohkan Kakaknya dengan Dian.
" Iya Nona sama Tuan Aaric saja, kalau sama saya pastinya tidak mungkin, nanti istri saya ini bisa cemburu ",, kata Chico juga kepada Dian, sambil menggoda Via.
" Brokoli beracun ya begitu mulutnya kalau berbicara ",, kata Via dengan nada judesnya kepada Chico, namun Chico tidaklah marah malah dia langsung tertawa dengan cukup keras sekali.
Dian tidak menjawab dan mempedulikan perkataan dari semua orang kepadanya , bahkan menjawab iya kepada Aaric pun tidak.
Dan Dian memilih langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam ruang perawatan Ava untuk membeli makanan.
Ava yang melihat Dian seperti itu, dia langsung saja menyuruh sang Kakak untuk mengejar Dian.
" Kakak kejar Dian, ayo semangat Kak, antar Dian Kak ",, kata Ava kepada Aaric.
" Iya Kak cepat kejar Dian, nanti keburu didekati Dokter tampan yang ada dirumah sakit ini lho ",, kata Via juga ikut menyemangati Aaric.
Dan Aaric yang mendengar perkataan dari Ava dan juga Via, dia langsung saja bergegas menyusul Dian yang baru beberapa langkah berjalan dari depan ruang perawatan Ava.
Entah kenapa Aaric dia ingin terus berada disampingnya Dian semenjak kejadian tadi.
Tapi berbeda dengan Dian, dia malah ingin menghindar terus dari Aaric, karena Dian masih merasa kurang nyaman berada disampingnya Aaric, karena kejadian tidak terduga tadi didepan pintu.
...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...
...***TBC***...