Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
1 SYARAT



Disebuah Negara ada seseorang yang sedang asik dan enjoy menikmati kebebasannya sambil terus memantau sang terkasih dari orang suruhannya.


Siapa lagi kalau bukan Dokter Rava yang belum jera untuk memata-matai Ava.


Dokter Rava melarikan diri keLuar Negeri dengan cara sembunyi-sembunyi karena takut ketahuan oleh para anak buah dari Papah Zohan maupun Derral.


" Kamu cantik sekali sih Ava?? ",, kata Dokter Rava sambil memuja foto Ava yang diambil secara candid.


" Kapan kamu bisa berada didalam pelukanku......., rasanya aku sudah tidak sabar untuk menantikan hal itu terjadi ",, kata Dokter Rava lagi sambil mengusap lembut foto wajah Ava.


" Semua ini gara-gara Derral si4l4n itu, karena dia cintaku dan Ava tidak bisa bersatu!! ",, kata Dokter Rava sambil mengepalkan tangannya.


" Sepertinya aku harus merencanakan hal yang lebih nekat lagi, jika tidak, aku dan Ava tidak akan segera bersatu ",, kata Dokter Rava lagi sambil masih berbicara sendiri.


Setelah berkata seperti itu, Dokter Rava lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


Entah siapa yang sedang ditelefon oleh Dokter Rava, namun satu hal yang pasti orang itu pasti akan disuruh Dokter Rava untuk membuat hubungan Ava dan Derral berantakan.


Semoga rencana dari Dokter Rava sebelum terlaksana, dia sudah terlebih dahulu diketahui keberadaannya oleh Papah Zohan maupun Derral.


Kembali kehotel tempat Via dan Leon menginap.


Setelah Via sudah bersih-bersih badannya dia langsung saja mengajak Leon untuk kembali pulang kerumah mewah milik Leon.


Mereka pulang naik mobil mereka sendiri-sendiri.


Dan untuk Via sendiri dia lagi sedang bingung apakah dia harus pulang sore itu atau tidak, namun jika Via tidak pulang hati dia gelisah terus menerus ingin melihat keadaan dari sang Mamah tercinta.


Sambil menyetir Via terus saja kefikiran dengan kondisi dari sang Mamah.


Sedang Leon sendiri yang berada didalam mobilnya, dia masih anteng mengendarai mobilnya mengikuti mobil Via dari belakang.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit lamanya, akhirnya mobil milik Via dan Leon sampai juga dirumah mewah milik Leon.


Leon yang baru saja keluar dari dalam mobil pun, dia langsung saja dipanggil oleh Via.


" Tuan Singa tunggu....... !! ",, panggil Via kepada Leon.


" Iya ada apa?? ",, tanya Leon kepada Via.


" Bisakah kita berbicara sebentar diruang tamu rumah kamu?? ",, kata Via kepada Leon.


" Iya ",, jawab singkat dari Leon kepada Via.


Setelahnya mereka berdua langsung saja melangkahkan kaki mereka menuju keruang tamu.


" Apa yang ingin kamu bicarakan kepadaku Via?? ",, tanya Leon kepada Via ketika mereka sudah duduk diruang tamu.


" Eem Tuan Singa, maukah kamu berpura-pura menjadi kekasihku, untuk kali ini saja, bantu aku ya....... ", kata Via kepada Leon.


" Tidak.......!! ",, jawab singkat dari Leon kepada Via.


" Ayolah Tuan Singa, bantu saya ya........., Mamah menyuruhku pulang karena dia sedang sakit, jika tiba-tiba aku pulang tidak bersama kamu, aku takut Mamah sakitnya tambah parah ",, kata Via mencoba membujuk Leon.


" Tidak!! ",, jawab tidak lagi dari Leon kepada Via.


Via pun dia langsung saja menunjukkan wajah cemberutnya kepada Leon.


" Ayolah Tuan Singa, jangan begitu dong,........ ",, kata Via lagi kepada Leon.


" Baiklah aku mau......... ",, kata Leon kepada Via sambil menjeda perkataannya.


" Yes!! ",, kata Via dengan sangat senang sekali kepada Leon.


" Tapi ada syaratnya ",, kata Leon sambil menatap Via dengan sangat lekat sekali.


" Apa itu syaratnya, aku siap akan memenuhinya Tuan Singa ",, jawab Via dengan sangat bersemangat sekali kepada Leon.


Leon pun langsung saja tersenyum miring kepada Via ketika mendengar jawaban dari Via.


" Iya, aku janji akan memenuhi syarat dari kamu ",, jawab mantap dari Via kepada Leon.


" Kalau begitu puaskan dan layani aku sekarang juga apa kamu sanggup Via....?? ",, kata santai dan tenang dari Leon kepada Via.


Via pun langsung saja diam seketika ketika mendengar perkataan dari Leon.


" Huh!!, kamu pasti tidak mau kan.........?? ",, kata Leon kepada Via ketika melihat keterdiaman dari Via.


" Sudah aku duga, wanita pasti akan baik ketika dia sedang butuh, dan jika tidak pasti dia akan membuang serta mencampakkan kita para laki-laki ",, kata Leon lagi kepada Via.


Setelahnya Leon langsung saja berdiri meninggalkan Via untuk menuju kedalam kamarnya.


Dimata Via, ketika Leon berkata seperti itu kepadanya, ada luka tersendiri yang pernah dirasakan oleh Leon dahulu dengan seorang wanita, yang mana membuat sikap Leon menjadi seperti sekarang kepada seorang wanita.


Sedang Leon sendiri dia memang sengaja memberikan syarat seperti itu kepada Via.


Karena dia tidak mau jika kebaikannya cuma dianggap angin lalu dan dimanfaatkan saja seperti dahulu ketika dia sudah terjerat dengan pesona dari wanita yang ditolongnya.


Itu semua tidak terlepas dari kisah masa lalunya dengan sang mantan kekasih yang berawal cuma menjadi tempat curhat dari wanita yang dicintainya dulu.


Leon pun sebenarnya dia bukan pemain wanita, dan wanita yang pernah dicintainya dulu, dia begitu dijaga, dimanja serta disayang sekali oleh Leon.


Namun apa yang Leon dapatkan, hanya kekecewaan dan sakit hati yang belum ketemu obatnya setelah lima tahun berlalu.


Via yang ditinggal pergi oleh Leon, dia langsung saja melamun dan memikirkan sesuatu.


Entah apa yang difikirkan oleh Via, namun Via terlihat sangat serius sekali.


Dan ketika sudah berfikir dengan sangat serius seperti itu, Via tiba-tiba saja langsung berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kedalam kamar Leon yang ada dilantai dua.


Leon sangat terkejut sekali ketika dia membuka pintu kamarnya ternyata Vialah yang sedang mengetuknya.


" Ada apa Via?? ",, tanya dingin dari Leon kepada Via.


" Emm, baiklah aku mau memenuhi syarat dari kamu itu Leon ",, kata Via kepada Leon.


Leon pun semakin terkejut saja ketika mendengar perkataan dari Via.


Namun Leon cepat-cepat langsung saja mengembalikan mimik mukanya supaya dia tidak terlihat terkejut didepan Via.


" Tapi aku juga mengajukan satu syarat kepadamu sebelum kita melakukan hal itu ",, kata Via kepada Leon.


" Apa itu syarat dari kamu Via?? ",, tanya Leon sambil menyandarkan tubuhnya didepan pintu dengan kedua tangan yang menyilang diatas perutnya.


" Setelah melakukan itu aku ingin kamu menikahiku secepatnya, karena aku bukan wanita panggilan Leon ",, jawab Via kepada Leon.


Leon pun langsung saja tersenyum miring yang sangat dingin sekali, seperti meremehkan perkataan dari Via.


Leon belum bisa move on dari kisah masa lalunya itu, hingga dia tanpa sadar dia menganggap Via sama saja seperti mantan kekasihnya dulu.


" Apakah aku bisa percaya dengan perkataanmu itu Via?? ",, tanya Leon dengan santai kepada Via.


" Terserahlah jika kamu tidak percaya, namun satu hal yang pasti, aku ciuman saja tidak pernah apalagi melakukan hal itu dengan laki-laki ",, jawab tegas dari Via kepada Leon.


Setelahnya tanpa mau mendengar perkataan dari Leon lagi, Via langsung saja keluar lagi dari rumah mewah milik Leon dan mengendarai mobilnya untuk kembali pulang kerumah kedua orang tuanya, tanpa mengajak Leon.


...πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„...


Yah baru saja baikkan, marahan lagi sekarang😌.


Tuan Singa kebekuan hatinya mbok ya dicairke sithik wae ngono lho😬.


...πŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈ...


...***TBC***...