
Papah Zohan dan Papi Alano mereka berdua hampir bersamaan datangnya kegedung apartemen tersebut bersama para anak buah mereka masing-masing.
Dan kedatangan dari Papah Zohan serta Papi Alano bersama para anak buahnya, langsung membuat gempar penghuni atau pengunjung, serta para staf kantor gedung apartemen tersebut.
Pasalnya pakaian Papah Zohan dan Papi Alano terlihat sekali jika mereka berdua bukan orang sembarangan, terlebih begitu banyak pengawal serta bodyguard yang berbadan kekar sedang mengikuti mereka dibelakang mereka berdua.
" Tuan Zohan ",,
" Tuan Alano ",,
Kata dari Papah Zohan dan Papi Alano ketika mereka berpas-pasan masuk kedalam loby apartemen.
" Apakah anda............ ?? ",, tanya Papi Alano kepada Papah Zohan.
" Iya dan kita harus secepatnya membantu Derral ",, jawab Papah Zohan kepada Papi Alano.
Papah Zohan dan Papi Alano langsung saja bergegas menuju kedalam kamar apartemen milik Fara dan Dokter Rava dengan diantarkan oleh salah satu anak buah yang sudah menunggu kedatangan mereka berdua daritadi.
Sedang didalam kamar apartemen Fara tepatnya didalam kamar pribadi mereka, Fara masih terus mencum6u wajah Derral dengan ciuman dan cum6u4n yang gerakannya sangat 53n5u4l sekali.
Bahkan Fara tidak segan memajukan kedua bukit kembarnya dan dia sentuhkan kewajah Derral yang masih belum sadarkan diri itu.
Walau Derral belum merespon Fara sama sekali, tapi Fara pun juga mend354h keenakan karena ulahnya sendiri diwajah Derral.
" Aaaaaaaah, dia diam saja aku sudah basah dibagian bawahku ",, kata Fara sambil memegangi miliknya.
Dan untuk Dokter Rava sendiri dia terus merekam apa yang sedang dilakukan oleh Fara kepada Derral sambil tersenyum puas.
Melihat Fara sedang memegangi miliknya yang sudah basah, Dokter Rava dengan sengaja langsung saja mencu61t pelan milik Fara dari arah belakang ketika Fara sedang menyun991n9kan p***tnya seperti itu.
" Aaaawwww nakal ya tangan kamu Rava ",, kata Fara dengan suaranya yang nakal.
Dokter Rava hanya tersenyum sok tampan saja kepada Fara.
Sungguh ketampanan yang dimiliki Dokter Rava sangat tidak berguna sekali, sebab dia gunakan untuk hal-hal yang membuat dirinya hancur dikemudian hari.
Setelah berkata seperti itu kepada Dokter Rava, Fara lalu mencoba men99353k-9353kkan miliknya keperut Derral dengan gerakan yang membuat dirinya memejamkan matanya.
" Sungguh sepertinya aku sangat tergila-gila dengan tubuh kamu Derral ",, kata Fara sambil memejamkan matanya sambil juga terus men99353kkan miliknya yang sudah basah keperut Derral.
Sedangkan berpindah diluar kamar mereka berdua, semua anak buah dari Derral sudah menggeledah seisi dalam apartemen tersebut, namun hanya satu kamar yang belum mereka geledah.
Sebelum mereka membuka kamar Fara dan Dokter Rava, mereka sedikit mendengar suara seseorang didalam kamar tersebut, namun tidak terlalu jelas.
" Mereka ada didalam ",, bisik dari salah satu anak buah kepada semua teman-temannya.
Ketika mereka sedang bersiap-siap ingin membuka kamar tersebut, tiba-tiba saja mereka semua mendengar suara kunci kamar terbuka dari dalam.
Alhasil mereka semua langsung saja bersembunyi supaya tidak ketahuan oleh Dokter Rava.
Disaat pintu kamar sudah terbuka, Dokter Rava langsung saja keluar dari dalam kamar dan langsung menuju kearah dapur.
Rupanya Dokter Rava sedang ingin mengambil minum untuknya sendiri karena dia merasa haus.
Untuk Papah Zohan dan Papi Alano sendiri yang sudah sampai didepan kamar apartemen Fara dan Dokter Rava, mereka berdua langsung saja mengatur strategi.
Walau mereka tidak tahu apa yang akan mereka hadapi nantinya didalam, yang namanya strategi harus mereka terapkan.
" Ok kalau begitu, sekarang kita coba untuk memencet belnya terlebih dahulu ",, kata Papi Alano kepada Papah Zohan.
Papah Zohan langsung saja mengangguk kepada Papi Alano.
Dokter Rava sedikit terkejut bahkan dia sampai tersedak air yang dia minum ketika mendengar suara bel pintu apartemennya berbunyi.
" Siapa yang berani datang kesini??, oh atau jangan-jangan anak buah tadi yang disuruh untuk beli obat?? '',, kata Dokter Rava kepada dirinya sendiri.
Apa yang sedang dilakukan dan dikerjakan oleh Dokter Rava dilihat jelas oleh semua anak buah Derral yang sedang bersembunyi.
Sebelum Dokter Rava membuka pintu apartemennya, dia langsung saja mencoba melihat dari balik lubang pintu.
Dan alangkah terkejutnya Dokter Rava ketika dia sudah melihat siapa yang ada dibalik pintu apartemennya.
" Gawat!!!, bagaimana bisa Tuan Zohan ada didepan kamar apartemenku??!! ",, kata Dokter Rava dengan sangat ketakutan sekali.
" Tenang-tenang, aku harus tenang sekarang ........... berfikir Rava berfikir ",, kata Dokter Rava kepada dirinya sendiri.
" Tidak ada waktu untuk kabur, sekarang yang harus aku lakukan adalah menghadapi mereka ",, kata Dokter Rava dan dia langsung saja memakai topeng penyamarannya lagi yang dia pakai tadi dihadapan Derral.
Setelah selesai memakai topeng penyamarannya lagi, Dokter Rava langsung saja membukakan pintu apartemennya yang daritadi bellnya berbunyi terus menerus.
Sedangkan kembali kedalam kamar pribadi Fara, saat ini Fara yang sudah tidak tahan dengan apa yang dia lakukan kepada Derral.
Fara sedang mencoba membuka sabuk yang dipakai oleh Derral.
Setelahnya Fara langsung saja mencoba membuka zipper celana yang dipakai oleh Derral.
Walau Fara mendengar pintu kamarnya dibuka dari luar, dia sama sekali tidak mengalihkan pandangannya kearah pintu tersebut.
Sebab dia sedang asik ingin melepaskan celana yang dipakai oleh Derral, terlebih lagi Fara sudah tidak tahan ingin melihat tongkat baseball milik Derral yang tersembunyi didalamnya.
Fikir Fara yang sedang masuk kedalam kamarnya adalah Dokter Rava, tapi dugaan dia pun salah besar.
Karena ketika Fara sedang mencoba menarik celana d4l4m yang dipakai oleh Derral, tiba-tiba saja kepala dia langsung ditodong dengan banyak pistol dari semua arah.
Sontak saja hal itu membuat Fara langsung saja mengalihkan pandangannya kearah semua ruangan.
Fara sangat terkejut sekali ketika sudah mengalihkan pandangannya, dia melihat begitu banyak laki-laki berpakaian jas serba hitam berkumpul didalam kamarnya dan sedang menyergapnya menggunakan pistol seperti itu.
" Jangan berteriak, atau pistol dari kami semua akan menembus kepala anda Nona!! ",, kata dingin dari salah satu anak buah kepada Fara.
Fara pun akhirnya hanya diam saja karena dia merasa sangat ketakutan sekali.
Dan setelah itu semua anak buah langsung saja mengamankan Fara dengan cara melakban kedua tangan serta kedua kakinya dan melakban mulutnya juga tanpa mengijinkan Fara memakai pakaiannya terlebih dahulu.
Sedang diluar kamar, tepatnya diruang tamu apartemen tersebut Papah Zohan, Papi Alano dan juga Dokter Rava mereka bertiga sedang duduk dengan saling berpandangan.
" Maaf Tuan, anda siapa, dan ada keperluan apa Tuan-tuan datang kemari?? ",, kata Dokter Rava sambil berakting sebagai seorang laki-laki yang sudah berumur.
" Dari laporan anak buah saya, anak saya Derral dia berada disini!!, dimana Derral sekarang Tuan?? ",, kata Papi Alano kepada Dokter Rava.
" Tuan Derral siapa ya Tuan, maaf saya tidak mengenalnya?? ',, tanya Dokter Rava masih berakting.
" Laki-laki muda yang katanya menabrak anak anda Tuan ",, sahut dari Papah Zohan kepada Dokter Rava.
" Oh Tuan itu, dia sudah pergi daritadi Tuan, ketika anak buahnya sedang membelikan obat untuk saya?? ",, jawab Dokter Rava dengan terlihat santai didepan Papah Zohan dan Papi Alano.
Tapi kenyataannya Dokter Rava dia sedang sangat ketakutan dan sedikit gemetaran jika penyamarannya terbongkar oleh Papi Alano dan Papah Zohan.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...