
Sedang kita geser keVia lagi.
Via yang sudah selesai membayar semua barang belanjaannya, saat ini dia sudah berada didalam mobilnya.
Dan Via langsung saja menjalankan mobilnya untuk pulang menuju kerumah mewah milik Leon.
Via masih belum sadar, jika ponselnya tidak berada didalam tasnya, dan tertinggal dikantor Leon.
Setelah bermenit-menit lamanya berkendara, akhirnya Via sampai juga dirumah mewah milik Leon.
Ketika Via baru saja masuk kepelataran rumah mewah Leon, Via melihat ada mobil milik Leon sudah terparkir rapi didalam garasi.
" Lho itu kan mobil Tuan Leon, apakah dia sudah pulang, ini kan baru jam lima sore?? ",, kata Via ketika dia melihat mobil Leon sudah terparkir didalam garasi.
" Eh tapi kan aku tidak tahu jadwal dia pulang, biar sajalah, ayo mari kita masuk ",, kata Via sambil masih berbicara sendiri.
Setelahnya Via langsung saja keluar dari dalam mobilnya sambil membawa semua barang belanjaannya kedalam rumah mewah milik Leon.
Ternyata Leon melihat semua dari balik jendela kaca kamarnya apa yang sedang Via lakukan tadi ketika dia baru saja keluar dari dalam mobil.
Leon sore itu memang sengaja pulang awal hanya karena dia sedang membawa ponsel milik Via yang daritadi berbunyi terus menerus.
Sebenarnya Leon hari itu dia harusnya pulang jam tujuh malam, namun kali ini Leon ijin terlebih dahulu untuk pulang awal dengan alasan ada urusan yang tidak bisa ditinggal.
Dan Via yang sudah masuk kedalam rumah, dia langsung saja membawa semua barang belanjaan kedalam dapur milik Leon.
Tanisa yang ingin mengambil camilan didalam kulkas, dia sedikit terkejut ketika melihat banyak barang belanjaan yang dibeli oleh Via.
" Astaga Nona Via, banyak sekali belanjaannya??, apakah anda sedang memborong satu supermarket ?? ",, kata Tanisa kepada Via.
" Tolong ambilkan saya minum dulu dong Via, nanti baru saya jawab perkataan darimu tadi ",, kata Via kepada Tanisa.
Dan Tanisa pun langsung saja mengambilkan air minum dari dalam kulkas untuk dia berikan kepada Via.
" Aah segarnya ",, kata Via ketika dia sudah meminum air putih dingin itu.
" Aku sengaja beli banyak, karena tadi stok makanan yang ada didalam kulkas sudah saya masak, dan sebagian bahan ini akan saya masak untuk makan malam nanti ",, kata Via kepada Tanisa.
" Apakah disini tidak ada pembantu Tanisa, karena saya tidak melihat ada pembantu sama sekali disini?? ",, tanya dari Via kepada Tanisa yang sedang duduk dikursi sampingnya.
" Ada satu Nona, namun untuk satu minggu yang akan datang, dia libur bekerja Nona, karena balik kekampung halamannya, tapi pembantu yang ada disini tidak tidur disini, dia berangkat pagi dan pulang sore, sebab Kak Leon tidak suka ada orang asing yang ditidur dirumahnya ",, jawab dari Tanisa kepada Via.
Dan Via langsung saja beroh ria saja kepada Tanisa.
" Tolong simpanin semua ini kedalam kulkas dulu ya Tanisa, karena saya mau mandi, rasanya badanku seperti ada lemnya, lengket semua ",, kata Via keapda Tanisa.
" Baik Nona ",, jawab Tanisa kepada Via.
Setelahnya Via langsung saja pergi meninggalkan Tanisa untuk masuk kedalam kamar yang semalam dia tempatin.
Didalam kamar Via langsung saja mandi sore untuk menghilangkan keringatnya.
Namun alangkah sialnya Via, ketika dia baru ingat jika baju yang diambilnya dari dalam butiknya sudah kotor semua, sebab dia cuma mengambil dua pasang saja berikut dengan ********** juga.
Via yang masih menggunakan bathrobe dengan rambut basah yang dia kuncir asal, Via langsung saja keluar dari dalam kamarnya untuk mencari Tanisa.
Via yang tidak tahu dimana letak kamar Tanisa, dia hanya bisa berteriak-teriak saja memanggil nama Tanisa.
Untungnya Tanisa berada diruang keluarga sedang menonton televisi, jadi ketika Via memanggilnya untuk satu kali saja Tanisa langsung saja menyahut panggilan dari Via.
" Boleh Nona, mau meminta tolong apa kepada saya?? ",, jawab Tanisa kepada Via.
" Tolong ambilkan baju lagi dong didalam butik saya, baju yang saya ambil kemarin sudah kotor semua ",, kata Via kepada Tanisa.
" Apakah Nona Via mau memakai baju saya dulu Nona?? '',, kata Tanisa kepada Via.
" Lihatlah badan kamu dan badanku sangat beda jauh Tanisa, apakah saya akan muat jika memakai bajumu?? ",, kata Via kepada Tanisa.
Dan Tanisa pun langsung saja tertawa lucu ketika mendengar perkataan dari Via.
Sebab memang badan Via sangat tinggi semampai bak model seperti biasanya, sedangkan Tanisa saja tinggi dia hanya sekita seratus lima puluh tujuh centi meter saja.
" Iya baiklah sebentar saya ambilkan dulu ya Nona, tapi apa Nona tidak apa-apa memakai bathrobe dulu seperti ini?? Kak Leon ada didalam kamarnya lho, apa Nona tidak takut diterkam sama Singa?? ",, goda Tanisa kepada Via.
" Tenang saja, Kakak kamu yang dingin seperti salju itu, dia tidak bernaf5u denganku ",, jawab Via kepada Tania.
Sambil berdiri dari duduknya Tanisa langsung saja tertawa lucu ketika mendengar jawaban dari Via.
Setelah itu Tanisa berpamitan kepada Via untuk bersiap-siap didalam kamarnya terlebih dahulu.
Sedang Via sepeninggalan dari Tanisa, dia memilih langsung saja melangkahkan kakinya menuju kedalam dapur untuk menyiapkan bahan-bahan yang ingin dimasaknya malam itu.
Tanisa yang sudah siap, tanpa berpamitan lagi kepada Via, dia langsung saja berlalu pergi dari dalam rumah menggunakan mobilnya yang terparkir disamping mobil milik Leon.
Sedang Via dia malah lagi asik memotong-motong sayuran yang ingin dimasaknya dengan percaya dirinya hanya menggunakan bathrobe saja seperti itu.
Leon yang baru saja turun dari dalam kamarnya, dan ingin mengambil minum didalam kulkas, dia langsung saja melototkan matanya ketika melihat Via memasak didalam dapurnya hanya menggunakan bathrobe saja.
" Ehem.......!! ",, Leon sengaja berdeham untuk mengalihkan pandangan dari Via.
Dan Via yang mendengar dehaman dari Leon, dia langsung saja menolehkan pandangannya kebelakang.
" Eh Tuan Singa, masakannya belum siap... apakah anda sudah merasa lapar?? ",, kata Via sambil terus sibuk memasak masakannya.
" Apakah anda tidak punya baju Nona, hingga memasak hanya menggunakan bathrobe seperti itu?? ",, tanya balik dari Leon kepada Via.
" Oh baju saya habis Tuan Singa, dan itu lagi diambilkan Tanisa didalam butik saya ",, jawab Via kepada Leon.
Dan Leon tanpa berkata lagi kepada Via dia langsung saja pergi meninggalkan Via didalam dapur sendirian.
Via yang melihat Leon pergi meninggalkannya, dia hanya cuek-cuek saja dan tidak mempedulikannya.
Ketika Via sedang sibuk ini dan itu didalam dapur, tiba-tiba saja ada orang yang berdiri disampingnya sambil memberikan sebuah kaos serta celana pendek yang masih terbungkus rapi didalam plastiknya.
" Astaga Tuan Singa, anda mengagetkan saya saja ",, kata Via kepada Leon.
Dan orang itu ternyata Leon yang baru saja mengambilkan sebuah kaos dan celana pendek miliknya yang masih baru untuk dia berikan kepada Via.
" Itu pakai dulu ",, kata singkat dari Leon kepada Via.
Dan Via yang melihat baju serta celana pendek pemberian dari Leon, dia langsung saja mematikan kompornya terlebih dahulu.
Setelahnya Via langsung saja masuk kedalam kamar mandi yang ada didalam dapur untuk memakai kaos pemberian dari Leon tadi.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...