
Papah Zohan yang sudah melihat Derral mematikan sambungan telefonnya itu pun, dia langsung saja mencoba bertanya kepada Derral apa yang tadi sudah dijelaskan oleh Egon kepadanya.
" Apa saja yang Egon katakan kepada kamu Derral?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada Derral.
" Dia melaporkan jika dalang dari semua ini sudah terungkap Papah ",, jawab dari Derral kepada Papah Zohan.
" Siapa orangnya?? '',, tanya Papah Zohan lagi kepada Derral.
" Wanita yang dari dulu mengejar-ngejar Derral namun selalu Derral tolak, dan terakhir tadi Derral sudah sangat muak sekali dengannya, dan memutuskan memilih Ava, namun dia tidak terima dan langsung saja menyewa pembunuh bayaran untuk mencelakai Derral Papah ",, jawab Derral lagi kepada Papah Zohan.
" Siapa nama dari wanita itu, dan apa marganya?? ",, tanya Papah Zohan lagi dan lagi kepada Derral.
" Caroline Papah, nama lengkapnya Caroline Besse Ambrosius ",, jawab Derral kepada Papah Zohan.
" Ambrosius?? ",, ulang kata dari Papah Zohan kepada Derral.
Dan Derral hanya mengangguk saja kepada Papah Zohan.
" Apakah dia anak dari Tuan Amos Ambrosius pemilik dari Perusahaan PT A.A National Derral?? ",, tanya Papah Zohan lagi kepada Derral.
" Benar Papah??, apakah Papah mengenal Tuan Amos?? '',, tanya balik dari Derral kepada Papah Zohan.
" Kenal, kenal sekali Derral, bahkan dia masih mempunyai hutang kepada Papah sebanyak tiga ratus lima puluh ribu euro yang sampai saat ini belum dia bayarkan sama sekali kepada Papah ",, jawab dari Papah Zohan kepada Derral.
Dan tiga ratus lima puluh ribu euro jika dirupiahkan sekitar lima miliar dua ratus tujuh puluh empat juta sekian.
" Waah itu jumlah yang cukup banyak sekali lho Pah??, apa Papah tidak mau menagihnya?? ",, tanya Derral kepada Papah Zohan yang sedang duduk dishofa seberangnya.
" Sudah, dan kami juga sudah mempunyai janjian, jika dalam waktu dua bulan dia tidak bisa melunasi semua hutang-hutangnya, Perusahaan dia akan menjadi milik Papah ",, jawab Papah Zohan kepada Derral.
" Tapi mengetahui jika anaknya sudah berbuat jahat seperti ini, sepertinya tidak perlu membutuhkan waktu sekitar dua bulanan, karena anak dia sudah membuat Papah marah ",, sambung lagi perkataan dari Papah Zohan kepada Derral.
" Terus apa yang ingin Papah lakukan sekarang?? ",, tanya Derral kepada Papah Zohan.
" Ayo kita sekarang kemarkas kamu, nanti kamu akan tahu sendiri apa yang ingin Papah lakukan disana, dan biar Papah saja yang menghukum wanita itu!! ",, kata dari Papah Zohan kepada Derral.
" Apa Papah serius?? ",, tanya Derral lagi kepada Papah Zohan.
" Apa hal seperti ini, kita harus bercanda dulu Derral?? ",, tanya balik dari Papah Zohan kepada Derral.
" Baiklah Pah, ayo Derral antarkan ",, jawab Derral kepada Derral.
Dan mereka berdua akhirnya sama-sama berdiri dari duduk mereka untuk berpamitan kepada Mamah Gretl.
" Mah kita berdua ada urusan dulu sebentar, Mamah jagain Ava dulu ya, tenang saja ada anak buah Papah yang berjaga didepan ",, pamit dari Papah Zohan kepada Mamah Gretl.
" Iya, Papah sama Nak Derral hati-hati dijalan ya ",, jawab Mamah Gretl kepada Papah Zohan dan masih didengar oleh Derral.
Namun sebelum mereka berlalu keluar dari ruang perawatan Ava, Derral tiba-tiba saja berjalan kesamping brankar Ava yang satunya lagi.
Ketika sudah berada disebelah brankar Ava, Derral langsung saja memberikan kecupan manis dan terlihat mesra sekali dipandangan Papah Zohan dan juga Mamah Gretl.
" Cepat sadar dan cepat sembuh Ava, supaya kita bisa berdebat, dan beradu argumen lagi ya ",, kata Derral dengan sangat lembut sekali tepat didepan wajah Ava.
Dan setelah itu Derral langsung saja memberikan kecupan dikening Ava dengan sangat mesra sekali.
Papah Zohan yang melihat adegan mesra didepannya seperti itu, dia hanya tersenyum miring sambil berkata didalam hatinya.
" Titip Ava ya Mah ",, kata Derral kepada Mamah Gretl setelahnya.
Dan setelah itu Papah Zohan dan juga Derral akhirnya benar-benar berlalu keluar dari dalam ruang perawatan Ava untuk menuju kemarkas Derral.
Ketika lift yang mereka naiki baru saja sampai dilantai dasar, dan langsung terbuka pintunya.
Baik Derral maupun Papah Zohan sedikit terkejut ketika didepan mereka sudah ada Papi Alano dan juga Mami Elsie yang sedang menunggu didepan lift untuk naik kelantai ruang perawatan Ava.
" Papi, Mami ",, kata Derral ketika melihat kedua orang tuanya sambil keluar dari dalam lift.
" Derral, Tuan Zohan??, kalian berdua mau kemana?? ",, kata Papi Alano juga kepada Derral dan juga Papah Zohan.
" Mau kemarkas Derral Pi, mau memberikan hukuman kepada dalang dibalik semua ini ",, jawab Derral dengan jujur kepada Papi Alano.
" Bolehkah Papi ikut?? ",, tanya Papi Alano kepada Derral.
" Silahkan Tuan Alano ",, jawab Papah Zohan kepada Papi Alano.
" Baiklah, Mami masuk sendiri ya keruang perawatan Ava, Papi mau ikut sama mereka ",, jawab Papi Alano dan sambil berkata kepada Mami Elsie.
" Iya Pi ",, jawab Mami Elsie kepada Papi Alano sambil tersenyum.
Dan setelah itu Papah Zohan, Derral, dan juga Papi Alano mereka bertiga langsung saja melangkahkan kaki mereka untuk keluar dari dalam rumah sakit menuju keparkiran mobil.
Sedangkan Mami Elsie dia seorang diri langsung saja melanjutkan langkah kakinya juga untuk masuk kedalam ruang perawatan Ava.
Ketika lift yang Mami Elsie naiki sudah sampai dilantai yang dia tuju, Mami Elsie langsung saja berjalan menuju keruangan Ava yang tadi sudah diberikan petunjuknya oleh Derral.
Namun dari jauh Mami Elsie sudah melihat ada dua orang laki-laki berbadan besar dan memakai serba hitam sedang berdiri didepan pintu itu.
" Sepertinya ini ruangannya ",, kata Mamah Elsie sambil berbicara sendiri.
" Maaf Nyonya, Nyonya sedang mencari ruangan siapa?? ",, tanya dari anak buah Papah Zohan kepada Mami Elsie.
Dan didepan ruang perawatan Ava memang ada anak buah dari Papah Zohan yang sedang berjaga, seperti yang dikatakan oleh Papah Zohan tadi.
" Apakah disini benar ruang perawatan menantu saya Ava Tuan-tuan?? ",, tanya balik dari Mami Elsie kepada para penjaga itu.
" Benar Nyonya, dan Nyonya apakah Mamahnya Tuan Derral?? ",, tanya lagi dari anak buah itu kepada Mami Elsie.
" Iya saya Maminya ",, jawab singkat dari Mami Elsie kepada para penjaga itu.
" Mari Nyonya silahkan masuk ",, jawab sopan dari salah satu anak buah kepada Mami Elsie.
Dan setelah itu salah satu anak buah dari Papah Zohan langsung saja membukakan pintunya untuk Mami Elsie.
Mamah Gretl yang sedang termenung sambil melihat kearah Ava, dia sedikit terkejut ketika mendengar suara pintu terbuka dari luar.
Dan disaat Mamah Gretl melihat Mami Elsie yang masuk keruangan Ava, mereka langsung saja bercipika cipiki ala perempuan dengan ramah.
Setelahnya mereka berdua langsung saja mengobrol ringan sambil membicarakan keadaan dari Ava yang masih belum membuka matanya sampai sekarang.
...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...
...***TBC***...