Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
KELUARGA DIAN



Yuk sekarang kita bahas Dian yuk readers yang dari seharian yang lalu sedang sibuk berada didalam pesawat untuk kembali pulang keIndonesia.


Yaps Dian memang melarikan diri dari kenyataan dirinya bersama Aaric untuk kembali keIndonesia Negara tanah airnya tercinta, tempat dia dilahirkan dulu.


Perjalanan antara Spanyol keIndonesia bisa memakan waktu sampai dua puluh jam lamanya, bahkan bisa sampai dua puluh empat jam dan akan transit kedua Negara yang dilaluinya.


Itulah mengapa Dian bisa berada didalam pesawat hampir satu harian penuh.


Dian yang sudah sampai disalah satu Bandara yang ada diIndonesia, dia langsung saja keluar dari dalam Bandara untuk mencari taksi.


Ketika Dian sudah masuk kedalam taksi, dia langsung saja menyebutkan alamat rumah mewahnya kepada sang sopir taksi.


Keluarga Dian tidak ada yang tahu sama sekali, jika Dian hari itu akan pulang dari Spanyol.


Dari Kakak Lii, Ayah Chyou, Mamah Sherlly dan juga Philip adik laki-lakinya, tidak ada yang mengetahuinya sama sekali, sebab Dian memang sengaja tidak memberitahukan kepada mereka semua jika dia akan pulang.


Dian membutuhkan waktu sekitar lima puluh menitan untuk sampai dirumah mewahnya yang ada dikomplek perumahan mewah.


Dan Dian langsung saja masuk kedalam rumahnya, ketika taksi yang dia tumpangi sudah sampai didepan pelataran rumah mewahnya.


Ketika Dian sedang mengetuk pintu, dan yang membukakan pintunya adalah pembantu rumahnya.


Pembantu yang ada dirumah Ayahnya itu langsung saja menyambut kedatangan dari Dian dengan sangat bersuka cita sekali.


" Non Dian astaga Non sudah pulang, sini Bibi bantuin bawa kopernya Non, ayo masuk, Bibi akan panggilkan Nyonya sebentar didalam ",, kata sang Bibi dengan bernada senang melihat kepulangan dari Dian.


Walau Dian tersenyum menanggapi perkataan dari Bibi yang sudah bekerja sejak dia masih kecil, akan tetapi sorot mata dari Dian terlihat sekali jika dia sedang mengalami banyak masalah dan juga bersedih.


" Nyonya-nyonya, ayo lihat siapa yang datang ",, teriak-teriak dari Bibi tadi kepada Mamah Sherlly yang sedang menonton televisi yang ada diruang Keluarga.


" Ada apa sih Bi teriak-ter....... ya ampun Diaaaaan, kamu sudah pulang Nak ",, kata Mamah Sherlly dengan nada yang sangat terkejut sekali ketika melihat Dian sedang berjalan bersama pembantunya.


" Bi, cepat buatnya minum untuk Dian, dan bawa semua barang bawaan Dian kedalam kamarnya ",, perintah dari Mamah Sherlly kepada Bibi tadi.


" Baik Nyonya ",, jawab Bibi tadi lagi kepada Mamah Sherlly.


" Ayo Nak, kita duduk dulu ",, kata Mamah Sherlly kepada Dian sambil mengajak duduk dishofa yang ada diruang keluarga.


" Maafkan Dian ya Mah, yang pulang tidak memberi kabar kepada kalian semua ",, kata Dian kepada Mamah Sherlly.


" Kamu ini bicara apa!! ",, kata Mamah Sherlly sambil memukul pelan lengan Dian.


" Kamu itu kan anak Mamah, jadi ya rumah ini akan selalu terbuka untuk kamu walau kamu pulangnya tengah malam sekalipun ",, lanjut lagi perkataan dari Mamah Sherlly kepada Dian dengan sangat bersemangat sekali.


Dian pun hanya mampu tersenyum tipis kepada Mamahnya, dan tidak bisa tersenyum ceria seperti biasanya.


" Ko sepi sekali Mah dirumah??, dimana Ayah, Kakak sama Phillip?? ",, tanya dari Dian kepada Mamah Sherlly.


" Sebentar lagi Kakak kamu Lii akan pulang dari kantor, kalau Ayah dia sedang berada diluar kota dan untuk adik kamu Phillip dia sudah berangkat les bersama teman-temannya ",, jawab dari Mamah Sherlly kepada Dian sambil tersenyum.


Dan Dian hanya beroh ria saja menanggapi perkataan dari Mamahnya.


Mamah Sherlly yang melihat wajah sedih dan murung dari Dian dia lalu mencoba bertanya kepada Dian.


" Dian wajah kamu ko seperti sedang bersedih, apakah kamu sedang ada masalah Nak dengan Nak Ava?? ",, tanya Mamah Sherlly kepada Dian.


" Tidak Mah, mungkin Dian sedang kecapean karena seharian berada didalam pesawat terus menerus ",, jawab Dian berbohong kepada Mamah Sherlly.


" Iya juga ya, kalau begitu kamu istirahat saja dulu sana Dian, biar nanti lebih fresh lagi badannya ",, kata Mamah Sherlly kepada Dian dan langsung percaya apa kata dari Dian tadi.


" Iya Mah, Dian kekamar dulu ya ",, jawab Dian kepada Mamah Sherlly dengan nada yang terdengar lemas.


Mamah Sherlly pun hanya mengangguk dan juga tersenyum manis saja menanggapi perkataan dari Dian tadi.


Sepeninggalan dari Dian, hati dan perasaan seorang ibu sangatlah kuat sekali yang mengatakan jika Dian terlihat bersedih bukan karena kecapekan didalam pesawat namun karena ada masalah lainnya.


Akan tetapi Mamah Sherlly tidak mau menanyakannya terlebih dahulu kepada Dian sekarang, sebab waktunya sangat tidak tepat sekali.


Sedangkan Dian yang sudah masuk kedalam kamarnya, dia lalu mencoba mengirimi pesan kepada Ava, yang mengatakan jika dia sudah sampai diIndonesia dan tidak tahu kapan akan kembali keSpanyol lagi.


Dian juga mengatakan kepada Ava melalui pesan singkatnya, jika Ava ingin mencari sekretaris pengganti untuk dirinya silahkan saja, sebab Dian juga rasanya susah sekali jika disuruh untuk kembali keNegara Spanyol yang memilik keunikan tersendiri didalamnya.


Dian pun juga menyuruh Ava untuk jangan memberitahukan keberadaannya kepada siapapun terutama Aaric, sebab Dian ingin sekali melupakan Aaric walau Dian sedikit ragu didalam hatinya apakah dia akan hamil anaknya Aaric atau tidak, mengingat jumlah keceb0n9 yang diberikan Aaric kedalam rahimnya sangat banyak sekali.


Setelah Dian puas mengirimkan banyak pesan kepada Ava, dan belum mendapatkan balasan satu pun dari Ava.


Dian lalu mencoba melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kamar mandi.


Dan didalam kamar mandinya Dian mencoba menikmati berendam sejenak didalam bathtube miliknya yang sudah cukup lama tidak dia gunakan untuk berendam itu.


Sedangkan ketika Dian sedang asik berendam, sang Kakak tercinta dari Dian yang bernama Liio Yaoshan pun akhirnya pulang juga dari kantor.


" Sore Mah ",, sapa dari Kak Lii kepada Mamah Sherlly sambil mencium pipi Mamahnya dengan sayang.


" Eh Kakak sudah pulang ",, jawab dari Mamah Sherlly kepada Kak Lii sambil membalas pelukan dari Kak Lii.


" Sepertinya Mamah sore ini sedang sangat bahagia sekali, apa Mamah baru saja mendapatkan arisan?? ",, kata Kak Lii sambil duduk dishofa sebelah Mamahnya.


" Coba tebak kenapa Mamah sore ini terlihat sangat bahagia sekali?? ",, kata Mamah Sherlly kepada Kak Lii.


Kak Lii dia hanya mengangkat kedua bahunya saja menanggpi perkataan dari Mamah Sherlly.


" Adik kamu Dian, dia baru saja pulang dari Spanyol Kak, dan saat ini Mamah sedang menyuruh Dian untuk beristirahat dulu ",, kata Mamah Sherlly dengan sangat senang kepada Kak Lii.


Kak Lii cukup terkejut juga mendengar perkataan dari Mamahnya, sebab memang Dian sudah beberapa bulan belum pulang kerumah.


" Tapi jika kamu ingin menemui Dian nanti saja ya Kak, karena Dian sepertinya dia sedang sangat capek sekali ",, kata Mamah Sherlly lagi kepada Kak Aaric.


" Iya Mah, kalau begitu Lii ijin mau masuk kedalam kamar dulu ya, mau mandi ",, kata Kak Lii kepada Mamah Sherlly.


Dan Mamah Sherlly pun hanya mengangguk saja sambil tersenyum menanggapi perkataan dari Kak Lii.


Setelah itu Kak Lii langsung saja melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kamarnya sendiri.


...πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦...


Apakah nanti jika Dian bertemu dengan Kakaknya, Kakak laki-lakinya itu bisa mengetahui jika Dian sedang bersedih.πŸ€”


Kita tunggu saja kelanjutannya ya readers😁😁


...πŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈ...


...***TBC***...