Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
DERRAL???



Setelah kepergian dari Papi Alano, Derral langsung saja mencoba menghubungi Chico untuk meminta bantuan kepadanya, karena memang Chicolah sahabat dekatnya, dan Derral yakin Chico pasti bisa membantunya.


Namun sayang, Chico yang sedang sibuk diluar Negeri dia sedikit tidak bisa dihubungi oleh Derral padahal sudah beberapa kali coba dihubungi oleh Derral.


" Beren953k!! ",, kata Derral ketika dia tidak bisa mencoba menghubungi Chico.


Dan kalau pun Chico bisa dihubungi oleh Derral, pastilah Chico akan senang hati membantunya, karena uang segitu bagi Chico tidak seberapa jika dibandingkan dengan persahabatannya dengan Derral.


Derral lalu mencoba menghubungi para teman-teman koleganya supaya mau menjadi investor diPerusahaan Papinya itu.


Tapi sayang mereka hanya mau menjadi investor diPerusahaan sang Papi Alano dengan menanamkan saham sebesar dua puluh persen, mentok-mentok sekitar dua puluh lima persen saja.


Dan rata-rata dari mereka jawabannya sama, mereka sudah menjadi investor tetap untuk Perusahaan lain, jikalau pun Derral mau saham yang lebih besar dari dua puluh lima persen itu, Derral harus menunggu sekitar satu minggu lagi.


Ya tentu saja Derral tidak bisa jika harus menunggu begitu lama sekali, karena sang Papi hanya memberikan waktu satu kali dua puluh empat jam saja kepadanya.


" Aaarrrggghhhh!!! ",, teriak Derral ketika dia begitu stres dan kalut sekali.


" Susah sekali mencari investor yang mau menanamkan sahamnya sebanyak lima puluh persen kepadaku ",, kata Derral lagi dengan wajah yang memerah karena marah dan juga stres.


Dan Egon yang mendengar atasannya sedang berteriak seperti itu, dia langsung saja bergegas masuk kedalam ruang kerjanya Derral.


" Tuan Derral??, apakah Tuan Derral tidak apa-apa?? ",, kata Egon kepada Derral ketika dia sudah masuk kedalam ruang kerjanya Derral.


" Egon, kamu segera siapkan surat-surat pernikahanku dengan Nona Ava, dan saya minta sore ini surat itu sudah kamu berikan kepadaku!! ",, perintah tegas dari Derral kepada Egon tanpa melihat kearahnya Egon.


" Baik Tuan ",, jawab Egon kepada Derral.


Dan Egon dia tidak mau banyak bertanya kepada Derral, untuk apa dia disuruh untuk menyiapkan surat-surat pernikahan dengan Ava.


Karena fikir Egon, jika Derral dan Ava mereka berdua adalah sepasang kekasih yang sedang bertengkar.


Egon setelah menjawab perkataan dari Derral dia langsung saja bergegas keluar dari dalam ruang kerjanya Derral untuk segera pergi mencari surat-surat yang diminta oleh Derral.


Sedangkan Derral sendiri, dia juga langsung saja keluar dari dalam ruang kerjanya untuk pergi menuju kePerusahaannya Ava.


Kembali keAva yang tadi masih diperjalanan.


Ketika mobil yang dia naikin sudah berada diperjalanan beberapa menit lamanya, akhirnya mobil itu sampai juga didepan pelataran kantornya.


Dengan sigap Dian langsung saja turun terlebih dahulu, dan dia langsung juga membukakan pintu mobil untuk Ava.


Tanpa banyak berbicara kepada Dian, Ava langsung saja segera masuk kedalam kantornya untuk menuju keruangannya, diikuti oleh Dian dibelakangnya.


Ting, akhirnya bunyi lift berdenting, yang menandakan jika Ava harus segera keluar dari dalam lift yang sudah terbuka itu.


Ava yang sudah keluar dari dalam lift itu, dengan kaki jenjangnya, dia langsung saja melangkahkan masuk kedalam ruang kerjanya, namun sebelum masuk kedalam ruang kerjanya, Ava berpesan terlabih dahulu kepada Dian.


" Dian, saya ingin sendirian, jangan ada yang menggangguku, jika ada yang mencariku, katakan saja jika saya sedang tidak bisa diganggu ",, pesan Ava kepada Dian.


" Baik Nona ",, jawab Dian kepada Ava dengan sopan.


Didalam ruang kerjanya Ava yang ada kamar pribadinya itu untuk beristirahat jika Ava penat dalam bekerjanya.


Ava lalu memilih untuk melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kamar itu.


" Beren953k si Derral ternyata, dia sangat bisa sekali membuat hari pertamaku berangkat bekerja menjadi rusak seperti ini ",, kata Ava ketika dia sudah berada didalam kamar pribadi yang ada didalam ruang kantornya itu, dengan masih menampilkan wajah marahnya.


" Aku sampai kapan pun, tidak akan mau menjadi investor atau menanamkan saham diPerusahaannya atau Perusahaan Papinya itu sampai dia mau mengemis kepadaku!! ",, kata Ava lagi dengan perasaan masih geregetan marah dengan sikapnya Derral tadi.


Setelah berkata seperti itu, Ava lalu melihat jam yang melingkar apik dipergelangan tangan mulusnya.


" Baru jam setengah dua belas, rasanya aku sudah tidak mood sekali untuk melanjutkan bekerja, lebih baik aku tinggal tidur siang saja dulu, untuk menghilangkan rasa bete aku ",, kata Ava lagi dan dia lalu melepaskan jas kerjanya, dan juga sepatu kerjanya untuk segera merebahkan badannya diranjang empuk yang tersedia disitu.


Sedang Derral yang dalam keadaan kalut, dia cukup kencang sekali dalam mengendarai mobil mewahnya itu menuju kekantornya Ava, yaitu PT. ALTHERR COMPANY.


Dan setibanya dipelataran kantornya Ava, Derral langsung saja menyuruh satpam yang ada disitu untuk memarkirkan mobilnya, sedangkan dia segera masuk kedalam ruang kantornya Ava.


Tanpa banyak bertanya kepada resepsionis atau karyawan kantornya Ava, Derral langsung saja bergegas masuk kedalam lift untuk menuju keruangannya Ava yang Derral perkirakan ada dilantai paling atas sendiri.


Sama seperti biasanya, setiap ada Derral para kaum hawa mereka selalu mengalihkan pandangan mereka kearahnya Derral.


Apalagi itu adalah pertama kalinya Derral berkunjung kePerusahaannya Ava.


Sedang tadi diPerusahaannya Derral sendiri adegan Derral yang menggendong Ava diloby kantor, beritanya sudah menyebar dengan sangat cepat sekali disatu Perusahaannya Derral.


Dan mereka semua para karyawannya Derral semakin sangat yakin sekali dengan kedekatannya Derral bersama Ava.


Ada salah satu mata-mata diantara karyawannya Derral yang selalu memberikan informasi kepada seseorang, dan seseorang itu adalah Caroline.


" Nona, tadi wanita yang kemarin digosipkan dengan Tuan Derral, dia datang kekantornya Tuan Derral Nona, dan apakah Nona tahu apa yang dilakukan Tuan Derral kepada wanita itu?? ",, lapor orang kepercayaannya Caroline kepada Caroline.


" Apa??!! ",, tanya Oline dengan sangat tidak sabaran sekali.


" Tuan Derral menggendong wanita itu dengan sangat mesra sekali, dan Tuan Derral juga membawa masuk wanita itu kedalam ruang kerjanya Nona ",, jawab orang itu lagi kepada Caroline.


Sungguh Caroline sangat marah sekali ketika mendengar berita akan hal itu dari orang suruhannya.


Dan sedangkan Derral yang sudah sampai dilantai yang dia yakinin tempat kantornya Ava berada, dia langsung saja melangkahkan kakinya menuju keruangannya Ava.


Dari jauh Derral sudah melihat ada Dian yang tadi datang bersama Ava sedang duduk dimeja kerjanya, dan semakin cepat pula langkah kakinya Derral untuk mendekati mejanya Dian.


" Mohon maaf Tuan Derral, Nona Ava dia sedang tidak ingin diganggu ",, kata Dian kepada Ava ketika Derral sudah berada didepan meja kerjanya.


" Jangan menghalangiku, kamu tidak tahu siapa aku!! ",, jawab Derral kepada Dian dengan wajah tegasnya.


Dan setelah itu Derral tidak memperdulikan Dian lagi, Derral langsung saja masuk kedalam ruang kerjanya Ava serta langsung mengunci pintunya dari dalam, membuat Dian tidak bisa menyusul Derral yang sudah masuk kedalam ruang kerjanya Ava.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TBC***...