
Setelah dijemput oleh anak buahnya, Derral yang sudah sampai didalam mansionnya lagi pun sekitar pukul tiga dini hari.
Derral yang sudah selesai bersih-bersih badannya sebelum tidur, dia lalu mencoba untuk memejamkan matanya sekuat tenaganya.
Dan akhirnya Derral bisa tertidur juga namun tidak bisa nyenyak, sebab didalam fikirannya Derral sedang banyak yang difikirkannya.
Pagi menjelang dan sinar matahari sudah menampakkan sinarnya, Derral baru saja bangun dari tidurnya yang singkat itu sekitar pukul tujuh pagi.
Setelah selesai mandi dan bersiap-siap untuk berangkat kekantornya, Derral hanya sarapan sedikit saja diruang makan yang ada dimansionnya, setelah itu Derral langsung saja berangkat kekantor untuk melihat ada kekacauan apa lagi yang terjadi pagi itu didalam Perusahaannya.
Sedangkan kita geser kemansionnya Keluarga Altherr, Ava yang sudah bangun sejak setengah tujuh pagi tadi.
Dia langsung saja beranjak masuk kedalam kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap berangkat kekantor Papahnya yang sekarang sudah dia ambil alih sepenuhnya kekuasaannya.
Karena sang Papah Zohan memang sudah menyerahkan satu Perusahaan kepada Ava, dan satu Perusahaan kepada Aaric, namun masih dalam pantauannya Papah Zohan.
Ketika Ava sudah selesai bersiap-siapnya, dia langsung saja berlalu keluar dari dalam kamarnya untuk bergabung ikut sarapan bersama keluarganya tercinta itu yang ternyata sudah pada duduk dikursi meja makan.
" Sugeng enjing, Baginda Raja, Baginda Ratu lan Kakandaku, Mugi kita tansah pinaringan rahayu wilujeng, Caket ing rejeki, Tansah manekung mring Gusti "
" ( Selamat pagi, Baginda Raja, Baginda Ratu dan Kakakku, semoga kita selalu diberikan kesehatan, cukup dalam rezeki dan selalu dibimbing oleh Tuhan ) ",, kata Ava ketika dia baru saja masuk kedalam ruang keluarga dan menyapa semua keluarganya menggunakan Bahasa Jawa yang lebih halus kepada keluarganya sambil juga mencium pipi dari Papah dan serta Mamahnya.
Setelah itu Ava langsung saja duduk dikursi makan sebelah sang Kakak yaitu Aaric.
Seperti biasanya, Aaric sedikit lucu dan gemas dengan Bahasa Jawa yang sering digunakan oleh Ava kepada mereka.
" Kamu menggunakan Bahasa Jawa yang biasanya saja, telinga Kakak rasanya geli, apalagi Bahasa Jawa yang sekarang, malah terdengar lebih aneh lagi Ava, membuat telinga Kakak seperti ada yang menggelitikin ",, kata Aaric kepada Ava.
Setelah itu Aaric langsung saja mengusap gemas dan memberantakin rambutnya Ava yang sudah disisir rapi oleh Ava itu.
Sehingga membuat Ava langsung saja menunjukkan wajah betenya itu kepada Kakaknya, sambil merapikan lagi rambut panjangnya yang sudah diberantakin oleh Aaric.
" Kakak iiiihh, kan berantakan lagi rambutnya Ava ",, kata Ava kepada Aaric dengan nada betenya.
Namun Aaric dia langsung saja tertawa lucu saja kepada Ava.
" Lagian kamu suka sekali menggunakan Bahasa yang membuat telinga Kakak menjadi geli tahu tidak sih Ava?? ",, kata Aaric kepada Ava dengan sambil tertawa lucu.
" Bahasa Jawa itu keren tahu Kak, Kakak sendiri saja tidak faham kan padahal sudah sekolah tinggi-tinggi dan mahal ",, kata Ava kepada Aaric.
" Sudah-sudah, jangan berantem lagi, kita ini sedang sarapan ",, tegur dari Mamah Gretl kepada Ava dan juga Aaric.
" Hari ini kamu berangkat kekantor kan Ava?? ",, tanya Papah Zohan kepada Ava.
" Iya Pah ",, jawab Ava kepada Papah Zohan sambil menikmati makanannya.
" Ini peringatan terakhir untuk kamu Ava, jangan sampai membuat malu Papah lagi dengan berita dan ulah nakal kamu itu, yang mana membuat Papah malu sendiri dihadapan para koleganya Papah, faham kamu Ava!! ",, kata Papah Zohan kepada Ava dengan nada yang sangat tegas sekali.
" Faham Pah ",, jawab Ava kepada Papahnya.
Membuat Ava langsung saja melirik kearahnya Papah Zohan, begitu pula dengan Papah Zohan, dan Mamah Gertl, mereka berdua langsung saja melirik kearahnya Ava dan juga Aaric.
" Kalau iya kamu benar diperk054 sama laki-laki itu, katakan kepada Kakak, dimana laki-laki itu tinggal, biar Kakak tonjok saja itu mukanya ",, kata Aaric lagi kepada Ava.
" Kakak tenang saja, Ava itu tidak diperk054 ko sama dia Kak ",, jawab Ava kepada Kakaknya sambil tersenyum manis dan senang, karena melihat sikap kepedulian dari Kakaknya yang sangat besar sekali kepadanya.
" Ceritanya itu Ava sedang ingin membalas sikap sombongnya laki-laki itu yang memancing kemarahannya Ava terus Kak ketika diCafe, dan Ava mengatakan itu semua kepada laki-laki itu juga reflek karena ingin mempermalukan laki-laki itu, eeh tidak tahunya malah ada yang merekam dan salah sangka dengan perkataannya Ava ",, lanjut lagi perkataannya Ava kepada Kakaknya.
" Oh ternyata seperti itu ceritanya ",, kata Aaric kepada Ava.
" Tapi dari keisengan kamu itu membuat Papah sangat malu sekali sama koleganya Papah Ava, mereka semua bertanya kepada Papah, apakah berita yang sedang viral itu apakah benar atau tidak?? ",, kata Papah Zohan kepada Ava dan ikut menimpali juga perkataannya Ava.
" Maaf Pah ",, kata Ava kepada Papahnya.
" Iya dan teman-teman arisannya Mamah juga sangat mengasihani Mamah Ava, mereka sangat kasihan sekali dengan keadaan kamu yang tahunya sudah menjadi korban pemerk0544n ", kata Mamah Gretl juga ikut-ikutan berbicara juga.
Rapi Ava malah menanggapi perkataannya Mamah Gretl dengan tertawa lucu saja.
" Kamu kenapa tertawa Ava, Kakak itu juga ditanya sama teman-teman Kakak tahu ",, kata Aaric kepada Ava dengan nada sedikit gemas sambil mencubit pipinya Ava.
Hingga membuat Ava langsung saja mengaduh kesakitan karena ulah tangannya Aaric yang mencubit pipinya.
" Kalau ditanya ya dijawab dong Kak, jangan diam saja, nanti dikira sombong lho sama mereka ",, bantah Ava kepada Aaric sambil mengusap pipinya yang baru saja dicubit tadi.
Aaric hanya tertawa kecil saja menanggapi perkataannya Ava.
" Masalahnya yang bertanya itu adalah teman Kakak yang sangat menyukai kamu Ava ",, kata batinnya Aaric sambil tertawa kecil kepada Ava.
Memang teman dekatnya Aaric ada yang menyukai bahkan mungkin sudah mencintai Ava sejak dulu, dan Aaric sangat mengetahui akan hal itu, karena temannya Aaric itu bercerita langsung kepada Aaric.
" Sudah Ava mau berangkat kekantor dulu Kak, Pah, Mah, sudah jam segini juga ",, kata Ava kepada semua keluarganya.
" Kakak juga mau berangkat kekantor Ava ",, kata Aaric juga kepada Ava.
Dan setelah itu Ava serta Aaric, mereka berdua langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk berpamitan kepada kedua orang tuanya.
" Papah tidak kekantor?? ",, tanya Ava kepada Papah Zohan.
" Tidak, hari ini Papah dirumah saja ",, jawab Papah Zohan kepada Ava.
Karena memang Papah Zohan tidak setiap hari datang kekantornya.
Setelah berpamitan, Ava dan Aaric mereka berdua langsung saja keluar dari dalam mansion untuk menuju kemobil mereka masing-masing dan menuju kekantor mereka sendiri-sendiri.
...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...
...***TBC***...