
Kita tidak akan membahas Ava dan juga Derral yang sudah anteng didalam pesawat jet pribadi mereka untuk menghadiri pernikahan dari Via dan juga Leon, karena sekarang kita akan membahas Aaric saja.
Aaric setelah malam itu, dia bisa berhubungan lagi dengan Dian, dari nomor ponsel, media sosial yang lainnya semua sudah Dian buka blocknya supaya Aaric bisa menghubunginya.
" Jangan tidur malam-malam ya Mamah Dian, supaya baby dan Mamah tidak sakit ",, pesan yang dikirimkan oleh Aaric kepada Dian.
Aaric pun tanpa sadar tersenyum sendiri ketika memanggil Dian dengan panggian Mamah seperti itu.
Dian yang saat ini sedang tiduran diatas ranjang, tiba-tiba saja mendengar dering pesan diponselnya, dan dia langsung saja mengambil ponselnya untuk membaca pesan masuknya yang ternyata dari Aaric.
" Mamah?? ",, kata Dian sambil tersenyum sendiri juga ketika membaca pesan yang dikirimkan oleh Aaric tadi.
" Kak Aaric memanggilku Mamah?? ",, kata Dian lagi dan mood Dian langsung saja membaik.
" Mamah?? ",, balas Dian kepada Aaric.
" Iya Mamah, karena kamu adalah Mamah dari anak-anakku ",, balas Aaric kepada Dian sambil tersenyum sendiri
" Ok Ayah, Mamah senang dengan panggilannya ",, balas Dian lagi kepada Aaric.
Baik Aaric dan Dian, mereka seperti ABG lagi yang seperti sedang pertama kali merasakan jatuh cinta dan juga merasakan apa yang namanya kasmaran.
Senyum mereka mengembang dengan sangat sempurna sekali, dan waktu mereka sebelum tidur malam, Dian dan Aaric habiskan untuk saling berkirim pesan seperti itu.
Entah apa isi pesannya, namun yang pasti wajah dan mood Dian langsung sangat membaik sekali, serta tubuhnya terasa lebih segar dari sebelumnya.
Pindah keChico sekarang...........
Chico yang sudah pergi dari dalam Cafe dia langsung saja menyuruh anak buahnya untuk mengantarkannya kekantornya lagi.
Namun bukan untuk bekerja, melainkan untuk meluapkan amarahnya yang ada didalam dada, didalam ruang pribadi yang ada didalam kantornya.
" Si4l siVia!!, dia sudah berhasil membuat hatiku hancur dan sakit seperti ini!! ",, kata Chico dengan sangat marah sekali.
" Akan aku rebut kamu dari laki-laki itu sebelum kamu sampai diatas altar nanti!! ",, kata Chico lagi kepada dirinya sendiri dengan keadaan yang sedang sangat marah sekali.
Mungkin ini karma bagi Chico yang suka memainkan perasaan wanita, dan semoga juga sifat casanova dari Chico bisa berubah dengan adanya kejadian ini.
Dan meninggalkan Chico sejenak kita akan membahas Dokter Rava yang sedikit kita lupakan, karena keasikan membahas pemeran yang lebih penting dibandingkan dirinya.
Wanita suruhan dari Dokter Rava dia sudah tiba diSpanyol sejak kemarin, dan sejak kemarin pula dia sudah mulai mencari tahu semua informasi tentang Ava dan juga Derral.
" Oh ternyata mereka sedang pergi keIndonesia, ok akan aku tunggu kedatangan dari kalian berdua ",, kata Fara teman wanitanya Dokter Rava sambil tersenyum licik.
Dan tidak lupa juga Fara selalu melaporkan semua informasi yang didapatkannya kepada Dokter Rava.
Untuk para anak buah dari Papah Zohan serta Derral, mereka semua sudah mengetahui diNegara mana Dokter Rava sedang bersembunyi.
Namun mereka semua belum bisa menemukan dimana tempat tinggal dari Dokter Rava.
Dokter Rava sendiri dia sangat pintar untuk mengelabuhi semua orang, dan jika dia keluar dari dalam tempat tinggalnya, dia akan selalu menyamar menjadi orang lain.
Dan penyamaran dia sangat sempurna sekali, akan sulit dikenali jika mereka yang melihat Dokter Rava tidak memperhatikannya secara jeli.
Untuk pekerjaan Dokter Rava yang ada dirumah sakit, Dokter Rava lepas begitu saja.
Dia sudah tidak mempedulikan pekerjaannya itu lagi, karena dia saat ini ingin fokus bersembunyi dari para kejaran anak buah dari Papah Carlson dan Derral.
Dokter Rava saat ini dia boleh merasa bebas dan senang terlebih dahulu, karena belum tertangkap oleh Papah Zohan dan juga Derral.
Nanti jika Dokter Rava sudah tertangkap oleh anak buah dari Papah Zohan dan juga Derral, jangan ditanya bagaimana hukuman yang akan diberikan oleh Papah Zohan dan Derral kepada Dokter Rava.
Dokter Rava sendiri dia belum mengetahui jika semua anak buah dari Derral dan Papah Zohan sudah berada diNegara yang sama dengannya.
Jadi Dokter Rava dia masih berfikir santai, jika Negara tempat persembunyiaannya masih aman dari anak buah Derral dan Papah Zohan.
Papah Zohan dan Derral juga terus meminta informasi terbaru dari para anak buahnya, karena Papah Zohan dan Derral tidak mau sampai kecolongan jika Dokter Rava sampai bisa melukai Ava.
Dan Papah Zohan serta Derral mereka berdua juga sudah memperketat penjagaan untuk Ava tentunya ketika Ava berada diluar rumah atau mansion.
Kita tinggalkan Dokter Rava lagi karena memang belum saatnya dia dibahas terus dipart ini.
Sekarang kita bahas Via dan juga Leon lagi.
Via dan juga Leon yang sudah berada didalam kamarnya Via, saat ini Via sedang mencoba membersihkan wajah Leon menggunakan pembersih makeup yang Via punya.
Dengan telaten dan perhatian, Via membantu Leon membersihkan makeup yang menempel diwajah tampan sang calon suaminya.
" Mungkin seperti inilah wajah kamu Leon jika sudah tua nanti ",, kata Via kepada Leon.
Saat ini mereka berdua sedang duduk diatas ranjangnya Via, dengan saling berhadap-hadapan.
" Iya mungkin juga, tapi aku juga masih gagah walau aku sudah tua nanti ",, jawab Leon kepada Via.
" Iya aku percaya akan hal itu, dan sudah selesai ini aku membersihkan makeupnya ",, kata Via kepada Leon.
" Sekarang aku mau ganti baju dulu ",, kata Via lagi kepada Leon.
Via pun yang sudah berkata seperti itu kepada Leon, dia langsung saja ingin beranjak berdiri dari duduknya menuju kedalam kamar mandi.
Namun sayang, tangan Via langsung saja dicekal oleh Leon, dan langsung juga ditarik oleh Leon hingga akhirnya Via pun terjatuh diatas ranjang dengan keadaan terlentang.
Leon tidak menunggu waktu lama, dia langsung saja menindih badan Via dan langsung juga mencium Via tepat dibibirnya.
Leon begitu ganas sekali mencium bibir Via, dia seperti ingin memakan bibirnya Via saja dengan begitu rakusnya.
Dan Via yang merasa Leon menciumnya sedikit kasar seperti itu, dia sampai kewalahan tidak bisa mengimbangi ciumannya Leon.
Via terus memberontak ketika Leon semakin menggebu saja ketika menciumnya.
Akhirnya sekuat tenaga Via langsung mendorong tubuh Leon dari atas tubuhnya dengan sangat kuat sekali.
" Kamu ingin membunuhku Leon?? ",, kata Via kepada Leon sambil menghirup nafas sebanyak-banyaknya.
" Sungguh aku daritadi sudah gatal sekali rasanya ingin menghilangkan jejak ciuman dari laki-laki itu dibibir kamu Via ",, kata Leon kepada Via.
" Kamu tidak tahu saja bagaimana perasaanku tadi Via yang melihat kamu dicium oleh laki-laki lain didepan mataku sendiri ",, kata Leon lagi kepada Via.
Via yang mendengar perkataan Leon, dia langsung memahami perasaan Leon yang pasti sangat sakit sekali tadi.
" Baiklah, hilangkanlah jejak ciuman dari Chico tadi, tapi pelan-pelan saja dan lebih mesra ya sayang, supaya aku bisa menikmatinya juga ",, kata Via kepada Leon sambil membelai wajah Leon dengan mesra.
Dan Leon pun seperti singanya siPietro yang ada diNovel sebelah, dia pun langsung saja mengangguk patuh kepada Via sambil tersenyum manis.
Setelah itu Leon dan Via berciuman dengan lembut, mesra, penuh penghayatan dan juga penuh perasaan, tidak seperti sebelumnya yang jauh dari kata-kata tadi.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...