
Sedang kita geser kemansion Derral.
Derral dan Ava saat ini mereka berdua juga sedang menikmati makan malam mereka hanya berdua saja diruang makan, dengan Ava yang daritadi hanya diam saja tidak mau berbicara sama sekali kepada Derral.
" Sayang, Ava, kenapa kamu daritadi marahnya tidak selesai-selesai sih?? ",, kata Derral kepada Ava untuk kesekian kalinya.
" Ava, hei look at me ",, kata Derral lagi kepada Ava.
Namun Ava hanya melirik sekilas saja kepada Derral.
" Maafkan aku ya Ava, janji deh nanti malam aku tidak meminta jatah lagi kepadamu ",, bujuk terus dari Derral kepada Ava.
Lagi dan lagi Ava masih diam saja kepada Derral.
Ternyata Ava sekarang sedang mendiamkan Derral, sebab Derral tadi meminta haknya lagi kepada Ava ketika sedang mandi sore didalam kamar mandi untuk berulang kali.
Padahal Ava sudah mengatakan kepada Derral jika miliknya masih sangat sakit, dan tidak mau untuk diajak melakukannya lagi.
Namun Derral yang sangat pintar dalam m3ncum6u Ava, membuat Ava kalah dalam permainan yang diciptakan oleh Derral.
Ava masih diam saja tidak menjawab perkataan dari Derral sama sekali.
Dan ketika Ava sudah selesai makan, tanpa berpamitan kepada Derral, dia langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk meninggalkan Derral yang masih menikmati makannya.
Namun sayang, ketika Ava melewati kursinya Derral, tangan dia langsung saja dicekal oleh Derral dengan sangat kuat sekali.
" Ava sayang, aku sudah meminta maaf kepadamu, kenapa kamu tidak mau memaafkanku??, lagipula kamu tadi juga menikmatinya kan?? ",, kata Derral kepada Ava.
Perkataan Derral membuat Ava langsung saja menatap wajah Derral dengan tatapan yang sangat marah-marah sekali.
Seolah-olah perkataan dari Derral tadi, mengatakan jika Avalah yang mendominan permainan panas mereka tadi.
" Kenapa kamu sangat susah sekali dibujuknya sih Ava, apa salah jika aku meminta hakku lagi kepadamu?? ",, kata Derral semakin menjadi kepada Ava.
Semakin marahlah Ava dengan perkataan dari Derral.
Sebab Derral itu artinya dia tidak perhatian sama sekali dengan rasa sakit yang sedang dirasakan oleh Ava.
Masih tanpa mengucapkan satu patah katapun kepada Derral Ava langsung saja melepaskan cekalan tangan dari Derral dengan sangat kasar.
" Ava stop!! ",, kata Derral kepada Ava dengan nada yang sangat tegas sekali.
Dan Ava pun langsung saja menghentikan langkah kakinya tanpa menolehkan kepalanya menghadap Derral.
" Jika kamu melangkah satu langkah lagi dari hadapanku tanpa menjawab semua perkataanku, aku akan ............... ",, ancam dari Derral kepada Ava sambil menjeda perkataannya.
Derral sengaja berkata seperti itu kepada Ava, sebab Derral sudah putus asa yang tidak bisa membujuk Ava yang daritadi masih marah kepadanya sejak keluar dari dalam kamar mandi.
Yang namanya sifat keras tidak bakal bisa berubah dengan sendirinya, contohnya Derral.
Sudah tahu Ava sedang marah dengannya, bukannya semakin dilembut-lembutkan nada membujuknya, malah semakin meninggi saja suaranya.
Ya Ava memberontaklah, sebab Ava bukan wanita yang takut jika digertak atau diancam seperti itu oleh Derral.
Ava tidak mempedulikan lagi perkataan atau ancaman dari Derral, setelah mendengar perkataan dari Derral, Ava langsung saja melangkahkan kakinya untuk menuju kedalam kamar.
Bukan kamar Derral, melainkan salah satu kamar yang ada dimansion Derral yang masih banyak yang kosong.
Sebab Ava dia semakin marah saja kepada Derral yang seenaknya saja jika berbicara.
Derral yang melihat Ava tidak mempedulikannya dia langsung saja mengepalkan tangannya seperti sedang meninju angin.
Ava yang sudah masuk kedalam salah satu kamar yang ada dimansion Derral, dia langsung saja mengunci rapat pintunya dari dalam.
Berikut beserta jendela-jendela kamar yang ada disitu, supaya Derral tidak bisa masuk kedalam kamarnya.
" Apa kata dia tadi??, aku juga menikmatinya?? ",, gerutu Ava ketika sudah berada didalam kamar.
" Iya aku akui memang aku menikmatinya, tapi tidak begitu juga kali perkataannya!! ",, kata sebal lagi dari Ava untuk Derral.
Setelahnya Ava langsung saja memilih untuk merebahkan badannya diatas ranjang yang ada disitu untuk mengistirahatkan miliknya yang rasanya masih sangat sakit sekali.
Sedangkan Derral setelah kepergian dari Ava dia langsung saja ikut menyusul langkah kaki dari Ava.
Derral langsung menuju kedalam kamarnya, namun sayang ketika Derral sudah sampai didalam kamarnya, dia tidak melihat Ava sama sekali.
Dan ketika Derral mengecek kedalam kamar mandipun Ava juga tidak ada didalam sana.
Derral yang tidak menemukan Ava didalam kamarnya dia langsung saja dibuat sangat kebingungan sekali.
" Avaaa........ kamu dimana?? ",, kata Derral sambil masih terus mencari keberadaan dari Ava didalam lemari atau didalam ruang walk in closet miliknya.
" Avaaa............... ",, panggil-panggil dari Derral kepada Ava.
Setelahnya Derral teringat dengan ponselnya dan dia lalu mencoba menghubungi ponsel milik Ava.
Namun telinga dia mendengar suara dering telefon yang masih berada didalam kamar.
Derral mencari dering ponsel milik Ava yang ternyata tertutup berkas pekerjaannya Ava.
" Ponselnya masih disini?? ",, kata Derral ketika sudah melihat ponsel Ava.
Setelahnya Derral mencoba menghubui pos keamanan yang berjaga didepan, apakah ada mobil keluar dari dalam mansion.
Dan ketika Derral mendengar jika tidak ada sama sekali mobil yang keluar, Derral sangat yakin jika Ava masih berada didalam mansionnya namun memilih menghindar darinya.
Setelahnya Derral langsung saja keluar dari dalam kamarnya untuk mencari Senon.
Senon yang mendengar teriakan dari Derral dia langsung saja dengan segera berjalan mendekati Derral.
" Cepat cari keberadaan dari Ava didalam mansion ini segera!! ",, perintah dari Derral kepada Senon.
" Baik Tuan ",, jawab Senon kepada Derral.
Senon dan Derral mereka langsung saja berpencar untuk mencari keberadaan dari Ava didalam mansion yang luas dan megah milik Derral, tentunya dengan bantuan dari para pekerja mansion serta para anak buah Derral.
Mereka semua sedang pada sibuk mencari Ava kesana kemari, sedang Ava sendiri yang sedang dicari oleh Derral dan yang lainnya, dia malah sudah asik tertidur diatas ranjang empuk yang ada didalam kamar yang sedang dia tempati.
" Apakah kalian semua sudah menemukan Ava?? ",, tanya Derral kepada para anak buahnya.
" Belum Tuan ",, jawab salah satu anak buah itu kapada Derral.
'' Cari istri saya sampai dapat, cepat!! ",, kata Derral lagi kepada para anak buahnya.
Dan setelahnya mereka berpencar lagi untuk mencari keberadaannya Ava.
Ketika Derral sedang bingung dan kalut seperti itu, tiba-tiba saja ada salah satu anak buah yang berjalan mendekatinya dengan tergesa-gesa.
" Tuan ada satu kamar yang tidak bisa kami buka dari luar Tuan ",, lapor dari anak buahnya kepada Derral.
" Dimana??, dikamar sebelah mana?? ",, tanya Derral kepada anak buahnya dengan tidak sabaran.
" Kamar yang ada dilantai satu yang paling pojok sendiri Tuan ",, jawab dari anak buah itu kepada Derral.
Setelahnya Derral langsung saja melangkahkan kakinya menuju kedalam kamar yang disebutkan tersebut.
Tidak ingatkah Derral jika didalam mansionnya banyak sekali CCTV terpasang disetiap sudutnya.
Kenapa harus pusing-pusing mencari dan berpencar kesana kemari untuk mencari keberadaan dari Ava, kan Derral dan yang lainnya bisa mengeceknya lewat CCTV.
Itulah gunanya kita disuruh untuk berfikir tenang jika menghadapi setiap masalah, supaya tidak terlihat bodoh seperti Derral.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...