
Dirumah Leon Tanisa yang ingin meminjam charger ponsel milik Leon, karena Charger ponselnya tertinggal dibutiknya Via pun, akhirnya dia langsung saja keluar dari dalam kamarnya untuk menuju kedalam kamar Leon.
Tanisa sebenarnya mempunyai dua charger, namun charger yang satunya sudah rusak tidak bisa digunakan, dan Tanisa belum sempat untuk beli lagi.
Tanisa yang sudah sampai didepan kamar Leon, dia langsung saja mengetuk pintunya.
Namun setelah cukup lama mengetuk pintu dan tidak segera dibukakan pintunya oleh sang Kakak, Tanisa akhirnya memberanikan diri untuk membuka pintu tersebut.
" Kak......... Kak Leon ",, panggil dari tanisa kepada Leon.
Tanisa pun langsung saja melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kamar Leon sambil terus memanggil-manggil nama Leon.
" Kak Leon............ apakah Kak Leon ada didalam sana?? ",, kata Tanisa sambil mengetuk pintu kamar mandi.
Masih tidak ada jawaban, dan Tanisa pun langsung saja mencoba membuka pintu kamar mandi tersebut.
" Kosong, Kak Leon kemana ya?? ",, kata Tanisa bertanda tanya sendiri didalam hatinya.
" Aku cari sendiri sajalah chargernya, dan biasanya Kak Leon menaruhnya didalam laci ",, kata Tanisa sambil berjalan menuju kemeja samping ranjang Leon.
" Lho ko tidak ada..........?? ",, kata Tanisa ketika dia tidak menemukan benda yang dia cari.
Setelahnya Tanisa mencoba mencari keperbagai tempat yang ada didalam kamar Leon, namun masih saja dia tidak menemukannya sama sekali.
" Dimana sih charger milik Kak Leon?? ", kata Tanisa lagi yang daritadi tidak menemukan chargernya.
" Aku telefon sajalah ",, kata Tanisa dan dia langsung saja mencoba menghubungi Leon.
Sedang disisi lain, Leon yang masih mengunyah puding yang tadi disuapkan paksa dari tangan Via, dia sedikit terganggu dengan suara dering ponselnya yang tiba-tiba berdering itu.
Begitupun dengan Via, dia langsung saja menggelengkan kepalanya seperti tersadar sesuatu ketika mendengar dering ponsel milik Leon yang nyaring sekali bunyinya.
Leon yang melihat nama Tanisa pun dia langsung saja mengangkat sambungan telefonnya itu.
" Halo ",, kata Leon ketika sudah mengangkat sambungan telefon dari Tanisa.
" Halo Kak, Kakak ada dimana??, Tanisa mau pinjam chargernya sudah Tanisa cari ko tidak ada?? ",, kata Tanisa kepada Leon.
" Kakak ada urusan diluar, dan charger Kakak masih berada didalam mobil Kakak Tanisa ",, jawab Leon kepada Tanisa.
" Yasudah deh, Tanisa terpaksa mengcharger ponsel Tanisa pakai laptop ",, kata Tanisa kepada Leon.
" Iya ",, jawab singkat dari Leon kepada Tanisa.
Dan setelahnya sambungan telefon mereka terputus sudah.
Leon yang sudah mematikan sambungan telefon dari adiknya, dia langsung saja menolehkan pandangannya lagi kearah Via yang ternyata sudah duduk anteng diatas ranjang sambil memainkan ponselnya.
Sedang Tanisa sendiri, dia langsung saja kembali kedalam kamarnya untuk mengcharger ponselnya kekabel USB laptopnya.
" Kenapa tidak dihabiskan?? ",, tanya Leon kepada Via sambil menunjuk pudingnya tadi.
" Tidak apa-apa, makan nanti saja, lagi pula aku eh saya sudah kenyang, jika anda ingin makan, makan saja itu ",, jawab Via tanpa mengalihkan pandangannya kearah Leon.
" Ok akan saya habiskan, tapi sebelum itu aku ingin kita mengobrolnya jangan terlalu formal, panggil aku kamu saja, yang kedua kembalilah pulang kerumah lagi ya, dan yang ketiga maafkan aku yang tadi sudah bersikap serta berkata kasar kepadamu dikantor ",, kata Leon kepada Via.
Via pun langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Leon dan menatap Leon dengan cukup lekat.
" Tadi dikantor aku sedang banyak masalah dan juga banyak kasus yang sedang aku tangani ",, sambung lagi perkataan dari Leon kepada Via dengan lembut.
Dan entah Leon mimpi apa semalam dia bisa bersikap lembut seperti itu kepada wanita yang bukan Mamah atau saudaranya.
Via sendiri yang melihat sikap manis dan lembut dari Leon, dia langsung saja tersenyum manis kepada Leon sebelum menjawab perkataan dari Leon.
" Iya baiklah akan aku maafkan, tapi berjanjilah kepadaku, jangan mengulanginya lagi sikap yang jelek itu ya ",, jawab Via kepada Leon.
" Iya aku berjanji Via ",, jawab Leon juga kepada Via sambil tersenyum tipis.
" Sudah dimakan saja itu pudingnya, nanti jika habis pesan lagi saja suruh pelayan untuk mengantarkannya kesini ",, kata Via kepada Leon.
" Iya ",, jawab singkat dari Leon kepada Via.
Setelahnya Via langsung saja menunduk lagi untuk memainkan ponselnya.
Sedang Leon, dia entah kerasukan setan mana, difikirannya dia ingin sekali menggoda Via.
Leon yang sudah memasukkan puding itu kedalam mulutnya dengan satu kali suapan, tiba-tiba saja Leon merangkak naik keatas ranjang, dan langsung juga mencium Via tepat dibibirnya.
Via yang mendapatkan serangan mendadak seperti itu dari Leon, dia hanya bisa diam saja tidak bergerak sama sekali sambil menatap wajah Leon yang begitu dekat sekali dengannya.
Dan Leon sendiri dia malah semakin mencoba memasukkan atau lebih tepatnya menyuapi puding itu kepada Via menggunakan mulutnya .
Mau tidak mau, Via pun langsung saja membuka sedikit mulutnya dan langsung juga membuat Leon sangat leluasa sekali berbagi puding dengan Via dengan cara seperti itu.
Seringai kecil dari bibir Leon terlihat ketika dia berhasil memasukkan puding itu kedalam mulut Via menggunakan mulutnya, membuat wajah Leon terlihat sangat manly sekali dimata Via.
Dan ketika Via tersadar dari keterkejutannya itu, dia reflek langsung saja mendorong kuat tubuh Leon dari depannya.
" Rasa pudingnya sangat manis sekali, pas dan membuatku sangat ketagihan sekali ingin mencobanya lagi ",, kata Leon kepada Via sambil tersenyum miring.
" Padahal selama ini aku sangat menghindari bahkan cenderung tidak suka dengan makanan manis, namun tidak yang tadi, rasanya aku ingin memakannya lagi ",, kata Leon lagi kepada Via.
Via pun langsung saja menunjukkan bibir cemberut ketika mendengar perkataan dari Leon tadi.
" Ternyata lebih menyeramkan lagi ketika sudah mengenal anda lebih jauh Tuan Singa ",, kata Via kepada Leon.
Leon pun langsung saja tersenyum lucu ketika mendengar perkataan dari Via.
Dan Leon tanpa sadar dia bisa tersenyum seperti itu kepada Via, setelah cukup lama senyum dan suara tawa menghilang dari mulutnya.
" Apakah anda tidak mau pulang?? ",, tanya Via kepada Leon.
Sebelum menjawab perkataan dari Via, Leon langsung saja melompat kearah ranjang sebelah Via.
" Aaaah empuk sekali ranjangnya, sekali-kali bolehlah menginap dihotel seperti ini ",, jawab Leon sambil merentangkan kedua tangannya.
" Jika anda ingin tidur didalam kamar sini, tidurlah saja diatas shofa sana Tuan, kita itu belum menikah, nanti kalau saya khilaf bagaimana??, kan bisa membuatku ketagihan nanti ",, kata Via kepada Leon.
Leon pun langsung saja tertawa dengan cukup keras sekali ketika mendengar perkataan dari Via tadi.
" Sini.............. ",, kata Leon dengan tiba-tiba sambil menarik tangan Via hingga membuat Via langsung saja menabrak dada bidang milik Leon.
" Jika ada yang lebih nyaman, kenapa memilih yang tidak nyaman, jika diranjang ini masih kosong, kenapa aku harus tidur dishofa yang jelas-jelas tidak bisa aku buat tidur ",, kata Leon lagi sambil memeluk Via.
" Iya baiklah, jika kamu ingin tidur disini Tuan Singa yang terhormat, asal dengan satu syarat........ ",, kata Via kepada Leon sambil menatap wajah Leon dengan sangat lekat sekali.
" Apa itu syaratnya?? ",, tanya Leon kepada Via.
" Jangan menerkamku dengan tiba-tiba, Ok, menerkamlah dengan cara yang cantik dan halus, pasti akan lebih menyenangkan........... ",, kata Via sambil mengajak bercanda Leon.
Leon pun lagi dan lagi dia langsung saja tertawa dengan sangat keras sekali dengan candaan dari Via.
" Tidurlah, aku tidak akan menerkammu, karena aku bukan laki-laki seperti itu ",, kata Leon sambil menyuruh Via untuk tidur disampingnya.
" Iya baiklah, tidak apa jugalah, sekali-kali tidur satu ranjang dengan singa ",, jawab Via kepada Leon sambil ikut tidur diranjang samping Leon.
Leon pun tersenyum lucu mendengar gerutuan dari Via tadi untuknya.
Dan malam itu mereka tidur berdua satu ranjang didalam kamar hotel, dengan Leon yang selalu mencuri kesempatan untuk memeluk tubuk seksi nan ramping milik Via.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...