
Kembali lagi kedalam apartemen dari Dokter Rava dan juga Fara.
Saat ini mereka berdua masih asik bergoyang dengan begitu nikmatnya diatas ranjang kamar mereka.
Dan ketika Dokter Rava sudah sampai pada puncak kenikmatannya bersama Fara, dia pun langsung saja ambruk menimpa tubuh Fara dengan nafas yang tersengal-sengal.
" Sungguh kamu sangat pintar sekali memuaskanku Fara ",, kata Dokter Rava kepada Fara.
" Iya, dan milik kamu pun juga selalu membuatku ketagihan ",, jawab Fara kepada Dokter Rava dengan sengaja menekan p***t Dokter Rava menggunakan kedua kakinya.
Sebelum Dokter Rava beranjak dari atas tubuhnya Fara, dia pun langsung saja mencium Fara tepat dibibirnya lagi.
Mereka berciuman lagi dengan sangat mesra dan juga menggebu-gebu.
Setelahnya puas berciuman Dokter Rava langsung saja beranjak berdiri dari atas tubuh Fara untuk segera memakai pakaiannya kembali.
Fara sedikit merasa kehilangan ketika Dokter Rava beranjak bangun dari atas tubuhnya.
" Kamu mau kemana Rava, kenapa terburu-buru sekali meninggalkanku?? ",, tanya Fara kepada Dokter Rava.
" Apa kamu tidak ingat Fara, jika diluar masih ada Derral yang sedang pingsan ",, jawab Dokter Rava kepada Fara.
" Oh yaaa, kamu benar sekali Rava, ayo kita segera keluar dari dalam kamar ",, jawab Fara kepada Dokter Rava sambil beranjak dari atas ranjang.
" Apa kamu tidak mau memakai pakaian kamu dulu Fara?? ",, tanya Dokter Rava kepada Fara.
" Untuk apa Rava, toh nanti jika Derral sudah berada disini dia akan sama-sama tidak memakai pakaian sepertiku '',, jawab Fara kepada Dokter Rava sambil memberikannya kecupan sekilas dibibirnya Dokter Rava.
" Baiklah terserah kamu ayo ",, jawab Dokter Rava kepada Fara.
Setelahnya Dokter Rava dan Fara langsung saja bergegas keluar dari dalam kamar menuju keruang Keluarga dimana Derral sedang pingsan.
Sedang diluar apartemen mereka berdua anak buah yang pertama tadi, dia masih setia menunggu semua teman-temannya dengan harap-harap cemas didepan kamar apartemen tersebut.
Anak buah yang pertama itu berharap semoga semua teman-temannya tidak akan lama sampainya ditempatnya berdiri sekarang.
Dan untuk anak buah yang kedua, dia langsung saja menelfon para temannya yang sesama anak buah dimansion serta markas Derral untuk segera datang kegedung apartemen yang sedang mereka datangi.
Salah satu anak buah yang berpangkat sebagai ketua, dia pun langsung saja mencoba menelfon Papah Zohan dan juga Papi Alano untuk mengabarkan berita yang didengarnya dari para anak buahnya tentang Derral.
Papi Alano yang sedang berada didalam ruang kerjanya dan mendengar ponselnya berdering dia langsung segera mengangkatnya, terlebih lagi terlihat nama ketua anak buah Derral sedang menelfonnya.
" Halo ",, kata Papi Alano ketika sudah mengangkat sambungan telefonnya.
" Tuan terjadi sesuatu kepada Tuan Derral Tuan ",,jawa segera dari ketua tadi kepada Papi Alano.
Papi Alano sangat terkejut sekali mendengar laporan dari ketua anak buah Derral.
" Apa yang kamu bilang??!!, dimana anak saya sekarang!! ",, kata tegas dari Papi Alano kepada sang ketua.
Ketua anak buah itu langsung saja menjelaskan apa yang didengarnya dari para anak buahnya kepada Papi Alano, dan juga menyebutkan alamat apartemen Fara dan Dokter Rava.
" Kalian semua jaga dulu disana, hingga saya sampai disana!!, dan jangan biarkan Derral kenapa-kenapa!!, apa kamu faham!! ",, kata Papi Alano kepada ketua itu.
" Baik Tuan Alano, saya faham ",, jawab mantap dari ketua anak buah Derral kepada Papi Alano.
Setelahnya sambungan telefon mereka pun terputus juga.
Dan ketua anak buah itu ketika sudah selesai menelfon Papi Alano, dia langsung saja mencoba menghubungi Papah Zohan.
Ketika mendengar ponsel yang dia taruh diatas meja depannya berdering, dia langsung saja mengangkat sambungan telefonnya itu disaat melihat nama anak buah Derral yang sedang menelfonnya.
" Halo ",, kata Papah Zohan kepada ketua anak buah Derral.
" Halo Tuan Zohan, saya ingin memberi kabar, jika Tuan Derral tidak ada kabar setelah dia menemui seseorang yang ditabraknya tadi Tuan ",, lapor ketua itu kepada Papah Zohan dengan segera.
Sama seperti Papi Alano, Papah Zohan pun juga langsung saja terkejut mendengar kabar tersebut.
" Apaaa??!!!, bagaimana bisa??, dan dimana Derral sekarang?? '',, kata Papah Zohan dengan nada yang sangat terkejut sekali.
Ketua anak buah itu langsung saja menyebutkan alamat apartemen Fara kepada Papah Zohan, sekaligus menceritakan apa yang dia ketahui tentang Derral.
" Ok, saya akan segera kesana bersama anak buah saya, dan pastikan Derral tidak kenapa-kenapa, jika Derral sampai kenapa-kenapa, kalian semua yang akan menanggung akibatnya, karena lalai dalam bertugas!! ",, kata Papah Zohan kepada ketua itu dengan sangat tegas sekali.
" Siap laksanakan Tuan Zohan ",, jawab ketua itu kepada Papah Zohan.
Dan setelahnya sambungan mereka pun terputus juga.
Sedang anak buah yang kedua tadi, dia bersama dengan beberapa anak buah Derral yang lain, sudah naik kelantai atas dimana kamar apartemen Fara berada.
Sedangkan Fara dan Dokter Rava yang ada didalam kamar apartemen, mereka berdua saat ini sudah berhasil memindahkan tubuh Derral keatas ranjang dengan sedikit kesusahan karena berat.
" Berat sekali tubuhnya, mungkin dia kebanyakan dosa ",, gerutu Dokter Rava untuk Derral.
Tidak tahukah Dokter Rava, jika yang kebanyakan dosa adalah dirinya sendiri bukannya Derral.
" Dia sangat tampan sekali, bahkan sedang tidur sekalipun seperti ini ",, kata Fara sambil membelai wajah Derral dengan gerakan memuja.
" Aku sudah sangat tidak sabar ingin segera melihat tubuhnya, pasti kekar sekali dia ",, kata Fara lagi sambil mencoba melepaskan kancing kemeja Derral satu persatu.
Dokter Rava hanya melihat saja apa yang sedang ingin Fara lakukan kepada Derral dengan sambil menyiapkan kamera ponselnya.
Karena Dokter Rava akan terus merekam apa yang sedang dilakukan oleh Fara kepada Derral.
Hingga akhirnya jas dan kemeja yang dipakai oleh Derral sudah terlepas dari tubuhnya dan memperlihatkan tubuh berototnya serta hanya menyisahkan celana kainnya saja.
Fara langsung saja menutupi celana kain yang dipakai oleh Derral menggunakan selimut yang ada disitu, seolah-olah Derral sudah bertel4nj4n9 bulat seperti dirinya.
Dan setelah itu Fara langsung saja duduk diatas perut Derral dan mencoba memeluk Derral dengan sangat mesra sekali.
Tidak lupa juga Fara terus mencium seluruh wajah Derral dan juga bibir Derral dengan begitu 53n5ual sekali.
Semua itu tidak luput dari rekaman kamera ponsel milik Dokter Rava.
Dokter Rava dan Fara sengaja mengabadikan kegiatan itu karena mereka akan menggunakan rekaman itu suatu saat nanti untuk menghancurkan Derral.
Sedang diluar apartemen Fara dan Dokter Rava, para anak buah Derral sedang mencoba membuka pintu kamar apartemen dengan cara apik.
Yaitu menjiplak semua tombol pasword dengan debu atau bedak atau juga dengan benda halus yang lainnya supaya terlihat jejaknya ditombol mana yang sering ditekan.
Berbekal ilmu yang mereka miliki, para anak buah itu dengan sangat mudah sekali membuka pintu kamar apartemen milik Fara dan Dokter Rava dengan tanpa suara.
Ketika pintu sudah terbuka, semua anak buah itu langsung saja masuk kedalam kamar apartemen dengan mengendap-endap tanpa suara supaya tidak menimbulkan kecurigaan kepada Fara dan Dokter Rava yang sedang berada didalam kamar.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...