Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
PERMULAAN



Setelah menunggu sekitar tiga puluh menitan, akhirnya mobil milik Tuan Amos sampai juga dimarkas Derral.


Para anak buah dari Derral yang sudah dipesan oleh Derral tadi, mereka langsung saja mengantarkan Tuan Amos untuk masuk kedalam markas Derral.


Tuan Amos sendiri, dia merasa sedikit aneh dengan tempat pertemuannya dengan Papah Zohan.


Karena fikir Tuan Amos tempat pertemuannya adalah sebuah Cafe atau restoran, namun ternyata dia salah, tempat itu adalah sebuah rumah yang cukup mewah sekali, dengan banyaknya bodyguard yang berjaga didalamnya.


Dan bodohnya Tuan Amos dia sendirian saja datang kemarkas itu, tanpa mengajak para anak buahnya yang biasanya selalu mendampinginya.


" Mari Tuan saya antarkan ",, kata salah satu anak buah dari Derral kepada Tuan Amos.


Dan Tuan Amos hanya mengangguk saja kepada anak buah itu.


Mereka berdua langsung saja berjalan menuju keruang tamu yang memang sudah biasanya untuk menyambut tamu-tamunya Derral.


Didalam ruang tamu itu, sudah ada Papah Zohan, Derral, Papi Alano dan juga Egon.


Ketika melihat Tuan Amos datang diantarkan oleh anak buah Derral, mereka semua langsung saja berdiri dari duduk mereka untuk menyambut kedatangan dari Tuan Amos dengan formal.


" Selamat datang Tuan Amos dimarkas menantu saya ini ",, kata sambutan ramah dari Papah Zohan kepada Tuan Amos.


Namun terdengar mengerikan ditelinga dari Tuan Amos, padahal Papah Zohan menyambutnya dengan bibir yang tersenyum ramah.


" Mari silahkan duduk Tuan Amos ",, kata dari Papah Zohan lagi kepada Tuan Amos.


" Terimakasih Tuan Zohan ",, jawab dari Tuan Amos kepada Papah Zohan.


" Egon, siapkan minuman dan camilan ",, perintah dari Derral kepada Egon.


" Siap Tuan ",, jawab Egon kepada Derral.


Dan Egon langsung saja berlalu masuk kedalam untuk mengambilkan wine dan camilan kecil untuk mereka semua.


" Apakah perjalananan anda lancar Tuan Amos ",, kata basa basi dari Papah Zohan kepada Tuan Amos.


" Cukup lumayan lancar Tuan Zohan ",, jawab dari Tuan Amos kepada Papah Zohan.


" Syukurlah, dan saya kira anda tidak mau datang kesini Tuan Amos ",, kata dari Papah Zohan lagi sambil menyindir Tuan Amos.


" Tuan Zohan, tolong bisakah anda katakan secara langsung, apa maksud anda mengundang saya kesini?? ",, kata dari Tuan Amos kepada Papah Zohan.


" Kenapa terburu-buru sekali Tuan Amos, apa anda akan meneruskan lagi kegiatan anda dengan jalan9 itu?? ",, jawab dari Papah Zohan kepada Tuan Amos sambil tersenyum miring.


Sedangkan Derral dan juga Papi Alano yang juga berada disitu, mereka berdua hanya diam saja sambil terus mendengarkan perbincangan dari Papah Zohan dan juga Tuan Amos.


" Apa yang anda katakan Tuan?? ",, kata Tuan Amos sedikit tidak terima jika rahasianya diumbar seperti itu.


" Huh........!! ",, kata Papah Zohan sambil tersenyum miring.


" Baiklah, saya tidak akan lama-lama berbincangnya kepada anda Tuan Amos ",, kata dari Papah Zohan lagi kepada Tuan Amos.


" Tapi sebelum itu, mari kita minum dulu minuman yang sudah diambilkan sekretaris dari menantu saya ini Tuan Amos, bukankah anda menyukai wine, ini adalah wine terbaik yang menantu saya beli ",, kata dari Papah Zohan lagi kepada Tuan Amos sambil menuangkan wine kedalam gelas yang ada didepannya.


" Dan apakah anda tahu berapa harga wine ini Tuan Amos, harga wine ini sekitar USD38.420 ",, lanjut lagi perkataan dari Papah Zohan sambil memberikan wine yang sudah dituangkannya tadi kedalam gelas wine yang sudah disediakan.


Dan USD38.420 itu setara dengan lima ratus tiga puluh empat juta rupiah.


" Silahkan diminum Tuan, dan mohon maaf saya sudah lama berhenti meminum wine, saya minumnya teh saja seperti ini, sedangkan besan saya ini dia tidak suka wine, dan untuk menantu saya, dia sedang menyetir jadi dia tidak akan saya ijinkan meminum wine dulu ",, kata Papah Zohan lagi kepada Tuan Amos.


Dan mereka semua langsung saja meminum minuman mereka masing-masing yang sudah diambilkan oleh Egon tadi.


" Bagaimana Tuan Amos, enak bukan rasa wine itu?? ",, kata dari Papah Zohan kepada Tuan Amos sambil menaruh cangkir tehnya keatas meja didepannya.


" Iya Tuan Zohan, sungguh sangat enak sekali rasa wine ini, dan saya akui wine ini adalah wine terbaik yang pernah saya minum ",, jawab dari Tuan Amos kepada Papah Zohan.


" Baiklah, sekarang saya akan mengatakan apa maksud mengundang anda datang kesini Tuan Amos ",, kata Papah Zohan kepada Tuan Amos.


" Anda besok harus secepatnya melunasi hutang-hutang anda itu kepada saya Tuan, atau anak anda Caroline akan .......... ",, kata dari Papah Zohan belum selesai namun sudah dipotong oleh perkataan dari Tuan Amos.


" Tapi kan ini belum jatuh tempo Tuan Zohan ",, kata dari Tuan Amos menyela perkataan dari Papah Zohan.


" Saya tidak mau tahu!!, besok anda harus melunasinya semuanya, atau Perusahaan serta aset-aset anda akan saya ambil alih dan anak kesayangan anda Caroline akan menerima akibatnya, sebab anak anda itu sudah berani mencelakai putri saya dengan cara membayar pembunuh bayaran!! ",, kata Papah Zohan kepada Tuan Amos dengan nada yang sangat marah sekali.


Tuan Amos sungguh sangat terkejut sekali dengan perkataan dari Papah Zohan.


Dan Tuan Amos dia sedikit tidak percaya jika putrinya Caroline berani melakukan itu dengan sampai menyewa pembunuh bayaran.


" Anda jangan sembarangan berbicara Tuan Zohan, anak saya tidak mungkin melakukan itu semua!! ",, kata Tuan Amos dengan tidak percaya kepada Papah Zohan.


" Jika anda tidak percaya, mari anda ikut dengan kami Tuan Amos ",, jawab santai dari Papah Zohan kepada Tuan Amos.


Dan Papah Zohan langsung saja berdiri dari duduknya setelah berkata seperti itu kepada Tuan Amos, diikuti oleh Derral dan juga Papi Alano.


Namun Tuan Amos dia tidak langsung berdiri dari duduknya ketika melihat ketiga orang itu sudah berdiri dari duduknya.


" Ayo Tuan Amos, apakah anda tidak mau melihat dan membuktikannya sendiri, jika anak anda itu sudah berani melukai istri saya??!! ",, kata Derral juga kepada Tuan Amos.


Dan Tuan Amos ketika sudah mendengar perkataan dari Derral, dia akhirnya mau ikut berdiri juga dari duduknya itu.


" Ayo Egon antarkan kita keruangan itu ",, kata Derral kepada Egon.


" Baik Tuan ",, jawab Egon kepada Derral.


Dan setelahnya Egon langsung saja mengantarkan keempat orang itu kedalam ruang penyekapannya Caroline.


Tuan Amos ketika dia sudah masuk kedalam markas Derral, dia sudah mempunyai firasat yang kurang enak dihatinya.


Namun Tuan Amos tetap masuk dan mengikuti langkah kakinya Papah Zohan dan lainnya untuk terus menuju keruang penyekapannya Caroline.


Sebab Tuan Amos sangat penasaran dengan apa yang ingin ditunjukkan Papah Zohan kepadanya.


Dan ketika sudah sampai didepan pintu ruang penyekapannya Caroline, para anak buah Derral yang berjaga didepan pintu itu langsung saja membukakan pintunya untuk mereka semua.


Sungguh Tuan Amos sangat terkejut sekali ketika dia sudah masuk keruang penyekapannya Caroline.


Dia melihat putri tercintanya Caroline sedang duduk terikat diatas kursi dengan keadaan yang cukup berantakan sekali.


Begitupun dengan Caroline sendiri, dia juga langsung berteriak memanggil Ayahnya, karena mulutnya tidak dilakban oleh Egon tadi.


Sedangkan Papah Zohan, Derral dan juga Papi Alano serta Egon yang berada disitu mereka semua hanya menikmati saja pertunjukkan antara Ayah dan anak itu yang akan segera dimulai.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TBC***...