
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama diperjalanan tadi, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Derral sampai juga dimansion pribadi milik Derral sendiri.
Sapaan demi sapaan hormat dari semua anak buah kepada Derral yang baru saja pulang itu, setelah beberapa hari lamanya belum pulang kemansion.
Derral yang sudah memarkirkan mobilnya, dia langsung saja mengajak Ava untuk keluar dari dalam mobil.
" Ayo Ava kita keluar ",, kata Derral kepada Ava.
Tanpa menjawab perkataan dari Derral, Ava langsung saja keluar dari dalam mobil sambil mengamati mansion Derral dari luar.
" Yah cukup besar dan mewah juga mansion milik Derral, hampir sama dengan mansion milik Papah ",, kata batin Ava sambil melihat kearah mansion Derral.
" Ayo kita masuk ",, ajak Derral kepada Ava.
Dan Ava pun langsung saja mengikuti langkah kaki dari Derral untuk masuk kedalam mansion.
Ketika Derral sudah masuk kedalam mansion sambil mengajak seorang perempuan yang cukup cantik, pandangan dari para pekerja mansion mereka semua langsung saja menatap heran kepada Ava.
Sebab selama mereka bekerja dimansion milik Derral, Derral belum pernah mengajak seorang perempuan untuk datang kemansionnya.
" Malam Tuan Derral dan selamat datang ",, sapa Senon dengan hormat kepada Derral ketika Derral baru saja masuk kedalam mansion.
" Senon kumpulkan semua orang sekarang juga!! ",, perintah singkat dari Derral kepada Senon, sang kepala asisstan mansion.
" Baik Tuan Derral ",, jawab Senon kepada Derral sambil sedikit menundukkan badannya, dan setelah itu dia langsung saja berlalu masuk untuk menyuruh para pekerja mansion berkumpul semua.
Setelah itu Derral lalu mengajak Ava untuk menunggu para pekerja diruang Keluarga.
Ava sendiri dia daritadi masih diam saja sambil terus melihat ornamen-ornamen dan bentuk ukiran yang ada dimansion Derral.
Dan juga melihat semua benda pajangan yang ada disitu.
" Seleranya Derral bagus juga, hampir sama dengan seleraku ",, kata batin Ava sambil tersenyum tipis.
Sedang Derral sendiri dia memilih asik memainkan ponselnya sambil menunggu semua pekerjanya untuk berkumpul diruang Keluarga.
Setelah menunggu beberapa menit lamanya, akhirnya semua pekerja mansion termasuk para bodyguard, sudah berkumpul semua diruang Keluarga milik Derral.
" Apa semuanya sudah berkumpul Senon?? ",, tanya Derral kepada Senon.
" Sudah Tuan ",, jawab Senon dengan sopan kepada Derral.
Derral hanya mengangguk saja kepada Senon.
Setelahnya Derral langsung saja mengajak Ava untuk berdiri berdampingan didepan para pekerjanya.
" Pasti kalian semua bertanya-tanya bukan siapa wanita yang ada disebelah saya?? ",, kata Derral memulai berkata kepada para pekerjanya.
Dan semua pekerjanya reflek langsung saja menganggukkan kepalanya.
" Perkenalkan, nama dia adalah Eleanor Ava Ilayda Altezza, dia adalah istri sah saya sejak beberapa hari yang lalu dan kalian semua bisa memanggilnya Nyonya Ava ",, kata Derral memperkenalkan Ava kepada para pekerjanya.
Ava yang mendengar perkataan dari Derral, dia langsung saja tersenyum tipis kepada semua pekerja Derral yang berdiri didepannya.
" Apa kalian mengerti!! ",, kata Derral dengan lantang kepada para pekerjanya.
" Mengerti Tuan ",, jawab serempak dari para pekerja kepada Derral.
" Apapu perkataannya, sama juga perkataan saya, jadi jangan sampai membuat istri saya marah, karena itu artinya kalian juga membuat saya marah juga!! ",, kata tegas dari Derral lagi.
" Faham kalian!! ",, lanjut lagi perkataan Derral kepada para pekerjanya.
" Faham Tuan ",, jawab serempak lagi dari para pekerja kepada Derral.
" Bagus, kalau begitu kalian semua boleh kembali lagi kepekerjaan kalian masing-masing, dan jika sudah selesai kalian semua boleh tidur ",, kata Derral kepada semua pekerjanya.
" Baik Tuan Derral ",, jawab lagi dari semua pekerja kepada Derral.
Dan sesampainya didalam kamar pribadi milik Derral, Ava langsung berdiam diri sejenak sambil menikmati kamar yang akan terus dia tempati mulai malam itu.
" Ya cukup lumayan nyaman, dan inilah kamar baruku mulai sekarang ",, kata Ava sambil mencoba duduk dipinggir ranjang.
Sedangkan Derral tadi yang sudah masuk kedalam kamar, dia langsung saja melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kamar mandi.
Ava yang sendirian didalam kamar itu, dia lalu mencoba berjalan-jalan mengitari kamar untuk melihat-lihat apa saja yang ada didalam kamarnya Derral.
Kelakuan Ava sama persis dengan kelakuan dari Derral yang kemarin pertama kali masuk kedalam kamar Ava.
Derral yang sudah selesai dari dalam kamar mandi, dan hanya menggunakan handuk dipinggangnya saja, dia lalu berjalan mendekati Ava yang sedang melihat bingkai foto yang ada didinding kamarnya.
" Apa yang sedang kamu lihat sayang?? ",, tanya Derral sedikit mengejutkan Ava sambil memeluk Ava dari belakang.
" Apakah foto itu adalah foto kamu pada waktu kecil Derral?? ",, tanya Ava kepada Derral sambil menunjuk sebuah foto.
" Iya, itu fotoku pada waktu kecil dulu, kira-kira kelas enam Sekolah Dasar baru saja kelulusan ",, jawab Derral kepada Ava sambil menempelkan dagunya dipundaknya Ava.
" Memangnya kenapa Ava?? ",, tanya Derral kepada Ava.
" Sepertinya foto itu tidak asing dipandangan mataku Derral?? ",, kata Ava sambil terus melihat kearah foto milik Derral.
" Apakah kamu mengenalku pada waktu kecil dulu?? ",, tanya Derral kepada Ava.
" Tidak tahu.......... ",, jawab Ava kepada Derral.
" Dulu SD kamu dimana Derral?? ",, tanya Ava kepada Derral.
Dan Derral langsung saja menjawab disekolah dasar mana dulu dia bersekolah.
Ava sungguh sangat terkejut sekali ketika mendengar jawaban dari Derral yang mengatakan nama sebuah sekolah yang sangat tidak asing sekali bagi telinganya.
" Memangnya kenapa sih Ava?? ",, gantian tanya Derral kepada Ava sambil menampilkan ekspresi bingungnya.
" Aku dulu juga bersekolah disana Derral, dan aku pindah keIndonesia sekitar kelas tiga SD ",, jawab Ava kepada Derral.
" Oh ya sekarang aku ingat, aku pernah melihat foto kamu dulu ketika diperpustakaan sekolah dan melihat buku album kenangan orang-orang yang bersekolah disekolahan itu bersama teman-temanku dulu sebelum pindah, sepertinya sih......... ",, kata Ava lagi kepada Derral dengan sedikit ragu.
" Sudahlah untuk apa mengingat yang sudah lalu, ayo sekarang kita tidur, sudah jam sepuluh malam, apa kamu tidak mau berganti baju dulu Ava?? ",, kata Derral kepada Ava.
" Iya aku mau kekamar mandi dulu ",, jawab Ava kepada Derral.
" Disana kamar mandinya ",, kata Derral sambil menunjuk pintu kamar mandinya.
Dan Ava langsung saja mengangguk kepada Derral, setelahnya Ava langsung saja berlalu menuju kedalam kamar mandi.
Sedang Derral sendiri dia lalu memilih menuju keruang walk in closetnya untuk berganti dengan celana kolor tidurnya.
Disaat Derral sudah memakai celana kolor tidurnya, dia langsung saja merebahkan badannya sambil menunggu Ava.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi Ava didalam kamar mandi, dan ketika Ava sudah selesai dari rutinitasnya didalam kamar mandi.
Ava langsung saja keluar dari dalam kamar mandi, menuju kekoper yang tadi dibawanya yang dia taruh diatas shofa yang ada didalam kamar Derral.
Ava yang sudah mengambil baju tidur miliknya, dia langsung saja mengganti bajunya ditempat itu juga.
Dan Derral yang melihat tubuh telanjang Ava dari belakang, langsung onlah itu tongkat baseball miliknya.
Entahlah Ava sengaja, atau bagaimana, namun satu hal yang pasti, Ava benar-benar bertelanjan9 bulat membelakangi Derral untuk memakai baju tidurnya.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...