Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
RENCANA AVA



Ava semalam yang sudah selesai mandi dan juga sudah merilaxkan otaknya, dia akhirnya bisa juga berfikir dengan jernih, bagaimana caranya memberi hukuman serta memberi pelajaran kepada Derral, supaya Derral jera dan Derral tidak merendahkan orang lain lagi, dan Ava akan memberikan pelajaran kepada Derral dengan cara yang halus.


Itulah mengapa Ava sangat dipercaya sang Papah untuk mengelola salah satu Perusahaannya, walau Ava bergender perempuan.


Sebab Papah Zohan sangat mengetahui sekali, bagaimana kemampuan dari Ava dalam mengelola sebuah Perusahaan.


Bahkan dalam satu tahun belakangan ini Perusahaan yang dipimpin oleh Ava, bisa meningkatkan keuntungan yang sangat signifikan sekali.


Perusahaan yang dipimpin oleh Ava bahkan bisa mengalahkan Perusahaan Altherr yang sedang dipimpin oleh sang Kakak yaitu Aaric.


Ketika otaknya Ava benar-benar sudah rilax, dia lalu mencoba menghubungi Dian sekretaris kepercayaannya.


" Halo Nona Ava, apakah ada yang bisa saya bantu??, malam-malam begini anda menelfon saya?? ",, kata Dian kepada Ava.


" Halo Dian, wis ra perlu formal " ( halo Dian, sudah tidak perlu formal ) ",, jawab Ava kepada Dian.


" Kepriye Ava, kenopo dirimu menelfonku?? " ( Bagaimana Ava, kenapa kamu menelfonku?? ) ",, kata Dian kepada Ava.


Yah begitulah Ava dan juga Dian, jika sudah berdua saja, logat mereka khas orang Indonesia keluar sudah, sebab mereka memang sudah berteman cukup lama sejak mereka awal masuk kuliah disalah satu Universitas yang ada diIndonesia.


Memang Ava dulu memilih kuliah diIndonesia daripada ditempat asalnya, karena Ava masih ingin berlama-lama diIndonesia bersama sang Opa dan Oma.


" Tolong golekno nomor telefonne Tuan Alano, bapakne Derral iku lho, aku sido arep masukke saham nang Perusahaanne " ( Tolong carikan nomor telefonnya Tuan Alano, Papinya Derral itu lho, karena aku jadi akan memasukkan saham diPerusahaannya ) ",, kata Ava kepada Dian.


" Kamu jadi Ava??, bukannya kamu tadi kelihatan sangat marah sekali dengan Tuan Derral itu ya??, tapi kenapa sekarang kamu berubah fikiran?? ",, tanya Dian kepada Ava dengan nada yang sediki terkejut.


" Aku cuma ingin memberikan pelajaran kepada Derral itu Dian, supaya dia bisa semakin malu sendiri dengan sikapnya itu kepadaku, dan jika aku menghukumnya seperti itu, aku yakin itu akan membuat dia semakin segan kepadaku ",, jawab Ava kepada Dian.


" Ok-ok aku faham, sekarang apa mau kamu Ava dengan rencana kamu itu?? ",, kata Dian kepada Ava.


" Maksud aku, terus saiki jalukmu aku kudu kepriye selain golekno nomore Tuan Alano?? " ( Terus sekarang aku harus bagaimana, selain mencarikan nomornya Tuan Alano?? ) ",, tanya Dian lagi kepada Ava.


" Siapkan saja semua berkas yang besok kita perlukan, karena besok kita akan berkunjung langsung kePerusahaannya Tuan Alano Dian ",, jawab Ava kepada Dian.


" Ok, siap, beres, segera akan aku kerjakan tugas dari kamu ",, jawab Dian kepada Ava.


" Dan aku akan alamat lembur malam ini karena ulah kamu, jangan lupa jatah lemburku harus kamu tambahi lho Ava ",, kata Dian lagi kepada Ava sambil bercanda.


" Memangnya biasanya yang membayari kamu semua dan membelikan kamu semua ini dan itu, itu siapa Dian hmm?? ",, jawab Ava kepada Dian dengan nada yang sedikit gemas.


Membuat Dian yang mendengar perkataannya Ava, dia langsung saja tertawa dengan lucu sekali.


" Iya-iya bos, segera akan aku laksanakan, begitu saja ngambek, nanti Tuan Derral ilfill lho ",, goda Dian lagi kepada Ava.


" Biar saja ilfill, memangnya aku mau dengan dia, tapi kalau dipaksa ya terpaksa aku mau ",, jawab Ava kepada Dian dengan sambil tertawa cukup keras karena lucu sendiri mendengar perkataannya sendiri.


Dan Dian juga sudah mengetahui akan berita viral yang kemarin sempat heboh dari Ava.


Sungguh waktu itu Dian dia sangat terkejut sekali ketika melihat dan membaca berita viral itu, namun ketika dia bertanya langsung dengan Ava, barulah Dian bisa bernafas lega sekali.


Sebab Dian juga pasti akan ikut sedih, jika Ava sampai benar-benar mengalami pemerk0544n itu.


Dari sebab itulah Dian sering sekali menggoda Ava tentang Derral, dan Derral bahkan menjadi bahan candaan untuk mereka berdua.


" Dasar kamu ini, ok, baiklah sudah tutup dulu telefonnya, aku mau mencari nomor telefonnya Tuan Alano, semakin lama berbicara dengan kamu nanti, aku akan semakin lama pula untuk beristirahatnya ",, kata Dian kepada Ava.


" Dasar sekretaris kurang ajar, beraninya kamu malah menyuruh aku, siapa disini yang bosnya ",, jawab Ava kepada Dian.


Membuat Dian lagi dan lagi langsung saja tertawa lucu dibuatnya, karena mendengar perkataannya Ava kepadanya.


" Iya maaf-maaf bos, sudah ya, selamat malam Nona Ava ",, kata Dian kepada Ava dengan nada lembut yang dibuat-buat.


" Dasar sableng!! ",, kata Ava lagi kepada Dian.


Dan Dian tidak menjawab perkataannya Ava, namun dia langsung saja memilih mematikan sambungan telefonnya Ava.


Setelah sambungan telefonnya Ava terputus, Dian langsung saja mencari nomor telefonnya Papi Alano kepada Egon.


Dan ketika sudah mendapatkan nomor telefonnya Papi Alano, Dian langsung saja memberikannya kepada Ava.


Seperti yang sudah diceritakan oleh Papi Alano tadi kepada Derral, Ava memang langsung saja menelfon Papi Alano ketika sudah mendapatkan kiriman nomornya Papi Alano dari Dian.


Dan setelah selesai menelfon Papi Alano, Ava langsung saja tersenyum miring, karena akhirnya bisa memberikan pelajaran kepada orang seperti Derral dengan mudah.


" Tidak semua orang seperti Derral harus dibalas dengan kekerasan atau sama kerasnya seperti Derral ",, kata Ava ketika dia sudah mematikan sambungan telefonnya Papi Alano tadi.


" Tapi orang seperti Derral juga perlu dibalas dengan kepintaran dan kehalusan, supaya terlihat lebih elegan, serta dia akan menjadi sadar, jika masih ada langit diatas langit ",, sambung lagi perkataannya Ava untuk dirinya sendiri.


" Lihatlah bagaimana nanti reaksi kamu jika melihat aku, apakah kamu masih akan terlihat sombong seperti biasanya??, ataukah tunduk dengan kepintaran yang aku punya Tuan Derral Altezza ",, kata Ava lagi dengan sambil melamun membayangkan wajahnya Derral.


" Aah sudahlah, kita lihat esok saja, sekarang aku mau tidur, sudah malam, dan aku sungguh sangat capek sekali hari ini ",, kata Ava lagi dan lagi untuk dirinya sendiri.


Dan setelahnya Ava langsung saja merebahkan badannya diatas ranjang besar, empuk nan mahalnya itu untuk mengistirahatkan badannya yang memang perlu diistirahatkan malam itu.


Supaya hari esok ketika Ava bangun dan berangkat kekantor tidak lemas badannya dan serta supaya wajahnya terlihat lebih fresh dan juga segar.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TBC***...