Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
MAKAN MALAM



Disaat sedang asik dan sedang enak-enaknya menikmati suasana, tiba-tiba saja pendengaran dari Ava dan juga Derral teralihkan dengan suara ketukan pintu kamar mereka yang tidak berhenti-berhenti.


Dengan menampilkan wajah sebalnya dihadapannya Ava, Derral lansung saja bangun dari atas tubuhnya Ava, dan langsung berlalu untuk menuju kearah pintu kamar.


Sedangkan Ava sendiri sepeninggalan dari Derral, dia langsung saja bangun dari tidurannya diatas ranjang tadi dengan sambil membenarnya pakaian dan juga rambutnya yang sedikit berantakan.


Dan Derral yang sudah berada didepan pintu, dia langsung saja membuka pintunya untuk melihat siapa yang sudah mengetuk pintu kamar daritadi dan juga mengganggu kesenangannya dengan Ava.


Ketika pintu sudah dibuka, ternyata yang mengetuk pintunya daritadi adalah Mira.


Derral langsung saja menunjukkan wajah semakin malasnya dihadapannya Mira, karena sudah berhasil merusak suasana moodnya dengan seketika.


" Ada apa??!! ",, tanya Derral kepada Mira dengan sambil menunjukkan wajah malasnya.


Sedangkan Mira tadi, ketika pintu kamar sudah dibuka, dia hanya bisa menampilkan wajah tersenyum tanpa dosanya dihadapannya Derral.


" Anu Tuan, Tuan Besar menyuruh saya untuk memanggil Tuan Derral dan Nona Ava untuk makan malam bersama dibawah ",, jawab Mira kepada Derral dengan ramah.


" Iya ",, jawab Derral kepada Mira dan langsung saja menutup pintunya tepat dihadapannya Mira.


Mira dibuat sedikit terkejut ketika dia berbicara belum selesai, namun sudah langsung saja pintu kamarnya ditutup seperti itu.


" Astaga!!!, ko ada ya orang seperti itu?? ", gerutu Mira ketika melihat tingkahnya Derral yang mengejutkannya.


" Kasihan sekali Nona Ava yang cantik dan baik hati itu, harus mempunyai suami modelan seperti Tuan Derral yang sangat menyebalkan sekali ",, gerutu Mira lagi sambil berjalan menuju kearah lift untuk turun kebawah.


Sedangkan Derral tadi ketika dia sudah menuntup pintunya, dia langsung saja dibuat sangat terkejut juga, karena ketika Derral berbalik badan sudah ada Ava dibelakangnya.


" Astaga Ava, kamu membuatku terkejut saja!! ",, gerutu Derral kepada Ava.


Ava hanya tersenyum kecil saja ketika melihat Derral sedang terkejut seperti itu.


" Sudah yuk kita keluar, sudah ditunggu sama Papah ",, kata Ava kepada Derral sambil menarik pergelangan tangannya Derral untuk keluar dari dalam kamarnya menuju keruang makan.


Sedang kita beralih sejenak kepada Aaric Kakaknya Ava.


Tadi ketika kedua orang tuanya Derral yaitu Papi Alano dan juga Mami Elsie yang sudah pada pulang, dan Derral serta Ava juga sudah pada masuk kedalam kamarnya.


Aaric sebagai Kakak kandungnya Ava, dia langsung saja meminta penjelasan kepada sang Papah tercinta yaitu Papah Zohan, mengenai pernikahannya Derral dan juga Ava yang sangat mendadak sekali seperti itu.


" Ayo jika kamu mau mendengar penjelasan dari Papah, ikut Papah kedalam ruang kerja Papah ",, jawab dari Papah Zohan pada waktu itu kepada Aaric.


Aaric pun menurut saja ketika Papah Zohan berkata seperti itu kepadanya.


Dan sesampainya didalam ruang kerja Papah Zohan, serta Aaric dan juga Papah Zohan sudah pada duduk dishofa yang ada didalam situ.


Aaric langsung mendesak kepada Papah Zohan untuk segera bercerita kepadanya, tentang pernikahannya Ava.


Papah Zohan pun langsung saja menceritakan semuanya kepada Aaric bagaimana Derral bisa menjadi suami dari Ava.


Sungguh pada waktu itu ketika mendengar cerita dari Papah Zohan, Aaric dibuat sangat emosi sekali dengan Derral, karena sudah berani menjebak adik yang paling disayanginya itu, dengan cara yang cukup licik menurutnya.


" Bukannya laki-laki bernama Derral itu yang kemarin digosipkan dengan Ava Pah?? ",, tanya Aaric lagi kepada Papah Zohan.


" Iya, dia laki-laki itu ",, jawab santai dari Papah Zohan kepada Aaric.


" Tapi kamu jangan perlihatkan amarah kamu dihadapannya, sudah cukup tadi wajah tampannya Papah tonjok seperti itu ",, lanjut lagi perkataannya Papah Zohan kepada Aaric.


" Jika wajah dia hancur, yang rugi adik kamu juga Aaric, karena Ava harus mempunyai suami yang berwajah buruk dan jelek ",, jawab dari Papah Zohan kepada Aaric.


" Tapi bolehlah satu pukulan saja ya Pah ",, kata Aaric lagi menawar kepada Papah Zohan.


" Terserah kamu sajalah, yang terpenting jangan kamu buat hidungnya pindah ketelinganya ketika kamu menonjoknya nanti ",, jawab pasrah dari Papah Zohan kepada Aaric.


Karena Papah Zohan sangat tahu sekali bagaimana karakter dan watak dari semua anak-anaknya, jika dilarangpun mereka akan tetap melakukannya, jadi Papah Zohan membiarkannya saja yang terpenting tidak sampai merugikan orang lain.


Dan untuk Derral sendiri, sebenarnya Papah Zohan juga masih sedikit marah dengan sikapnya Derral, tapi tadi setidaknya dia sudah memberikannya beberapa pukulan dan tonjokan kepada Derral.


Makanya Papah Zohan memaklumi saja jika Aaric anak laki-lakinya yang statusnya adalah Kakak kandung dari Ava tidak terima jika adiknya diperlakukan seperti itu oleh laki-laki seperti Derral.


Sedang kita beralih kewaktu sekarang, Ava dan juga Derral mereka berdua sudah pada keluar dari dalam kamar mereka.


Walau sebenarnya Derral masih ingin melanjutkan kegiatan enak yang tadi dia lakukan dengan Ava, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena Papah mertuanya sudah menunggunya dimeja makan.


Jadi dengan terpaksa, Derral menurut saja ketika tangannya terus ditarik oleh Ava untuk masuk kedalam lift untuk turun kelantai bawah.


" Kenapa wajah kamu tidak bisa tersenyum sih Derral, dari awal ketemu itu wajah aku lihat tidak bisa tersenyum, kaku seperti kayu ",, kata Ava kepada Derral ketika mereka sedang berada didalam lift.


" Iya memang sudah dari sananya wajah aku seperti ini bentuknya ",, jawab Derral dengan asal berbicara kepada Ava.


Ava yang mendengar jawaban dari Derral, dia hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Karena bagaimanapun juga Derral sudah sah menjadi suaminya, jadi mau tidak mau ya Ava harus menerima sikapnya Derral yang seperti itu.


Dan ketika lift yang mereka naiki sudah sampai dilantai bawah, Ava dan juga Derral langsung saja melangkahkan kakinya untuk menuju keruang makan.


Pandangan semua orang yang ada didalam ruang makan, langsung teralihkan dengan kedatangan dari Derral dan juga Ava yang baru datang.


Sebab memang Ava dan juga Derral sajalah yang belum bergabung dimeja makan itu.


" Ayo Nak sini duduk, kita makan malam bersama, dan kami sengaja menunggu kalian datang dulu ",, kata Mamah Gretl kepada Ava dan juga Derral.


" Iya Mah ",, jawab Ava kepada Mamah Gretl sambil tersenyum, dan langsung duduk dikursi yang sudah tersedia disitu.


Sedang Derral dia hanya tersenyum sangat tipis sekali kepada Mamah Gretl, sambil duduk juga dikursi yang ada disebelahnya Ava.


Aaric yang melihat kedatangan dari Derral, dia terus menatap kearahnya Derral dengan tatapan yang sedikit tidak suka.


Dan Derral pun yang melihat akan wajah dari Kakak iparnya yang seperti itu, dia berpura-pura tidak tahu dan juga cuek-cuek saja.


" Ayo Ava layani suami kamu itu, mau makan yang mana?? ",, kata Mamah Gretl kepada Ava.


" Iya Mah ",, jawab Ava lagi kepada Mamahnya.


Dan dengan telaten Ava langsung mengambilkan makanan yang ingin dimakan oleh Derral, walau sebenarnya Ava sangat malas sekali melayani Derral.


Jika bukan karena berada dihadapan Keluarganya, pastilah Ava mungkin memilih makan sendiri tanpa Derral.


Malam itu mereka berlima makan dengan tenang dan khidmat tanpa ada pembahasan untuk masalah pemberkataannya Ava dan Derral esok hari.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TBC***...