
Papi Alano yang tadi sudah membujuk Derral untuk mau datang meeting diPerusahaannya, dia lalu berpamitan pergi kekantornya lagi kepada Derral.
Dan sesampainya dikantornya, Papi Alano langsung saja menghubungi Papah Zohan, yaitu Papahnya Ava.
Papah Zohan saat itu dia sedang bersantai diruang tamu mansionnya sambil membaca koran dan ditemani dengan secangkir teh hangat kesukaannya.
Ketika Papah Zohan mendengar ponselnya yang dia taruh diatas meja didepannya berdering dan bergetar.
Papah Zohan langsung saja melipat korannya untuk melihat siapakah yang sedang menelfonnya.
" Tuan Alano ",, kata Papah Zohan ketika melihat nama Papi Alano tertera dipanggilan masuknya.
Dengan segera Papah Zohan dia langsung mengangkat sambungan telefonnya Papi Alano.
" Halo selamat siang Tuan Alano ",, kata Papah Zohan kepada Papi Alano.
" Selamat siang juga Tuan Zohan, mohon maaf karena saya sudah menganggu waktu anda Tuan Zohan ",, jawab Papi Alano kepada Papah Zohan.
" Aah tidak juga, ada apakah??, apa ada yang bisa saya bantu Tuan?? ",, kata Papah Zohan kepada Papi Alano.
" Tidak ada, saya cuma ingin bercerita saja kepada anda saja Tuan, dan ini mengenai dengan anak-anak kita, yaitu Derral dan Nona Ava ",, jawab Papi Alano kepada Papah Zohan.
" Memangnya ada apa Tuan, dengan anak-anak kita?? ",, tanya Papah Zohan kepada Papi Alano.
" Apakah anda sudah tahu, jika Nona Ava dia membantu saya dengan mau menanamkan sahamnya diPerusahaan saya Tuan sebesar tujuh puluh persen?? ",, kata Papi Alano kepada Papah Zohan.
" Besar sekali jumlahnya Tuan Alano, itu artinya keuntungan yang didapat dari Perusahaan anda, hampir semuanya miliknya Ava?? ",, kata Papah Zohan kepada Papi Alano dengan nada yang sedikit terkejut.
" Yah begitulah Tuan Zohan, tapi setidaknya dengan bantuan dari Nona Ava, perusahaan saya tidak mengalami kerugian ",, jawab Papi Alano kepada Papah Zohan.
" Tapi jika saya boleh tahu saham sebegitu besarnya yang ditanamkan Ava kePerusahaan anda, itu atas dasar apa ya Tuan Alano?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada Papi Alano.
" Nona Ava dia ingin menjadi investor sekaligus menanamkan sahamnya diPerusahaan saya Tuan Zohan, sebab Perusahaan saya mengalami kerugian sebanyak tiga puluh persen Tuan, karena berita viral tentang anak-anak kita kemarin ",, jawab Papi Alano kepada Papah Zohan.
" Oh begitu ",, jawab Papah Zohan kepada Papi Alano sambil berfikir.
Sebab Papah Zohan sangat tahu sekali bagaimana sifatnya Ava, dia tidak akan melakukan apapun, jika tidak ada tujuannya.
Dan Papah Zohan sangat yakin sekali, jika Ava mempunyai maksud tertentu hingga sampai mau menanamkan saham sebegitu besarnya diPerusahaannya Papi Alano.
" Iya Tuan Zohan, sungguh saya sangat berterimakasih sekali dengan Nona Ava, karena sudah mau membantu saya, padahal siangnya dia sudah sangat marah sekali dengan kelakuan dari Derral anak saya Tuan ",, kata Papi Alano kepada Papah Zohan.
" Kenapa marah??, ada apa lagi dengan mereka?? ",, tanya Papah Zohan lagi kepada Papi Alano.
" Dari laporan anak buah saya, Derral sudah melakukan sesuatu kepada Nona Ava, entah itu melakukan apa namun yang pasti itu sudah membuat Nona Ava sangat marah sekali dengan Derral Tuan, tapi tidak tahunya malam harinya akhirnya Nona Ava dia menjadi berubah fikiran dan mau menanamkan sahamnya diPerusahaan saya Tuan, padahal sebelumnya Nona Ava katanya dia sudah tidak mau menanamkan sahamnya diPerusahaan saya karena ulah dari Derral ",, jawab Papi Alano kepada Papah Zohan.
" Baiklah terimakasih atas laporannya Tuan Alano, kita tetap harus mengawasi mereka berdua, sesuai kesepakatan kita berdua kemarin Tuan ",, kata Papah Zohan kepada Papi Alano.
Dan kesepakan antara Papah Zohan serta Papi Alano adalah mereka berdua akan terus memantau sikap dari anak-anak mereka yaitu Derral dan juga Ava.
Serta Papah Zohan dan juga Papi Alano akan terus mendesak Ava dan juga Derral untuk segera menikah.
Sebab baik Papah Zohan dan juga Papi Alano, mereka sudah sama-sama setuju jika mempunyai menantu seperti Ava atau Derral.
Baik Derral dan juga Ava, mau tidak mau mereka harus mau, begitulah pembicaraan dari Papah Zohan dan Papi Alano tempo kemarin ketika Papi Alano baru saja pulang dari masa liburannya.
Namun untuk sementara waktu, Papah Zohan dan Papi Alano akan membiarkan saja Derral dan juga Ava seperti tom and jerry terlebih dahulu.
" Siap Tuan Zohan, dan nanti siang saya juga akan meeting dengan Nona Ava untuk membahas masalah kerjasama kita itu ",, jawab Papi Alano kepada Papah Zohan.
" Apakah ada Nak Derral disana Tuan Alano?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada Papi Alano.
" Ada Tuan Zohan, dan saya juga berharap anak saya itu bisa meluluhkan hati anak anda Tuan ",, jawab dari Papi Alano kepada Papah Zohan sambil tertawa kecil.
" Jika mereka memang berjodoh, walau sulit rintangannya akan tetap bersatu juga ko Tuan Alano ",, jawab Papah Zohan kepada Papi Alano sambil tertawa kecil juga.
" Iya dan saya berharap mereka memang berjodoh Tuan ",, jawab dari Papi Alano kepada Papah Zohan.
" Baiklah kalau begitu saya tutup dulu telefonnya Tuan Zohan, sekali lagi, maaf sudah menganggu waktu anda ",, kata Papi Alano lagi kepada Papah Zohan.
" Iya Tuan Alano tidak apa-apa, selamat siang ",, jawab dari Papah Zohan kepada Papi Alano dan setelah itu sambungan telefon mereka akhirnya terputus juga.
Setelah selesai menelfon Papah Zohan, Papi Alano dia langsung saja mengerjakan pekerjaannya lagi yang masih cukup lumayan banyak sekali.
Sedangkan Derral tadi setelah kepergian dari Papinya, dia langsung saja bertanya kepada Egon.
" Egon kenapa kamu tidak bercerita kepada saya jika Ava sudah mau menanamkan sahamnya kePerusahaannya Papi ",, kata Derral kepada Egon.
" Maaf Tuan, tapi tadi kata anda ketika dilift, anda sedang tidak mau mendengarkan laporan apapun dari saya ",, jawab Egon kepada Derral.
" Jika itu laporan penting, kamu harus tetap memaksanya untuk laporan kepada saya Egon!! ",, kata Derral tetap menyalahkan Egon dan tidak mau disalahkan.
Yah begitulah nasib bawahan, serba salah, dan jadi tempat sasaran salah serta amarah.
" Maafkan saya Tuan, lain kali saya tidak akan mengulanginya lagi ",, ya memang harus seperti itu perkataannya Egon, mengalah dan meminta maaf, walau kenyataannya dia tidak bersalah.
" Terus apa lagi yang Papi katakan kepada kamu Egon?? ",, tanya Derral kepada Egon.
" Tuan Alano hanya mengatakan itu saja Tuan, jika Nona Ava sudah mau menanamkan sahamnya kePerusahaannya, dan anda diminta untuk datang nanti ikut meeting diPerusahaannya Tuan Alano untuk menyambut kedatangan dari Nona Ava sebagai tanda terimakasih ",, jawab Egon kepada Derral.
" Apakah Papi tidak mengatakan hal lain kepadamu Egon?? ",, tanya Derral lagi kepada Egon.
" Tidak ada Tuan Derral, Tuan Alano cuma berpesan kepada saya, untuk memaksa anda datang nanti kePerusahaannya, dan tidak boleh membiarkan anda pergi ",, jawab Egon lagi kepada Derral.
" Ya sudahlah, kamu lama-lama seperti Papi, sudah sana kembali bekerja ",, kata Derral kepada Egon.
" Baik Tuan permisi ",, kata Egon kepada Derral sambil sedikit menundukkan badannya sebelum berlalu pergi dari dalam ruangannya Derral.
Sedangkan Derral setelah kepergian dari Egon, dia langsung saja menyandarkan punggungnya kesandaran kursi sambil memijat keningnya yang entah kenapa tiba-tiba saja menjadi pusing sekali, karena terus dipaksa untuk bertemu dengan Ava nanti.
...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...
...***TBC***...