Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
CHICO MARAH



Jam pulang kantor pun tiba, Chico yang sudah tidak sabar menantikan jam pulang kantor, dia langsung saja bergegas untuk segera pulang kerumah mewahnya.


Hanya membutuhkan waktu sekitar empat puluh menitan saja, akhirnya Chico sampai juga dirumah mewahnya.


Tanpa membalas sapaan demi sapaan yang dilontarkan oleh para asisstan rumahnya, Chico tetap melangkah menuju kedalam kamarnya.


" Aku akan segera menemui kamu Via ",, kata Chico sambil melepaskan jas kerjanya ketika sudah sampai didalam kamarnya.


" Tunggu aku, dan akan aku pastikan kamu segera menjadi milikku ",, kata Chico lagi sambil berlalu menuju kedalam kamar mandinya.


Didalam kamar mandi, Chico memilih untuk berendam sejenak didalam bathtube miliknya sambil merencakan hal apa saja yang harus dia lakukan untuk mendapatkan Via.


Sedangkan disisi lain, Derral yang sudah masuk kedalam kamarnya, dia langsung saja melihat Ava masih berada diatas ranjang dengan sambil memainkan ponselnya.


" Apakah kamu baru saja bangun tidur Ava?? ",, tanya Derral kepada Ava.


" Iya ",, jawab singkat dari Ava sambil ingin membalas pesan dari Dian.


" Apakah pekerjaan kamu sudah selesai?? ",, tanya Derral lagi kepada Ava.


Membuat Ava menjadi tidak konsen untuk membalas pesan dari Dian tadi.


Akhirnya Ava memilih menaruh ponselnya terlebih dahulu untuk menjawab perkataan dari Derral.


" Masih tinggal sedikit, nanti sajalah rasanya badanku capek sekali ",, jawab Ava sambil ingin beranjak turun dari atas ranjang.


" Kamu mau kemana??, apakah milik kamu masih sakit Ava?? ",, tanya derral untuk kesekian kalinya kepada Ava.


" Masih.......... memangnya kenapa??, apa kamu mau mengobatinya?? ",, jawab Ava kepada Derral.


" Boleh, jika kamu ijinkan aku ",, sahut Derral kepada Ava sambil tersenyum m35um.


Ava langsung saja menunjukkan wajah sebalnya kepada Derral yang sedang menatapnya seperti itu.


" Kamu tambah cantik sayang, jika kamu sedang seperti itu ",, goda Derral kepada Ava.


" Apa.........!!, jangan menggodaku, aku tidak mempan dengan godaanmu!! ",, jawab Ava kepada Derral dengan ketus, sambil berlalu menuju kedalam kamar mandi.


" Apakah kamu mau mandi Ava?? ",, tanya Derral lagi dan lagi kepada Ava.


" KIta mandi bersama ya?? '',, lanjut lagi perkataan dari Derral kepada Ava.


" Tidak mau!! ",, jawab Ava dengan jutek.


Dan Ava langsung saja ingin meninggalkan Derral masuk kedalam kamar mandi.


Namun sayang, ketika Ava ingin menutup pintu kamar mandi, Derral sudah keduluan ikut masuk kedalam kamar mandi, dan akhirnya didalam kamar mandi itu, terjadilah yang diinginkan oleh Derral.


Mereka didalam kamar mandi itu melakukannya lagi dan lagi untuk berulang kalinya.


Ava yang menolak, dia tidak sanggup ketika Derral memberikan sentuhan demi sentuhan ketubuhnya yang akhirnya membuatnya pasrah dengan apa yang ingin Derral lakukan kepadanya.


Hingga akhirnya Ava menerima saja ketika Derral memasukkinya untuk berulang kalinya.


Kita tinggalkan Ava dan Derral, dan geser lagi keChico yuk.


Chico yang sudah selesai mandinya, saat ini dia sedang berganti baju didalam ruang walk in closetnya menggunakan baju santai namun masih pantas untuk dia buat pergi.


Ketika Chico sudah selesai, Chico langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam kamarnya.


Disaat Chico sudah sampai ditangga terakhir rumahnya, dia langsung saja berpesan kepada kepala asisstan rumahnya jika dia tidak makan malam dirumah malam itu.


Setelahnya tanpa mendengarkan jawaban dari kepala asisstannya, Chico langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam rumah dan pergi menuju kesuatu tempat.


Chico sengaja mengendarai mobilnya sendirian, namun masih tetap mendapatkan pengawalan pribadi dari para anak buahnya dari jarak jauh.


Sekitar lima puluh menitan Chico berkendara, akhirnya dia sampai juga didepan komplek rumah yang sama mewahnya dengan rumahnya.


" Mari Via kita temui kedua orang tua kamu ",, kata Chico kepada dirinya sendiri.


Dan ternyata rumah mewah yang saat ini didatangi oleh Chico adalah rumah mewah milik Ayah Markus dan Mamah Delfa.


Chico menekan klakson mobilnya untuk memberitahukan penjaga pintu gerbang jika dirinya ingin bertamu kerumah tersebut.


Ketika Chico mengatakan kepada pintu gerbang jika dia tamu dari Ayah Markus, pintu gerbang langsung saja terbuka dengan sangat lebar sekali supaya mobil mewah milik Chico bisa masuk kedalam pelataran rumah.


Chico yang sudah keluar dari dalam mobilnya dia langsung saja memencet bel pintunya, dan tidak lama pintunya langsung saja terbuka dari dalam dan dibukakan oleh pembantu yang ada dirumah Ayah Markus.


" Silahkan duduk Tuan, akan saya panggilkan Tuan Markus sebentar ",, kata ramah dari pembantu itu kepada Chico.


Chico hanya mengangguk saja kepada pembantu tersebut, dan tidak lama keluarlah Ayah Markus dari dalam rumah, ketika sudah diberitahu oleh pembantunya tadi.


" Tuan Chico............, sungguh kehormatan bagi saya anda mau berkunjung kegubuk saya ini, apakah ada yang bisa saya bantu Tuan?? ",, kata Ayah Markus kepada Chico ketika dia sudah duduk dishofa seberang Chico.


" Anda sungguh sangat merendah sekali Tuan, kebetulan saya lewat didaerah komplek sini, dan saya tidak menyangka jika anda ternyata Ayah dari teman saya ",, jawab Chico kepada Ayah Marson sambil tersenyum tipis.


" Teman anak saya yang mana??, apakah anda teman dari Ozzie anak laki-laki saya?? ",, tanya Ayah Marson lagi kepada Chico.


" Bukan Tuan, anak perempuan anda ",, jawab Chico kepada Ayah Markus.


" Shelvia.........??, Via maksud anda Tuan Chico?? ",, kata Ayah Markus kepada Chico.


" Iya........, Nona Via adalah teman saya, dan mungkin bisa dikatakan lebih dari teman Tuan Markus ",, jawab dari Chico kepada Ayah Markus.


" Maaf Tuan Chico,.......maksud anda bagaimana ya??, saya sedikit kurang faham ",, kata Ayah Markus kepada Chico sambil menunjukkan wajah kebingungannya.


" Jujur saya katakan, dari kemarin-kemarin saya sudah mencoba mendekati anak anda Via Tuan Markus, dan saya pun sudah ingin berkunjung kesini, namun baru tadi saya diberitahu oleh sekretaris saya, jika anda adalah Ayah dari Nona Via, membuat saya sangat terkejut sekali ",, jawab dari Chico kepada Ayah Markus dengan sedikit berbohong.


" Akhirnya ketika saya lewat disekitar komplek ini, saya putuskan bersilahturahmi dengan anda sekaligus ingin bertemu dengan Nona Via ",, lanjut lagi perkataan dari Chico kepada Ayah Markus.


Ayah Markus dia sedikit terkejut sekali mendengar kenyataan yang baru saja dikatakan oleh Chico tadi, yang mengatakan jika dia sedang mencoba mendekati Via.


Yang setahu Ayah Markus, jika Via sudah mempunyai seorang kekasih yang baru tadi siang ditelefonnya.


" Maaf Tuan Chico saya bertanya lagi, sudah berapa lama anda mengenal anak saya Via Tuan?? ",, kata Ayah Markus kepada Chico.


" Sudah cukup lumayan Tuan, dan hanya anak anda sajalah yang berhasil mencuri hati saya disaat semua wanita banyak yang mendekati saya ",, jawab dari Chico kepada Ayah Markus.


" Tapi apakah Via tidak mengatakan jujur kepada anda jika dia sudah mempunyai kekasih?? ",, kata Ayah Markus kepada Chico.


Dan perkataan dari Ayah Markus kali ini membuat Chico langsung saja menjadi sangat terkejut sekali.


Ekspresi wajah Chico yang awalnya sok cool dan tenang, sekarang seperti sedang menahan amarah didalam dadanya yang siap ingin keluar kapan saja dengan sangat dahsyat sekali.


" Apa Nona Via mengatakan kepada anda Tuan, jika Nona Via sudah mempunyai seorang kekasih?? ",, tanya Chico kepada Ayah Markus sambil menahan amarahnya.


" Iya Tuan Chico, bahkan tadi siang saya baru saja bertelefonan dengan kekasih dari Via, dan saat ini pun mereka berdua sedang pergi berlibur bersama ",, jawab dari Ayah Markus kepada Chico.


Hati dari Chico sungguh sangat-sangat-sangat ingin marah dengan meledak-ledak sekali ketika mendengar jawaban dari Ayah Markus.


" Hmm, mungkin Nona Via bukanlah jodoh saya Tuan ,......... ",, kata Chico kepada Ayah Markus sambil tersenyum dipaksakan.


" Kalau begitu saya permisi dulu, dan ini ada sedikit sesuatu untuk anda ",, kata Chico lagi kepada Ayah Markus sambil memberikan bingkisan sebuah roti mahal kepada Ayah Markus yang dibelinya tadi sebelum sampai dirumah Ayah Markus.


" Iya Tuan Chico, terimakasih banyak, dan hati-hati dijalan ",, jawab Ayah Markus dengan sopan kepada Chico.


Setelahnya Chico langsung saja melangkahkan kakinya untuk pergi dari dalam rumah Ayah Markus sambil menahan gejolak amarah didadanya yang sungguh sangat dahsyat sekali.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...