
Joyce yang melihat keterbengongan dari Chico, dia pun langsung saja tersenyum sambil mencoba menjentikkan jarinya tepat didepan wajah Chico.
Alhasil apa yang dilakukan oleh Joyce menyadarkan Chico dari masa melamun sejenaknya tadi.
" Chico.......... ",, panggil Joyce dengan lembut kepada Chico.
" Hah apa?? ",, jawab Chico kepada Joyce dengan ekspresi yang membagongkan.
" Ini,.......... apakah kamu tidak jadi menikahiku?? ",, kata Joyce kepada Chico sambil memperlihatkan tangan kirinya.
" Apakah kamu menerimaku menjadi suami kamu Joyce?? ",, tanya Chico kepada Joyce.
Joyce langsung saja mengangguk sambil tersenyum manis sekali kepada Chico.
" Apakah aku tidak salah mendengarnya Joyce?? ",, tanya Chico lagi kepada Joyce.
" Tidak ",, jawab Joyce sambil menggelengkan kepalanya.
" Itu artinya aku diterima?? ",, tanya Chico lagi dan lagi kepada Joyce.
" Iya Chico......... ",, jawab Joyce lagi kepada Chico dengan sabar.
Senyum Chico langsung saja terbit dengan sangat lebar sekali mendengar jawaban dari Joyce tadi.
Dengan segera Chico langsung mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong jasnya.
Dan ternyata Chico sedang mengeluarkan sebuah cincin berlian yang memang sudah dipersiapkannya sebelumnya jika lamarannya kepada Joyce diterima.
Chico dengan semangat langsung saja menyematkan cincin berlian itu kejari manisnya Joyce.
Dan Joyce sendiri dia langsung tersenyum dengan sangat lebar sekali kepada Chico.
Mungkin memang Chico jodoh terakhir untuk Joyce untuk mengakhiri masa menjandanya.
Setelahnya Chico langsung saja membawa Joyce kedalam pelukannya dengan bibir yang tersenyum sangat manis sekali.
" Kamu mau pesta pernikahan yang bagaimana Joyce untuk acara pernikahan kita nanti?? ",, tanya Chico kepada Joyce.
" Aku tidak mau pesta besar-besaran Chico, yang terpenting sakral dan pernikahan kita sah aku sudah senang ko ",, jawab Joyce kepada Chico.
" Karena yang lebih penting adalah kita mempersiapkan mental kita dalam mengarungi bahtera rumah tangga Chico ",, kata Joyce lagi kepada Chico.
" Siap Bu Dokter, apapun permintaan dari Bu Dokter semuanya akan Chico penuhi ",, jawab Chico sambil memeluk Joyce dengan semakin erat sekali.
Joyce langsung saja tertawa pelan mendengar jawaban dari Chico tadi.
" Oh ya Joyce, bolehkah aku bertanya lagi kepadamu ",, kata Chico kepada Joyce.
" Tanyalah apa yang ingin kamu tanyakan Chico ",, jawab Joyce kepada Chico.
" Kamu sudah berapa lama menjadi jandanya Joyce??, dan sekarang umur kamu sendiri berapa sih?? ",, tanya Chico kepada Joyce.
" Umurku sekarang menginjak dua puluh sembilan tahun Chico, dan aku menjadi janda ketika umurku masih sekitar dua puluh enam tahun, jadi kira-kira kurang lebih tiga tahunanlah ",, jawab Joyce kepada Chico.
" Cukup lumayan lama juga ya kamu menjadi seorang jandanya Joyce ",, kata Chico kepada Joyce.
" Iya seperti itulah Chico ",, kata Joyce kepada Chico.
" Dan kamu sendiri berapa umur kamu Chico?? ",, gantian Joyce bertanya kepada Chico.
" Tahun ini sekitar tiga puluh satu tahun Joyce, sudah tua ",, jawab Chico kepada Joyce sambil tertawa.
" Tidak tua, tapi matang dan dewasa ",, kata Joyce kepada Chico.
Chico hanya tertawa saja mendengar jawaban dari Joyce.
" Sekarang ayo aku ajak kamu pulang kerumahku, supaya aku bisa mengenalkanmu kepada Mamah sebagai calon istriku, bukannya Dokter Pribadi untuk Mamahku ",, kata Chico kepada Joyce.
" Iya ayo ",, jawab Joyce kepada Chico sambil tersenyum.
Sambil bergandengan tangan Chico dan Joyce langsung beranjak pergi meninggalkan taman tersebut untuk masuk kedalam mobil milik Chico.
Didalam mobil senyum Chico tidak pernah luntur sama sekali, karena dia tidak menyangka karena lamaran mendadaknya diterima oleh Joyce, wanita yang baru dikenalnya beberapa hari yang lalu.
Mobil yang dikendarai oleh Chico akhirnya sampai juga dirumah super mewah miliknya.
Chico yang sudah keluar terlebih dahulu dari Joyce, dia langsung saja membukakan pintu mobil untuk Joyce.
Setelahnya mereka berjalan berdua sambil masih bergandengan tangan untuk masuk kedalam rumah.
" Mah......... Mamah ",, panggil Chico kepada Mamah Elsa.
Semenjak Mamah Elsa sering berkonsultasi dengan Joyce dirumah sakit, Mamah Elsa sudah sering bahkan berani berkeliaran didalam rumah sendirian.
Karena biasanya yang biasa Mamah Elsa lakukan hanyalah berada didalam kamarnya terus menerus sepanjang hari.
Mamah Elsa yang sedang menonton televisi ditemani para suster yang merawatnya, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Chico yang baru saja datang bersama Joyce.
" Lho ko bersama Dokter Joyce kamu Chico datangnya ",, kata Mamah Elsa kepada Chico.
Chico dan Joyce mereka saling pandang dengan bibir yang saling melempar senyuman ketika mendengar pertanyaan dari Mamah Elsa tadi.
" Mah......... apakah Mamah suka dan mau melihat Chico menikah?? ",, tanya Chico kepada Mamah Elsa.
" Tentu saja Mamah suka dan mau ingin segera melihat kamu menikah Chico ",, jawab dari Mamah Elsa kepada Chico.
" Tapi siapa yang akan menjadi calon istri kamu Chico??, apakah Dokter Joyce?? ",, kata Mamah Elsa kepada Chico.
" Iya Mah, apakah Mamah merestui hubungan kita berdua?? ",, jawab Chico kepada Mamah Elsa.
Mamah Elsa langsung saja tersenyum ketika mendengar jawaban dari Chico.
" Iya Nak, Mamah setuju selagi kamu bahagia dan nyaman menjalaninya dengan Dokter Joyce, Mamah akan tetap selalu mendukung apa pun yang menjadi keputusan kamu Chico ",, jawab dari Mamah Elsa kepada Chico.
Chico yang mendengar jawaban dari Mamah Elsa dia langsung saja memeluk Mamah Elsa dengan begitu sayang sekali.
Dan Joyce yang melihat Chico begitu tulus menyayangi Mamahnya, dihati dia ada rasa senang dan bangga yang tidak bisa jabarkan dengan sebuah kalimat.
Setelah pelukan antara Chico dan Mamah Elsa terlepas, Mamah Elsa langsung saja mengucapkan sesuatu kepada Dokter Joyce.
" Apakah benar Dokter Joyce menerima anak Tante yang cassanova ini menjadi calon suami Dokter Joyce?? ",, tanya Mamah Elsa kepada Joyce.
" Iya benar Tante, saya sudah menerimanya ",, jawab Joyce kepada Mamah Elsa sambil tersenyum.
" Semoga Dokter Joyce tidak menyesal sudah menerima Chico sebagai calon suami anda, karena mantan dia begitu banyak sekali lho Dokter ",, canda dari Mamah Elsa kepada Dokter Joyce.
Joyce langsung saja tertawa mendengar candaan dari Mamah Elsa tadi, sedang Chico dia langsung merasa malu kepada Joyce.
" Mamah,........... kenapa Mamah berkata seperti itu kepada Joyce, nanti kalau Joyce berubah fikiran Chico bisa gagal menikah untuk kedua kali ",, kata Chico kepada Mamah Elsa.
" Jika Dokter Joyce benar-benar jodoh kamu, dia pasti akan tetap menjadi jodoh kamu ko Nak, benar kan apa kata Tante Dokter Joyce?? ",, kata Mamah Elsa kepada Chico dan juga Joyce.
" Benar sekali Tante ",, jawab Joyce kepada Mamah Elsa.
" Dan lagipula tidak masalah bagi saya ko Tante jika Chico banyak mantannya, yang terpenting diantara mereka semua sayalah pemenangnya ",, kata Joyce kepada Mamah Elsa dan masih didengar oleh Chico.
Chico langsung saja tersenyum bangga dan senang sekali ketika mendengar perkataan dari Joyce tadi.
" Baiklah, sekarang katakan kepada Mamah, kapan kamu akan segera menikahi Dokter Joyce Chico?? ",, tanya Mamah Elsa kepada Chico.
" Kapan Dokter Joyce?? ",, tanya Mamah Elsa juga kepada Joyce.
" Tidak tahu Tante, kami belum membicarakannya",, jawab Joyce kepada Mamah Elsa.
" Kalau tiga hari yang akan datang bagaimana Joyce, apakah kamu tidak keberatan?? ",, kata Chico kepada Joyce.
" Apaaaaa??!!!, tiga hari lagi??, kamu yang benar saja Chico??",, kata Joyce dengan nada yang sangat terkejut sekali.
Namun Chico dengan santainya dia langsung saja menganggukkan kepalanya kepada Joyce, tanpa mempedulikan ekspresi Joyce dan Mamah Elsa yang sedang pada terkejut mendengar perkataannya tadi.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...