
Masih dihari yang sama namun ditempat yang berbeda dan malam pun masih sama.
Yaitu kita akan geser keVia dan juga Leon.
Leon yang diajak masuk lagi kedalam kamar oleh Via, karena semua keluarganya sudah tidak ada lagi diruang Keluarga.
Saat ini Leon malah merasa sedikit canggung kepada Via, pasalnya mereka saat ini akan tidur didalam satu kamar namun berada didalam rumah kedua orang tuanya Via.
" Kamu kenapa Tuan Singa??, sepertinya sedang merasa tidak nyaman seperti itu ",, tanya dari Via kepada Leon.
" Aku memang merasa sedikit tidak nyaman saja tidur malam ini didalam kamar kamu ",, jawab Leon kepada Via.
" Untuk apa merasa risau, Ayah saja mengijinkan kita ko, karena fikir Ayah kan sebentar lagi kamu akan menjadi suamiku ",, jawab Via kepada Leon sambil melepaskan kaos yang dipakainya itu.
Hingga terlihatlah Via cuma memakai bra saja didepan Leon.
Leon yang melihat tingkah dari Via, dia langsung saja melototkan matanya, karena Via begitu berani sekali didepannya.
" Kenapa kamu melotot??, tidak pernah melihat perempuan memakai b1k1n1 ya??, awas nanti lepas itu mata ",, kata Via kepada Leon, sambil melepaskan juga celana hot pants yang dipakainya.
Dan akhirnya Via cuma memakain lingerie seksinya saja dihadapan Leon.
" Hei Tuan Jenderal??!! ",, kata Via lagi sambil menjentikan jarinya didepan wajah Leon.
Leon pun langsung saja tersadar dengan jentikan jari dari Via itu.
" Jangan melamun malam-malam begini, jika kesurupan bisa bahaya ",, kata Via kepada Leon sambil berjalan kearah ranjang.
" Kamu tidur cuma memakai itu Via?? ",, tanya Leon kepada Via dengan ekspresi yang aneh.
" Iya, memangnya kenapa?? ",, tanya balik dari Via kepada Leon.
Leon langsung saja menelan air liurnya dengan bulat-bulat dan menetralkan pandangannya dari tubuh Via yang begitu seksi sekali dihadapannya.
" Lagipula iman kamu masih kuat kan Tuan Singa, jika tidak kuat pasti sudah dari kemarin kamu akan melakukan hal itu kepadaku ",, jawab santai lagi dari Via kepada Leon sambil mencoba merebahkan badannya diatas ranjang.
Leon yang melihat tingkah dari Via yang santai-santai saja dan cuek seperti itu dihadapannya cuma memakai lingerie, membuat tubuhnya tiba-tiba saja menjadi panas sekali.
Padahal AC yang ada dialam kamar Via sudah cukup rendah sekali suhunya, namun Leon malah merasa kepanasan.
Leon yang merasa kepanasan dia langsung saja melepaskan kemeja yang dipakainya beserta celananya dan dia akan tidur dengan menggunakan celana kolor pendeknya saja.
" Si4l4n siVia!! ",, gerutu dari Leon kepada Via.
Dan Leon pun akhirnya langsung saja ikut merebahkan badannya diranjang samping Via.
Sedang kita geser kekamar sebelah, tepatnya didalam kamar tamu yang ditempati oleh Tanisa adik kandung dari Leon.
Tanisa yang tadi sudah masuk kedalam kamar tamu tersebut, dia langsung saja berfikir yang tidak-tidak tentang Kakaknya.
Karena Tanisa masih belum bisa memastikan jika Kakaknya cuma iseng saja dengan Via atau dia sangat serius sekali dengan atasannya itu.
Untuk memastikan kegundahan hatinya, Tanisa langsung saja menelfon Mamahnya.
Karena fikir Tanisa, Mamahnya bisa memberikan solusi dari apa yang menjadi kebingungannya sekarang.
" Halo Mah ",, kata Tanisa kepada Mamahnya.
" Halo Nak, apakah kamu dan Kakak kamu sudah sampai?? ",, kata Mamah Emma kepada Tanisa.
" Sampai??, maksud Mamah apa ya?? ",, tanya dari Tanisa kepada Mamah Emma.
" Kan tadi kata Kakak kamu Leon, kamu akan diajak oleh kakak kamu untuk menemui calon istrinya ",, jawab dari Mamah Emma kepada Tanisa.
" Kakak bilang begitu kepada Mamah?? ",, tanya dari Tanisa lagi kepada Mamahnya dengan suara yang terdengar terkejut.
" Jadi bagaimana??, apakah lamaran dari Kakak kamu diterima oleh wanita itu?? ",, tanya dari Mamah Emma lagi kepada Tanisa.
" Emm diterima Mah, diterima ",, jawab segera dari Tanisa kepada Mamahnya.
Tanisa bingung mau menjawab apa kepada Mamahnya, dan Tanisa takut jika dia menjawab tidak, Mamahnya akan bersedih lagi.
Sebab Tanisa sangat tahu sekali, jika sang Mamah sudah sangat lama sekali menginginkan Kakaknya yaitu Leon untuk segera menikah dan melanjutkan hidupnya.
Mamah Emma dan Ayahnya Tanisa serta Leon, mereka berdua tidak tahu jika Leon pernah mengalami rasa sakit hati dengan mantan kekasihnya dulu.
Yang diketahui oleh Mamah Emma dan Ayah Cana Ayah dari Leon dan Tanisa jika Leon putus ditengah jalan dengan sang kekasih dulu karena sudah tidak merasa cocok lagi.
Padahal bukan seperti itu cerita yang sebenarnya, dan pada waktu itu Mamah Emma sangat menyayangkan sekali hubungan dari Leon dan kekasihnya harus putus ditengah jalan.
Sebab Mamah Emma juga sudah merasa cocok dengan wanita yang menjadi kekasihnya Leon dulu.
" Syukurlah kalau begitu, Mamah senang mendengarnya Tanisa ",, jawab dari Mamah Emma kepada Tanisa.
" Siapapun itu Mamah akan mendukung Kakak kamu untuk menikah, karena dia yang akan menjalaninya bukan Mamah ",, sambung lagi perkataan dari Mamah Emma kepada Tanisa.
" Besok Kakak akan menjemput Mamah dan Ayah, Mamah dan Ayah tunggu dirumah ya jangan pergi, karena besok kedua calon mertua Kakak ingin berkenalkan dengan Mamah dan juga Ayah ",, kata Tanisa kepada Mamah Emma.
" Oh ya Tanisa, baiklah nanti akan Mamah sampaikan kepada Ayah ",, jawab Mamah Emma kepada Tanisa.
" Tanisa cuma ingin bilang begitu saja Mah, Tanisa tutup dulu ya telefonnya, mau istirahat ",, kata Tanisa kepada Mamahnya.
" Iya sayang ",, jawab dari Mamah Emma kepada Tanisa.
Dan setelah itu sambungan telefon mereka pun akhirnya terputus juga.
Tanisa yang sudah selesai bertelefonan dengan Mamahnya, rasanya dia ingin sekali mengobrol dengan Kakaknya.
Akan tetapi rasanya susah sekali, karena sang Kakak sedang berada didalam kamar Via dan Tanisa pun tidak tahu dimana letak kama Via.
Akhirnya yang bisa Tanisa lakukan adalah mengistirahatkan saja tubuhnya dan berdoa semoga apa yang ada didalam fikirannya tadi terkabul semua.
Kembali keVia dan Leon diwaktu sekarang.
Sungguh Leon dibuat tidak bisa tidur sama sekali oleh Via, karena melihat penampilan Via yang tidur disebelahnya terlihat sangat seksi sekali.
Sedang Via sendiri dia malah sudah cukup lelap dalam tidurnya sambil memeluk guling yang ada ditengah-tengah mereka.
" Via iiiiiihhhhhhh ......... ",, kata Leon dengan tanpa suara sambil menahan rasa gemasnya kepada Via.
" Aku tidak tahan.... ",, kata Leon lagi kepada dirinya sendiri.
Leon pun setelah berkata seperti itu, dia langsung saja beranjak turun dari atas ranjang dan berjalan menuju kedalam kamar mandi.
Dan didalam kamar mandi tersebut, Leon bermain solo terlebih dahulu, karena dia benar-benar sudah sangat tidak tahan sekali dengan gejolak yang dia rasakan didalam tubuhnya.
Sudah cukup lama sekali Leon tidak menuntaskan h45ratnya itu, dan malam itu Leon sudah benar-benar merasa sangat tidak tahan sekali karena ulah Via.
Leon seumur-umur dia tidak pernah bermain dengan jalan9, selain pekerjaannya yang membuatnya tidak mau mendekati hal tersebut, Leon sendiri juga tidak suka celap celup disembarang tempat.
Sebab Leon sangat tahu sekali resiko apa yang akan dia hadapi nantinya, jika sudah jajan ( ? ) sembarangan diluar sana.
Jika Leon sudah sangat tidak bisa membendung hawa n4f5unya, dia akan memilih berlama-lama didalam kamarnya atau kamar mandinya untuk bersolo karir seperti sekarang yang dia lakukan didalam kamar mandi milik Via.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...