Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
KEBAIKANNYA AVA



Pagi harinya Ava ketika sudah sampai dikantornya, dia langsung diingatkan lagi oleh Dian, jika jam setengah sembilanan dia ada meeting dengan clientnya diluar, dan Ava pun mengiyakan saja perkataannya Dian tersebut.


Jam sembilan Ava sudah sampai direstoran tempat dia akan rapat dengan koleganya untuk membahas kerja sama dengan Perusahaannya.


Dan sekitar satu jam lamanya mereka meeting dan sudah mendapatkan kesepakatan untuk hasil kerja sama mereka, akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri meeting mereka.


Ketika Ava yang baru saja keluar dari dalam restoran, dia tidak sengaja melihat seorang Ibu-ibu yang sudah sangat berumur seperti kesusahaan ingin menyeberang jalan.


Dan Ava langsung saja keluar lagi dari dalam mobilnya untuk mendekati Nenek itu.


" Tunggu sebentar Dian ",, kata Ava kepada Dian.


" Nona mau kemana?? ",, tanya Dian kepada Ava ketika dia sudah duduk dikursi depan dekat sopir.


Namun Ava tidak menjawab perkataannya Dian, dia langsung saja berlalu dari hadapannya Dian, sedangkan Dian dan sopir kantor hanya memperhatikan saja apa yang ingin dilakukan oleh Ava.


Dan ternyata Ava sedang mendekati seorang Nenek yang kesusahan menyeberang jalan.


" Nona Ava selain cantik, dia juga sangat baik sekali ya Nona Dian ",, kata sopir kantor kepada Dian ketika melihat apa yang dilakukan oleh Ava kepada Nenek tersebut.


" Iya Pak, itulah mengapa saya suka berteman dengannya sejak dulu ",, jawab Dian kepada sopir tersebut sambil terus memperhatikan Ava dari dalam mobil.


Sedangkan Ava sendiri yang tadi baru saja sampai disamping Nenek itu, dia langsung saja menanyai Nenek tersebut.


" Nenek mau apa??, apakah Nenek mau menyeberang keseberang sana?? ",, begitulah yang ditanyakan oleh Ava tadi kepada Nenek tersebut.


" Iya Nak, dan Nenek takut ingin menyeberang kesana ",, jawab Nenek itu kepada Ava.


" Maukah Nenek Ava seberangin kesana?? ",, tanya Ava lagi kepada Nenek tersebut.


" Sungguh??, apa kamu tidak malu Nak, berjalan bersama Nenek yang suda tua ini?? ",, jawab Nenek itu lagi kepada Ava.


" Tidak Nek, untuk apa malu ",, jawab Ava kepada Nenek itu sambil menggelengkan kepalanya dengan bibir yang terus tersenyum.


Dan setelah itu Ava langsung saja menyeberangkan jalan Nenek itu untuk keseberang jalan yang satunya.


Dan pada waktu itu pula, Derral yang tadi sedang lewat ingin menuju kekantornya, dia tidak sengaja melihat Ava yang sedang seperti itu.


" Terimakasi Nak, kamu sungguh baik sekali ",, kata Nenek itu lagi kepada Ava.


" Sama-sama Nek ",, jawab Ava sambil tersenyum manis sekali kepada Nenek tersebut.


" Nak bolehkan Nenek meminta tolong lagi kepadamu?? ",, tanya Nenek itu kepada Ava.


" Boleh Nek, silahkan saja katakan kepada saya ",, jawab Ava kepada Nenek tersebut.


" Boleh Nenek minta tolong, tolong belikan roti didalam toko roti itu Nak, perut Nenek lapar, dan Nenek sama anak Nenek yang cacat yang ada dirumah belum makan dari tadi pagi, dan ini uangnya ",, kata Nenek itu lagi kepada Ava.


" Oh dengan senang hati Nek, kalau begitu Nenek tunggu dikursi itu dulu yuk, biar rotinya Ava belikan untuk Nenek ",, jawab Ava dengan sangat perhatian sekali kepada Nenek itu.


Nenek itu langsung saja mengangguk kepada Ava, dan Ava langsung saja menuntun Nenek itu untuk duduk dikursi yang ada disitu.


" Sebentar Ava belikan rotinya untuk Nenek ya ",, kata Ava kepada Nenek itu sambil menerima uang yang diberikan oleh Nenek tadi.


" Jika uangnya tidak cukup, kesini lagi ya Nak, biar nenek kerja dulu lagi sampai uangnya cukup membeli roti kecil ditoko roti itu ",, pesan Nenek itu kepada Ava sebelum Ava berlalu masuk kedalam toko roti itu.


Dan Ava hanya mengangguk serta tersenyum manis saja kepada Nenek tersebut.


Setelah itu Ava langsung saja masuk kedalam toko roti itu untuk membelikan sebuah roti untuk sang Nenek.


Dan Ava lalu mempunyai ide untuk membelikan beberapa roti untuk Nenek tadi dan juga anaknya yang ada dirumah menggunakan uang yang ada didalam dompetnya.


Serta tidak itu saja, uang sang Nenek Ava masukkan juga kedalam kantong plastik roti tersebut dan Ava juga menambahkan beberapa lembar uang didalam kantong itu untuk dia berikan kepada Nenek tadi.


Setelah itu, Ava langsung saja berlalu keluar menemui Nenek yang masih setia menunggu Ava.


" Ko banyak sekali Nak roti yang kamu beli?? ",, tanya Nenek tadi ketika dia sudah menerima roti pemberian dari Ava.


" Tidak apa-apa, itu roti untuk Nenek dan anak Nenek yang ada dirumah ",, jawab Ava kepada Nenek itu sambil tersenyum.


" Terimakasih banyak Nak, semoga keberkahan dan kelimpahan rejeki selalu menyertaimu Nak, serta semoga juga kamu diberikan jodoh yang terbaik diantara semua laki-laki baik yang ada disini ",, doa tulus dari Nenek itu kepada Ava.


" Aamiin ",, jawab Ava dengan tulus juga mengaamiinin perkataan dari Nenek tersebut.


Setelah itu Ava dan Nenek itu langsung saja berpisah haluan, dan Ava langsung kembali lagi kedalam mobilnya.


Ava melakukan hal seperti itu tidak cuma sekali atau dua kali saja, dan Dian yang sudah lama berteman dengan Ava pun, sangat mengetahui kebiasaan dari Ava yang seperti itu.


" Selalu seperti itu, dan itu yang membuat uang Nona tidak pernah habis, selalu bertambah karena doa-doa dari mereka semua yang sudah dibantu oleh Nona, termasuk saya ",, kata Dian kepada Ava ketika Ava sudah masuk kedalam mobil lagi.


" Hmm, bilang saja jika kamu mau minta uang kepada saya Dian ",, jawab Ava kepada Dian membuat Dian langsung saja tertawa, begitu pula dengan sopir kantor yang sedang menyopir.


" Setelah ini kita kemana Dian?? ",, tanya Ava kepada Dian.


" Setelah ini anda tidak ada jadwal kemanapun Nona, tapi nanti setelah jam makan siang, anda ada jadwal dengan Tuan Alano diPerusahaannya ",, jawab Dian kepada Ava.


" Baiklah, kalau begitu, kita kembali pulang saja kekantor, saya mau menyelesaikan pekerjaan saya lagi, dan mau istirahat sebentar sebelum bertarung nanti dengan Tuan Derral yang sombong itu ",, kata Ava kepada Dian.


" Baik Nona ",, jawab Dian kepada Ava.


" Kekantor lagi ya Pak ",, kata Dian kepada sang sopir.


" Baik Nona Dian ",, jawab sopir tersebut kepada Dian.


" Apakah berkas-berkas yang saya butuhkan sudah siap semua Dian??, jangan sampai ada yang terlewat dan terlupa lho Dian ",, kata Ava mengingatkan Dian.


" Semuanya siap Nona, dan sudah saya siapkan dari semalam ",, jawab Dian kepada Ava.


" Bagus, dan nanti tolong kamu belikan roti serta salad buah kesukaan saya Dian ",, kata Ava lagi kepada Dian.


" Apa ada lagi Nona, biar sekalian saya pesankan ",, jawab Dian kepada Ava.


" Tidak ada ",, jawab singkat Ava kepada Dian.


" Baik Nona ",, jawab Dian juga kepada Ava dengan sopan.


Setelah itu mereka tidak terlibat dalam percakapan lagi, sedang Dian dia langsung saja memesankan roti serta salad buah kesukaannya Ava.


Dan Ava dia lalu menikmati pemandangan keluar jendela mobilnya.


Sedangkan Nenek yang ditolong oleh Ava tadi ketika sudah sampai dirumahnya, dia sangat terkejut sekali, ketika melihat begitu banyak rotu didalam kantong plastik yang dibawanya, dan juga ada banyak uang yang diberikan oleh Ava, bersama uangnya tadi.


Nenek itu langsung saja mendoakan Ava lagi dengan tulus, karena kebaikan yang sudah Ava berikan kepadanya dan juga kepada anaknya yang sedang cacat itu.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TBC***...