
Ketika Chico dan Leon sedang berkelahi seperti itu, Via masih dalam keadaan pingsan belum sadarkan diri.
Dan semua orang belum ada yang menyadari jika Via sedang tidak sadarkan diri dialam kamar.
Disaat semua orang sedang pada terkejut melihat Chico, tiba-tiba saja Leon teringat dengan Via dan langsung berteriak memanggil nama Via membuat semua orang semakin kebingungan saja.
" Amankan dia dulu, dan tahan jangan sampai dia lari dari dalam rumah ini!! ",, kata tegas dari Leon kepada semua anak buahnya.
Setelahnya Leon langsung saja bergegas pergi menuju kedalam kamar Via lagi dan diikuti oleh semua keluarganya.
Semua keluarga begitu terkejut melihat seorang MUA sedang tergeletak tidak sadarkan diri diatas lantai, sedang Via diatas ranjang karena tadi sudah dipindahkan oleh Chico diatas ranjang.
" Via............... hei bangun sayang, ini aku Leon ",, kata Leon sambil mendekap erat tubuh dari Via.
" Panggilkan Dokter segera!!! ",, perintah tegas dari Leon kepada semua orang yang ada disitu.
Ayah Markus pun langsung saja menelfon Dokter pribadinya untuk segera datang kerumahnya.
" Via bangun Nak, ini Mamah ",, kata Mamah Delfa kepada Via.
Sedang Leon dia terus mendekap erat tubuh dari Via yang masih belum sadarkan diri itu.
Dan MUA tadi dia sudah ditolong oleh para keluarga yang lain untuk segera diobati juga.
Mamah Emma, Ayah Cana dan keluarga Leon yang lain pun juga sama khawatirnya dengan keadaan dari Via.
" Via bangun sayang, kamu sudah aman bersamaku ",, kata Leon lagi kepada Via.
Tanisa sendiri yang melihat cinta dimata sang Kakak yaitu Leon, dan cinta dimata Chico yang begitu besar untuk Via sampai menyamar untuk berusaha menculik Via, membuat Tanisa semakin sadar jika memang tidak ada kata cinta dihati Chico untuk wanita lain selain Via.
" Lebih baik kita beri ruang untuk Via, mari kita semua keluar dulu dari dalam kamar ini ",, kata Ayah Cana kepada semua orang.
Dan semua orang pun langsung saja menyetujui perkataan dari Ayah Cana tadi.
Sekarang hanya tinggal Ayah Markus, Leon, dan juga Mamah Delfa didalam kamarnya siVia.
" Dokternya akan segera sampai disini tiga puluh menit lagi Leon ",, kata Ayah Markus kepada Leon.
Leon pun dia hanya diam saja tidak menanggapi perkataan dari Ayah Markus, Leon memilih terus mencoba menyadarkan Via dari keadaannya sekarang.
" Mah, bisakah bantu Leon untuk melepaskan ikatan baju yang dipakai oleh Via, beserta branya juga, supaya aliran darah Via bisa mengalir lancar, dan supaya juga bisa segera sadar ",, kata Leon kepada Mamah Delfa.
" Iya baik Nak ",, jawab Mamah Delfa kepada Leon.
Leon pun sedikit mengangkat tubuh Via supaya Mamah Delfa bisa melepaskan ikatan baju yang ada dibelakang punggungnya Via.
" Sudah Nak ",, jawab Mamah Delfa kepada Leon.
" Adakah minyak oles disini Mah yang biasa untuk orang masuk angin?? ",, tanya Leon kepada Mamah Delfa.
" Ada sebentar Mamah ambilkan dulu didalam kamar Mamah ",, jawab Mamah Delfa kepada Leon.
Leon pun hanya mengangguk saja kepada Mamah Delfa.
Setelahnya Mamah Delfa langsung saja bergegas mengambil minyak oles yang dia punya untuk segera diberikan kepada Via.
Sedang diluar kamar Via, Ava dan Derral mereka berdua masih saja begitu terkejut dengan situasi yang ada.
Ava dan Derral mereka berdua sampai tidak tahu mau berkata apa tentang Chico yang sampai berani berbuat nekat seperti itu diacara pernikahan Via.
" Ava, aku mau mencoba menemui Chico sebentar ",, kata Derral kepada Ava.
Setelahnya Derral pun langsung saja berlalu menuju kesebuah kamar yang untuk menyekap Chico.
Didalam dan didepan kamar itu, Chico dijaga dengan sangat begitu ketat sekali oleh para anak buahnya Leon.
Bahkan disaat Derral ingin menemui Chico, dia sempat dilarang oleh para anak buah yang berjaga disitu.
" Biarkan saya masuk, atau saya bisa berbuat sesuatu yang tidak kalian duga ",, kata Derral kepada anak buah yang berjaga.
Alhasil karena takut dengan ancaman dari Derral, akhirnya Derral diijinkan masuk juga menemui Chico oleh para anak buah yang berjaga.
Chico yang melihat Derral menemuinya, dia hanya menatap Derral dengan tatapan yang tidak bisa diartikan oleh Derral diwajahnya yang sudah babak belur seperti itu.
Dan Derral sendiri ketika sudah masuk kedalam kamar itu, dia langsung menyuruh para anak buah yang berjaga disitu untuk keluar terlebih dahulu.
Walau awalnya tidak mau, akhirnya mereka semua para anak buah mau keluar juga karena perkataan Derral yang begitu meyakinkan sekali kepada mereka semua.
" Chico.........?? ",,, kata Derral kepada Chico ketika sudah berdua saja.
" Apa??!!, apa kamu kesini untuk mentertawakan kekalahanku Derral?? ",, kata Chico dengan sangat pedas sekali kepada Derral.
" B0d0h!!!!, apa aku seperti itu orangnya Chico!! ",, jawab Derral kepada Chico.
" Aku hanya tidak pernah menyangka jika kamu sampai senekat ini Chico?? ",, kata Derral lagi kepada Chico.
" Aku begini karena aku begitu mencintai Via Derral, kamu sendiri pasti tahu bagaimana rasanya mencintai seorang perempuan dengan sangat besar dan begitu dalam serta tulus ",, jawab Chico kepada Derral.
" Iya aku tahu bagaimana rasanya, karena sekarang aku sedang merasakannya kepada Ava Chico!! ",, kata Derral kepada Chico.
" Tapi jika Via sudah berulang kali menolak kamu, dan dia juga sudah memantapkan hatinya ingin menikah dengan laki-laki lain selain kamu, seharusnya kamu harus sadar diri Chico, karena cinta tidak harus memiliki ",, nasihat dari Derral kepada Chico.
" Mungkin ini juga karma untuk kamu yang suka memainkan hati seorang wanita, sadarlah Chico ",, kata Derral lagi kepada Chico.
" Kecuali Via masih sendiri, kamu boleh memperjuangkan cintamu itu, tapi ini posisinya Via sudah menjadi calon istri orang lain Chico, bahkan sebentar lagi dia akan menikah!! ",, sambung lagi perkataan dari Derral kepada Chico.
" Tapi aku begitu mencintai Via Derral............. ",, teriak dari Chico kepada Derral.
Dengan sangat tidak sabaran, Derral langsung saja memberikan sebuah pukulan kewajah tampannya Chico, supaya Chico menjadi sadar.
" Sadar Chico!!, carilah wanita lain diluar sana yang masih banyak mau denganmu, jangan sama wanita yang sudah menjadi milik orang lain!! ",, teriak dari Derral juga kepada Chico.
" Cinta tidak harus memiliki Chico, walau sakit, tapi setidaknya jika kita melihat orang yang kita cintai bahagia, hati kita pasti bisa ikut bahagia" ,, kata Derral lagi dan lagi kepada Chico.
" Kamu bisa seenaknya sendiri berbicara seperti itu, karena kamu bisa dengan mudah mendapatkan Ava Derral!!, coba kalau kamu ada diposisiku sekarang, pasti kamu akan melakukan hal lebih parah dari apa yang aku lakukan sekarang Derral!! ",, jawab Chico kepada Derral tidak kalah sengitnya.
Derral yang putus asa menasihati Chico, dia langsung saja memberikan pukulan lagi kewajah tampan Chico.
Setelah memberikan pukulan lagi, Derral langsung saja berlalu pergi meninggalkan Chico didalam kamar itu sendirian.
Sedang Chico dia hanya bisa menatap punggung Derral dengan sambil mengusap darah yang keluar dari dalam mulutnya karena pukulan dari Derral tadi.
Semua percakapan dari Derral dan Chico tadi didengar jelas oleh seseorang dan orang itu adalah Tanisa.
Yaps Tanisa yang sengaja menguping karena tadi dia melihat Derral sedang ingin masuk kedalam kamar penyekapannya Chico.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...