
Derral sengaja menghindar dari Ava supaya dia tidak ketahuan jika dia sedang berpura-pura saja.
Dan tujuan Derral keluar dari dalam kamar hotel, supaya dia tidak tergoda dengan tubuh indah milik sang istri.
Derral yang sudah keluar dari dalam kamar hotelnya, dia langsung saja bergegas menuju kesupermarket dibawah yang berada dekat dengan hotel tempatnya menginap.
Barang yang dia tuju pertama kali adalah rak coklat, setelahnya beberapa camilan yang memang sangat disukai oleh Ava.
Dan yang terakhir adalah beberapa es krim yang menjadi kesukaan dari Ava.
Ketika Derral sudah membeli semua barang yang dia butuhkan, dia langsung saja kembali lagi kedalam kamar hotelnya.
Selama ditinggal pergi oleh Derral, Ava masih saja meringkuk diatas ranjang dengan air mata yang terus berderai.
Derral yang sudah masuk kedalam kamar, dia langsung melihat tubuh sang istri yang bergetar seperti sedang menangis sambil meringkuk diatas ranjang.
Tidak menunggu waktu lama, Derral langsung saja bergegas mendekati Ava yang masih memakai lingerie seksinya saja itu.
" Ava, hei Mommy??, are you crying?? ",, tanya Derral sambil mengusap lembut pundak Ava yang terbuka.
Ava yang mendengar suara Derral, dia langsung saja berbalik badan dan langsung juga memeluk tubuh Derral dengan sangat erat sekali.
" Jangan pergi, jangan mencuekiku atau mendiamkanku seperti tadi, aku tidak suka dan aku tidak mau ",, kata Ava kepada Derral dengan menangis sesenggukan.
Derral yang membalas pelukan dari Ava, dia langsung saja tersenyum senang dalam diamnya.
" Iya, tadi Daddy tidak sedang mencuekin Mommy ko, Daddy hanya ingin membeli itu,....... lihatlah ",, jawab Derral kepada Ava sambil menunjuk barang belanjaannya tadi.
Ava langsung saja melihat barang yang dibeli oleh Derral.
Setelahnya Derral mencoba melepaskan pelukan dari Ava untuk mengambil semua camilan yang dia beli tadi.
" Ini semua makanan dan camilan kesukaan dari Mommy kan?? ",, kata Derral kepada Ava.
" Iya ",, jawab Ava kepada Derral sambil mengangguk.
" Ayo kita makan dulu, ini eskrimnya juga sudah mulai mencair ",, kata Derral kepada Ava.
Ava langsung saja mencicipi dan menikmati eskrim yang sudah dibelikan oleh Derral tadi.
Mood yang awalnya hancur dan berantakan langsung saja berubah menjadi happy lagi ketika Ava mencicipi eskrim kesukaannya dan juga semua coklat yang sudah dibelikan oleh Derral.
Derral sendiri langsung saja merasa senang ketika melihat Ava sudah tidak marah atau cuek lagi kepadanya.
Mereka berdua lalu menikmati makanan mereka dengan perasaan senang dan juga sambil bercanda riang seperti biasanya lagi.
Sedang berpindah kedalam kamar hotel yang lain, tepatnya kamar hotel milik Aaric dan Dian.
Aaric dan Dian mereka berdua juga sedang merasa bahagia sekali, dan saat ini mereka berdua sedang bersih-bersih badan mereka dari semua keringat dan makeup yang menempel diwajah mereka.
" Jika Mamah merasa kesusahan bilang sama Ayah ya Mah ",, kata Aaric kepada Dian yang sedang berada didalam kamar mandi.
" Iya ",, teriak dari Dian kepada Aaric dari dalam kamar mandi.
Aaric hanya diam saja dan dia memilih menunggu Dian diatas ranjang pengantin mereka sambil melihat-lihat hasil foto dari pesta resepsi pernikahan mereka berdua.
Berpindah tempat lagi kepada Leon dan juga Via.
Leon dan Via mereka berdua yang tadi juga datang menghadiri pesta pernikahan dari Aaric dan Dian, saat ini mereka berdua baru saja sampai dirumah mereka sendiri.
" Aaaah capek sekali rasanya tubuhku ini ",, kata Via ketika dia baru saja duduk diruang tamu rumahnya.
" Iya, dari kemarin kita pulang pergi dari sana kesini, dan perjalanan yang kita tempuh pun tidaklah sebentar ",, sahut dari Leon kepada Via sambil ikut duduk disamping Via.
" Nanti malam jangan meminta dulu ya honey, karena nanti malam rasanya aku ingin sekali tidur cepat ",, kata Via kepada Leon.
" Iya terserah kamu saja sayang ",, jawab Leon kepada Via.
Leon hanya mengangguk saja kepada Via, dan dia masih memilih duduk bersantai diruang tamu rumahnya.
Ketika Leon sedang mengistirahatkan sejenak tubuhnya karena baru saja berkendara cukup jauh, tiba-tiba saja pandangan dia teralihkan dengan kedatangan dari Tanisa yang baru saja keluar dari dalam kamarnya.
" Kamu sudah rapi sekali Tanisa, mau kemana?? ",, tanya Leon kepada Tanisa.
" Kakak lupa ya, kan sejak kemarin Tanisa sudah ikut les kelas makeup Kak ",, jawab dari Tanisa kepada Leon.
" Oh iya-iya Kakak lupa ",, kata Leon kepada Tanisa.
" Nanti kamu pulangnya jam berapa Tanisa?? ",, tanya Leon kepada Tanisa.
" Seperti kemarin Kak ",, jawab Tanisa kepada Leon.
" Jika kamu pulangnya diatas jam delapan malam kabari Kakak ya, biar Kakak jemput ",, kata Leon kepada Tanisa.
" Siap Jenderal ",, kata Tanisa kepada Leon sambil hormat.
" Sudah sana berangkat, hati-hati dijalan dan jangan kecewakan Kak Via ya Tanisa ",, kata Leon kepada Tanisa.
" Iya Kak ",, jawab dari Tanisa sambil berlalu keluar dari dalam rumah.
Sepeninggalan dari Tanisa, Leon langsung saja beranjak untuk masuk kedalam kamar menyusul siVia.
Dan sesampainya didalam kamar, dia langsung melihat Via baru saja selesai mandi, masih menggunakan bathrobe dan handuk yang digulung diatas kepalanya.
" Sudah mandi sayang?? ",, tanya Leon kepada Via.
" Sudah, dan badanku rasanya sedikit lebih segar ",, jawab Via kepada Leon.
" Aku juga mau mandi dulu kalau begitu ",, kata Leon kepada Via.
" Oh ya, bawa sini dong ponsel kamu honey, aku mau pesan makanan buat makan malam kita nanti ",, kata Via kepada Leon.
" Itu ada diatas meja, ambil saja ",, jawab Leon kepada Via.
" Pesan untuk kita berdua saja, karena Tanisa hari ini dia berangkat kelas makeupnya ",, sambung lagi perkataan dari Leon kepada Via.
" Ok ",, jawab Via kepada Leon.
Dan setelahnya Via mencoba memesan makanan yang dia inginkan untuknya dan untuk Leon menggunakan ponsel milik Leon.
Sedang Leon sendiri dia memilih langsung mandi untuk bersih-bersih badannya.
Baik Leon, Via, Derral, Ava, Aaric, Dian, maupun Chico dan Joyce, mereka semua mempunyai kesibukan mereka sendiri dan juga kegiatan mereka sendiri-sendiri para hari itu.
Chico memang tidak diundang oleh Aaric dipesta pernikahannya, karena baik Aaric dan Chico mereka berdua tidak terlalu dekat.
Jadi Chico saat ini masih berada diLondon bersama Joyce dan juga Mamah Elsa dirumah mewahnya.
Cuma selisih satu jam saja antara Spanyol dan London, dan Spanyol lebih cepat satu jam dari London.
Chico sendiri belum memberitahukan kabar gembiranya itu kepada Derral jika dia akan segera menikah dengan Joyce.
Dan Chico sendiri juga tidak tahu jika sang sahabat yaitu Derral selama beberapa hari yang lalu sedang mengalami masa-masa sulit karena Dokter Rava.
Jangan salahkan Chico jika Chico tidak berada disamping Derral pada saat itu, karena tidak ada yang memberitahu kabar tersebut kepada Chico.
Sebab Papah Zohan tidak terlalu mengenal Chico, dan Papi Alano sendiri dia terlupa dengan Chico.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...