Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
MENYEBAR KARTU UNDANGAN



Chico ketika sudah selesai fitting baju pengantin bersama Joyce, dia pun langsung saja mengantarkan Joyce untuk berangkat kerumah sakit.


Didalam perjalanan tadi, Chico lebih banyak diam dan seperti terkesan sedang memikirkan sesuatu.


Joyce yang melihat Chico hanya menanggapi seperlunya saja setiap perkataannya, dia tidak mau memusingkan.


Sebagai Dokter Kejiwaan, Joyce sangat tahu sekali jika Chico sedang memikirkan sesuatu dan fikirannya sedang tidak berada bersamanya.


Untuk memulai hubungan yang baik bersama Chico, Joyce tidak mau berburuk sangka terlebih dahulu kepada Chico.


Joyce memilih mengerti terlebih dahulu keadaan dari Chico, karena Joyce yakin suatu saat nanti Chico akan bercerita sendiri kepadanya.


Sesampainya diparkiran rumah sakit khusus untuk para Dokter, Chico pun langsung saja keluar untuk membukakan pintu mobil untuk Joyce.


" Mau aku antar masuk kedalam juga, siapa tahu nanti kamu didalam ada yang menggodain kamu ",, kata Chico kepada Joyce.


" Kamu ini ada-ada saja Chico, jikalaupun ada mereka sudah dari dulu menggodaku sebelum aku mengenalmu, dan kenyataannya aku tidak tertarik kepada mereka semua ",, jawab Joyce kepada Chico sambil tertawa.


" Iya terus ini kamu mau aku antar tidak?? ",, tanya Chico kepada Joyce.


" Jika ingin mengantarkan ayo, tidak perlu banyak tanya, tapi jika kamu sedang sibuk iya lain kali saja, karena aku melihat kamu sedang banyak yang difikirkan ",, jawab Joyce kepada Chico.


" Eemm iya kamu benar Joyce memang sekarang ada yang sedang aku fikirkan, dan aku sedang terburu-buru ingin menelfon sekretarisku Ben karena ada soal pekerjaan yang ingin aku sampaikan kepadanya ",, kata Chico kepada Joyce.


Nah benar kan apa dugaan dari Joyce, jika Chico nanti akan berbicara sendiri dengannya.


Terbukti sekarang Chico mengatakan jika dia sedang ada pekerjaan bersama Ben sekretarisnya.


" Iya baiklah lain kali saj kalau begitua, aku juga bukan anak kecil lagi ko Chico yang takut ditinggal sendirian disini ",, jawab Joyce kepada Chico.


" Kamu selesaikan saja urusan kamu dengan Ben, dan jika ada apa-apa segera menghubungiku ya sayang ",, kata Joyce lagi kepada Chico.


" Iya pasti nanti aku memberitahukanmu dan akan bercerita kepadamu sayang, sudah ya aku pergi dul............ ",, perkataan dari Chico kepada Joyce belum selesai tiba-tiba saja ponsel yang berada didalam saku jasnya berdering dengan cukup kencang.


Chico pun langsung saja dengan segera mengambil ponselnya itu untuk menjawab sambungan telefonnya yang ternyata dari Ben.


" Dari Ben, sebentar aku mau mengangkat telefonnya dulu ",, kata Chico kepada Joyce sambil memperlihatkan ponselnya.


" Iya sudah kalau begitu aku mau masuk dulu ya sayang, bye hati-hati dijalan ",, kata Joyce kepada Chico sambil mencium mesra pipi Chico.


Chico yang pipinya dicium oleh Joyce, dia langsung saja tersenyum dengan sangat manis sekali.


Dan Chico hanya melambaikan tangannya saja kepada Joyce, setelahnya dia langsung masuk kedalam mobilnya.


Sedang Joyce sendiri dia langsung masuk kedalam rumah sakit untuk menuju keruang kerjanya.


Joyce yang sedang berjalan menyusuri lorong rumah sakit, tiba-tiba saja dia ditegur oleh salah satu rekan kerjanya yang melihat kemesraan dari Joyce bersama Chico tadi.


" Cieee siapa tadi Dokter Joyce??, kelihatannya mesra sekali ",, goda dari salah satu Dokter perempuan kepada Joyce.


" Calon suamiku, sebentar lagi kami akan menikah ",, jawab Joyce kepada temannya itu.


" Ini kartu undangannya, sebenarnya mau aku kasihkan nanti siang, tapi berhubung sudah bertemu denganmu sekarang, iya lebih baik sekarang saja ",, kata Joyce lagi kepada sang teman sambil memberikan kartu undangan pernikahannya.


" Waaaaah selamat ya Joyce, senang aku mendengarnya, itu artinya kamu sudah bisa melupakan siJupiter ",, kata sang teman kepada Joyce.


Dan Jupiter sendiri adalah mantan suami dari Joyce yang meninggal dulu karena kecelakaan pesawat ketika bertugas.


" Iya, kamu benar............ ",, jawab Joyce kepada temannya sambil tersenyum.


" Ngomong-ngomong itu siDokter Keen sudah tahu belum jika kamu akan segera menikah, dan kapan sih kamu akan menikahnya Joyce ",, tanya sang teman lagi kepada Joyce.


" Tiga hari lagi, makanya itu dibaca tulisannya dong Anne .......... ",, jawab Joyce kepada Anne.


" Dan untuk Dokter Keen, dia belum tahu, eemm atau begini saja, ini aku titip kartu undangan untuknya kamu berikan saja ya, aku malu mau memberikan kepadanya secara langsung ",, kata Joyce lagi kepada Anne.


" Sebenarnya aku tidak mau memberitahukan soal pernikahanku ini, tapi setelah aku fikir-fikir lebih baik dia tahu daripada nanti dia terus mengejar-ngejarku lagi ",, sambung perkataan dari Joyce kepada Anne.


" Iya kamu benar Joyce, lebih baik Dokter Keen kamu beritahu, dan mana kartu undangannya nanti akan aku sampaikan kepadanya, kebetulan aku mau keruangan Dokter Ellen,...... apakah siEllen mau kamu kasih undangan juga?? ",, kata Anne kepada Joyce.


" Boleh, ini sekalian saja ya ",, jawab Joyce kepada Anne.


Dan Joyce lalu mengambilkan dua kartu undangan pernikahannya lagi dari dalam tas untuk dia titipkan kepada Anne.


" Thank's ya Anne, bye aku mau kerja dulu ", kata Joyce kepada Anne.


" Iya sama-sama ",, jawab Anne kepada Joyce.


Dan mereka berdua lalu berpisah dipersimpangan lorong rumah sakit, karena tempat yang mereka tuju berbeda.


Sedangkan Chico sendiri tadi setelah berpamitan kepada Joyce, sambil mengendarai mobilnya, dia sambil juga menerima telefon dari Ben menggunakan handsfreenya.


" Halo Ben ",, kata Chico kepada Ben.


" Halo Tuan Chico ",, jawab Ben kepada Chico.


" Saya sudah sampai dirumah anda Tuan ",, kata Ben lagi kepada Chico.


" Baiklah tunggulah sebentar, saya sedang mengantarkan Joyce kerumah sakit ",, jawab Chico kepada Ben.


" Baik Tuan ",, jawab Ben kepada Chico.


Setelahnya sambungan telefon mereka pun terputus juga.


Chico yang mengendarai mobilnya dengan kecepatan rata-rata, akhirnya tanpa dia sadari mobil yang dia tumpangi sampai juga dirumah super mewahnya itu.


Chico langsung saja keluar dari dalam mobil untuk segera masuk kedalam rumahnya.


Ketika Chico sudah masuk dia langsung melihat Ben sedang duduk diruang tamu rumahnya dengan beberapa undangan pernikahan diatas meja.


" Tuan Chico ",, sapa Ben sambil berdiri dari duduknya.


Chico hanya mengangguk saja kepada Ben, dan ketika Ben melihat Chico sudah duduk, dia pun langsung saja ikut duduk kembali.


" Bagaimana Ben, yang saya suruh apakah sudah kamu kerjakan?? ",, tanya Chico kepada Ben.


" Sudah Tuan, kemarin undangannya sudah sampai dirumah Tuan Markus ",, jawab Ben kepada Chico.


" Siapakah yang mengantarkan undangan itu, kamu atau anak buah kamu?? ",, tanya Chico lagi kepada Ben.


" Saya sendiri Tuan, dan kebetulan Tuan Markus kemarin tidak berangkat kekantor ",, jawab Ben lagi kepada Chico.


" Bagus, saya sengaja memberikan Tuan Markus dan Via undangan pernikahanku karena saya tidak mau mereka masih berfikir jika saya tidak bisa move on dari Via ",, kata Chico kepada Ben.


Dan Ben dia hanya diam saja sambil terus mendengarkan apa yang sedang dibicarakan oleh Chico.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...