Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
LEON - TANISA



Sementara diSpanyol sana, ketika Via sudah pergi meninggalkan Tanisa, Tanisa lalu berbalas pesan lagi dengan Chico.


Entah apa yang mereka bicarakan, namun Tanisa terlihat sangat bahagia sekali.


Sedang Chico sendiri, walau Chico merasa Tanisa orangnya asik, tapi bagi Chico Tanisa tetaplah bukan tipe wanita kriterianya.


Dan untuk Via serta Leon sendiri, mereka yang sudah keluar dari dalam kamar, mereka langsung saja ikut bergabung lagi dengan para Keluarganya yang lain.


Setelah membahas untuk terakhir kalinya, dan waktu juga sudah menunjukkan pukul sepuluh malam lebih, akhirnya semua Keluarga dari Leon berpamitan pulang kepada Ayah Markus, Mamah Delfa, Via dan juga Ozzie untuk kembali pulang kerumah mereka sendiri.


Selama perjalanan, Leon terus memikirkan cara untuk berbicara kepada Tanisa mengenai Chico.


Dan Leon sendiri yang satu mobil dengan Tanisa, dia melihat jika sang adik selalu memainkan ponselnya dengan bibir yang terus tersenyum dengan sangat bahagia.


Hal yang tidak pernah Leon lihat dari Tanisa selama ini, sebab Tanisa sebegitu happynya ketika sedang berbalas pesan dengan seseorang.


Mobil yang mereka tumpangi tanpa sadar sudah sampai saja dirumah mewahnya Ayah Cana.


Tepat dipukul setengah dua belas malam, mobil dari Leon dan Ayah Cana sudah masuk kedalam garasi mobil.


Karena malam, dan jalanan sudah mulai sepi, alhasil membuat mereka cepat sampai rumah mereka.


Dan Via tadi juga berpesan kepada Leon untuk mengabarinya jika sudah sampai dirumah.


" Sayang aku baru saja sampai rumah, sudah kamu tidur saja, sudah malam, karena aku tidak mau kamu sakit nantinya ",, pesan singkat yang dikirimkan oleh Leon sambil menambahkan emoticon love kepada Via.


Via yang daritadi berada didalam kamarnya dan sedang menunggu kabar dari Leon.


Via pun langsung saja membuka pesan yang dikirimkan oleh Leon dan langsung juga membacanya.


" Iya sudah kalau begitu, aku jadi tenang, aku tidur dulu ya Singaku, bicarakanlah perihal tadi kepada Tanisa dengan baik-baik, jika tidak bisa malam ini besok pun tidak apa ",, balas dari Via kepada Leon sambil ditambahi emoticon love cium juga.


Leon sambil berjalan menuju kedalam kamarnya dia terus menunduk sambil membaca balasan pesan yang dikirimkan oleh Via tadi.


" Ok sayang, I Love You ",, balas dari Leon lagi kepada Via sambil menambahi emoticon cium yang jumlahnya cukup banyak untuk Via.


Leon pun yang masih berjalan menuju kedalam kamarnya, dia tidak sadar, jika daritadi dia tersenyum sendiri ketika membalas pesan dari Via.


Sedang Via pun sama halnya dengan Leon yang tersenyum senang membaca pesan yang dikirimkan oleh Leon, apalagi ada emoticon cium yang sangat banyak sekali.


Via tidak mau membalas pesan dari Leon, namun dia memilih langsung saja melakukan video call kepada Leon.


Dan Leon yang sudah sampai didalam kamarnya, dia langsung saja mengangkat sambungan video call dari Via.


" Singaku, eeemmmmuuuaaaccchhh ",, kata Via kepada Leon, sambil tersenyum manis.


" Bye, I Love You too ",, lanjut lagi perkataan dari Via kepada Leon sambil memberikan kiss jauh lagi untuk Leon.


Sedangkan Leon yang melihat tingkah dari Via, dia seperti merasa pubertas lagi untuk kedua kalinya.


Setelahnya Via tanpa menunggu jawaban dari Leon dia langsung saja mematikan sambungan telefonnya itu.


Dan Leon setelah sambungan video callnya dengan Via sudah mati, dia malah tersenyum terus tidak jelas hingga dia sudah selesai bersih-bersih badannya didalam kamar mandi.


Untuk Tanisa sendiri, ketika tadi dia sudah sampai dirumah mewah milik Ayahnya, dia langsung segera masuk kedalam kamarnya sendiri.


Sambil menunggu balasan pesan dari Chico, Tanisa memilih bersih-bersih badannya terlebih dahulu didalam kamar mandi.


Namun ketika Tanisa sudah keluar dari dalam kamar mandi, hal yang dia harapkan tidak terkabul juga, karena ternyata Chico sudah tidak mau membalas pesan yang dia kirimkan tadi.


" Apa dia sudah tidur ya?? ",, kata Tanisa sambil duduk diatas ranjangnya.


Ketika Tanisa sedang termenung sambil memikirkan kenapa Chico tidak membalas pesannya, tiba-tiba saja dia mendengar pintu kamarnya ada yang mengetuk dari luar.


Tanisa pun langsung saja beranjak turun dari atas ranjang untuk membukakan pintunya, yang ternyata yang mengetuk pintunya adalah Leon Kakak laki-lakinya.


" Kakak??, ada apa Kak??, malam-malam begini menemui Tanisa?? ",, tanya Tanisa kepada Leon.


" Boleh Kakak masuk kedalam dulu Tanisa?? ",, kata Leon kepada Tanisa.


" Silahkan Kak ",, jawab Tanisa kepada Leon sambil mempersilahkan Leon masuk kedalam kamarnya.


" Apa ada hal penting hingga membuat Kakak tidak sabar berbicara besok dengan Tanisa?? ",, tanya dari Tanisa lagi kepada Leon.


" Ada, dan rasanya malam ini Kakak tidak bisa tidur nyenyak jika belum menyampaikannya kepada kamu Tanisa ",, jawab Leon kepada Tanisa.


Dan saat ini mereka berdua sedang duduk dishofa yang ada didalam kamarnya Tanisa.


" Mau bicara soal apa ya Kak??, sepertinya serius sekali ",, tanya dari Tanisa lagi kepada Leon.


" Chico ............. ",, jawab singkat dari Leon kepada Tanisa.


Jantung dari Tanisa langsung saja berdegub dengan kencang ketika mendengar kata Chico disebutkan oleh Kakaknya dengan ekspresi yang dingin tidak bisa ditebak.


" Tuan Chico maksud Kakak?? ",, tanya dari Tanisa kepada Leon.


" Iya ",, jawab singkat lagi dan lagi dari Leon kepada Tanisa.


" Memangnya ada apa dengan Tuan Chico Kak, dia laki-laki yang baik kepada Tanisa?? ",, kata Tanisa kepada Leon.


" Jangan lagi kamu dekati dia Tanisa, karena dia masih mencintai Via calon Kakak ipar kamu!! ",, kata to the point dari Leon kepada Tanisa.


" Tidak, itu tidak mungkin, pasti Kakak salah orang, tidak mungkin Chico yang Kakak maksud sama dengan Chico yang sudah menabrak Tanisa ",, bantah dari Tanisa kepada Leon.


Leon yang sudah tahu jika sang adik akan membantahnya seperti itu, dia pun langsung saja menunjukkan foto profil milik Chico yang dia ambil dari data didalam komputer kepada Tanisa.


Mudah sekali bagi Leon untuk mendapatkan informasi seperti itu, apalagi Leon sudah tahu nama orang yang dia cari.


" Apakah Chico ini yang kamu maksudkan Tanisa?? ",, tanya Leon kepada Tanisa sambil memberikan ponselnya kepada Tanisa.


Tanisa pun langsung saja mengambil ponsel milik Leon untuk dia lihat fotonya Chico.


" Iya, dia laki-laki yang sudah menabrak Tanisa Kak ",, jawab Tanisa kepada Leon.


" Tapi tidak mungkin Tuan Chico ini yang menyukai Kak Via Kak, atau bisa jadi Kak Via yang malah menyukai Tuan Chico supaya Kak Via tidak cemburu melihat Tanisa ketika bersama Tuan Chico ",, kata Tanisa kepada Leon dengan nada yang sedikit marah.


" Terserah kamu saja Tanisa jika tidak percaya dengan apa kata Kakak ",, jawab santai dari Leon kepada Tanisa.


" Dan satu hal lagi Tanisa, jangan berbicara sembarangan tentang Via jika kamu tidak mengetahui kebenarannya!! ",, kata Leon dengan sangat tegas sekali kepada Tanisa sambil berdiri dari duduknya.


" Besok kamu ikut dengan Kakak, untuk melihat sendiri Tuan Chicomu itu menyukai Via apa tidak!! ",, kata Leon lagi kepada Tanisa.


Dan setelah itu Leon langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam kamar Tanisa tanpa menunggu jawaban dari Tanisa terlebih dahulu.


Sedang Tanisa sendiri dia sangat terkejut sekali ketika mendengar kabar tersebut dari Leon.


Tanisa belum percaya jika dia belum membuktikannya sendiri, jika Tuan Chico yang membuatnya berbunga-bunga malam ini adalah laki-laki yang masih mencintai calon Kakak iparnya.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...