
Mami Elsie yang sedang bingung, dia seperti cacing kepanasan, karena saking lupanya dengan apa yang ingin dia bicarakan dengan suaminya.
Mami Elsie malah tidak tenang dalam duduknya, sambil terus berfikir dengan keras, apa yang sebenarnya tadi ingin dia bicarakan kepada sang suami.
Dan Papi Alano yang sudah pusing kepalanya, dibuat tambah pusing ketika melihat kelakuannya dari Mami Elsie.
" Mami bisa diam tidak sih, kenapa duduknya begitu sekali, apa Mami sedang bisulan?? ",, kata Papi Alano kepada Mami Elsie dengan menahan rasa gemasnya.
" Sembarangan saja ini siPapi kalau berbicara, Papi kan tahu sendiri jika Mami tidak bisulan, jikalaupun Mami sedang bisulah, pastilah semalam Papi jika minta tidak mau Mami kasih!!! ",, jawab Mami Elsie kepada Papi Alano.
" Dan Mami seperti ini, karena Mami itu sedang lupa apa yang ingin Mami katakan kepada Papi ",, jawab Mami Elsie kepada Papi Alano.
" Aahaaaa.....??? sekarang Mami sudah ingat Pi apa yang ingin Mami katakan kepada Papi ",, kata Mami Elsie dengan tiba-tiba kepada Papi Alano lagi.
" Apa?? ",, kata Papi Alano kepada Mami Elsie dengan nada santainya.
" Sekarang Papi ceritakan semuanya kepada Mami, kenapa anak kita Derral bisa menjebak siNona Ava itu untuk menjadi istrinya?? ",, tanya Mami Elsie kepada Papi Alano.
Dan Papi Alano lalu menceritakan semuanya........... semuanya kepada Mami Elsie, dari kesepakatannya denga Papah Zohan pun Papi Alano baru ceritakan sekarang dengan Mami Elsie.
" Apaaa??!!, Papi juga mempunyai kesepakatan dengan Tuan Zohan Ayahnya Nona Ava itu Pi?? ",, kata Mami Elsie kepada Papi Alano.
" Iya Mi, dan apakah Mami tahu, siapakah itu Tuan Zohan Mi?? ",, kata Papi Alano lagi kepada Mami Elsie.
" Siapa dia memangnya Pi?? ",, tanya Mami Elsie lagi kepada Papi Zohan.
" Dia yang pernah kita temui dipertemuan bisnis dulu Mi diItalia yang istrinya bernama Nyonya Gretl, Mami masih ingat tidak?? ",, kata Papi Alano kepada Mami Elsie.
"Sebentar-sebentar, Mami ingat-ingat dulu Pi ",, jawab Mami Elsie kepada Papi Alano dengan ekspresi orang yang sedang mengingat-ingat.
Dan Papi Alano dia masih setia menunggu Mami Elsie teringat sebelum dia melanjutkan ceritanya lagi.
" Bagaimana Mi, apakah sudah ingat??, siapa itu Tuan Zohan?? ",, tanya Papi Alano kepada Mami Elsie ketika Papi Alano sudah cukup lama menunggu Mami Elsie untuk mengingat-ingat.
Sebelum menjawab pertanyaan dari Papi Alano, Mami Elsie dia tertawa dengan renyah kepada Papi Alano.
" Tidak ingat Pi ",, jawab dari Mami Elsie kepada Papi Alano sambil menampilkan wajah lucunya.
" Kebiasaan deh, sudah Papi tebak jika Mami pasti akan seperti itu, dan bodohnya Papi jika sudah tahu bagaimana hasilnya, masih saja menunggui Mami untuk mengingat-ingatnya ",, kata Papi Alano kepada Mami Elsie sambil menggelengkan kepalanya, ketika melihat wajahnya Mami Elsie yang asik tertawa terus daritadi.
" Ayah Amos dan Mamah Jorell, dulu ketika Mamah Jorell hamil Elsie mengidamnya apa sih Mah, hingga menghasilkan produk yang selalu membuatku gemas seperti ini ",, kata Papi Alano dengan sedikit dramatis sambil mengangkat kedua tangannya keatas.
Sebab Ayah Amos dan Mamah Jorell kedua orang tuanya Mami Elsie alias Kakek dan Neneknya Derral sudah pada meninggal dunia.
Sedangkan Mami Elsie sendiri dia malah semakin tertawa lucu melihat tingkahnya Papi Alano yang selalu seperti itu, jika dia sedang gemas dengannya.
Mami Elsie langsung saja memeluk Papi Alano sambil tertawa, begitupun dengan Papi Alano yang juga membalas pelukannya Mami Elsie dengan sambil tertawa juga.
Jika Mami Elsie dan Papi Alano sedang pada bahagia dihari tuanya seperti itu, berbeda lagi dengan Derral yang sedang sedikit khawatir dengan keadaannya Ava yang masih pingsan didalam dekapannya.
" Apakah masih lama Egon untuk sampainya?? ",, tanya Derral kepada Egon.
" Sebentar lagi akan sampai Tuan, hanya tinggal dua belokan lagi dan satu lampu merah lagi setelah itu sudah masuk kekomplek mansionnya Tuan Zohan ",, jawab Egon kepada Derral.
" Cepat sedikit Egon ",, kata Derral lagi kepada Egon.
Dan Egon semakin mempercepat laju mobil yang sedang kendarainya itu supaya bisa segera sampai dimansionnya Papah Zohan.
Ketika mobilnya Derral sudah sampai didepan mansionnya Papah Zohan, Egon langsung saja ditanyai oleh para anak buhanya Papah Zohan yang ada didepan, ada keperluan apa mereka ingin menemui majikan mereka, begitulah yang ditanyakan oleh para anak buahnya Papah Zohan kepada Egon.
Egon langsung saja menjelaskan kepada para anak buah dari Papah Zohan ada tujuan apa mereka datang kemansion itu.
Dan para anak buahnya Papah Zohan ketika sudah mendengar penjelasannya Egon, mereka semua langsung saja melihat kekursi belakang jika sNona muda mereka yaitu Ava sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri didalam dekapannya Derral.
Mereka semua langsung saja memberi jalan kepada mobilnya Derral untuk segera masuk kedalam pelataran mansion.
Dan ketika sudah sampai didalam pelataran mansion, Derral langsung saja keluar dari dalam mobilnya sambil menggendong Ava ala bridal style untuk dia bawa masuk kedalam mansion Papahnya.
Papah Zohan yang mendapatkan telefon dari para anak buahnya yang berjaga didepan jika Ava pulang dalam keadaan tidak sadarkan diri didalam dekapannya laki-laki muda dan cukup dewasa.
Papah Zohan yang sedang berada didalam kamar tadi, dia langsung saja keluar dari dalam kamar dan langsung juga menuju kearah ruang tamu.
Derral yang sedang menggendong Ava akhirnya berhadapan juga dengan Papah Zohan ketika Derral baru saja sampai didalam ruang tamu mansionnya Papah Zohan.
" Tuan Zohan ",, sapa Derral kepada Papah Zohan.
" Anda kan Tuan Derral?? ",, kata Papah Zohan juga kepada Derral sambil melihat kearahnya Ava yang masih pingsan didalam gendongannya Derral.
" Apa yang sudah kamu lakukan kepada putri saya Tuan Derral??!! ",, kata Papah Zohan kepada Derral dengan nada yang sangat marah sekali sambil mengambil alih tubuhnya Ava yang masih pingsan itu dari dalam gendongannya Derral.
" Miraaaa......, Mamah.... ",, teriak dari Papah Zohan memanggil Mira dan juga Mamah Gretl.
" Jangan pergi dari sini dulu, anda masih berhutang penjelasan kepada saya!! ",, kata Papah Zohan kepada Derral dengan sangat tegas sekali.
Dan setelah itu Papah Zohan langsung saja berlalu pergi meninggalkan Derral dan juga Egon untuk masuk kedalam kamarnya Ava untuk menaruh Ava didalam sana.
Sedangkan Mira dan Mamah Gretl yang mendengar teriakannya Papah Zohan tadi, mereka semua langsung saja berlari mendekat kearahnya Papah Zohan.
" Ya ampun Non Ava ",, kata Mira ketika melihat Papah Zohan menggendong Ava yang sedang pingsan.
Begitu juga dengan Mamah Gretl yang sama terkejutnya seperti Mira tadi, ketika melihat Ava yang digendong oleh Papah Zohan dalam keadaan pingsan.
Papah Zohan langsung saja mengajak Mira dan Mamah Gretl untuk ikut dengannya kedalam kamarnya Ava.
" Mamah dan Mira jagain Ava, karena Papah masih ada perlu dibawah ",, kata Papah Zohan kepada Mira dan juga Mamah Gretl ketika Papah Zohan sudah manaruh Ava diatas ranjang yang ada didalam kamar.
" Baik Pah ",, jawab Mamah Gretl kepada Papah Zohan.
" Baik Tuan ",, jawab Mira juga kepada Papah Zohan.
Setelah itu Papah Zohan langsung saja berlalu pergi keluar dari dalam kamarnya Ava untuk mengintrogasi Derral kenapa membawa Ava dalam keadaan yang sedang pingsan seperti itu.
Dan Derral sendiri ketika sudah ditinggal oleh Papah Zohan tadi untuk masuk kedalam mansion, dia dan juga Egon langsung saja duduk dishofa yang ada diruang tamu dengan sambil menampilkan wajah tenangnya, walau sebenarnya Derral sedikit gugup dan juga tidak tenang.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...