
Derral yang sudah sampai didepan kamar yang tadi ditunjuk oleh salah satu anak buahnya.
Dia langsung saja menyuruh para anak buahnya untuk mendobrak pintu tersebut.
Dan Ava yang sudah tertidur didalamnya, dia langsung saja terbangun dan terkejut ketika mendengar suara dobrakan pintu yang mengagetkannya itu.
" Huh!! ",, kata Ava dengan sebal ketika dia terkejut dengan suara dobrakan pintu tersebut.
Ketika Ava sudah terbangun, Ava langsung saja mendengar suara keributan dari luar kamarnya.
" Pasti ini ulah siDerral ",, kata Ava dengan suara yang cukup malas.
Setelahnya Ava lalu memilih bangun dari rabahannya dan beranjak turun dari atas ranjang untuk membuka pintu tersebut.
" Cepat dobrak lagi!! ",, perintah tegas dari Derral kepada para anak buahnya yang didengar oleh Ava.
Dan satu, dua, tiga.........
Ketika pintu akan didobrak, Ava tiba-tiba langsung saja membuka pintunya dan langsung juga membuat para anak buah Derral jatuh tersungkur kelantai.
" Kalian sedang apa?? ",, tanya Ava kepada para anak buah Derral yang sedang pada jatuh itu.
Derral yang melihat Ava dia langsung saja berjalan mendekati Ava.
" Ava........ sayang kenapa kamu tidur disini??, ayo kita kembali kedalam kamar ",, kata Derral kepada Ava.
Ava masih tidak banyak berbicara kepada Derral, dia langsung saja melangkahkan kakinya untuk pergi dari situ menuju kedalam kamar Derral.
Derral pun yang melihat Ava pergi, dia langsung saja menyusul langkah kaki dari Ava.
Ava dan Derral saat ini sudah sampai didalam kamar mereka, dan Ava yang masih dalam mode diam tanpa banyak berbicara kepada Derral, Ava langsung saja merebahkan badannya diatas ranjang king size milik Derral.
Sedang Derral sendiri yang melihat sikap cuek dan dingin dari Ava, dia langsung saja ikut merebahkan badannya disamping Ava serta langsung juga memeluk Ava dengan cukup erat karena takut jika Ava akan menghindar lagi darinya.
" Lepaskan atau aku akan menendangmu!! ",, kata Ava kepada Derral.
Derral pun terpaksa langsung saja melepaskan pelukannya dari tubuh Ava.
Setelahnya Ava memilih tidur dengan membelakangi Derral.
Derral yang tidur dibelakangi seperti itu oleh Ava, dia hanya bisa menarik nafasnya dengan panjang, supaya tidak ikut terpancing emosi lagi.
" Sabar........... baru sekarang aku merasakan menjadi seorang suami, dan mempunyai seorang istri ",, kata batin dari Derral sambil mengusap dadanya.
Seumur Derral, Derral paling tidak bisa jika disuruh mengalah dan bersabar, namun kali ini stok mengalah dan kesabaran didalam dadanya harus melimpah untuk menghadapi Ava yang sedang merajuk seperti sekarang.
" Punya istri satu jika marah saja begini sekali membujuknya, bagaimana jika mempunyai lebih dari satu dan mereka marah semua kepadaku?? ",, kata Derral dengan suara pelan.
Namun sayang perkataan dari Derral masih didengar jelas oleh Ava.
" Apa yang kamu katakan tadi Derral??!! ",, kata Ava kepada Derral sambil menatap Derral dengan tatapan mautnya.
" Apa??, aku tidak mengatakan apa-apa?? ",, jawab Derral dengan sok polos kepada Ava.
" Jangan bilang jika kamu ingin menikah lagi!! ",, kata Ava kepada Derral.
Derral yang mendengar perkataan dari Ava, dia langsung saja diam seketika, sebab tidak menyangka jika perkataannya tadi didengar oleh Ava.
" Bukan.......!!, siapa yang mau menikah lagi Ava, aku tidak mau menikah lagi, kamu salah dengar paling ",, kata mengelak dari Derral kepada Ava.
Ava yang masih sebal dengan Derral, dia memilih tidak mau menjawab perkataan dari Derral lagi.
Lama-kelamaan mata yang mengantuk membuat Ava dan Derral akhirnya tertidur juga.
Namun ketika Derral ingin memeluk Ava, Ava selalu menyingkirkan tangan Derral dari atas tubuhnya hingga pagi menjelang.
Ketika pagi sudah datang, Ava yang sudah terbangun sejak jam lima pagi tadi.
Dia langsung saja memutuskan untuk bangun dari atas ranjang dan segera masuk kedalam kamar mandi.
Sekitar lima belas menit kemudian, Ava yang sudah selesai mandi, dia langsung saja keluar dari dalam kamar mandi dan segera berganti baju dengan baju kerjanya.
Ketika Ava keluar dari dalam kamar mandi, dia melihat Derral masih tertidur dengan cukup lelap sekali diatas ranjang tanpa menyadari jika Ava sudah tidak berada disampingnya.
Dan tepat pukul enam pagi tadi, Ava yang sudah selesai bersiap-siapnya, dia langsung saja merapikan semua berkas, laptop serta semua pekerjaannya untuk dia bawa kekantor nantinya.
Ava yang sudah memasukkan semua pekerjaannya kedalam tas kerjanya, dia langsung saja keluar dari dalam kamar tanpa berpamitan kepada Derral karena Ava masih marah dengan Derral.
Dan tanpa bersarapan terlebih dahulu, Ava langsung saja mengendarai mobilnya untuk menuju kekantornya walau waktu masih terbilang sangat pagi sekali.
Tidak tahukah Ava jika ketika dia baru saja keluar dari dalam mansion Derral, sudah ada mobil yang mengikutinya dari belakang.
Para bodyguard yang bertugas melindungi Ava pun, mereka semua belum merasa curiga kepada mobil yang berada tepat dibelakang mobil Ava.
" Masih jam segini, lebih baik aku cari makan dulu ",, kata Ava sambil melihat para penjual street food yang sudah buka.
" Aku parkirkan saja mobilku disini ",, kata Ava ketika dia sudah menemukan penjual makanan yang ingin dimakannya.
Ava yang sudah keluar dari dalam mobil pun dia langsung saja berjalan beberapa langkah saja untuk mendekati penjual makanan yang memang sudah buka sejak jam lima pagi tadi.
Dan Ava yang sudah menyebutkan pesanannya kepada sipemilik kedai, dia pun langsung saja memilih tempat duduk untuk menunggu makanannya yang sedang disiapkan oleh sipenjual.
Namun ketika Ava sudah duduk, tiba-tiba saja dia didekati oleh seorang laki-laki yang ketika Ava sudah melihat wajah laki-laki tersebut, Ava langsung saja sangat terkejut sekali.
" Bolehkah saya duduk disini Nona?? ",, kata orang itu kepada Ava.
Dan Ava pun langsung saja mengalihkan pandangannya kearah orang yang sedang berdiri disampingnya itu.
" Dokter Rava?? ",, kata Ava kepada laki-laki yang menyapanya tadi dengan suara yang sedikit terkejut.
Dan yaps mobil yang mengikuti mobil milik Ava ketika baru saja keluar dari dalam mansion Derral adalah mobil milik Dokter Rava.
Dokter Rava walau sudah tahu jika Ava tinggal bersama Derral, dia tidak berhenti juga untuk mematai-matai kegiatan dari Ava.
Bahkan hampir setiap pagi Dokter Rava menunggu tidak jauh dari mansion Derral, untuk menunggu Ava yang akan keluar dari dalam mansion.
Ava yang melihat Dokter Rava yang menyapanya, dengan terpaksa Ava pun memperbolehkan Dokter Rava untuk duduk disampingnya.
Sedang Dokter Rava sendiri ketika sudah diperbolehkan duduk oleh Ava, dia langsung saja tersenyum dengan penuh arti.
" Ini tidak bisa dibiarkan!! ",, kata batin dari Ava yang kurang nyaman ketika berada duduk didekat Dokter Rava.
" Aku sudah pergi tanpa pamit dengan suamiku, namun jika ada yang melihatku sarapan dengan laki-laki lain seperti ini, ini bisa membuat kesalahfahaman diantara kita, terlebih lagi jika Papah mengetahuinya, bisa panjang nanti ceritanya ",, lanjut lagi kata batin dari Ava untuk dirinya sendiri.
Alhasil ketika pesanan makanan milik Ava sudah jadi, Ava langsung saja membayarnya dan langsung juga memilih meninggalkan tempat tersebut untuk dia makan didalam mobil sambil menuju kekantornya meninggalkan Dokter Rava yang dengan sembunyi-sembunyi sedang mengepalkan kedua tangannya ketika ditinggal Ava pergi seperti itu.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...