Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
DERRAL PARNO



Ketika Ava melihat wajah terpesonanya Derral, dia langsung saja tersenyum sangat manis sekali, untuk menggoda Derral.


Dan benar saja, ketika Derral melihat senyuman manis diwajahnya Ava, dia langsung saja berjalan mendekati Ava yang masih berdiri tegap didampingi para MUA yang mendandaninya itu.


" Kenopo Mas Derral??, terpesona?? " ( Kenapa Mas Derral??, terpesona?? ",, kata Ava kepada Derral dengan sedikit menggunakan Bahasa Jawa.


" Iya aku sangat terpesona sekali melihat kamu Ava, sungguh aku tidak rugi ketika menikahi kamu ",, jawab Derral kepada Ava dengan kalimat yang terdengar menyebalkan sekali bagi Ava.


Dan masih saja Derral tidak bisa menghilangkan sifat menyebalkannya itu dari dalam dirinya.


Ava yang mendengar perkataannya Derral, dia langsung saja menunjukkan wajah malasnya dihadapannya Derral.


Memuji iya, tapi tetap songong menurut Ava.


" Sudah!! malas aku bertengkar dengan kamu Derral, nanti riasan cantik aku ini bisa luntur karena ulah kamu!! ",, jawab Ava kepada Derral dengan nada yang sedikit ketus.


" Ayo, Miss bantu saya untuk keluar dari dalam kamar ini ",, kata Ava kepada para MUA itu sambil berbalik badan dari hadapannya Derral.


Para MUA itu langsung saja membantu Ava dengan cara mengangkat sedikit ekor gaunnya Ava, supaya Ava nantinya bisa sedikit leluasa untuk berjalan.


Dan Derral yang tidak diperdulikan begitu oleh Ava dia langsung saja menyetop jalannya Ava.


" Hei Ava, aku ini suami kamu!!, kenapa kamu malah memilih jalan bersama MUA ini ",, kata Derral kepada Ava sambil berdiri didepannya Ava.


" Iya suami, minggir Tuan Suami, Ava mau lewat, dan Ava tidak mau jalan bersama dengan anda suamiku ",, jawab Ava kepada Derral dan langsung saja melangkahkan kakinya pergi lagi dari hadapannya Derral.


Dengan segera, Ava lansung saja berjalan menuju kearah lift untuk turun kebawah yang ternyata semua Keluarganya sudah pada menunggunya diruang keluarga.


Karena memang Papah Zohan meminta semua orang untuk berkumpul dimansionnya dan akan berangkat kegerejanya bersama-sama.


Bahkan ada Papi Alano dan juga Mami Elsie serta ada beberapa Keluarga dekatnya dan juga Keluarga Altezza yang rumahnya masih berada didaerah situ diundang semua oleh Papah Zohan dan juga Papi Alano.


Mereka semua awalnya cukup terkejut dengan berita pernikahannya Ava dan juga Derral, namun mereka tidak mau banyak bertanya dan mengusahakan untuk tetap datang diundangan mendadaknya dari Papah Zohan dan juga Papi Alano.


Semua orang yang melihat kedatangan dari Ava mereka semua langsung saja tersenyum sangat senang sekali, dan juga langsung berdiri.


Dian yang sebagai sekretaris sekaligus sahabatnya Ava, dia langsung saja berjalan mendekati Ava.


" Ava dirimu cantik sekali, sungguh aku sedikit pangling melihat kamu ",, kata Dian kepada Ava.


" Oh mosok, maturnuwun lho atas pujiane " ( Oh masa, terimakasih lho atas pujiannya ) ",, jawab Ava kepada Dian sambil menggunakan Bahasa Jawa dengan tertawa kecil.


Dian langsung saja tersenyum lucu kepada Ava, ketika dia mendengar perkataannya Ava.


" Wah menantu Mami ternyata memang sangat-sangat cantik sekali, pasti jika nanti kalian mempunyai anak, anak kalian akan tampan dan juga cantik ",, kata Mami Elsi juga kepada Ava sambil mendekati Ava yang sedang berbincang dengan Dian.


" Terimakasih Mi ",, jawab Ava sekenanya saja kepada Mami mertuanya itu.


" Derralnya mana Nak?? ",, tanya Papi Alano kepada Ava.


" Entahlah, mungkin dia kekamar mandi dulu tadi Pi ",, jawab Ava kepada Papi Alano dengan asal dan masih didengar oleh semua orang yang ada situ.


" Itu dia ",, kata salah satu Keluarga ketika dia melihat Derral yang baru saja keluar dari dalam lift dan sedang berjalan menuju keruang Keluarga.


Setelah itu Derral bercermin sebentar untuk lebih merapikan lagi penampilannya, dan lalu setelanya Derral langsung saja menyusul Ava yang sudah sampai diruang keluarga.


" Baiklah, semuanya sudah pada berkumpul, mari kita segera berangkat kegerejanya ",, kata Papah Zohan mengomando kepada semua orang yang ada disitu.


Dan semua orang langsung saja berdiri dan bersiap-siap menuju kemobil mereka masing-masing untuk berangkat kegereja yang ada didaerahnya Ava.


Ava dan Derral mereka berada didalam satu mobil yang disopiri oleh anak buahnya Papah Zohan, dan disampingnya ada Aaric Kakaknya Ava yang sengaja ingin menemani Ava.


" Bagaimana dengan tadi malam adik iparku??, apakah sukses mencetak golnya?? ",, goda dari Aaric kepada Derral sambil tertawa lucu.


Begitupun dengan Ava yang juga tertawa lucu ketika mendengar perkataannya Aaric tadi.


Sebab Ava jadi teringat dengan tingkahnya semalam yang sengaja menendang Derral hingga sampai jatuh kebawah ranjangnya.


Derral yang mendengar perkataannya Aaric dan juga melihat Aaric serta Ava yang sedang mentertawakannya, dia langsung saja menunjukkan wajah sebalnya dihadapannya mereka berdua.


" Waaah dilihat dari wajahnya, pasti semalam sudah bisa mencetak gol ya, hingga lemas dan lelah, makanya sekarang wajahnya cemberut seperti itu ",, goda dari Aaric lagi kepada Derral sambil melirik Derral dari kaca yang ada ditengah mobil.


" Awas saja kamu Kakak ipar, aku cekik baru tahu rasa!! ",, kata batinnya Derral untuk Aaric sambil mengalihkan pandangannya kearah luar jendela dengan muka cemberut.


" Iya so pasti dong Kak, malahan tadi malam Ava tidurnya sangat nyenyak sekali ",, kata Ava menyahut perkataannya Aaric tadi.


" Masa sih Ava, kamu tidak capek sama sekali seperti suami kamu itu?? ",, jawab Aaric kepada Ava dengan nada yang terlihat jelas sekali jika dia sedang menggoda Derral lagi.


" Bagaimana tidak capek, tidur saja menendang orang sampai jatuh dibawah ranjang!! ",, sahut Derral dengan suara pelannya sambil terus menatap keluar jendela mobil.


Namun walau suaranya Derral pelan, Ava dan juga Aaric masih bisa mendengarnya.


" Hahahahaha, Ava menendang kamu adik iparku??, waaaah aku harus memberikannya hadiah yang spesial nanti ",, kata Aaric kepada Derral sambil tertawa dengan suara yang sangat menggelegar didalam mobil.


" Ah masa sih aku menendang suamiku sendiri, bukannya semalam kamu sendiri ya yang ingin pindah keshofa, karena ketika aku bangun aku melihat ada bantal diatas shofa ",, jawab Ava kepada Derral dengan nada yang berpura-pura tidak tahu.


" Jangan bilang jika kamu tidak tahu Ava!! ",, kata Derral kepada Ava dengan nada yang sedikit curiga.


" Aku memang tidak tahu Derral, kan orang tidur mana tahu jika sedang berulah seperti itu??, jika tidak percaya tanya saja sama Kak Aaric bagaimana cara aku tidur ",, jawab Ava lagi kepada Derral dengan sambil menampilkan wajah sok lugunya.


" Iya Derral, kamu yang sabar saja jika tidur sama Ava, Ava memang begitu jika tidur, bahkan ketika dia pernah tidur bersamaku, ketika sedang mati lampu karena ada listrik yang konslet, ini benda pusakaku saja pernah dia tendang hingga bengkak, dan membuatku tidak bisa buang air kecil selama satu hari serta tidak bisa berjalan sampai satu minggu lamanya ",, jawab dari Aaric kepada Derral.


Dan Aaric malah semakin membuat Derral parno saja dengan tingkah tidurnya Ava yang sungguh sangat diluar jangkauannya sekali.


Sungguh Ava dan juga Aaric ingin tertawa dengan cukup keras sekali, ketika mereka sedang mengerjai Derral seperti itu.


Terlebih lagi Ava yang duduk disebelahnya Derral, melihat dengan jelas wajahnya Derral yang sangat lucu sekali.


Tapi sekuat tenaga Aaric dan juga Ava menahan suara tawa mereka, supaya tidak ketahuan jika mereka sedang mengerjainya saja.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TBC***...