
Geser kerumah Ayah Chyou sejenak, dan itu artinya saya akan mengajak anda untuk kembali keIndonesia.
Ketika waktu baru menunjukkan pukul lima subuh tadi, Ayah Chyou yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi langsung mendengar ponselnya sedang berbunyi, dan dia pun langsung mencoba membuka ponselnya tersebut.
Ternyata ada pesan masuk yang dikirimkan oleh Papah Zohan kedalam ponsel Ayah Chyou.
" Ternyata mereka semua menepati janjinya dan saat ini mereka sudah sampai diIndonesia ",, kata Ayah Chyou ketika sudah membaca pesan yang dikirimkan oleh Papah Zohan tadi.
Mamah Sherlly yang ada disitu dan sedang menyisir rambutnya didepan meja riasnya, dia pun langsung menyahut perkataan dari sang suami yaitu Ayah Chyou.
" Siapa Ayah yang sudah sampai diIndonesia?? ",, tanya dari Mamah Sherlly kepada Ayah Chyou.
" Itu Keluarganya Tuan Altherr Mah, mereka semua sudah tiba diIndonesia dan sekarang sedang berada divila Opanya Ava ",, jawab dari Ayah Chyou kepada Mamah Sherlly sambil memakai kemejanya.
" Oh ya??, syukurlah jika mereka semua pada selamat sampai sininya, terus rencananya mereka semua akan kesini kapan Ayah?? ",, kata Mamah Sherlly kepada Ayah Chyou.
" Nanti malam Mah katanya, karena kata Tuan Zohan tadi, mereka ingin beristirahat dulu, capek sudah hampir seharian berada didalam pesawat ",, jawab Ayah Chyou kepada Mamah Sherlly.
" Iya sudah, nanti semuanya akan Mamah siapkan, sekarang Mamah mau melihat Dian dulu, takutnya Dian kenapa-kenapa, karena dia sedang hamil muda ",, kata Ayah Chyou kepada Mamah Sherlly.
Ayah Chyou yang mendengar perkataan dari Mamah Sherlly, dia langsung saja mengeluarkan salah satu kartu kreditnya untuk dia berikan kepada Mamah Sherlly.
" Ini Mah, belikan Dian buah-buahan, vitamin dan makanan sehat yang lainnya, karena Ayah tidak mau cucu pertama Ayah kekurangan gizi ",, kata Ayah Chyou kepada Mamah Sherlly sambil memberikan kartu kreditnya.
Mamah Sherlly yang mendengar perkataan dari sang suami, dia langsung saja tersenyum manis dengan sangat senang sekali, sambil menerima kartu kreditnya Ayah Chyou.
" Terimakasih Ayah, terimakasih Ayah sudah mau menerima keadaan dari Dian dan mengakui cucu Ayah ",, kata Mamah Sherlly sambil memeluk sang suami.
" Iya Mah, benar kata Mamah, mau bagaimanapun juga Dian tetap darah daging Ayah, dan anak yang dikandung oleh Dian dia tidak bersalah sama sekali dan dia juga cucu pertama untuk Ayah, walau cara pembuatannya yang salah sebelum menikah ",, kata Ayah Chyou kepada Mamah Sherlly sambil membalas pelukan dari sang istri.
" Jadi nanti jika masih ada waktu sebelum berangkat kekantor, temuilah Dian, dan beri dia pelukan hangat seorang Ayah untuk memberikannya semangat hidup dan menjalani kehidupannya sekarang sebagai calon ibu ",, pesan dari Mamah Sherlly kepada Ayah Chyou.
" Iya, nanti Ayah akan menyempatkan melihat keadaan dari Dian Mah ",, jawab Ayah Chyou kepada Mamah Sherlly.
Setelahnya Mamah Sherlly pun langsung saja melangkahkan kakinya untuk menuju kedalam kamar Dian.
Dian sendiri sejak jam empat subuh tadi, dia sudah dibuat tidak enak sekali badannya.
Karena tidak tahu kenapa perut yang Dian rasakan sungguh sangat-sangat mual sekali, sehingga membuatnya merasa sangat pusing dan juga membuatnya harus keluar masuk kamar mandi.
Dian saat ini tubuhnya sedang merasa sangat lemas sekali, dan yang bisa dia lakukan adalah hanya tiduran dengan wajah pucatnya itu sambil terus menahan rasa mual yang dia rasakan.
Mamah Sherlly yang sudah sampai didepan kamar Dian, dia langsung saja mengetuk pintunya.
Dan ketika Mamah Sherlly mendengar kata masuk dengan suara pelan, Mamah Sherlly pun langsung saja masuk kedalam kamar Dian.
" Astaga Dian, wajah kamu pucat sekali, ayo Mamah antarkan keDokter sekarang!! ",, kta Mamah Sherlly ketika sudah melihat keadaan dari Dian.
" Dian tidak mau Mah, Dian rasanya pagi ini sangat mual sekali ",, jawab Dian kepada Mamahnya.
Dan tiba-tiba saja Dian langsung turun dari atas ranjang dengan segera untuk masuk kedalam kamar mandi lagi.
Didalam kamar mandi, Dian langsung saja memuntahkan air bening lagi seperti tadi, hingga membuat tubuhnya menjadi semakin tidak karuan saja rasanya.
Mamah Sherlly yang melihat Dian seperti itu, dia langsung saja mencoba membantu untuk mengurangi rasa mual yang dirasakan oleh Dian.
Dan Dian hanya mampu mengangguk saja kepada Mamahnya.
Mamah Sherlly pun langsung saja bergegas keluar dari kamar Dian untuk menyuruh asisstan rumah tangganya untuk membelikan susu khusus ibu hamil untuk Dian.
Sedang Kak Lii yang baru saja turun dari tangga dan ingin berolahraga pagi sebentar diteras depan rumah.
Kak Lii yang mendengar jika Dian daritadi muntah-muntah terus dari Mamah Sherlly tadi, Kak Lii langsung saja memutuskan untuk melihat keadaan dari Dian sekaligus mau meminta maaf dari sikapnya yang kemarin.
Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Kak Lii pun langsung saja masuk kedalam kamar Dian dan mendengar Dian sedang muntah-muntah didalam kamar mandi.
" Apakah masih mual Dian perutnya?? ",, tanya Kak Lii dengan tiba-tiba kepada Dian yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
" Kakak.......... ",, kata Dian dengan ekspresi yang sangat terkejut sekali.
Kak Lii yang melihat Dian terkejut dengan kedatangannya, dia pun langsung saja mencoba menuntun Dian untuk kembali lagi keatas ranjang.
" Apa yang Dian butuhkan sekarang, katakanlah kepada Kakak, karena Kakak sering mendengar jika wanita hamil muda pasti mengalami yang namanya mengidam ",, kata Kak Lii dengan lembut kepada Dian.
Dian langsung saja menggelengkan kepalanya kepada Kak Lii.
Kak lii yang melihat Dian seperti sedang takut kepadanya, dia langsung saja tersenyum manis sekali kepada Dian.
" Maafkan Kakak ya, karena kemarin sudah marah-marah sama Dian, dan katakanlah kepada Kakak apa yang sedang Dian inginkan, janji nanti akan Kakak penuhi semua ",, kata Kak Lii masih bernada lembut sambil memegang tangan Dian.
" Dian ingin melihat Kak Aaric naik keatas pohon mangga yang ada dirumahnya Pak Rt ",, jawab Dian dengan jujur kepada Kak Lii.
Kak Lii walau dia masih merasa marah dengan laki-laki yang bernama Aaric, dia pun reflek tertawa kecil mendengar perkataan dari Dian tadi.
" Sungguh apakah hanya itu saja yang Dian inginkan sekarang?? ",, tanya dari Kak Lii lagi kepada Dian.
" Sungguh ",, jawab Dian sambil mengangguk pelan kepada Kakaknya.
" Iya sudah nanti jika Aaric sudah ada disini, dia akan Kakak temani untuk meminta mangga kepada Pak Rt ",, kata Kak Lii kepada Dian.
" Baiklah istirahatlah lagi Dian, Kakak ingin berolahraga dulu, dan susu hamilnya tadi sedang dibelikan oleh Bibi ",, kata Kak Lii lagi kepada Dian.
" Iya Kak ",, jawab Dian kepada Kak Lii.
Dan sebelum Kak Lii keluar dari dalam kamar Dian, dia langsung saja mengusap lembut rambut kepalanya Dian.
Setelahnya Kak Lii langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam kamar Dian.
Ketika baru sekitar sepuluh menitan Kak Lii pergi, tiba-tiba Dian mendengar pintu kamarnya diketuk lagi dari luar.
Dan ketika Dian mengatakan masuk kepada sipengetuk pintu, Dian dibuat sedikit terkejut kepada orang yang sudah mengetuk pintu kamarnya tadi.
" Ayah............. ",, kata Dian ketika sudah melihat orang yang mengetuk pintu kamarnya tadi, yang ternyata adalah Ayah Chyou.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...