Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
PENJELASAN



Via terus tersenyum dan menggoda Leon supaya Leon tidak menunjukkan wajah dingin dan cemberutnya lagi seperti itu kepadanya.


Namun karena perasaan Leon sudah dipenuhi rasa cemburu yang berlebih, membuatnya tidak bisa bergeming sama sekali ketika terus digoda seperti itu oleh Via daritadi.


" Cepat katakan kepadaku Via siapa laki-laki itu??!! ",, kata Leon dengan sangat tegas sekali kepada Via.


" Ihhh, seram juga ya jika sedang cemburu seperti itu!! ",, gerutu dari Via kepada Leon.


" Cepat Via, atau aku keluar saja dari dalam kamar ini ",, kata Leon lagi kepada Via.


" Eeeh ngambek, iya-iya sayang akan aku jelaskan siapa laki-laki yang ada didalam foto ini ",, kata Via kepada Leon.


" Dia bernama Dilbar, dia teman satu kampusku dulu waktu aku masih kuliah ketika usiaku sekitar sembilan belas atau dua puluh tahun yang lalu, sungguh aku sudah sedikit lupa ",, awal mula Via bercerita kepada Leon.


" Aku sangat menyukainya dulu, bahkan mungkin bisa dibilang aku juga mencintainya Leon ",, lanjut lagi cerita dari Via kepada Leon.


" Tapi aku mencintai dia secara diam-diam selama satu tahun lamanya, tidak ada yang mengetahui perasaan aku ini bahkan teman terdekatku sendiri Leon ",, cerita Via kepada Leon sambil mengenang masa lalunya dulu.


" Kita dekat, iya memang dekat, tapi ternyata kedekatan kita itu karena dia sedang mencoba mendekati temanku sendiri dan aku salah mengartikannya ",, cerita dari Via kepada Leon yang masih setia mendengarkan cerita dari Via.


" Aku tidak tahu jika ternyata Dilbar bisa meluluhkan hati teman aku sendiri, hingga tahu-tahunya ketika satu tahun setelah lulus kuliah aku mendapatkan sebuah undangan dari temanku dan juga dia ",, lanjut lagi cerita dari Via kepada Leon.


" Aku sangat terkejut sekali ketika mendapat undangan itu dari mereka, padahal setelah lulus kuliah kedekatanku dengan dia masih berlanjut, bahkan bisa dibilang semakin dekat saja ",, sambung lagi cerita dari Via kepada Leon.


" Dan apakah kamu tahu Leon, aku langsung mentertawakan kisah cintaku itu yang bertepuk sebelah tangan, ketika membaca undangan pernikahan dari mereka ",, cerita Via kepada Leon.


" Foto ini aku ambil secara diam-diam ketika tidak sengaja terjatuh dari dalam buku catatannya, bahkan aku sampai lupa jika masih menyimpan foto dia didalam lemariku ",, lanjut lagi kata Via kepada Leon sambil tertawa pelan.


" Ketahuilah Leon, kisah Dilbar itu sudah lama, aku bahkan sudah lupa dengan dia jika kamu tidak menunjukkan fotonya kepadaku saat ini, maafkan aku ya sayang ",, kata Via kepada Leon.


" Apa kamu tidak berbohong kepadaku Via?? ",, tanya Leon kepada Via.


" Untuk apa aku berbohong kepadamu sayang?? ",, tanya balik dari Via kepada Leon.


" Sudah ya jangan cemberut lagi, Dilbar itu hanya cinta monyetku dulu yang sudah lama terkubur jauh didasar jurang dan sekarang kamulah masa depanku sayang ",, kata Via lagi kepada Leon.


" Apakah kamu masih berhubungan dengannya Via?? ",, tanya Leon kepada Via.


" Masih, tapi hanya dengan temanku saja, tapi tidak dengan Dilbar, sebab dia sudah berbeda alam dengan kita ",, jawab Via kepada Leon.


" Maksudnya?? ",, tanya Leon dengan sedikit bingung kepada Via.


" Dilbar sudah meninggal sejak dua tahun yang lalu ketika aku masih berada diParis dulu ",, jawab Via kepada Leon.


" Kata teman aku Dilbar meninggal ketika dia sedang pergi keluar kota untuk bekerja, namun karena kelelahan ketika ingin pulang kerumah, dia yang sedang mengendarai mobilnya sedikit kehilangan kendali dan mengalami kecelakaan dengan sebuah mobil yang sedang melaju cukup kencang sekali dari arah berlawanan ",, sambung lagi perkataan dari Via kepada Leon.


" Aku sungguh sangat kasihan sekali dengan nasib dari sahabatku itu, karena dia harus menjanda diusianya yang masih muda dan harus mengurus dua orang anak yang masih kecil dari pernikahannya dengan Dilbar ",, lanjut terus cerita dari Via kepada Leon.


" Apa pekerjaan dari teman kamu itu Via??, apakah kamu tidak mencoba mencarikan pekerjaan yang bagus untuknya??, supaya dia bisa melanjutkan kehidupannya bersama kedua anaknya ",, tanya Leon kepada Via.


" Aku sudah mencarikan pekerjaan untuknya dengan menjadikannya sebagai staf kantor diPerusahaannya Ava sampai sekarang ",, jawab Via kepada Leon.


" Apakah sekarang kamu masih marah kepadaku Leonku sayang??, apa ada hal lain lagi yang ingin kamu tanyakan kepadaku?? ",, kata Via kepada Leon.


" Iya baiklah, kalau begitu ijinkan aku untuk berganti baju sekarang, karena sejujurnya aku sudah kedinginan daritadi ",, kata Via lagi kepada Leon.


Dan Via setelahnya langsung saja mencoba untuk berdiri dari duduknya dipinggir ranjang itu, namun langsung dicegah oleh Leon.


Dengan cara Leon langsung menarik tangan Via hingga membuat Via langsung terjatuh ketas tubuhnya.


Via langsung berteriak pelan ketika tiba-tiba dia tarik seperti itu oleh Leon.


" Leon kamu membuatku terkejut saja!! ",, kata Via kepada Leon.


Leon tidak mempedulikan perkataan dari Via, dan dia langsung saja membalikkan posisi Via dengan berada dibawah badannya.


" Tunggu sebentar, ada yang kurang ",, kata Leon kepada Via.


" Apanya yang kurang, aku sudah menceritakan semuanya kepadamu honey?? ",, jawab Via kepada Leon.


" Ini yang kurang ",, kata Leon sambil melepaskan lilitan handuk yang dipakai oleh Via.


Via langsung menunjukkan wajah malasnya kepada Leon, karena ujung-ujungnya Leon akan meminta jatah lagi kepadanya.


Leon yang sudah melepaskan handuk yang dipakai oleh Via, dia langsung saja memasukkan kedua bukit kembar milik Via kedalam mulutnya.


" Aaaaahh Leon, kamu itu yaaa, aaaaahh ",, d354h dari Via kepada Leon.


Leon terus asik mengh154pnya silih berganti tanpa mempedulikan Via yang terus mend354h karenanya.


Ketika Leon sedang asik menikmati kedua squishy milik Via, tiba-tiba saja telinga mereka berdua mendengar pintu kamar mereka diketuk dari luar.


" Leon - Via, ayo sarapan ",, begitulah suara samar-samar dari Mamah Delfa ketika memanggil mereka berdua.


" Sudahlah honey, ayo kita segera keluar dan sarapan, itu Mamah sudah memanggil kita ",, kata Via kepada Leon.


" Milik kamu dan semua yang ada didalam tubuh kamu membuat candu untukku ",, kata Leon sambil memainkan pucuk bukit milik Via menggunakan lidahnya.


" Aaaaah Leon, kamu aaah, sudah ayo ",, kata Via lagi kepada Leon sambil terus mend354h.


Leon langsung saja berdiri dari atas tubuh Via sambil tertawa, sebab Leon merasa ingin melanjutkan lagi kegiatannya dengan Via seperti tadi jika tidak dipanggil oleh Mamah mertuanya.


Pintu terus diketuk dari luar ketika Via dan Leon tidak menyahuti perkataan dari Mamah Delfa tadi.


" Leon.......... Via?? ",, panggil dari Mamah Delfa lagi kepada Leon dan Via.


" Iya Mah, sebentar ",, teriak dari Via kepada Mamah Delfa.


" Sudah sana temui Mamah, aku mau ganti baju dulu ",, kata Via kepada Leon.


Leon langsung saja menurut untuk membukakan pintunya untuk Mamah Delfa, sedangkan Via dia langsung segera berganti baju dan bersiap-siap untuk ikut sarapan bersama Keluarganya.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...