Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
CURIGA



Ketika mereka sedang mentertawakan kesengsarannya Chico, tiba-tiba saja pintu ruang perawatan Ava terbuka dari luar.


Dan yang membuka pintunya ternyata adalah Aaric yang masuk bersama Dian sambil membawa makanan yang mereka beli tadi.


" Kelihatannya kalian semua sedang pada senang?? ",, kata Aaric kepada semua orang sambil menaruh makanan yang dibelinya tadi diatas meja yang ada didekat shofa.


" Iya nih....... ada apa Nona Via?? ",, tanya Dian juga kepada Via.


" Tidak apa-apa??, kamu membeli makanan apa saja Dian?? ",, jawab Via kepada Dian.


" Itu lihat sendiri saja Nona, dan silahkan dipilih mau makan yang mana?? ",, jawab Dian kepada Via.


Setelah itu Dian langsung saja melangkahkan kakinya menuju kebrankar Ava sambil membawa makanan yang dibelinya tadi.


" Ava ini aku belikan makanan kesukaan kamu, sekalian untuk Tuan Derral juga ",, kata Dian kepada Ava sambil memberikan dua bungkusan makanan serta minuman.


" Iya terimakasih Dian ",, jawab Ava kepada Dian.


Dian hanya tersenyum tipis saja kepada Ava, setelah itu Dian langsung saja berlalu duduk dishofa yang masih kosong disebelahnya Aaric.


Ava yang melihat Dian sudah menaruh makan dan minuman dimeja samping brankarnya, dia langsung saja ingin berusaha duduk dari rebahannya.


Dan Derral yang melihat Ava ingin duduk, dia langsung saja membantunya.


" Apakah kamu ingin makan Ava?? '',, tanya Derral kepada Ava.


" Iya ",, jawab Ava kepada Derral.


" Maukah aku suapi?? ",, tanya Derral kepada Ava dengan malu-malu.


" Tidak perlu, aku mau makan sendiri ",, jawab Ava kepada Derral.


Derral hanya diam saja tidak menjawab perkataan dari Ava, namun dia membantu Ava membukakan bungkusan makanan yang tadi dibelikan oleh Dian.


Dian dan Aaric sendiri yang duduk saling bersebelahan, tanpa sadar mereka berdua selalu melempar senyuman satu sama lainnya sambil menikmati makanan mereka sendiri-sendiri.


Arti tatapan dan senyuman antara Aaric dan Dian, hanya mereka berdua yang tahu, dan belum ada yang menyadari akan hal itu.


" Waaah makanannya enak-enak semua ",, kata Via dengan tiba-tiba ketika dia bingung mau makan yang mana dulu.


" Sudah itu dimakan semua makanannya, biar tidak kembung lagi perutnya dan tidak kentut lagi juga, sumpah bau sekali hingga membuatku menjadi tidak n4f5u makan!! ",, jawab ketus dari Chico kepada Via.


" Aduuuuuhh, Tuan brokoli marah ya, sini Nona Via suapi, aaaaa ",, kata Via kepada Chico dengan suara manjanya, sambil memasukkkan satu sendok makananan kedalam mulut Chico.


Derral dan Ava yang melihat tingkah Chico serta Via, mereka hanya melihatnya saja sambil menikmati makanan mereka masing-masing, dengan bibir yang tersenyum lucu.


Sedangkan Dian dan Aaric sendiri, mereka tidak mempedulikan apa yang sedang Via dan Chico lakukan.


Telinga Ava yang sangat tajam menangkap pembicaraan yang cukup mencurigakan dari Aaric dan juga Dian.


Karena pasalnya mereka berdua selalu berbisik-bisik berdua saja disaat pada sedang makan seperti itu, bahkan duduknya pun mereka berdua sangat menempel sekali.


" Ehem ",, deham Ava untuk menyadarkan Aaric dan juga Dian.


Namun Dian dan juga Aaric tidak menyadari dehaman dari Ava.


" Ehem!! ",, deham untuk kedua kalinya dari Ava untuk Dian dan juga Aaric.


Akan tetapi mereka berdua masih sama saja, tidak menyadari dehaman dari Ava.


Malahan Derral yang merasa terganggu dengan dehaman dari Ava itu.


" Kamu kenapa Ava?? ",, tanya Derral kepada Ava.


" Itu ",, jawab Ava kepada Derral sambil menunjuk Dian dan juga Aaric menggunakan mulutnya.


Derral langsung saja mengalihkan pandangannya kearah yang ditunjuk oleh Ava.


Dan Derral langsung juga ikut memperhatikan Aaric serta Dian yang masih asik sendiri sambil bercanda yang terlihat begitu mesra sekali, sambil berbisik-bisik manja pula ditelinga mereka masing-masing.


" Kenapa memangnya Kakak Derral?? ",, tanya Ava kepada Derral.


" Dia berganti celana, tadi setahu aku dia tidak memakai celana itu deh?? ",, jawab Derral kepada Ava.


Yah memang Aaric berganti celana dengan celana cadangan yang ada didalam mobilnya, sebab celana yang dipakainya tadi, terkena getah singkongnya sendiri.


" Iya, kamu betul juga Derral, dan tadi kan Kakak memakai celana hitam, kenapa sekarang memakai celana biru navy ya ",, kata Ava kepada Derral.


" Sepertinya ada something diantara mereka Ava ",, kata Derral kepada Ava.


" Iya dan sepertinya juga telah terjadi sesuatu diantara mereka berdua ketika mereka membeli makanan berdua tadi, lihat saja mereka saat ini, terlihat sangat akrab, mesra dan seperti sepasang kekasih ",, jawab Ava kepada Derral sambil terus melihat kearah Aaric dan Dian.


Sedang Via dan Chico sendiri mereka berdua juga masih asik dan tidak mempedulikan yang lainnya.


" Nah bagaimana Tuan Brokoli, makan dari tangan wanita cantik seperti saya enak kan?? ",, kata Via kepada Chico.


" Tentu saja enak sekali dong Nona, ayo sini aaa lagi saya ",, jawab Chico kepada Via sambil tersenyum menggoda.


" Enak saja, ini makan sendiri!! ",, jawab Via kepada Chico dengan nada ketus sambil memberikan makanan yang tadi sudah dimakan oleh Chico.


" Dasar!! ",, kata Chico kepada Via sambil cemberut.


Dan setelahnya Via langsung saja menikmati makanan dia sendiri dan dia tidak mempedulikan lagi apa kata dari Chico, sebab perutnya sudah sangat lapar sekali.


Derral dan Ava sendiri mereka menikmati makanan mereka dengan masih memperhatikan Aaric dan juga Dian yang tiba-tiba saja tertawa ketika sibuk berbisik-bisik sendiri seperti itu.


" Maukah kamu mengulanginya lagi denganku Dian ",, bisik Aaric tepat ditelinga Dian.


" Apakah kamu ketagihan dengan permainanku Kak Aaric?? ",, tanya Dian kepada Aaric sambil berbisik juga.


" Sangat, dan lihatlah, milikku sudah langsung on ",, jawab Aaric kepada Dian sambil tertawa kecil.


" Iya ok aku mau, tapi .......... ",, kata Dian kepada Aaric.


" Tapi apa Dian?? ",, tanya Aaric kepada Dian dengan masih saling berbisik.


" Apa status hubungan kita Kak?? '',, tanya Dian kepada Aaric.


" Kamu maunya apa Dian?? ",, tanya balik dari Aaric kepada Dian.


" Jika Kakak serius denganku, ayo kita menikah saja, tapi jika cuma ingin pelampiasan n4fsu saja, maaf aku tidak bisa Kak ",, jawab Dian kepada Aaric.


" Ok jika itu mau kamu, nanti akan aku bicarakan dulu sama Papah ",, kata Aaric kepada Dian.


" Tapi bagaimana dengan Ava Kak?? ",, tanya Dian lagi kepada Ava.


" Memangnya kenapa Ava.............. ?? ",, tanya Aaric kepada Dian sambil melihat kearah Ava dan ternyata Ava serta Derral masih memperhatikannya.


Aaric langsung saja tertawa garing ketika dilihat oleh Derral dan Ava seperti itu, sebab dia merasa ketahuan sedang berbisik-bisik sesuatu dengan Dian.


Begitupun dengan Dian dia langsung saja menegakkan duduknya ketika melihat Aaric tertawa seperti itu sambil melihat kearah Ava maupun Derral.


Karena Dian sama seperti Aaric, merasa ketahuan juga oleh Ava dan Derral sudah berbisik-bisik sesuatu dengan Aaric.


" Oh teruskan saja Kak, Ava dan Derral tidak melihat ko, iya kan Derral ",, kata Ava kepada Aaric sambil tertawa menggoda.


" Iya ",, jawab Derral kepada Ava sambil tertawa miring.


" Apaan sih Ava ",, bukan Aaric menjawab, melainkan Dian dengan malu-malu kepada Ava.


" Lha apa Dian??, apa maksudnya apa?? ",, tanya Ava kepada Dian dengan nada menggoda dan malah membuat Dian semakin malu saja.


Sungguh Dian menjadi salah tingkah dengan godaan Ava kepadanya, dan itu membuat Ava semakin curiga saja dengan tingkah dari Dian dan juga Aaric.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TBC***...