Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
NASIB FARA



Jika Dokter Rava baru saja mendapatkan hukuman seperti itu dari para anak buah, berbeda lagi dengan Fara.


Yaps Fara, wanita cantik namun bodoh yang sudah mau distir dan diiming-imingi perkataan manis oleh Dokter Rava, sekarang dia harus mendapatkan hukuman yang tidak pernah dibayangkan diseumur hidupnya.


Fara tidak pernah menyangka jika dia akan mendapatkan siksaan dunia dengan begitu kejam sekali dari Keluarga Altherr.


Bagaimana tidak kejam, dia sudah tidak diberi pakaian, karena pakaiannya sudah dirobek paksa oleh anak buah yang memp3rk054nya.


Sekarang dia harus menjadi budak n45fu bagi para anak buah yang ingin menyalurkan h45r4tnya.


Keadaan Fara sangat memprihatinkan sekali, kulit yang biasanya mulus terawat, sekarang penuh dengan luka lebam dan kotor disana sini, karena dia belum mandi sama sekali sejak kemarin.


Entahlah sudah berapa kali Fara dimasuki oleh pisang milik para anak buah yang ada disitu, namun yang pasti milik Fara sudah sangat lebar sekali bentuknya.


" Ampun Tuan............. ",, kata Fara terus menerus kepada semua anak buah yang ingin memasukinya.


Fara lama-lama terlihat seperti orang gila, dan dia sangat takut sekali ketika ada anak buah yang masuk kedalam ruang penyekapannya.


Itulah akibatnya bermain dengan Keluarga terpandang dan uangnya banyak.


Apapun bagi orang yang tidak mungkin akan menjadi mungkin bagi orang yang berduit.


Meninggalkan kisah Fara, sekarang kita akan kembali lagi kerumah sakit.


Saat ini tidak terasa mobil yang ditumpangi oleh Aaric dan yang lainnya sampai juga dirumah sakit tempat Derral dan Ava sedang dirawat.


Dengan segera dan tergesa-gesa Aaric, Dian, Opa dan Oma langsung saja bergegas berjalan menuju keruang perawatan Ava dan Derral dengan ditunjukkan jalannya oleh salah satu anak buah yang berjaga disitu.


Setelah keluar masuk didalam lift, akhirnya mereka semua sampai juga didepan ruang perawatan Ava dan juga Derral.


Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Opa langsung saja membuka pintu ruang perawatan tersebut.


Semua orang yang ada didalam ruang perawatan itu langsung saja mengalihkan pandangan mereka kearah pintu yang ternyata sedang kedatangan dari Opa, Oma, Aaric dan juga Dian yang baru saja masuk.


" Opa, Oma, Aaric, Dian ",, kata Mamah Gretl kepada semua Keluarganya.


" Ava........... Derral, ya Tuhan Nak....... ",, kata Oma dengan sangat pilu melihat kedua cucunya terbaring bersamaan seperti itu.


Oma langsung saja berdiri ditengah-tengah brankar rumah sakitnya Ava dan Derral sambil meneteskan air matanya.


Mamah Gretl yang melihat Mamah mertuanya seperti itu, dia pun langsung saja mencoba menenangkannya.


" Tuan Alano.............. bagaimana keadaan anda saat ini ",, tanya Opa kepada Papi Alano.


" Saya baik-baik saja Tuan ",, jawab dari Papi Alano kepada Opa.


Aaric dan Dian pun mereka berdua saat ini juga ikut mendekat kearah brankar Ava dan juga Derral.


" Mah, sudah berapa lama Derral tidak sadarkan diri seperti ini?? ",, tanya dari Aaric kepada Mamah Gretl.


" Derral sudah seperti ini sejak kemarin Nak, sejak dia keluar dari ruang operasi dan belum ada tanda-tanda ingin sadar ",, bukan Mamah Gretl yang menjawab melainkan Mami Elsie.


" Apa sebegitu parahnya keadaan Derral tante, hingga Derral sampai seperti ini keadaannya?? ",, tanya Aaric lagi kepada Mami Elsie.


" Tidak tahu Nak, yang tahu adalah Papah kamu, karena dia yang sering berkomunikasi dengan Dokter ",, jawab Mami Elsie kepada Aaric.


" Zohan, apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Derral bisa sampai seperti ini dan membuat Ava juga tidak sadarkan diri seperti sekarang?? ",, tanya dari Opa kepada Papah Zohan.


Ketika mereka semua mendengar pertanyaan dari Opa kepada Papah Zohan, semua orang yang berada didekat brankar Derral dan Ava langsung saja mencoba mendekat kearah Opa dan Papah Zohan.


Tidak mau berlama-lama, akhirnya Papah Zohan menceritakan semua masalah dari Dokter Rava, Derral, dan juga Ava kepada Opa dan semua orang.


Walau Papi Alano, Mami Elsie, dan juga Mamah Gretl sudah mendengar semua cerita dari Papah Zohan, mereka bertiga tetap mendengarkan dengan serius cerita dari Papah Zohan.


Semuanya Papah Zohan ceritakan tanpa ada yang ditutup-tutupi, karena mereka semua memang berhak tahu akan semua kejadian yang menimpa Derral saat ini.


" Kurang ajar siRava itu, dimana dia sekarang Zohan!! ",, kata Opa dengan sangat marah sekali ketika sudah mendengar cerita dari Papah Zohan tadi.


" Sudah Zohan tangkap dan sekap dimarkas milik Zohan Ayah ",, jawab dari Papah Zohan kepada Opa.


" Bagus, beri dia pelajaran yang tidak akan pernah dia bayangkan seumur hidupnya ",, perintah dari Opa kepada Papah Zohan.


" Terus wanita yang bersama Dokter Rava itu bagaimana Zohan??, apa juga sudah kamu tangkap?? ",, tanya dari Oma kepada Papah Zohan.


" Sudah Mamah, dia juga sudah diamankan oleh para anak buahnya Zohan ",, jawab dari Papah Zohan kepada Oma.


" Aaric tidak menyangka jika Dokter Rava akan jatuh cinta kepada Ava ketika dia datang kemansion kita dulu Papah ",, kata dari Aaric kepada Papah Zohan.


" Maafkan Aaric Papah, karena Aaric juga tanpa sengaja yang menyebabkan semua masalah ini terjadi ",, kata Aaric lagi kepada Papah Zohan.


" Ini tidak sepenuhnya salah kamu Aaric, karena ini juga keselahan dari Papah yang sudah teledor tidak bisa memberikan pengamanan yang terbaik untuk Ava ",, jawab dari Papah Zohan kepada Aaric.


" Jangan saling menyalahkan seperti itu, karena semua ini sedang tidak tepat waktunya ",, tegur dari Mamah Gretl kepada Aaric dan juga Papah Zohan.


" Yang harus kita lakukan sekarang adalah berdoa, semoga Derral dan Ava bisa segera sadar dan berkumpul dengan kita semua ",, lanjut lagi perkataan dari Mamah Gretl kepada Aaric dan Papah Zohan.


" Iya Mah ",, jawab dari Aaric kepada Mamah Gretl.


" Dian, kamu istirahat dulu saja didalam kamar sana, kita sudah seharian naik pesawat, kamu harus menjaga kandungan kamu dengan baik cucuku ",, kata Oma kepada Dian.


" Iya Oma ",, jawab Dian kepada Oma.


" Aaric kamu temani Dian saja dulu, sana ajak Dian beristirahat ",, kata Mamah Gretl kepada Aaric.


" Baik Mah ",, jawab dari Aaric kepada Mamah Gretl.


Dan setelahnya Aaric langsung saja mengajak Dian untuk masuk kedalam kamar pribadi yang ada didalam ruang perawatannya Derral, Ava.


Setelah kepergian dari Dian dan Aaric, Mamah Gretl langsung saja menyuruh anak buah yang berjaga didepan ruangan untuk membelikan makanan untuk mereka semua termasuk untuk para anak buah juga.


Karena Mamah Gretl tidak mau jika sampai mereka gantian yang akan sakit ketika Derral dan Ava sudah sadar.


Sambil menunggu makanan yang dibeli oleh para anak buah itu datang, mereka semua lalu berbincang hangat sambil terus berdoa untuk kesembuhan dari Derral dan juga Ava.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...